
"Kakek kok udah Kesini?" Tanya singkat Keyla
"Kakek Memang Sengaja Datang Menemui Kamu Pagi ini. Karena Ada yang Harus Kakek Bicarakan Dengan Kamu Nak," ucap Lelaki Tua itu
"Apa itu kek?" Ucap Keyla Penasaran
"Apa Kamu Tidak ingin Pergi Berbulan Madu Dengan Suamimu?" Tanya Lelaki Tua itu Kembali.
"Bulan Madu?" Entahlah Kek, Aku Juga Tidak kepikiran Ke situ kek," Jawab Keyla
"Memangnya Kenapa? Singkat Deni
"Karena aku Juga tidak Tau harus Bulan Madu Di mana kek," Ucap Keyla Sembari Tersenyum Kepada Kakeknya
Tidak lama kemudian Ardani Dan andro Keluar Dari Ruang kerja.
"Pak Deni. Ucap Ardani Langsung Menemui Deni Yang Sedang Duduk Berbincang Dengan Keyla.
"Sejak kapan datangnya Pak?" Tanya Ardani Lembut
"Baru saja. Jawab Lelaki tua itu
"Tuan Ardani. Sarapannya Sudah siap Di Meja," Ucap Bi Larsih Dengan Sopan
"Oh, Iya Bi. Nanti Kami akan Kesana." Jawab Ardani
"Pak Deni. Bagaimana Kalau pagi Ini Kita Sarapan Bersama," Ajak Ardani Pada Kakeknya Keyla.
Pria paru Baya Itu pun Menghargai Ajakan Ardani Untuk Makan Bersama Dengan Keluarganya.
Lalu mereka Segera Menuju Ke Meja Makan Untuk menikmati Sarapan Pagi Bersama.
Kini Mereka Sudah Duduk Di meja makan Untuk Menikmati Makanan yang Sudah Tersaji Di atas Meja itu
"Sebenarnya Kedatangan saya ke Sini. Hanya Untuk Menyuruh Kedua Pengantin Baru Itu. Untuk Berbulan Madu." Ucap Deni
"Saya juga sangat Setuju dengan Usul Bapa untuk Mereka Berbulan Madu. Ucap Ardani penuh Semangat
Andro dan Keyla hanya saling Bertatapan Dengan Penuh Kebingungan.
"Tapi Ayah, Aku masih Punya pekerjaan Di Kantor Yang Belum Aku selesaikan." Ucap Andro
"Masala kantor Biar nanti Ayah Saja Yang Mengerjakannya. yang penting kamu Sama Istrimu Bisa pergi bulan madu." Tegas Ardani Menatap Andro dengan serius.
"Iya Ayah, Nanti andro pikirkan," Jawab Andro.
__ADS_1
"Jangan Nanti, Tetapi Sekarang Juga Kalian Harus Memikirkannya."
"I--iya Ayah," Jawab andro
"Apa yang Ayahmu Katakan Itu Benar. Sebaiknya Kalian cepat Pergi Bulan Madu Agar Kami Segera Bisa punya Cucu Lagi," Sambung Deni. sambil Menatap Keyla Dan Andro Secara Bergantian.
"Kalian tinggal pili Saja Mau pergi Ke luar Negeri Atau Kemana Pun. Asalkan Kalian Bisa Berbulan Madu." Ucap Kembali Ardani
Andro Dan Keyla pun Saling Menatap Satu Sama Yang Lain. Karena Ayah dan Kakeknya Sudah Memaksa Untuk Pergi Berbulan Madu.
****
Memangnya Sangat Penting ya Pergi Berbulan Madu?" Gumam Keyla Yang Berdiri Di depan Cermin. Sambil Menyisir Rambutnya Yang Panjang.
"Di Kampung Aku, Orang Yang Udah Nikah Nggak Pernah Tu Pergi Bulan Madu, Paling Juga Mereka Perginya Ke Kebun," Batin Keyla Terus menatap Dirinya Di cermin.
"Kamu kenapa melamun Sayang?" Tanya Andro Yang baru Kembali Dari Membersihkan Dirinya Di Kamar mandi.
"Aku masih Bingung dengan Ucapan Ayah Sama Kakek mas," Ucap Keyla Menatap Bayangan Andro Yang Berada di Cermin.
"Bingung Kenapa sayang?" Andro merasa Heran Dengan Keyla.
"Memangnya Habis Nikah Itu harus Pergi Bulan Madu ya mas?" Tanya Keyla dengan Penasaran.
Membuat Andro Tertawa Kecil. Lalu Ia Membalikkan Tubuh Istrinya hingga Menatapnya. Dan Ia pun Menangkup wajah Cantik sang empunya dengan Perlahan.
Keyla hanya menggelengkan Kepalanya
"Jika kita udah menikah. Maka kita harus Pergi Berbulan madu. Dalam artinya Kita Harus Pergi Liburan Untuk Menikmati Hari Kebahagiaan kita." Ujar Andro Dengan Lembut
"Memangnya Kalau kita menikmati Kebahagiaan Kita Di Rumah saja Apa Tidak Boleh Ya Mas?" Lirih Keyla
"Bukan Tidak boleh sayang, Tapi Kita harus Menikmatinya hanya berdua saja," Jawab Andro Kembali.
