Pembantu Cantik Untuk Sang Ceo

Pembantu Cantik Untuk Sang Ceo
Ep 52: Memiliki Kemiripan Yang Sama


__ADS_3

"Tapi Nggak Kayak Gini Juga caranya Mas, Ucap Keyla Kembali


"Lalu gimana Dong Caranya Agar Aku Bisa Menemukan Foto Wanita Itu, Sedangkan Aku juga Kebingungan Harus Ngapain Untuk Bisa Cari Foto Pacar ayah Itu." kata Andro


Keyla pun Tertunduk Karena dia Juga Tidak Tau Caranya Agar Bisa Masuk kedalam Kamarnya Ardani.


"Andro, Keyla?" Sedang Apa Kalian Di Situ?" Tanya ardani, Menatap Keyla Dan andro Sili Berganti.


"Hehehe. Nggak kok Ayah, kami Hanya Memastikan Apa Ayah Benar-benar Mau Ngajakin Kami Ke Tempat Yang sudah Ayah Janjikan Sama kami Berdua." Ucap Andro Membuat Alasan Yang lain


Ardani Pun Tersenyum Sambil Menarik Pintu Kamarnya.


"Ya Sudah, Mari Kita berangkat Sekarang. Ajak Ardani, Sambil Melangkah Meninggalkan Keyla dan Andro.


Sementara Andro Masih Menatap Ke arah Pintu Itu. Namun Keyla segera Menarik Tangan Andro Dan mereka Mengikuti Ardani Dari Arah belakang.


Setelah Sampai Di Luar Mereka Segera Masuk Kedalam Mobil. Kini Kedua Mobil Sudah Mulai Meninggalkan Halaman Rumah Mereka.


Andro Merasa Sangat putus Asa Karena Mereka Tidak bisa menemukan Foto Wanita Itu


Setelah Menempuh Perjalan Yang cukup Jauh. Kini Mobil Mereka Tiba Di Sebuah Kampung yang tidak asing lagi Buat Keyla. Gadis Merasa Aneh Dengan Apa yang Sudah Ardani Rencanakan Itu.


"Ini Kan Kampung Aku? Kenapa ayah Ngajak Ke sini ya?" Gumam Keyla di Dalam Hatinya Sambil Menatap Seluruh Jalan Yang Mereka Lalui itu


Kini Mobil Berhenti Di Salah Satu Rumah Kecil dekat Warung Tempat Keyla Berbelanja Dulu Waktu Masih Dia tinggal Di Kampung.


Terlihat Ardani, Keluar Dari dalam Mobilnya Sambil Berjalan pelan ke Arah Rumah itu


"Mau ngapain Ayah Di Situ? Tanya Andro Bingung, Sambil Menatap Ardani dari Dalam Mobilnya.


"Mas, Apa Sebelumnya Ayah Pernah Ke Kampung Ini? Tanya Keyla


"Aku juga Tidak Tau sayang. Kan Selama Ini Ayah Nggak Pernah Kasih Tau Kalau Dia Mau Jalan,"


“Memangnya Ada sayang? Tanya Andro Kembali.


"Kampung Ini Adalah Tempat Aku Dan Ka Ferry Di Besarkan." Ucap Keyla Dengan Sangat Cepat.


"K--kampung Kamu dan Ka Ferry? Tanya Andro Dengan sangat Terkejut.


Gadis Itu Mengangguk Dengan Sangat Cepat.


"Atau Mungkin Saja Ayah Nanya Sama Ka Ferry Dan memang Semua Ini Adalah Rencana Mereka." ucap Keyla Sambil Menatap Wajah andro


"Ya Mungkin Saja Sayang, Jawab Andro Dengan Singkat

__ADS_1


Tidak lama Kemudian Pemilik Rumah itu Datang Menemui Ardani Yang Sudah Berada Di Depan Rumahnya.


"Selamat Pagi Pak Ardani," Sapa Pa Wahyudi Dengan lembut.


