Pembantu Cantik Untuk Sang Ceo

Pembantu Cantik Untuk Sang Ceo
Ep 41: Merasa Takut


__ADS_3

"Pagi Ayah!" Ucap Keyla


"Pagi Juga Nak, Kalian baru Bangun Ya?" Tanya ardani, Menatap Keyla Tersenyum


"Iya Ayah," Singkat Keyla Dengan Sedikit Malu


"Lalu Di mana Andro?" Kenapa dia Tidak Ikut Sarapan Bersama kita,


"Dia masih Di kamar ayah, Jawab Keyla


"Apa Hari ini Kamu Mau Kerja lagi?" Tanya Ardani Sambil Menatap Keyla


"Iya ayah, Hari ini rencananya Si aku Harus Kerja, Takutnya Tuan Dion Akan Memarahiku. Ucap Keyla, Sambil Menikmati Makanannya.


"Baiklah, Jika kamu Punya Waktu Datanglah Ke Kantor, Untuk melihat Keadaan Di Sana, Pinta Ardani


"I--iya Ayah, Singkat Keyla


"Pagi Semuanya," Sapa Andro Sambil Mendekati Keyla dan ketiga Orang Tua Dewasa Yang Masih Duduk Di Meja makan Itu


"Hem,


"Pagi Juga Den Andro," Jawab Pa Gilang Tersenyum Melirik Andro


"Ayah Kenapa Belum Ke kantor?" Tanya Andro


"Hari Ini Kamu Saja yang Pergi ke Kantor, Ayah Masih Ada Pekerjaan Di Rumah, Ucap Ardani


"Oh Gitu ya, tapi Aku Masuk Siang Saja Ya Ayah, Soalnya Aku masih Ngantuk," Keluh Andro


"Terserah Kamu Saja," Ucap singkat Ardani


"Makasih Ayah."


"Keyla, Apa Kamu Juga mau Kerja?" Tanya Andro,


"Iya mas, Singkat Keyla


Andro merasa Kurang Senang Ketika Mendengar Keyla harus Kembali Kerja Lagi.


"Wajahnya Kok cemberut Gitu Si mas," Ucap Keyla


"Gimana nggak cemberut, Aku Sendirian Saja Di Rumah," Ucap Andro Memalingkan Matanya Dari Keyla


"Kan di Rumah Masih ada Ayah, Bibi, dan Paman Gilang kan," Balas Keyla Tertawa Kecil Pada Pemuda Itu

__ADS_1


"Tapi aku Maunya Kamu yang ada di Sini, Bukan Ayah dan Bibi juga Paman." Cetus Andro dengan Wajahnya Cemberut


Ardani Nampak Mengerutkan Keningnya Saat Melihat Putranya Yang tiba-tiba Berubah Manja di Depan Keyla.


Setelah Selesai Sarapan. Kini Keyla Harus Segera Berangkat Kerja, Karena Waktu sudah Menunjukkan Pukul Tujuh Pagi. Dan ia Harus Segera Sampai Di sana tepat Waktu.


Namun Andro Masih Cemberut Menatap Gadis Yang sejak Tadi Mondar-mandir Di Depannya itu.


"Mas. Jangan Gitu Dong, Kan aku Juga Pengen Mandiri Dari Hasil aku Sendiri," Bujuk Keyla


"Iya aku tau, Tapi aku masih Pengen dengan Kamu. Hari Ini Aja,"


Ucap Andro memohon Pada Keyla agar Tidak Berangkat Ke tempat Kerjanya.


"Tapi Mas, Pa Dion pasti akan marah sama Aku. Karena Udah beberapa Hari Ini Aku Lalai Dalam Pekerjaanku." Ucap Keyla


"Ya Udah Terserah kamu Sajalah." Ucap Andro, Keluar Dari kamarnya


Keyla Termenung Ketika melihat Andro Cemberut. Ia Bakan Sudah Berjanji Untuk Tidak Menyakiti Perasaan Andro. Namun Ia Juga Bingung Karena Ia harus Kerja Demi Melunasi Kontrakannya Yang masih belum Selesai Bayar.


Lalu ia Pun Keluar dari Kamar Andro,


"Bi, Andro Kemana ya Bi?" Tanya Keyla


"Den Andro, tadi Di Kolam Belakang Nak, Mungkin dia Lagi Kasih makan Ikan, Jawab Bi larsih Sembari Tersenyum


"Mas, Yuk Kita Masuk," Ajak Keyla Pada Andro


Namun Andro Sama sekali Tidak Menoleh Pada Keyla.


"Yakin Mas nggak mau Ikut Sama aku?" Tanya Keyla Memelas


Membuat Pemuda Yang Tadinya Cemberut Kini Tersenyum


"Memangnya Mau kemana? Tanya Andro


"Tiduran Di kamar," Jawab Keyla dengan pelan


"Apa kamu Nggak Jadi ke Restoran?"


