Pembantu Cantik Untuk Sang Ceo

Pembantu Cantik Untuk Sang Ceo
Ep 34: Di berikan Ponsel


__ADS_3

Keyla Menatap Ruangan Yang Masih Tertutup Itu, Karena Ferry dan Istrinya Sedang ada Meeting Di dalam sana. Sehingga Membuat Keyla Harus Menunggu Mereka Sampai Selesai


Hari Semakin Siang, Keyla Masih Setia Menunggu Kakaknya Keluar dari Ruangan Meeting.


Namun Ia merasa Sangat Lapar Karena Sejak Pagi tadi Ia Bakan belum makan apapun di Rumah Andro.


Tidak lama Kemudian Ferry dan Istrinya Pun Keluar dari Ruang meeting Dan Mendekati Keyla yang Sedang Duduk Menunggu mereka


"Keyla.." Kenapa kamu Murung?" Tanya Putri Sambil Mengelus Rambut Adik Iparnya dengan Lembut


"Aku Nggak apa-apa Kak," Ucap Keyla Tersenyum pada Putri


"Yuk kita makan, Ajak Ferry


"Iya mas, Aku juga Udah Laper." Ucap Istrinya


"Ferry.


Panggil Karan dari Ruang Meeting.


Lelaki itu pun berbalik dan Melangkah ke arah Karan Yang Sedang memanggilnya


"Ada apa Bos." Jawab Ferry dengan lembut pada atasannya


"Boleh nggak aku ajak Adik kamu Untuk makan Siang bersamaku," Tanya Karan Sambil Menatap Keyla


"Memangnya Bos Kenal Dengan adikku?" Tanya kembali Ferry.


"Iya aku kenal Sama Dia. Adikmu itu kerja di Restoran milik Ayahku." Ucap Karan


"Keyla Kerja di Restoran Milik Pa Dion?"


"Iya, Memangnya Kamu nggak tau Kalau dia Kerja di restoran milik Ayahku? tanya Karan dengan sedikit Bingung


"Oh, Aku memang Tidak tau Karena adikku Tidak Pernah Terbuka sama aku," Ujar Ferry


"Oh gitu Ya, Trus gimana apa kamu Mengijinkan Aku makan Siang Bareng Dia?


"Kalau aku Terserah sama Keyla saja,"


Ucap Ferry


"Tapi kan kamu Kakaknya, Jadi Pasti dia Nurut sama Perkataan kamu." Desak Karan


"Saya memang Kakaknya, Namun Saya Tidak bisa menyuruhnya Begitu saja." Ucap Ferry


"Baiklah, Kalau Begitu Aku akan tanya sama dia dulu." Ucap Karan dengan Sedikit Kesal Pada Ferry.


Karan pun Segera Menemui Keyla yang Masih Berdiri Bersama istrinya Ferry


"Keyla, Apa saya boleh Mengajak kamu Untuk Makan Siang Bersama saya?" Tanya Karan Sembari Tersenyum


Namun Keyla menggelengkan Kepalanya Dan segera masuk ke dalam mobil Kakaknya.


Karan merasa Sangat Aneh dengan sikap Gadis itu, Ia Bakan Tidak Mau Di ajak makan siang bersamanya Membuat Batin Pemuda Itu Semakin Tidak tenang dengan Sikap Keyla Yang Sangat Dingin Padanya.


"Maaf Bos, Mungkin Keyla masih Butuh Waktu untuk Bisa Mengenal bos Dengan Baik." Ujar Putri


"Tapi saya sudah mengenal dia. Balas Karan Menatap Putri dengan Datar


Putri pun Tercengang Ketika Karan mengatakan bahwa Mereka sudah saling mengenal


"Bos Karan, Sudah mengenal Keyla?

__ADS_1


"Tapi Kenapa Keyla Merasa Dingin Sama dia?" Gumam Putri di dalam Hatinya.


Sementara Keyla Sudah merasa Kepanasan Di Dalam mobil. Sehingga Ia memanggil


Ferry.


"Kakak, Ayo cepat Kita pulang Saja." Panggil Keyla yang sudah berada di Dalam Mobil


"I--iya Key, Sahut Ferry


"Bos Maafkan adik Saya," Ucap Ferry memohon maaf pada Atasannya itu.


"Tidak apa-apa, Tapi Tolong Bujuk dia Untuk Bisa Menerima tawaran aku ya," Ucap Karan


Memaksa Ferry


"I--iya Bos, Nanti Saya Bicarakan Dengan dia Jika Sudah tiba di rumah Nanti." Ucap Ferry dengan Pelan


Pemuda itu Pun hanya Menatap Ferry Sambil Mengangguk Pelan.


"Baiklah bos, Kami Pulang Dulu Karena Keyla Sudah Memaksa Untuk pulang," Ucap Ferry


"Iyaa Pergilah, Dan segera Hubungi aku Jika Dia sudah mau Jalan dengan aku,"


"Iya bos,"


Setelah Usai Berbicara Dengan Karan, Ferry Segera Berjalan Ke arah mobilnya. Dan mereka pun Meninggalkan Tempat itu.


Sementara Di Rumah Kediaman Ardani,


Andro Masih Menunggu Kabar dari Keyla. Ia selalu Menatap Layar Ponselnya Dengan Harapan Keyla bisa Menghubunginya Namun Hingga pukul Tiga Sore Keyla Masih belum mengabarkan nya.


"Key, Kenapa si kamu Selalu bikin aku Seperti Ini! Kenapa key??


