Pembantu Cantik Untuk Sang Ceo

Pembantu Cantik Untuk Sang Ceo
Ep 99: Kedatangan Fatma


__ADS_3

Hari Sudah Semakin Gelap Beberapa orang Pun Mulai Berpamitan Pulang Ke rumah Mereka. Karena Pekerjaan untuk Hari Ini Sudah Selesai


Leon Masih Sibuk Membersihkan Halaman Belakang Bersama Sahabatnya.


Semoga Ardani dan Deni Masih Duduk Di Ruang Tamu Sambil Menikmati Kopi Panas Buatan Bi Larsih. Di luar sana Terdengar Suara Mobil berhenti tepat Di Depan Rumah Ardani. Seorang Wanita Dewasa Berpakaiannya Rapi Keluar dari Dalam Mobil Tersebut. Ia berjalan Pelan Sambil Menatap Sekeliling Halaman yang Sudah Tertata Rapih Untuk hari esok.


"Rupanya mereka Akan Membuat acara Besar. Sementara anakku Menderita Di Dalam penjara." Gumam Fatma. Lalu segera Masuk ke dalam Rumah Ardani.


Tanpa Mengetuk pintu Wanita itu segera Masuk Ke dalam. Membuat Ardani Dan Deni Terkejut Dengan kedatangan Fatma Tanpa Sepengetahuan mereka.


"Fatma?" Lirih ardani. Menatap ibunya Claudia dengan Heran.


"Kenapa? Apa kamu Terkejut melihat saya Datang ke rumahmu Ardani?" Ucap Fatma Dengan Suaranya Yang Begitu Kuat.


"Saya sama sekali tidak Menyangka Kalau Kamu Bisa Datang Ke rumah ini." Ujar Ardani Menatap Fatma dengan Serius.


"Saya Minta sama Kalian Untuk segera Membebaskan Anakku. Jangan seenaknya Memenjarakan Orang yang Tidak bersalah Ardani!! Bentak fatma


"Untuk apa saya Memenjarakan Orang Yang Tidak punya salah.


Jika memang anakmu Tidak bersalah. Maka saya juga tidak akan Pernah Memenjarakannya." Cetus Ardani.



"Apa Maksudmu? Kenapa kamu bisa Berpikiran kalau Claudia yang Sudah Menculik Cucumu."



"Saya tidak pernah Menuduh Anakmu Yang telah menculik Cucuku. Akan Tetapi Semua bukti Nyata Terekam jelas Di CCTV." Tegas Ardani


"Alaa.. Itu hanya Tipuan kamu Saja Ardani!! Mana mungkin Claudia Mau Menculik Anak Yang tidak Berguna Seperti itu.


Memangnya Claudia Tukang Jual Balita?" Menatap Ardani penuh Amarah.


"Cukup Fatma! Saya tidak pernah Berniat Menyakiti siapapun. Jika memang Ia Tidak Bersalah. Akan tetapi Anakmu Itu sudah Sangat Keterlaluan." Bentak Ardani Kembali.


"Anakmu yang Sudah keterlaluan Ardani. Andro Sudah Menduakan Cintanya Claudia Apa itu menurut Kamu Tidak Keterlaluan? Fatma sama sekali tidak ingin Mengakui Kesalahan Anaknya. Bakan Ia Terus Menyalakannya Keluarga Ardani



"Saya tegaskan sekali lagi. Saya Tidak Akan Pernah Membebani Claudia!" dan Sebaiknya Kamu segera Pergi Dari rumah Ini." Ujar Ardani


"Oke. Jika memang kamu tidak akan Mencabut Gugatan Untuk Claudia. Maka Saya akan Membuat Pesta kalian Berantakan!! Teriak fatma. Sehingga Membuat Leon Dan Beberapa anak Muda Lainnya Datang Ke arah sumber Suara itu.


"Waduuu. Itu ibunya si Claudia, Berani juga Ma Lampir datang Ke rumah Ini." Ucap Leon


"Mungkin Dia Ingin Meminta Anaknya Untuk Segera di Bebaskan," Sambung Salah Satu Pemuda Yang Berdiri di dekat Leon.



