Pembantu Cantik Untuk Sang Ceo

Pembantu Cantik Untuk Sang Ceo
Ep 88: Bayi yang Lucu


__ADS_3

Berita Persalinan Keyla Tersebar Hingga Ke Kantor dan Juga Ke Telinga Karan. Karena Mereka Mendapat kabar dari Leon. Yang Tidak Sengaja bertemu Dengan Sahabat Keyla Yang Bernama Alya.


Karan dan ayahnya Tiba Di rumah Keluarga Ardani dengan Cepat. Di dalam Kamar Dokter sudah Mulai Melakukan Pekerjaannya dengan baik. Putri bersama Bi Larsih Juga ada Di samping Keyla dan Andro. Untuk Menyemangati Keyla agar Tetap Kuat.


"Aduh Mas Sakit banget," Lirih Keyla Sambil Terus Memegang Perutnya.


"Iya sayang, Sabar. Kamu pasti Bisa Melewati Semua ini," Menyemangati Istrinya.


Andro Sangat Gugup melihat Proses Persalinan Istrinya yang tidak Terlalu Baik.


"Bertahanlah sayang. Aku akan selalu ada Di Samping kamu." Berkali-kali Andro Mencium Tangan Istrinya. dengan rasa Gugup


Sedangkan Keyla hanya menatap Andro Ia Tidak mampu untuk Bicara. Ia hanya Mengeluarkan Air Matanya. Membuat Andro Bertambah Panik


"Sayang, Kamu pasti bisa Kamu Jangan Takut. Aku akan Selalu Di sini Bersamamu," Ucap Andro Menggenggam Tangan Istrinya.


"Bu Keyla. Jika Sudah mulai Terasa sakit Maka Ibu Harus segera Bekerja dengan Baik. Agar bayinya Segera Keluar," Ucap Dokter


Keyla hanya Mengangguk. Namun Dokter Itu tidak Melihat reaksi Gadis itu Saat Bekerja.


Ia Terus Menarik napasnya dan Membuangnya Secara Perlahan. lalu ia Kembali Mendorong Seluruh tenaganya Agar Anaknya Segera Keluar.


Sementara Di yang ada di luar Sedang Berdoa untuk Persalinan Keyla. Agar semua Berjalan dengan lancar.


Ardani dan Dion Duduk Di sofa Dengan Harapan Yang Sama.


Begitu juga dengan Kakeknya Keyla. Ia Sudah tidak Sabar Menunggu kedatangan Cucunya.


Setelah menunggu Cukup Lama. Akhirnya Terdengar Suara tangisan seorang Bayi Dari Dalam Kamar. Membuat Semua orang Yang Berada di luar sana. Menjadi terkejut Dan Saling Bertatapan dengan Penuh Kebahagiaan. Seorang bayi keluar dari Rahim Keyla Membuat Pertahanan Andro Seakan Runtuh Saat mendengar Tangisan Anaknya. Selama sembilan bulan ini Ia selalu Bersabar Menunggu Kedatangan Anaknya. Dan Sekarang Anak yang ia tunggu Sudah Berada Di Depan Matanya.


"Selamat Pak Andro, Bu Keyla. Anak Kalian Sangat Tampan Seperti Bapaknya." Ucap Dokter Yang sudah membantu persalinan Keyla.


"Apa dokter? Anak Kami Laki-laki?" Ucap Andro Mendekati Bayinya yang Sedang di Bersihkan oleh Dokter.


Bayi itu terlihat sangat Putih dan Tampan Seperti Wajah Andro. Bakan ia memiliki Lesung di Kedua pipinya.


Setelah dokter Selesai Membersihkan Dan Memakaikan Pakaian untuk Bayi Andro dan Keyla. Dokter itu segera Memberikannya Pada Andro.



"Kamu sangat tampan Sayang, Papa Sangat sayang sama Kamu nak," Ucap Andro Mengecup Kening Bayinya.

__ADS_1


Lalu Ardani dan beberapa orang juga Masuk ke dalam kamar Untuk melihat Bayi Andro dan Keyla.


Terlihat jelas Senyuman terukir di wajah Mereka Setelah Melihat Bayi yang Di Gendong Andro.


"Selamat ya Andro. Semoga Kalian Semakin Bertambah bahagia Dengan Kedatangan Dede bayi Yang Sangat Tampan Itu," Ucap Putri dan Ferry.


"Selamat Sayang, Kamu berhasil melewati Semua masa-masa Sulit kamu," Ucap Ferry Mencium Kening adiknya.



"Makasih banyak Mas Ferry," Balas Keyla Memeluk Kakaknya.


Setelah melihat Proses persalinan Keyla Berjalan dengan lancar dan Juga bayinya Selamat. Deni Sangat Senang melihat Keyla Dan Putra Cucu kecilnya itu.


"Kakek Turut bahagia Melihat cucu kakek Lahir dengan Selamat," Ucap Deni Memeluk Keyla dengan erat.


