Pembantu Cantik Untuk Sang Ceo

Pembantu Cantik Untuk Sang Ceo
Ep 82: Mulai Aneh


__ADS_3

Kehamilan Keyla kini Sudah Memasuki lima Bulan. Perut yang Dulu rata Kini Sudah Mulai Terlihat Besar. Dulu ia selalu Bangun Lebih awal Dan Membangunkan Suaminya. Namun Kini Ia Masih Tertidur lelap. Andro Tersenyum melihat istrinya Yang masih tertidur itu.


Pagi Ini Andro Sudah Mandi dan Juga Berganti Pakaian nya karena pagi Itu Dia Harus Ke kantor.


"Bangun Sayang. Kita Sarapan Dulu. Bibi Udah Nyiapin Sarapan Untuk kita," Andro Mengusap-usap pipi Istrinya Untuk membangunkannya.


Namun Keyla Mala Semakin Erat Memeluk Gulingan yang Berada Di sampingnya.


"Hem.." Andro Terkekeh Melihat Wajah Istrinya Yang Begitu lucu saat ia Tertidur.


"Tumbenan Jam Gini Masih tidur, Biasanya Bangun Lebih awal dan Selalu Membuat Keributan," Ujar Andro Terkekeh di samping Istrinya.


Perlahan Keyla pun Membuka Matanya. Dan Melihat ke arah suaminya Yang Sudah Terlihat Rapi Dan Bersih Di pagi Itu.


Gadis muda itu pun Segera Bergegas Bangun.


"Kamu Sudah bangun Mas?" Tanya Keyla.


Dan andro Mengangguk Pelan Sambil Tersenyum Menatap Istrinya.


"Ayok sarapan. Ayah sudah menunggu Kita Di meja makan,"


"Iya mas," Singkat Keyla lalu ia Pergi Ke Kamar mandi Untuk Membasuh Wajahnya Di Sana.


Setelah Usai Dari Membasuh Wajahnya Keyla Segera Menemui Suaminya Dan Mereka keluar bersama-sama menuruni Anak tangga untuk Pergi Sarapan Di Dapur Bersama ayahnya.


"Selamat Pagi ayah. bibi, Paman." Sapa Andro dan Keyla Yang Baru saja Datang Ke Dapur.


"Selamat Pagi." Jawab Ardani


"Selamat Pagi Juga Nak Keyla. den Andro." Jawab Bi larsih Yang sudah duduk Di Meja Makan Bersama Ardani


Keyla hanya menatap Makanan Yang Begitu Banyak tersaji Di atas meja makan Itu. Bakan ia Juga Bingung Harus makan Apa.


"Sayang. Kamu mau Makan Apa? Ucap Andro Seketika menatap Istrinya yang Masih Menundukkan Wajahnya.


Dan Seketika Keyla Mendongakkan Wajahnya Dan Menatap suaminya.


"Ayam Goreng saja Mas," Jawab Keyla


Andro Pun Tercengang Ketika Mendekati Permintaan Istrinya. Karena ia Tau Keyla Tidak bisa memakan Daging ayam.

__ADS_1


"Sayang. Apa kamu yakin, Mau makan ayam Goreng? Tanya Andro


"Memangnya kenapa Andro? Istrimu kan Meminta ayam Goreng." Ucap Ardani Menatap Putranya.


"Tidak Apa-apa ayah. Sebenarnya Keyla alergi sama Daging ayam." Jawab Andro


Ardani Pun Terkejut Dan Ia hanya bisa Menatap Menantunya itu.


"Tapi aku pengen makan Ayam Goreng Mas." Ujar Keyla kembali.


"I--iya, Baiklah Sayang. Bentar aku Ambilkan Ya," Jawab Andro Lalu Segera Mengambil Ayam Goreng dan memberikannya Pada Keyla.



Ardani hanya Mengerutkan Dahinya Sambil Tersenyum Menatap Andro


"Kamu. harus makan Yang banyak Keyla.


Ayah Sangat Khawatir dengan Kesehatan Kamu Dan Bayimu." Ucap Ardani Menatap Keyla.


Keyla pun Menatap Ardani Dengan sangat Senang! karena ia bisa memiliki ayah Mertua Sebaik Ardani.


"Iya. Pa." Jawab Keyla. Lalu Perempuan itu Segera memakan Makanan yang Sudah Di Ambilkan oleh Andro.


Setelah Usai Menikmati Sarapan pagi Bersama. Andro segera Berdiri Dan Menyiapkan Perlengkapannya untuk Segera Berangkat Ke kantor.


Sementara Keyla Masih Duduk Di meja Makan. Menatap Suaminya Yang Berjalan Kesana-kemari Di Ruangan Itu.


"Sayang. aku Berangkat ke kantor dulu ya." Ucap Andro Berpamitan Pada Istrinya.


