Pembantu Cantik Untuk Sang Ceo

Pembantu Cantik Untuk Sang Ceo
Ep 87: Melahirkan


__ADS_3

Tak Terasa Usia Kandungan Keyla Sudah Memasuki Usia Yang Ke Sembilan Bulan. Perut Yang dulu Tidak terlalu Besar Kini Sudah Terlihat Semakin Membesar. Dan Gadis itu sudah Tidak Seperti Pertama Ia hamil selalu minta Ini Dan Minta Itu. Sehingga Membuat Semua Orang Sibuk Untuk Mengikuti Ngidam Keyla saat Usia Kandungannya Baru Berusia Empat bulan.


Seperti biasanya Ardani, Andro dan Juga Keyla Selalu sarapan Pagi bersama. Mereka Sangat Menikmati Masakan Bi Larsih.


Sedangkan Keyla Tidak bisa makan Berlebihan Karena Perutnya terasa Sakit jika Harus makan yang Banyak.



"Andro. Sebaiknya Hari ini Kamu Ke Cibubur. Untuk Melihat Produksi Di pabrik Yang Ada di sana." Pinta ardani. Sambil Terus Mengunyah Makanan yang ada Di Mulutnya.



"Iya ayah. Nanti Aku datang Kesana,"


"Baiklah. Nanti kamu Hubungi ayah Jika Di Sana Ada masalah." Ujar Ardani Menatap Putranya.


Andro Mengangguk Dan Segera Menghabiskan Makanannya.


Usai Sarapan Ardani Segera pamit. Dan Bergegas Ke kamar untuk Bersiap-siap Ke Kantor.


Kini Hanya Tertinggal Keyla dan Suaminya Berada di ruang Makan. Keyla masih Menikmati Makanannya. Sedangkan Andro Hanya Menatap Sang istri yang Sedang Makan.


"Apa kamu Sudah Nggak Nambah Lagi Sayang?" Tanya Andro Ketika Melihat Makanan istrinya Sudah Habis.


Keyla hanya menggelengkan Kepalanya.


"Aku sudah kenyang Mas." Jawab singkat Keyla.


Lalu andro Mengambil Segelas Air Mineral Untuk istrinya.


"Di minum dulu airnya sayang," Ucap Andro Memberikan Segelas air mineral Itu pada Istrinya.


"Makasih mas." Ucap Keyla lalu Segera Meminum Air itu dengan Pelan.


"Hari ini Aku mau Ke Cibubur. Kamu Istirahat saja Di kamar. Dan Jika Butuh Apa-apa Nanti Panggil Bibi ya," Ucap Andro


Keyla hanya mengangguk


"Mas. Aku Ke kamar kecil Dulu. Rasanya Perut aku mules," Ucap Keyla Sambil Memegangi Perut Besarnya.


"Mungkin Sayang Mau Buang Air Besar Sayang," Ujar Andro


"Aku ke kamar mandi Dulu mas." Wajahnya Terlihat sangat Kesakitan.


Dengan Sabar Andro Menuntun istrinya ke Dalam Kamar mandi.


"Pelan-pelan Saja sayang," Ucap Andro Ketika Mereka Sudah Mau masuk Ke dalam Kamar Kecil.


Andro masih setia menunggu istrinya Hingga keluar dari dalam Kamar Mandi Yang berada di kamar Mereka.


Dan ketika melihat istrinya sudah Keluar Dari Dalam Kamar mandi. Andro Tersenyum Menatap Wajah Cantik sang Istri.


"Gimana, Apa kamu Udah Baikan?"

__ADS_1


Keyla Mengangguk Pelan. Dan Kembali Di tuntun oleh Andro ke tempat tidur. Agar keyla Bisa Berbaring Di sana. Namun Ketika Keyla Hendak Mau Berbaring. tiba-tiba Perutnya Kembali Terasa Sakit. Dan Sesekali Ia harus Memejamkan matanya.


