
Menjelang hari Ulang tahun Putra mereka. Andro Telah Menyiapkan Semua Keperluan Untuk Arga. Dan Beberapa orang sudah Mulai Merenovasi Halaman rumah dan Juga Ruangan Yang akan di Pakai untuk Acara Ulang Tahun Anaknya.
Mereka sangat terlihat sibuk Dengan Pekerjaan Yang Sudah Mereka Terima.
Begitu juga dengan Bi larsih Yang Tengah Sibuk Memasak bersama Keyla. Untuk Makanan Para Pekerja Di Rumah Mereka.
Walaupun Hari sudah semakin Siang. Namun Keyla tidak Lupa untuk Selalu Menyiapkan Makanan Untuk anaknya Yang Sebentar lagi akan Genap Setahun.
Ardani Turut Bahagia Dengan Segala Persiapan Cucunya untuk hari esok. Lelaki Dewasa itu terlihat sedang Merapikan Beberapa Mainan Cucunya di Ruang tamu Karena Ruangan itu akan Segera di Renovasi.
"Keyla. Apa Hari ini Kamu dan Andro Tidak Keluar Untuk Mencari Kepentingan Untuk Cucuku Pada Esok Hari?" Tanya Ardani Menatap Keyla Yang Sedang Membawah Makanan Untuk Arga.
"Iya ayah. Sebentar sore Kami Akan Keluar Bersama Arga," Jawab Keyla Dengan Lembut.
Dan Hanya Di Angguki oleh Ayah Mertuanya.
Setelah Usai Menyuapi makanan Arga. Keyla Kembali Beres-beres di Dapur bersama Bi Larsih. Walaupun Ia sudah Menjadi Istri Anak Seorang Pengusaha. Namun Keyla Tidak Pernah Melupakan Kewajibannya Sebagai Seorang istri yang Harus Mengurus Suaminya dengan Mandiri. Ia sama Sekali Tidak pernah Ingin Merepotkan Bi larsih Karena Bi larsih sudah seperti Ibunya Sendiri.
Melihat Keyla Sangat Sibuk Andro mengurungkan Niatnya untuk Memanggil Istrinya. Karena ia Tau Keyla pasti tidak akan Pernah Mendengarkan Perkataannya.
"Aku sangat Beruntung memiliki Istri Yang Baik Seperti kamu Key," Gumam Andro. Di Dalam Hatinya Sambil Menatap Keyla Yang Sedang Membereskan Dapur bersama Bi Larsih.
"Bos!" Panggil Leon
"Ada apa Leon." Tanya Andro
"Apa Gudang di sebelah Garasi juga mau Di Renovasi Bos?"
"Iya. Kamu atur saja Sampai Semua Jadi Rapi. Karena tempat itu akan Di pakai Pada Esok," Jawab Andro.
"Siap Bos." Singkat Leon. Lalu Segera Melangkah Keluar. Meninggalkan ruangan Itu.
Tidak lama Kemudian Ferry juga datang Untuk Membantu Di Rumah Andro. Hari Itu Terlihat Begitu Ramai Dengan adanya Para Pekerja yang siap datang membantu Pekerjaan Di rumah Ardani.
Beberapa orang sudah Membersihkan Halaman rumah. Mereka Bekerja dengan Giat Tanpa mengharapkan Imbalan dari Ardani Dan Andro. Karena bagi mereka Pertolongan Ardani Kepada Mereka Sudah terlalu Banyak. Dan Sekarang waktunya Untuk mereka Membalas Kebaikan Keluarga Ardani Terhadap mereka semua.
"Cucu Opa sedang apa Di sini?" Tanya Ardani Pada Cucu semata wayangnya. Yang sedang Duduk di Luar bersama Andro. Melihat para Pekerja.
"Andro. Apa kamu sudah Memberi tahu Kepada Karan. Kalau Sebentar sore Dia Harus Ke Jogja," Ucap Ardani. Sambil Mengusap Kepala cucunya.
__ADS_1
"Sudah ayah. Katanya Dia akan Pergi Jam Tiga Sore." Jawab Andro.
"Baguslah. Kalau begitu Kamu dan Keyla Harus Mencari Keperluan untuk Arga Pada Hari esok." Ujar Ardani Kembali.
Andro hanya mengangguk Pelan.
Melihat Putranya dan Suaminya Sedang Duduk di halaman rumah. Keyla Pergi Menemui mereka Di sana.
"Hai. Anak Mama Yang Ganteng," Sapa Keyla Sambil Berjongkok Di depan Andro dan Anaknya.
"Eh. Ada mama, Anak mama Lagi Liatin Om-om yang sedang Kerja mama," Ucap Andro Sembari Tersenyum pada Istrinya.
"Mas. Sebaiknya mas Saja yang Pergi Sebentar sore ya, Soalnya aku Masih mau Buatin Kue Ulang tahun Untuk Arga," Ucap Keyla
"Kok, Gitu si sayang?" Kan aku nggak Ngerti Soal Belanja untuk Arga," Keluh Andro
"Tapi kan Mas.."
"Udah. Pokoknya sebentar Sore Kita Bertiga Yang akan pergi Jalan-jalan. Nanti Kue biar aku Pesan Sama Teman Ayah." Protes andro. Memotong Perkataan Istrinya.