"Iya mas, Hari ini Aku Di rumah Dulu Untuk Menemani Calon Suami ku, Yang Tiba-tiba Jadi Rewel," Ucap Keyla mengejek Andro


Andro pun Mendekati Keyla Dengan Sangat Senang,


"Makasih Sayang," Kamu Selalu Mengerti Dengan Apa Yang Aku Mau, Aku janji Nggak Akan Pernah Ninggalin Kamu." Ucap Andro Mengecup Kening Keyla

__ADS_1


Entah Kenapa Saat Andro bertemu Keyla, Pemuda Itu Lebih Sering cemberut Jika Keyla tidak mendengarnya Dan Saat ini Ardani kembali Melihat Wajah Andro Yang Cemberut Karena Keyla harus Kembali Kerja.


Namun Setelah Mendengar Keyla Tidak Masuk kerja lagi. pemuda Itu Kembali Tersenyum Seperti Biasanya,


Sehingga Membuat Pria Dewasa Itu Harus Berkali-kali Menghembuskan Napas kasar Dengan Sikap Putranya itu.


"Aku Harus Segera Menyiapkan Pernikahan Mereka, Agar Secepatnya Mereka bisa Menikah." Gumam Ardani Lalu Melangkah Pergi Menuju Ke mobilnya bersama pak Gilang


Setelah Kepergian Ardani Dan Gilang, Bi larsih Pun Segera pergi Ke pasar Untuk Mencari Beberapa Keperluan Dapur Yang Sudah Habis.


Sementara Keyla dan Andro Masih Berbaring Di Tempat Tidur, Hari ini Keyla Sudah berjanji Untuk Menemani Sang Kekasih Di Rumah, Dan Ia Hanya Bisa Menatap Wajah Pemuda Yang baru Saja Tertidur itu.


"Mas, Kamu Pasti Capek Ya?" Gumam Keyla Mengelus Wajah Andro Dengan Perlahan


"Moga Kita Selalu Seperti Ini Sampai ke Depannya, Aku nggak Mau Kita berantem terus." Gumam Keyla


Tanpa Terasa air matanya Bercucuran, Hati Keyla Merasa Sangat Sedih saat Melihat Wajah Pemuda Yang Tengah Tertidur itu.


Entah Kenapa ia Berpikir Bahwa Suatu Saat Nanti Ia akan Kehilangan Andro.


"Sayang, Kamu kok Nangis?" Apa Kamu Marah karena Aku udah Larang Kamu Kerja Ya?" Tanya Andro, Saat Ia Terbangun Dan membuka Matanya Keyla sudah Menangis


"Mas, Maafin aku mas," Mungkin Aku Bukan Wanita Yang Sempurna Di Mata Mas Andro,


Hiks... Tangisan Keyla sudah Tak Terbendung Lagi ia Bakan Merasa Sangat Ketakutan Jika Suatu saat Nanti Andro akan Pergi Meninggalkan nya.


"Sayang Kamu Kenapa?" Tanya Andro Sambil Memeluk Tubuh gadis itu dengan Cepat.


Andro Terus berusaha Menenangkan Hati Keyla Walaupun Ia sendiri Tidak tau apa Yang Sudah terjadi pada Wanita yang sangat Ia Cintai itu


"Mas, Apa Mas Akan Selalu Bersama Aku Setelah Kita Nikah Nanti?" Tanya Keyla Dengan Berlinang Air matanya Hingga Membuat Andro makin Erat Memeluk Tubuh Gadis itu.


"Iya Sayang, Aku Janji Nggak akan Pernah Ninggalin kamu, Sampai Kapan pun Kita Akan Selalu bersama." Jawab Andro, Sambil Mengecup Kening Keyla berulang kali.


"Aku Takut Jika Suatu Saat Nanti Kamu Akan Pergi Meninggalkan aku mas," Ucap Keyla


"Sayang, Jangan ngomong Kayak gitu Lagi. Aku akan Selalu Mendampingi Kamu untuk Selamanya, Dan hanya Kamu yang Ada Di Hatiku."


"Mas, Aku boleh nanya nggak?"


"Apa sayang?" tanya aja aku akan Menjawabnya.Ucap Andro


"Apa mas, benar-benar Mencintai Aku, Atau Karena Mas terpaksa,"


"Dengarkan aku sayang, jika Aku terpaksa Mencintai Kamu, Aku nggak mungkin Memaksa Ayah untuk Segera Melamar kamu Agar kita bisa Tunangan Dan Secepatnya Kita Bisa Nikah."

__ADS_1


"Kamu Kenapa jadi Kayak gini Si sayang?" Apa ada orang yang Sudah membuat Kamu Seperti Ini? tanya Andro Menatap Serius Pada Keyla


Namun Keyla hanya menggelengkan Kepalanya


__ADS_2