Melihat Wajah Istrinya Yang Seperti Orang Kesakitan Andro Segera Duduk Di Samping Istrinya.


"Kamu kenapa sayang?" Lirih Andro Mengelus Perut Besar istrinya.


"Mas aku mules lagi." Ucap Keyla. Meringis Kesakitan.


"Baiklah. Ayok aku bantu Ke kamar mandi Sayang," Membantu Istrinya Ke kamar mandi.


"Pelan-pelan Sayang," Lalu ia Keluar dan Menunggu Istrinya.


Tidak lama kemudian Keyla Keluar.


"Bagaimana sayang, Apa kamu Masih Merasa Mules?" Tanya Andro Kembali Menuntunnya ke Tempat tidur.


Keyla hanya Menggelengkan Kepalanya


"Mungkin kamu Kebanyakan Makan Kali ya Sayang?" Lirih Andro Membantu Istrinya Berbaring di tempat tidur dan Ia Juga duduk Di Samping Istrinya.


"Entahlah mas. Mungkin saja aku Diare." Jawab Keyla


"Ya udah Kamu Istirahat saja dulu. Nanti Aku Suruh Leon Untuk Memanggil Dokter ke Sini." Ujar Andro mengecup Kening Istrinya.


"Mas Mules lagi." Kali Ini Keyla Benar-benar Sudah Kesakitan dan Memegangi Perutnya. Sambil Menangis.


"Mari sayang Aku bantu Kamu Ke kamar Mandi Lagi ya," Ajak Andro Dengan Sabar


Setelah Tiba di kamar mandi Andro Kembali Menunggu Di Depan Pintu. Ia sangat Cemas Dengan Keadaan keyla Yang sejak tadi Mules-mules Terus.


Tanpa berlama-lama. Andro Segera Mengambil Sebuah Kursi kecil. Dan Menaruhnya Di Dekat Keyla.


"Aduh, Mas Sakit Mas." Mengelus-elus Perut nya.


Andro Yang Tidak mengerti apa-apa Hanya Bisa Membantu Mengusap-usap Perut Istrinya.


"Kamu tunggu Di sini Dulu sayang, Aku mau Panggil Ayah," Ujar Andro Lalu Segera Berlari Ke depan pintu. dan berteriak Dari Depan Kamarnya Memanggil Ardani


"Ayah. Ayah!" Panggil Andro


Lelaki dewasa itu segera keluar dari Dalam Kamarnya Setelah usai Dari berganti Pakaian.Karena pagi Itu Ardani Akan Pergi Ke Kantor.


"Ayah." Panggil Andro Kembali.


"Ada apa Andro? Jawab Ardani


"Ayah. Tolong Keyla Ayah. Sejak Tadi Dia Mules Terus." Ucap Andro. Lalu kembali ke Kamarnya untuk melihat Keyla.


"Keyla mules?" Gumam Ardani. lalu Ia Segera Berjalan Menaiki anak Tangga menuju Kamar Andro Dan Keyla.


"Nak Keyla?" Apa kamu masih mules? Tanya Ardani Menatap Menantunya


Keyla hanya mengangguk Karena Ia sudah Tidak Bisa menahan rasa sakitnya.

__ADS_1


Ardani Pun Mendekati Keyla dan Memegang Perut bawah Menantunya.


"Ini Artinya Kamu Sudah mau Lahiran. Cepat Panggilkan Bi larsih ke sini dan Pak Gilang." Pinta ardani Pada anaknya.


"Iya ayah." Singkat Andro Lalu ia segera Berlari ke bawah untuk mencari Bi Larsih dan Suaminya.


"Bi. Tolong Masuk ke kamar. Keyla udah Mau Lahiran Bi," Ucap Andro Terengah-engah


Karena Ini pertama kalinya ia Melihat Wanita Yang Di cintainya Merasa Kesakitan.


"Apa den? Nak Keyla Sudah waktunya Lahiran?" Ucap Bi larsih terkejut.


"Iya bibi. Sebaiknya bibi cepat ke atas, Dimana Paman?"


