
Tidak Lama Kemudian Arga Keluar Dari Restoran itu. Dan ia Segera Masuk Ke Dalam Mobil.
"Gimana Arga. Apa Pa Dion Mengatakan Sesuatu?" Tanya Andro
"Om Dion, Mengatakan Kalau Karan Punya Sebuah Apartemen Di Luar Kota. Dan Dia Juga Sudah Memberikan Alamatnya." Jawab Arga
"Baguslah, Kita Harus Cepat Kesana. Aku Takut Sesuatu Akan terjadi Pada Keyla. ucap Andro
lalu Mereka Bertukar Posisi. karena Andro Tidak Ingin Menyetir.
Melihat Mobil kedua Pemuda itu Sudah Pergi. Dion Pun Segera Bergegas Keluar Dari Supermarket itu. Ia Juga Ingin Mengikuti Kedua Pemuda itu.
\*\*\*\*
Beberapa Mobil Suruhan Ardani Juga Mulai Berdatangan Di Rumah Ardani Gunawan. Mereka pergi menemui Majikan mereka. Di Dalam rumah Itu.
"Selamat Siang Tuan!" Ucap Salah Satu Pemuda yang bertubuh Besar.
"Hem. Cepat Kalian Temukan Gadis Itu. Nanti Saya akan Mengirim Alamat lokasinya Pada Kalian." Ucap Ardani Menatap Mereka Dengan Serius
"Siap Tuan."
"Kami Pergi dulu," Ucap Lelaki Bertubuh Besar Itu.
Kini Ke Tiga Mobil Suruhan Ardani Pun Pergi Meninggalkan Rumah Ardani.
Setelah Mereka Mendapatkan Alamat Yang Harus Mereka Datangi. Ke Enam orang Itu Segera Melajukan Mobil Mereka Dengan Cepat.
Kini Ferry Dan Putri Juga memutuskan Untuk Mengikuti Andro dan Arga. Juga beberapa Anak Buah Suruhan Ardani. Ke Tempat Di Mana Karan Membawah Keyla
Perasaan Ferry sangat Tidak Tenang. Karena Ia Takut Karan Akan Melakukan Sesuatu Yang Buruk pada Adiknya.
"Den Ferry?" Apa Kalian Juga Mau Menyusul Den Andro dan Arga?" Tanya Bi Larsih
"Iya Bik. Kami Harus Ke sana Aku takut Terjadi Sesuatu Pada Adikku." Ujar Ferry
"Iya Den, Cepat Selamatkan Nak Keyla. Bibi Juga Sangat Menghawatirkan Dia Den," Ucap Bi Larsih. Sambil Menangis Di Hadapan Ferry
Walaupun Keyla Akan Menjadi Seorang Nyonya Di Rumah Itu. Namun Bi Larsih Sudah Menganggapnya Sebagai Anak Kandungnya Sendiri. Karena Kebaikan Keyla Pada Dirinya Dan Suaminya. Membuat Kedua Orang Tua itu Menyayangi Keyla.
Di Tengah Perjalanan. Arga Memutuskan Untuk Menunggu yang Lainnya Sebelum Mereka Bertindak. Hampir Satu Jam Lebih Mereka Menunggu Akhirnya Mobil Dion Dan Ketiga Suruhan ardani Juga Datang.
__ADS_1
Ke empat Mobil itu Berhenti tepat Di Belakang Mobil Arga dan Andro.
"Itu kan Mobilnya Pak Dion?" Ucap Andro Menatap Ke Belakang.
"Iya betul. Apa mungkin Pa Dion Juga Mencemaskan Keyla? Sambung Arga.
Lalu Mereka keluar dari Dalam Mobil Dan Menemui Dion Yang Juga Keluar dari Dalam Mobilnya.
"Pak Dion?" Apa Yang Bapa Lakukan Di Sini. Ucap Arga
"Kalian Jangan Salah Paham Dulu. Aku Tau Karan Memang Sudah Nekat Menculik Keyla. Namun Aku Juga Ingin Membantu Kalian Agar Karan Tidak Bertindak Yang Lebih Pada Keyla." Tutur Dion Dengan Serius
"Terimakasih kalau Bapa Mau Kerja sama Dengan Kami. Untuk Membantu Keyla," Ucap Arga Dengan Baik.
“Apa Mereka Anak Buah Bapa?" Sambung Andro Menatap Ke arah Enam Pemuda Yang Berdiri Di Dekat Mereka.
Dion pun Menatap Mereka Lalu Menggelengkan Kepalanya.
Ke enam Pemuda Itu pun Memperkenalkan Diri Mereka Pada Andro Dan Arga.
"Kami Adalah Suruhan Tuan Ardani. Untuk Mengikuti Kalian Bos!" Ucap Viko Salah Satu Dari Mereka.
"Siapa Yang Memberi Tahu Kalian Kalau Aku Sama Andro di Sini? Tanya Arga kembali
"Tuan ardani, Bos."
"Ayah?"