"Iya pagi Juga Pa Wahyu!" Bagaimana Kabar Kalian Di sini? Apa semuanya Sudah Kalian Atur?" Tanya Ardani menatap Serius Pada Lelaki Dewasa itu.


"Iya Pak, Semuanya Sudah kami Kerjakan Dengan Baik." Jawab Wahyu Dengan Sopan


"Terimakasih Banyak pa Wahyu. Aku Sangat Senang Bisa Bekerjasama Dengan anda," Ujar Ardani


"Sama-sama Pak. Kami Juga Sangat Berterimakasih Atas Segala Bantuan Bapak Selama Ini Pada kami," Ucap Wahyu Sambil Mengulurkan Tangannya Pada Ardani.


"Oya Pak, Apa Kita pergi Sekarang Ke Tempat Itu? Tanya Wahyudi dengan Baik


Ardani Mengangguk Sambil Tersenyum Menatap Wahyu.


Ardani Kembali Masuk ke dalam Mobil Itu Bersama Wahyudi.


Dan Mobil Kembali Berjalan Pelan Dengan Di Ikuti Oleh Andro Dan Keyla.


Beberapa Menit Kemudian. Mobil Ardani Kembali Berhenti Tepat Di Depan Rumahnya Keyla. Dan Ternyata Semua Persiapan Untuk Acara Hari Pernikahan Keyla dan Andro. Sudah Tersedia Dengan Sangat Rapi. Beberapa warga Masih Duduk Di Halaman Rumah Keyla.


Keyla Seakan Tidak Bisa Mengedipkan Kedua Matanya Ketika Menatap Ke arah Rumah Yang sudah Di Dekorasi Itu. Bakan Warna Chat Rumah itu juga sudah Berubah


Andro Merasa Sangat Heran Menatap Keyla Yang Nampak Kebingungan Itu


"Itu rumah Kami Mas," Jawab Keyla Dengan Sangat Pelan.


"Rumah Kamu? Kok Bisa Jadi Seperti Ini Ya? Apa Ayah Memang Sengaja Mau Menikahkan Kita di sini ya?" Ucap Andro, Penuh Di penuhi Beribu pertanyaan Di dalam Hatinya.


"Iya mas, Singkat Keyla, Lalu Dia Keluar Dari Dalam mobil Mereka. Dan ia Pergi Mendekati Rumah Itu dengan Hati yang di Penuhi Rasa Rindu pada Kedua Sosok Orang Yang Amat Dia Sayangi.


Melihat Wajah Gadis Itu sedang Bersedih. Ardani Segera Mendekatinya Lalu Mengusap Punggung Gadis itu dengan Lembut.


"Ayah Sengaja Tidak Memberitahu Kalian Soal ini, Karena ini hanya Rencana Ayah Dan Kakakmu Saja." Ucap Ardani Menjelaskan Semuanya Pada Keyla


"Apa kamu Menyukainya? tanya Ferry Yang Tiba-tiba Muncul Dari Dalam Rumah itu Bersama Putri.


"Kakak, Gadis itu Segera Memeluk Erat Tubuh Kakaknya Sambil Menangis. Karena Ia Sangat Bahagia Bisa Kembali Ke Kampung Ini Lagi.


"Ada apa denganmu, Apa Kamu Tidak Suka Dengan Rencana Kakak?" Tanya Ferry Yang Ikut Merasakan Kesedihan Adik Perempuannya


Keyla hanya menggelengkan Kepalanya Sambil Terisak-isak Di pelukan Ferry.


"Aku Rindu Saat-saat kita masih Kecil Dulu Kak, Saat Masih Bersama ayah Dan ibu. Tapi Sekarang Kita hanya tinggal Berdua," Keluh Keyla Sambil Terus Menangis.