"Oh, Gitu ya mas," Singkat Keyla Lalu Memeluk Andro
"Maafkan aku ya mas, Soalnya aku Tidak Tau Cara Orang kaya nikah Harus bulan Madu." Ujarnya dalam Pelukan Andro.
Membuat Andro Semakin Merasa Lucu Dengan Kepolosan Istrinya itu.
"Iya sayang," Jawab Andro Lalu Mengecup Kening Keyla.
"Apa mas udah Mau ke kantor ya?" Tanya Keyla
Andro pun Mengangguk Pelan.
__ADS_1
"Ya udah, Sebaikanya Mas Cepat Ganti Pakaiannya Ntar udah Telat lagi." Ucap Keyla Sambil Melepaskan Pelukannya Dari Suaminya. Dan Berjalan Ke Depan Lemari Pakaian Untuk Memili Pakaian Yang Harus Andro Pakai ke Kantor.
Setelah Usai berganti Pakaian. Andro Segera Keluar Dari Kamar Dan Mereka Berjalan Menuruni Anak Tangga.
"Andro. Kamu mau Ke kantor?" Tanya Ardani Lirih Menatap putranya. Yang Sudah Siap Pergi Ke kantor.
"Iya ayah. Hari ini Aku ada Janji sama Rekan Kerja." Jawab Andro
"Lalu Kapan Kalian Pergi Honeymoon," Ucap Ardani Menatap Tajam pada putranya Itu.
"Ayah. Aku janji Setelah Pekerjaanku Di Kantor Hari Ini selesai. Kami pasti akan Pergi Honeymoon ayah," Ucap Andro. Lalu Melangkah Keluar
Ardani hanya Mengerutkan Dahinya Ketika Melihat Kedewasaan Putranya Setelah Ia menikah.
Keyla mengantarkan Suaminya Ke depan Pintu.
"Sayang, Aku berangkat Ke kantor Dulu ya?" Ucap Andro Sambil Mencium Kening Istrinya. Lalu Keyla Juga mencium Punggung Tangan Suaminya.
"Iya mas, Hati-hati Di jalan. Ucap Keyla Sembari Tersenyum Menatap Andro
"Iya sayang," Lalu ia Segera masuk Ke Dalam Mobilnya
Setelah Andro Pergi. Keyla segera Kembali Ke Dalam Rumah. Dan Menemui Bi larsih yang Masih Berada Di dapur.
Gadis itu Sangat Senang Jika bisa membantu Pekerjaan Dapur bersama Bi Larsih. Karena Baginya Ia bukanlah Orang Yang Berada. Sehingga Ia Tidak Boleh Bekerja
Mungkin Kakeknya Memang seorang Kaya Raya. Namun Keyla Tidak ingin Membanggakan Kekayaan Kakeknya. Karena Baginya Kedua Orang Tuanya Orang Biasa-biasa Saja. dan Mereka Juga sudah Terbiasa Hidup Sederhana sejak Di Kampung.
"Astaga, Nak keyla. Apa yang Sedang Kamu Lakukan? udah Biar nanti Bibi Saja Yang mengepel Lantainya." Teriak Bi Larsih Ketika Melihat Keyla Sedang Mengepel Lantai Di seluruh Ruangan Rumah Itu.
"Tidak apa-apa Bi. Lagian Aku Suka Dengan Pekerjaanku Seperti Ini." Balas Keyla
"Tapi Nak, Ntar den Andro bisa marah Sama Nak Keyla," Ucap Bi Larsih Kembali
"Nggak Bi. Dia pasti ngerti Kok," Jawab Keyla Tersenyum Menatap Bi larsih.
"Ya udah Terserah Nak Keyla saja. Bibi mau Ke pasar Dulu ya Neng," Mau Cari Bahan Makanan Yang Udah Habis." Ucap Bi larsih
"Bi Aku boleh Ikut ke pasar nggak?" Tanya Keyla
Bi larsih Semakin Cemas Dengan Keyla Yang Memaksa Untuk Ikut ke pasar Bersamanya.
"Boleh ya Bi," Bujuk Keyla Sambil Memohon Pada Wanita Paru baya itu.
"Ya udah neng, Ayo kita berangkat. Ucap Bi Larsih.
__ADS_1
Dengan Cepat Keyla merapikan Pakaiannya Dan Ikut Bersama Bi larsih Ke pasar.
Keyla wanita yang Sangat berbeda Dengan Para Gadis yang lainnya. walaupun Ia sudah Istri seorang Pria mapan Dan cucu Dari Seorang pengusaha. Akan tetapi Gadis itu Sangat Berpenampilan Sederhana ia Bakan Tidak Pandai berdandan. Namun Itulah Yang Sudah membuat Andro tertarik padanya