"Bagaimana Ayah Bisa tau alamat Rumahnya Karan? Gumam Andro Menatap Dion Dan Arga
"Saya Dan Ayahmu Adalah Sahabat Baik sejak Dulu. Dan Aku Yang Sudah Memberikan Alamat Karan pada Ayahmu." Ujar Dion
Setelah Lama Berbincang mereka Kembali Melanjutkan Perjalanan Mereka Ke Apartemen Milik Karan. Andro Sangat Berharap Agar Tidak Terjadi Sesuatu Pada Keyla.
Setelah Melewati Beberapa jam Perjalanan Mereka Pun Tiba Di Apartemen Milik Karan. Dan Dugaan Dion Ternyata Benar Karan Memang Berada Di Apartemennya. Karena Mobil Karan ada Di Halaman Apartemen Itu
Setelah Mereka Memarkirkan Mobil. Dion Segera Keluar Dari Mobilnya. Di ikuti Andro Dan Beberapa Orang Lainnya.
"Jangan Ada Yang Melakukan Sesuatu Tanpa Perintah Dari Kami!" Ucap Arga Pada Ke Enam Suruhan Ardani.
"Siap. Bos!" ucap Viko.
__ADS_1
Dion Pun Segera Mengetuk Pintu Karan Berulang Kali. Tidak Lama kemudian Karan Keluar Dan Ia Sangat Terkejut Ketika Melihat Banyak Orang di Depan Pintunya. dan Salah Satu Dari Antara Mereka adalah Ayahnya.
"Papa?" Gumam Karan Sedikit Gugup Ketika Melihat Dion
"Karan, Apa Yang Sudah Kamu Lakukan? Kenapa Kamu Melakukan Hal ini?" Ucap Dion Dengan Wajahnya Yang Kecewa Pada Putranya
Karan hanya menatap Ayahnya Dengan Bingung. Karena Saat Ia Datang Ke Sini Ayahnya Tidak Mengetahuinya.
"Maksud Papa Apa?" Gumam Karan Seakan Dia Tidak Mengetahui Apa pun.
"Lepaskan Gadis Itu nak, Biarkan Dia Bahagia Dengan Pilihannya Sendiri, Jangan Kamu Menyakiti Dia Hanya untuk Kesenangan Kamu Sendiri." Ucap Dion
"Pa. Apa aku pernah Menyakiti siapapun? Dan apa Papa Pernah Melihat Aku Pernah Jatuh Cinta!
"Papa.. Jujur Aku Sangat Mencintai Keyla. Tapi Gadis Itu Sama sekali Tidak Mempedulikan Perasaan Aku Pa!" Tegas Karan
"Jika Kamu Memang Mencintai Dia. Kenapa Kamu Harus Menyakiti Dia Nak? Apa Ini Bukti Cinta Kamu Sama Dia?"
"Karan. Jika Kamu Memang Mencintai Keyla. Maka Kamu akan Membiarkan Dia Bahagia Dengan Orang Yang Sudah Menjadi Pilihannya Sendiri. Bukan kamu Menyakitinya Dengan Cara Seperti Ini." ucap Dion Berusaha Menyadarkan Karan
"Karan, Saya Tidak Tau Kalau Saya Punya Masalah Apa dengan Kamu Sebelumnya. Tapi Aku Mohon Dengan Sangat Sama Kamu, tolong Kembalikan Keyla sama Aku," Mohon Andro Pada Karan.
"Sebaiknya Kalian Pergi Dari Sini. Karena Saya Tidak akan Mengembalikan Keyla Sama Kamu! Dan Jika Kamu Memaksa Saya Akan Membuat Keyla Pergi Dari Dunia Ini!" Bentak Karan Sambil Mengancam Andro Dan lainnya.
"Dan Saya Tegaskan Sekali Lagi! Jangan Pernah Melaporkan Pada Polisi. jika Sampai Ada Pihak Kepolisian Datang Ke sini. Maka Saya Tidak akan Segan-segan Membuat Keyla Menderita!! Ujar Karan Lalu Ia Kembali Ke dalam Dan Menutup Pintunya.
"Karan. Lepaskan Keyla! teriak Andro
Namun tidak di Hiraukan Oleh Karan. Andro Merasa sangat Tidak Berguna Karena Ia Tidak Bisa Membawah Keyla Bersamanya
"Sayang! Teriak Andro,
Dari Luar Berharap Keyla Bisa Mendengarkan Suaranya. Namun Keyla tidak Bisa Mendengar Suara Andro Yang Sedang Memanggilnya. Karena Posisi Keyla Berada Di Kamar Paling Belakang Dan Tidak bisa Mendengar Suara Mereka di Luar Sana.
"Andro Sebaikanya Kita kembali. Takutnya Karan akan lebih Melakukan Hal Di luar Dugaan Kita." Ucap Arga Menatap Dion dan Andro.
Dengan Raut wajah Yang Sedih Andro Terpaksa Harus Meninggalkan Tempat itu.
Demi Keselamatan Keyla Maka Mereka Semua Memutuskan Untuk Kembali.
__ADS_1