
Setelah Beberapa Menit Kemudian Terlihat Karan Sedang Mengantarkan Andro Dan Leon Hingga Ke Depan Mobil Mereka.
Claudia masih Berdiam Diri Di Dalam Mobilnya Sambil Menatap Ke depan Restoran Itu.
"Apa yang sedang Mereka Bawah?" Gumam Claudia Menatap Tas Kecil Yang sedang di Bawah Oleh Andro.
"Mungkin Saja Itu Makanan," Jawab Kalvin
Claudia Menatap Pemuda yang Ada Di Sampingnya Dengan Tatapan yang Amat Kesal.
"Mendingan Kamu Diam Saja Deh. Aku Sudah Kesal Mendengar Suara Kamu Yang Nggak Jelas Gitu." Ujar Claudia
Kalvin pun Segera Berdiam Diri. dan Hanya Menatap Claudia Sambil Tersenyum.
"Jika Keyla mau Memintanya Lagi. Nanti Kamu Hubungi aku. Biar nanti aku Yang Pesan." Ucap Karan Tersenyum Menatap Adik Iparnya itu.
"Iya Karan." Singkat Andro Dan Segera Masuk Ke Dalam Mobilnya.
"Sepertinya Itu Mobil Milik Claudia Deh." Ucap Karan Menatap Ke arah Mobil yang Sedang Terparkir Di Ujung jalan.
Andro dan Leon Pun Menatap Ke arah Mobil Hitam Yang Sejak tadi Berada di sana.
"Iya. Itu memang Mobilnya Claudia. Tapi Mau Apa Dia di situ," Gumam Andro Yang Kembali Menatap Karan.
"Apa mungkin Dia sedang menunggu Seseorang Di Sana?" Balik Bertanya pada Andro.
"Mungkin saja." Singkat Andro yang Sudah Duduk di Dalam Mobilnya.
Karan Pun Mengerutkan Dahinya Sambil Tersenyum Kecut pada Andro.
"Kami pergi dulu Bos Karan." Ucap Leon Lalu Mereka Segera Meninggalkan Tempat itu.
Sedangkan Karan Masih Menatap Mobil Claudia Yang Masih terparkir Di Ujung jalan Sana.
"Apa Mungkin Dia memang Sedang Mengikuti Andro?" Gumam Karan Terus Menatap Mobil Claudia.
Karena Merasa Sedang di Tatap oleh Karan. Claudia Tidak Bisa Mengikuti Mobil Andro Yang Sudah Pergi Dari Restoran Tersebut.
"Kalvin. Apa menurut kamu Kita sedang Di Perhatikan Oleh Pemuda itu? Tanya Claudia
"Sepertinya Si Begitu. Pemuda Itu sedang Menatap Ke arah kita." Jawab Kalvin
"Ngapain Juga Dia Masih Berdiri Di situ Si!" Kan Mobilnya Andro Udah Pergi Jauh."
Menatap Karan Dengan Tatapan yang Tajam.
"Lagian Ngapain Kamu Harus Ngikutin Pemuda tadi Mba?" Kan tujuan kita bukan Dengan Pemuda tadi kan?" berusaha Untuk Membuat Claudia agar Tidak Melanjutkan Rencananya Untuk Mengikuti Mobil Andro.
__ADS_1
"Kamu ini kenapa sejak Tadi Selalu Bikin Aku Kesal saja Si!"
"Apa kamu tidak ingin Membantu Aku?"
Menatap Kalvin
"Bukan gitu Mba. Kita kesini Kan Bukan Untuk Mengikuti Mereka. Kita kesini Mau Mencari Tau Keberadaan Santi dan Jimmy Kan?" Melotot pada Claudia.
"Tujuan kita memang Ingin Mencari Jimmy Dan Wanita Jalan Itu. Akan Tetapi Andro Juga Sasaran Yang Sangat Penting Buat aku Kalvin!" Jawab Claudia
"Tapi Kita sudah Di lihat oleh Pemuda itu. Lalu apa Kita terus Berdiam di sini Hingga Pemuda itu Datang Menghampiri Kita?" Tanya Kalvin.
Mendengar perkataan Pemuda Itu. Claudia Segera Melajukan Mobilnya tanpa Mengatakan Apa-apa lagi Pada Kalvin
Setelah melihat Mobil Claudia sudah Pergi Meninggalkan Tempat itu. Karan Kembali Masuk ke dalam Restoran.
\*\*\*\*
Dan Setibanya Di Kantor Milik ardani. Kedua Pemuda Itu segera Masuk Mencari Keyla.
"Mas. udah balik?" Ucap Lirih Keyla
"Iya sayang. Ini Es Buahnya." Ucap Andro Lalu Segera Memberikan Kantong Plastik Yang Sedang Berada di Tangannya.
Dengan Cepat Keyla meraih Tangan Suaminya dan Segera Membuka Isi Tas itu
Keyla Sangat Senang karena Andro Sudah Kembali Dan Membawah Apa yang Dia Inginkan.