__ADS_1


"Keyla, Ayah Dan ibu Pasti Senang Melihat Kamu Udah Bahagia Dan Juga kamu udah Bisa membuktikan Pada Ibu. Kalau Kamu Sudah Bisa menemukan Seorang Pendamping Hidup yang Sangat Mencintai Kamu." Ujar Ferry Sambil Menatap Wajah Adiknya itu.


Andro masih Belum Paham Dengan Maksud Dan Tujuan Ayahnya. hanya Berdiri Mematung Di Depan Mobilnya.


Ardani Pun Memanggil Andro Untuk Masuk Ke Dalam Rumah Keyla.


"Apa yang Sedang Kamu Pikirkan Andro? Tanya Ardani


"Nggak ada ayah, Aku hanya Bingung Saja Dengan Rencana Ayah. Yang Sama Sekali Tidak Memberitahu Kami Berdua." Jawab Andro,


"Ini Adalah Tempat yang Paling Aman Untuk Hari Pernikahan Kalian Berdua.


Karena Aku, Tidak ingin hari pernikahan Kalian Di Kacaukan oleh Karan Anak Pemilik Restoran Tempat Di mana Keyla kerja, Ujar Ardani Menatap Datar pada putranya


"Iya ayah aku Paham Dengan Maksud ayah Sekarang.


Ardani Mengerutkan Keningnya lalu Kembali Ke dalam Rumah Keyla dengan Andro.


Pemuda Itu Merasa Sangat nyaman dengan Tempat Itu. walaupun Rumah Keyla Tidak Terlalu Besar. Namun Suasana Di Rumah Itu Lebih segar Di banding di Rumahnya Sendiri.


"Mas, Apa kamu Tidak Suka dengan Suasana Rumah Ini Ya?" Tanya Keyla


"Siapa bilang aku Tidak suka, Rumah Kamu Ini Jauh Lebih Indah Dari Rumah Aku," Jawab Andro Sembari Tersenyum Menatap Keyla.


"Aku Senang Kalau Ternyata Mas Sangat Suka Dengan Suasana Di Rumah Ini.


Karena Ibu aku Pernah Mengatakan Sesuatu Hal Yang Penting Sama Aku Dan Ka Ferry, Kata Ibu.


"Walaupun Hidup Kami Sederhana Dan Tidak Berkelimpahan Harta. Namun Kami Tidak Mengemis Pada orang Lain."


Ucapan Keyla Terdengar Sampai Ke Telinga Ardani. Hingga Membuat Pria Dewasa Itu segera Mendekati Keyla dan Andro Yang Sedang Duduk Di Dapur.


"Siapa yang Mengatakan Itu sama Kamu Nak?" Tanya Ardani


"Itu Ibuku Yang mengatakannya Pada aku Dan Kak Ferry, Ayah." Jawab Keyla Sambil Tersenyum


Ardani Merasa Sangat Mengenal Dengan Kata-kata Itu. Karena Hanya Tania Yang Pernah Mengucapkan Kalimat Itu pada Mereka.


"Memangnya Kenapa Ayah? Tanya Keyla


"Tidak apa-apa Nak, Pasti Orang Tua kalian Sangat Baik. Hingga Mereka Juga memiliki Anak-anak Yang Baik Pula Seperti kamu Dan Kakakmu Itu. Ujar Ardani, Berusaha Tetap Tenang Di depan Andro Dan Keyla.


"Iya ayah, Walaupun Hidup Kami Sangat Sederhana. Tapi Ayah Dan Ibu Tidak Pernah Mengelu Pada Siapa pun Tentang Kekurangan Hidup Kami.


Bakan ayah Juga Sering Mengatakan Kalau Kami Harus Bisa Menemukan Orang Yang Benar-benar Tulus Mencintai Kami,"

__ADS_1


Ucap Keyla Dengan Raut Wajahnya Yang Sedikit Sedih


Ardani Hanya Menarik Napasnya Kemudian Ia Langsung Pergi Dari Dapur. Karena Ia Merasa Sangat Curiga Dengan Keyla Yang Memiliki Kemiripan Dengan Tania


__ADS_2