"Terimakasih Kakek, Keyla sangat Sayang Pada kakek," Ujar keyla Tersenyum pada Deni.


Andro Sangat Senang Karena bisa Menemani Istrinya Di saat Detik-detik Persalinannya.


Lelaki itu juga Berkali-kali Mencium Kening Dan Punggung Tangan istrinya.


"Makasih sayangku, Kamu Sudah Memberikan Hadia Yang Terindah Di dalam Hidup aku.


Keyla hanya membalasnya Dengan Senyuman Pada Suami tercintanya Itu.


Bakan Ia juga tidak percaya Kalau Andro Akan Menjaganya Di saat Ia Menghadapi Masa Sulit tadi.


"Ayah. Apa ayah mau Menggendong Bayi Kecil Ini?" Lirih Andro


Dengan senang hati Ardani Mengambil Bayi Yang Berada di Pelukan Andro. Ada rasa Bahagia Di wajah Lelaki Dewasa itu Ketika Melihat Cucunya Telah lahir ke dunia dengan Selamat.


"Kamu sangat Tampan Nak." Lirih Ardani Saat menggendong Cucu kecilnya itu.


"Terimakasih nak Keyla. Apa yang Kamu Hadirkan di dalam Keluarga Ini. Sangat Sempurna Semoga Kalian Selalu menjadi Orang tua yang Baik Pada anak Kalian," Ucap Ardani Sembari Tersenyum pada Menantunya.


"Hem. Andro Berdeham


"Lalu kapan Kalian Punya anak. Kak?" Lirih Andro Menatap pada Ferry Dan Putri.


"Apa yang Andro Katakan Itu Benar. Kalian Sudah Dua tahun Menikah. Tetapi Belum Juga punya Momongan," Sambung Dion Sembari Tertawa Kecil Menatap Putranya.

__ADS_1


Ferry Dan Istrinya hanya bertatapan Dengan Penuh rasa malu di depan Mereka.


"Tenang saja Selepas Ini kami Akan Pulang dan akan segera Membuatkan Cucu Yang Banyak Buat kalian Semua," Jawab Ferry Tertawa-tawa


"Sialan Kamu. Memangnya kamu Pikir Segampang itu Membuat Anak?" Sambung Karan Dengan Menertawakan Ferry


"Cucuku sangat tampan, Semoga Kamu Menjadi anak yang Baik." ucap Ardani Sambil Mengelus-elus Pipi cucunya Dengan Penuh Kasih sayang.


Suasana Rumah Keluarga Ardani Sangat Ramai dengan Kedatangan Para tamu. untuk Melihat Bayi Andro dan Keyla.


Mereka sangat antusias Menyambut Kedatangan Cucu pertama Dari Pak Ardani Gunawan. Bakan Mereka ikut bahagia Dengan Kehadiran Sang buah hati Yang Sudah lama Di nanti-nantikan Oleh Pewaris Muda Hotel Bintang Lima.


"Selamat ya Pak Andro. Semoga Bapak Selalu Bahagia Bersama istri dan Anak Bapak." Ucap salah satu Pegawai Di Kantornya.


"Amin. Terimakasih banyak Alva."


"Iya sama-sama Pak,"


"Halo Baby Ganteng. Bibi Bawakan Hadia Spesial Ni buat kamu." Ucap Alya Mendekati Anak Keyla.


"Terimakasih. bibi cantik, Semoga bibi Juga cepat nyusul ya nak," Ucap Keyla Melirik pada Alya. Membuat wanita Muda Itu Tersipu malu Di depan Semua Orang.


"Gimana bisa punya anak. Kalu pacar saja Belum ada," Cetus Alya Membuat semua Orang kembali Tertawa.


"Gimana, Kalau mba Alya Jadian saja Sama Mas Karan, Kan Mas Karan Juga nggak Punya Pacar Kan?" Lirih Keyla


Karan Pun Melotot pada Keyla Dengan Penuh Rasa malu.


"Memangnya aku ini ayam Apa? Bisa di Perundingan kamu key?" ujar Karan Tertawa Menatap Keyla


"Hehehe.


"Setelah Usai menyusui putranya. Keyla Segera Bangun Dan Duduk Bersama Mereka Di Kamar itu.


"Apa Kamu lapar Key?" Tanya Putri


Dan Di anggukkan oleh Keyla.


Putri Dan Alya Segera pergi ke dapur Untuk Membantu Bi larsih memasak. Agar Keyla Bisa Segera Makan


Sementara Beberapa orang lainnya Sudah Duduk di ruang tamu. Sambil menunggu Perkembangan Selanjutnya.

__ADS_1


Andro Pergi Ke ruangan ayahnya untuk Berbicara dengan Dokter yang Sudah Membantu Keyla bersalin.


Dan Ferry duduk di samping Keyla Menjaga Keponakannya Yang Amat tampan Itu.


__ADS_2