"Baiklah." Singkat Keyla Sambil Memonyongkan Bibirnya.
"Kok Mulutnya kayak Gitu, Ntar cantiknya Hilang Loh." Ejek Andro
"Hem. Siapa juga yang Laku? Perasaan Hati aku Hanya buat Wanita yang Sedang Jongkok di Depan Aku dan Arga deh,"
Dengan cepat Tangan Keyla Menampar Muka Andro dengan Pelan.
"Kamu tu ya. Kebiasaan banget selalu Membuat aku Kesal," Ucap Keyla
"Hehehe.
"Sayang. Apa rencana kamu Untuk hari Esok?" Tanya Andro. Sambil Mengecup Kening Istrinya.
"Yeeee mas. Ada Dede Arga tu, Malu dong Sama anaknya.
"Aku juga belum tahu mas, kalau mas Sendiri?" Balik Bertanya
"Kalau aku si. Mau bikin Sesuatu yang Sangat Spesial untuk anakku semata wayang Ini." jawab andro. Sembari tersenyum
Keyla Hanya Membalas Tersenyum pada Andro. Karena apa pun yang Ingin Andro Lakukan itu semua demi anaknya. Ia Juga Tidak bisa Mencegah Kemauan Suaminya Untuk Tidak Memanjakan Arga.
__ADS_1
"Paman Gilang!" Panggil Andro Ketika melihat Lelaki Dewasa itu Sedang Berada di Dekat Pos.
"Iya Den." jawab Pak Gilang. Lalu Mendekati Andro Dan Istrinya.
"Sebaiknya Paman Istirahat dulu. Biar nanti Leon Dan Lainnya yang mengerjakan Semua Pekerjaan Paman." Pinta Andro
"Tidak apa-apa Den. Lagian Ini Tidak Terlalu Berat Kok," Jawab Lelaki Dewasa Itu. Sembari Tersenyum Menatap Andro Dan Keyla.
"Apa yang Andro Katakan itu benar Paman. Sejak Pagi tadi Paman sudah banyak Bekerja, Sebaikanya Paman Istirahat dulu. Ntar kalau Paman Sakit gimana?" Sambung Keyla.
Membuat Lelaki dewasa itu Tidak Bisa Berbuat apa-apa Lagi. Ia hanya Bisa Menuruti Perkataan Andro Dan Istrinya Itu.
"Baiklah. Jika Mau kalian Aku harus Istirahat," Ucap Pak Gilang Dengan senang. Karena Andro dan Keyla Begitu Perhatian Kepadanya Dan Istrinya.
Setelah hari Sudah mulai Sore. Keyla Segera mandi Dan Bersiap-siap Karena Sore Ini Mereka bertiga akan Keluar untuk Mencari Keperluan Anaknya.
Andro Sudah menunggu Istrinya di Mobil Bersama anaknya.
Pak Gilang Juga datang Untuk Mengantarkan Mereka.
"Apa Keyla masih Di kamar. Paman?" Tanya Andro
"Iya den. Mungkin sebentar lagi Nak Keyla Akan Turun." Jawab Lelaki Dewasa itu
Usai Berganti Baju Keyla segera bergegas Keluar dari Kamarnya. Karena Andro sudah Menunggunya Di mobil.
"Itu Mama. Sudah Datang," Ucap Andro Kepada anaknya. Sambil menunjuk Ke arah Keyla yang Sedang berjalan Mendekati Mobil
"Maaf ya Sayang, Mama agak lama." Ucap Keyla lalu segera Masuk ke dalam Mobil.
"Iya Mama. Nggak apa-apa Kok," Jawab Andro. Bertingkah Seperti Suara Anak kecil.
Lalu Mobil Itu segera Melaju Meninggalkan Halaman Rumah Keluarga Ardani.
Arga Terlihat Sangat Senang karena bisa di Ajak Oleh Kedua orang tuanya Jalan-jalan.
****
Di tempat lain Keluarga Claudia Sudah Mendatangi Kantor polisi. Untuk Membantu Membebaskan Anak mereka Yang saat ini Telah di tahan. Fatma Meminta pada Pihak Kepolisian Untuk Melepaskan anaknya. Karena Ia merasa anaknya Tidak Mungkin Melakukan hal Itu. Namun Pihak Kepolisian Juga tidak Menghiraukan Penjelasan Wanita Dewasa itu.
"Pak Polisi. Saya Tegaskan Sekali Lagi Anal Saya Tidak mungkin Melakukan Penculikan Kepada anak Mantan Pacarnya Itu. Pasti Semua Ini Hanya jebakan Pak." Mencoba Mengelabui Salah Satu Petugas Di Situ.
__ADS_1
"Maaf Bu. Silakan Ibu Pergi dari Sini. Jika Ibu Mau anakmu Bebas Sebaikanya Cari Bukti Yang Bisa Meringankan Hukuman Untuk Anak Ibu." Jawab Petugas itu dengan Tegas.
Membuat Fatma semakin Bertambah Marah. Bakan Ia juga akan Pergi Menemui Keluarga Ardani untuk Meminta Membebaskan Claudia.