Membuat Andro Dan Leon Saling Bertatap Muka. Ketika Melihat Wajah Keyla yang Begitu Senang dan Bahagia.
"Sayang, Kita pulang yuk. Aku udah lapar." Ujar Andro Mengelus Perutnya.
"Iya mas. Aku juga pengen mandi Soalnya Di sini Sangat panas." Jawab Keyla
Andro kembali tercengang Ketika melihat Istrinya Yang Merasa sangat Gerah di dalam Ruangan itu. Sementara Ruangan itu sudah Ber AC Dan Di seting Dua puluh derajat.
"Ya sudah. Yuk kita Segera keluar dari Ruangan Ini Sayang," Ajak Andro Membantu Istrinya Berdiri.
Keyla hanya mengangguk Pelan Dan Mengikuti Suaminya.
"Apa kalian sudah mau Pulang?" Tanya Ardani Mendekati Menantunya dan Andro.
Andro Mengangguk Menatap ayahnya.
"Baiklah. Leon Jangan Terlalu cepat Menyetir Mobilnya ya." Ucap Ardani Menatap Leon.
"Iya tuan." Singkat Leon. Lalu segera Mengikuti Andro dan Istrinya yang Sudah Berjalan Duluan.
__ADS_1
\*\*\*\*
Mobil Milik Andro Kini Mulai Memasuki Halaman Rumah Keluarga Ardani.
Setelah usai Memarkirkan Mobil Andro Segera Keluar bersama Istrinya. Sedangkan Leon Hanya Berdiri Di Depan Mereka.
"Leon. Tolong kamu Bawah Masuk Tas Milik Keyla Ke dalam." Titah Andro Sambil Berjalan Pelan Menuju Rumah.
"Siap bos." Jawab Leon
Andro Segera membuka pintu dan Mengantarkan Istrinya ke dalam kamar.
"Sayang. Kamu Mandi Dulu Nanti kita makan Bareng," Ucap Andro Sambil Melepaskan Jas Dan Pakaiannya Beserta dasi yang Melingkar di Lehernya Dan Menaruhnya Di atas Tempat Tidur Mereka.
Setelah itu ia Kembali mencari Pakaian Rumah Yang Sudah Tertata rapi Di dalam Lemari.
"Mas. Ambilkan aku handuk mas." Teriak Keyla yang Sudah berada di dalam Kamar Mandi.
"Iya sayang." Jawab Andro Lalu Segera Mengambil Handuk Dan Di berikan Pada Istrinya.
Setelah Usai Berganti Pakaian Keyla dan Suaminya Segera Keluar Dari kamar Dan Berjalan Pelan Menuruni anak Tangga Menuju Ke Dapur.
"Bi. Apa Ada makanan Yang Sudah Masak?" Tanya Andro Sambil Duduk Di meja makan.
"Iya Den. Sebentar Bibi Siapkan Dulu." Jawab Bi Larsih.
Andro Mengangguk Pelan Dan Menatap Wanita Paru Baya Itu.
"Kamu mau Makan apa sayang?" Lirih Andro
Namun Keyla Hanya menggelengkan Kepalanya. Karena ia Tidak Ingin Makan Apa-apa.
Sehingga membuat Andro Heran dan Bertanya-tanya Dalam Hatinya.
"Kok, Nggak Mau makan Si sayang, Nanti Kalau Sakit gimana?" Ucap Andro Membujuk Istrinya agar Mau makan Bersamanya.
"Aku lagi ngga Pengen Makan Mas, Tadi kan Aku Udah Makan Es Buah di kantor. dan Aku Masih Kenyang." Jawab Keyla Tersenyum
Andro hanya tercengang Melihat Istrinya Yang Merasa kenyang Setelah makan Es Kelapa Muda Yang ia Belih tadi.
"Cuma segitu doang Kok Udah Bikin Kamu Kenyang, Jangan Becanda deh Sayang. Kalau sakit Ntar aku Kena Marah Sama ayah." Ucap Andro Kembali.
Namun tetap saja tidak Di hiraukan Oleh Istrinya.
Setelah Bi larsih sudah menyiapkan Makanan Di atas Meja. Andro Segera Makan Dan Keyla hanya menatap Suaminya Sedang Makan.
Kini Andro Sudah selesai Makan Siang. Dan Ia Kembali Mengajak Istrinya untuk Masuk ke kamar. Agar Keyla bisa beristirahat
__ADS_1
Akan Tetapi Keyla Membantah Ketika Di Ajak Andro Ke kamar.
Karena Ia merasa Gerah jika harus ke Kamar Lagi. Pemuda Itu hanya bisa Mengikuti Kemauan Istrinya. dan akhirnya Mereka Memutuskan Untuk Pergi Ke Kolam Belakang. Karena di sana Udaranya Sangat Segar dan Keyla Bisa Leluasa Bergerak.