Keyla Mengangguk Pelan Lalu Mencium Punggung Tangan Suaminya. Begitu Juga Dengan Andro.


Keyla Merasa Tidak ingin jauh dari Suaminya. Ia masih Menatap Andro Dengan Tatapan yang Sangat Sedih. Namun ia Juga Malu harus Rewel Di depan Mertuanya


Setelah melihat Pandangan Keyla Begitu Berbeda. Ardani Pun Memanggil Andro Ke Ruang Kerjanya.


"Ada apa ayah? Ucap Andro


"Apa kamu tidak Melihat Reaksi Istrimu. Ketika Kamu hendak Berangkat ke kantor?" Tanya Ardani


Andro menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Memang Kenapa ayah?" Kembali Bertanya.


"Sebaiknya Kamu Temani Istrimu di rumah Saja. Jangan Biarkan Dia Bersedih atas Kepergian kamu." Ujar Ardani Lalu segera Keluar Dari ruang Kerjanya.


Pemuda itu hanya bisa Mengerutkan Alisnya. Menatap Punggung ayahnya yang Sudah Keluar.


Setelah Ardani pergi Ke kantor. Kini Andro Segera Mengajak Istrinya Untuk Jalan-jalan Di Halaman Rumah Mereka.


Walaupun Usia Kandungan Keyla Sudah Memasuki Di Usia Yang ke lima Bulan. Andro Tetap Setia Mengajak Sang istri Untuk Keliling halaman Rumah mereka.


"Mas. Aku capek," Keluh Keyla lalu ia Segera Duduk Di Kursi dan Menyandarkan Tubuhnya Di Kursi itu.


"Kamu harus banyak Gerak sayang. Biar Nanti Di saat Dede bayinya datang Kamu Nggak Kesulitan." Ungkap Andro Sambil Mengelus perut istrinya.


"Iya aku tau. Tapi aku udah sangat Capek mas,"


"Ya udah. Kamu istirahat saja dulu di sini. Aku mau Ke dalam Untuk Mengambil Minumi Hangat untuk kamu ya," ucap Andro Sambil Menciumi Perut Istrinya.


"Dede bayi. Kamu tunggu di sini sama Mama Ya, Papa Mau ke dalam dulu. Jagain Mama Jangan Nakal Di dalam sana." Ucap Andro


Hal-hal Aneh Mulai Terasa Di Pada diri Keyla.


Ia suka makan ini Dan Suka makan Itu. Akan Tetapi Andro tidak Pernah mau mengajaknya Ke pasar Untuk mencari Apa saja yang Ingin Ia Makan. Membuat Gadis muda itu Merasa Tidak Nyaman dengan Perlakuan Suaminya Yang Tidak Ingin Mengerti Dengan Keinginannya.


"Mas. Aku pengen Makan buah Manggis. Tapi Aku maunya Belih Di pasar." Ucap Keyla Merengek Pada Suaminya yang Baru Kembali Dari Mengambil Minuman Untuk Istrinya.


"Nanti biar Aku Suruh Leon saja Belikan di Pasar ya," Jawab Andro.


"Tapi mas, Aku pengen Belih sendiri ke pasar Mas," Rengek Keyla kembali Namun Berkali-kali Andro juga Tak Mengijinkan Istrinya untuk Pergi ke pasar.


"Kamu tidak boleh kemana-mana. Apa Kamu Tidak Mendengar kata Dokter kalau Kamu tidak boleh Lelah. Dan kamu Hanya boleh jalan-jalan Di halaman Rumah saja. Kamu harus banyak Istirahat sayang." Ucap Andro


"Tapi mas. Aku pengen ke pasar." Keluh Keyla Sampai ia harus Menangis Dan Terpaksa Andro Segera Mengikuti Kemauan Istrinya lagi Ngidam itu.


"Baiklah. Ayok. Tapi hanya sebentar saja Jangan Lama-lama Di sana." Andro pun Mendekati Istrinya dan Membantunya Berjalan Menuju ke mobil.


"Mas. aku nggak Mau Naik Mobil." keluh Keyla kembali. Membuat Andro Terkejut Dan Heran.


"Sayang, Pasarnya kan Sangat jauh Di Ujung Sana. Gimana bisa kita jalan Kaki ke Pasar Pada siang bolong ini." Jawab Andro


"Pokoknya aku Nggak Mau Mas. Kalau mas Masih maksa Untuk naik Mobil. Lebih baik Aku Mati saja." Ucap Keyla Menatap Tajam Pada Suaminya.

__ADS_1


Andro pun Tidak bisa membantah Kemauan Istrinya lagi. Terpaksa Ia harus Mengikuti Semua apa yang Istrinya Minta.


__ADS_2