"Dia Di kebun belakang Rumah. Cepat Kamu Panggilkan Dia Den," Ucap Bi larsih Kembali. Lalu segera Berlari Ke kamar Andro Dan Keyla.


Dan Setibanya Di Kamar. Wanita Paru Baya Itu Segera Mendekati Keyla dan Membantunya Untuk Berjalan Ke Tempat Tidur.


"Sini nak, Bibi Bantu Kamu Ke Tempat tidur. Sebaiknya kamu Berbaring di sana Dulu." Ujar Bi larsih.


Semua orang Menjadi Sibuk Menyambut Kedatangan Sang Bayi Yang Tinggal Menunggu Waktu Dia Lahir.


Ardani Juga sangat sibuk Untuk Memanggil Dokter Agar Segera Membantu Persalinan Untuk Menantunya.


Sementara Andro dan Pak Gilang Juga Sudah Tiba di dalam Kamar itu. Dan Andro Segera Mendekati Sang Istri untuk Membantu Meringankan Rasa sakit Yang Ada pada Istrinya.


"Sayang, Kamu harus kuat ya. Bentar lagi Anak kita akan Segera lahir," Ucap Andro Memberikan Semangat pada Istrinya.


Dan Keyla hanya bisa tersenyum Menatap Andro. Yang Berusaha Membuatnya Tersenyum.


Tidak lama kemudian Leon dan Seorang Dokter ahli kandungan. Sudah tiba Di Rumah Keluarga Ardani. Dengan cepat Leon Membawah Dokter itu ke dalam Kamar Andro. Agar secepatnya Bisa Memeriksa Keadaan Keyla di sana.


"Selamat Pagi Bu Keyla." Ucap Dokter Itu Sembari Tersenyum Pada Keyla.


"Pagi. Juga Dok," Sahut Keyla dengan Suaranya Yang sedikit pelan.


"Sebentar ya, Saya periksa dulu Apa Memang Sudah Waktunya Kamu Lahiran Atau Masih Belum." Ujar dokter itu lalu Segera Memeriksa Perut keyla Dengan Beberapa Kali Tekanan Di perut. Membuat Keyla Semakin Merasa kesakitan.


"Aduh, Sakit dok." Keluh Keyla Saat dokter Itu Memeriksa Bagian perutnya.


"Begini Bu. Ini memang Sudah waktunya Kamu Lahiran. Karena Kepala Bayi Sudah Berada Di depan Pintu." Tutur Dokter itu.


Ardani Sangat Bahagia ketika mendengar Bahwa Cucunya Tidak lama Lagi akan Datang.


"Lalu Apa kita segera Ke Rumah Sakit saja Dok?" tanya ardani


"Kalau Bu Keyla bisa melakukannya Dengan Baik. maka Kita bisa Melakukannya Di sini. Akan Tetapi jika Bu Keyla merasa Tidak mampu Maka Kita ke Rumah sakit," Ujar Dokter itu


"Gimana sayang?" Apa kamu Bisa Melakukannya Di Rumah atau kita ke Rumah Sakit saja," Ucap Andro Menatap Istrinya.


"Aku, Aku Lahiran di rumah saja Dok, Karena Jujur aku Sangat Takut Jika di Rumah Sakit." Jawab Keyla.


"baiklah. Jika itu mau Ibu Keyla. Maka Kita Akan Segera menyiapkan Beberapa Keperluan Yang akan Kita perlukan Sekarang," ujar dokter.

__ADS_1


Leon dan pak Gilang Segera Mengambil Beberapa Perlengkapan Milik dokter Yang Masih berada di dalam Mobil. Sementara Bi larsih Membantu Menyiapkan Perlengkapan Bayi.


Setelah Mendapat Kabar dari Leon. Ferry Dan Juga Istrinya datang ke rumah Ardani. Untuk Membantu Menyemangati Adiknya Dalam Melewati Masa Persalinan.


__ADS_2