Ardani Hanya menautkan alisnya Ketika melihat Andro sedang Emosi.


"Pa Gilang, apa Kamu sudah menemukan Alamat Rumah Ferry Yang Baru?" Tanya ardani


"Iya Tuan, ini alamat Rumah Ferry Dan non Putri Tuan," ucap Gilang Sambil Menunjukkan Alamat Rumah Ferry Pada Ardani.


"Baiklah, Sebentar malam Kita akan Menemui Mereka Di sana." Ucap Ardani


"Baik Tuan,"


"Gimana Kalau Sekalian kita, Memberi tahu Ferry Bahwa Den Andro dan Keyla Saling mencintai Tuan," Simpul Lelaki tua itu


"Iya Kamu benar Gilang, Sebaiknya Kita Segera Mengatakan Hal ini Pada Ferry. agar Tidak akan ada kesalahpahaman Di antara Mereka Lagi." Ucap Ardani dengan Sangat Senang


"Iya tuan, Lebih cepat itu lebih baik. Dari Pada Nantinya Ferry menjodohkan Nak Keyla Sama orang lain, Bisa-bisa Den Andro Semakin Frustasi,"


Dring Dring... Suara Telepon Berbunyi


Ardani segera Menerima Panggilan Masuk Di Ponselnya


"Iya Halo.."


Ucap Ardani pada seseorang di Sebrang Telepon itu.


[ "Selamat Sore Tuan,"] Balas Keyla Dari sebrang Sana


"Sore Juga," Kamu siapa?" Tanya ardani


["Saya Keyla Tuan," Saya mendapat Nomor Tuan, Dari Bi larsih."] balas Keyla dengan Lembut

__ADS_1


"Keyla, Bagaimana Kabarmu Nak?" Apa Kamu Mau Bicara dengan Andro? Ucap Ardani Dengan Senang Karena Keyla Sudah Menghungi mereka.


[ "Iyaa Tuan, Apa Tuan Andro Ada di Rumah?]


"I--iya ada nak, Sekarang Dia Sedang Mengurung Dirinya di kamar.


"Tunggu Sebentar Aku Akan Memberikan Ponsel ini pada Andro." Ucap Ardani Sambil Berjalan Menuju ke Kamar Andro.


[ "Iya Tuan terimakasih banyak"]


Ardani pun Segera masuk ke dalam kamarnya andro, Dan memberikan Ponselnya pada Andro.


"Aku nggak mau Bicara Sama siapapun Ayah!" Ucap Andro, Menolak Untuk Bicara


"Ini Keyla, Apa kamu Tidak ingin Bicara dengan dia?" Tanya ardani Sambil Mengerutkan Dahinya.


Andro Menatap Wajah ayahnya Dengan sangat Serius.


"Apa benar itu Keyla Ayah? Ucapnya


Ardani Menautkan Alisnya dan segera memberikan Ponselnya kembali pada Andro.


"Keyla!! "Kemana saja kamu? Kenapa Kamu Tidak Menunggu aku Pulang?? Bentak Andro


["Maafkan Saya Tuan, Karena sudah Pergi Tanpa Menunggu Tuan Kembali." ]


balas Keyla Dari sebrang sana.


"Ya sudah, Sekarang Kamu dimana Cepat kirim alamat Rumah kakak kamu sekarang Juga! Teriak Andro


["Iyaa Tuan, Nanti aku kirim. Tapi Suaranya Di pelankan sedikit, Karena Kuping aku Udah sakit Dengan suara Tuan yang Sangat Kuat."] Keluh Keyla


"Biarin.." Semua ini Karena Kamu Udah Ninggalin aku!"


"Cepat kirim alamatnya! Bentak Andro


Lalu ia pun Memutuskan Sambungan teleponnya itu


Tut tut Tut.... Suara panggilan berakhir.


"Astaga" Ternyata Aku Udah ngomong Sendiri Di telepon." Ucap Keyla Menatap Layar ponsel


Setelah Mengirimkan Alamat Rumah Mereka Pada Andro, Keyla Pun Mengembalikan Ponsel Milik Putri.


"Ini Ponselnya Kak, Makasih banyak Ya Karena kakak Udah Meminjamkan ponsel Kaka Sama aku," ucap Keyla Sambil Memberikan Ponsel Pada Putri


Namun Putri Merasa kasihan pada Keyla Dan Ia pun Menolak Ponsel Yang Sedang Keyla Berikan Padanya itu.


"Ambilah sama Kamu, Ucap Putri Sembari Tersenyum Menatap Gadis itu


Keyla Merasa terkejut Karena Putri tidak mau Menerima Ponsel itu kembali.


"Tapi Kak, Ini kan Milik kakak Dan aku Minta Maaf Jika Karena aku, Ponselnya Jadi Kotor." Ucap Keyla Sambil meminta maaf pada Putri.


"Tidak Sayang, Ponsel Itu Buat kamu Saja. Kan kamu Belum Punya Ponsel Kan?" Ujar Putri Dengan lembut


Keyla pun Mengerti dengan Maksud Kakak iparnya itu. Dan ia Membalas Tersenyum Manis pada istri Ferry Yang Berhati Malaikat Padanya.


"Makasih kakak, Aku janji akan Menjaga Ponsel Ini dengan baik."


Ujarnya dengan senang


Putri hanya Tersenyum Menatap Adik iparnya yang Begitu Baik Dan Sopan Pada mereka.

__ADS_1


__ADS_2