"Mungkin saja Seperti itu." Singkat Leon

__ADS_1


"Ingat Ardani. Saya tidak akan tinggal diam Dengan apa yang sudah kalian Perbuat Pada Claudia. Camkan itu Dengan Baik-baik." Menatap Ardani. Lalu segera Pergi


Membuat Ardani Menghembuskan


Napasnya yang Kasar Di depan Deni.


"Sebaiknya Kita Harus lebih Berhati-hati Untuk Menghadapi Orang-orang Seperti Mereka Itu," Ucap Deni. Menatap serius pada Ardani.


Ardani Hanya Mengangguk Dan Kembali Duduk Di Samping Deni.


Setelah kepergian Fatma. Kini Mobil milik Andro Sudah Memasuki halaman Rumah Mereka. Terlihat Andro Dan Istrinya sangat Bahagia Ketika Kembali Dari Jalan-jalan Bersama Anaknya.


Leon Pergi Membantu untuk Membawakan Belanjaan Mereka Ke dalam Rumah. Sementara pak Gilang Sudah Mengangkat Sebagian Barang milik Anak Andro Ke dalam Rumah.


"Selamat Malam. Opa. Kakek," Sapa Keyla. Ketika Melihat Ardani dan Kakeknya sedang Duduk Di ruang tamu.


"Malam juga Nak," Jawab Ardani Dan Deni Secara Bersamaan.


"Apa Kalian sudah Mencari Keperluan Untuk Arga?" Tanya ardani. Berusaha Netral Di Depan Anaknya dan Keyla.


"Iya Ayah. Ini Semua Barang-barang untuk Dede Arga opa," Jawab Andro Tersenyum


"Baguslah." Singkat ardani.


Keyla pun Segera Membawah Argazya Ke Dalam Kamar. Sedang Andro Masih Bersama Ardani dan Kakeknya Keyla.


"Tadi Ibunya Claudia dari Sini." Ucap Ardani Pelan.


Membuat Andro Terkejut mendengar Cerita Ayahnya.


Ardani hanya Mengerutkan Dahinya. Menatap Wajah Andro Yang Begitu kesal Setelah Mendengar Fatma Meminta Untuk Membebaskan Claudia.


"Tapi kalian harus lebih berhati-hati. Karena Fatma mengancam akan Mengacaukan Acara Kita pada Hari esok," Sambung Deni


"Kenapa Ibunya Claudia tidak Bisa Menerima Semua ini. Jelas-jelas Claudia Memang sudah bersalah Ngapain juga dia Masih ingin Meminta untuk Di bebaskan," Gerutu Andro


"Karena ibunya tidak Percaya kalau Claudia Melakukan Semua itu," Jawab Ardani kembali


"Sebaiknya kalian Lebih berhati-hati Menghadapi Orang-orang seperti Mereka Itu," Ucap Deni pelan.


Ardani dan Andro Hanya Mengangguk.


Setelah Usai Memberikan asi kepada Anaknya. Keyla Segera melepaskan Arga Di Tempat tidur. Karena anak itu sudah tertidur Nyenyak. Lalu ia keluar dari dalam Kamarnya Dan Menemui Ardani dan juga Beberapa Orang yang Tengah duduk di Ruang tamu.


"Apa Arga sudah tidur?" Tanya Ardani Ketika melihat Menantunya yang Baru saja Keluar dari kamar mereka.



"Iya ayah." Jawab Keyla Lembut.


"Kita harus Lebih Waspada Terhadap Fatma Dan Juga putrinya. Karena mungkin mereka Akan Membuat rencana Yang lebih Jahat Lagi Untuk mencelakai Kita," Ujar Ardani. Menatap Menantunya

__ADS_1


"Iya ayah. Perasaan Aku juga Tidak Tenang." Sambung Keyla Dengan Tatapan Yang Sedikit Gugup.



"Sudahlah Sayang. Biar nanti Kita Minta Pengamanan Untuk Acara besok," Menatap Istrinya.



"Iya mas," Singkat Keyla. Lalu ia segera Kembali Ke dalam kamar Untuk Melihat Arga. Yang sedang Tidur Sendirian.


"Andro. Apa rencana Kamu Pada Esok Hari?" Tanya Ferry Dengan Serius.


"Aku juga belum tau pasti Kak, Tapi aku Ingin Acara Ulang tahun Putraku Berjalan Dengan Baik dan Tanpa gangguan apapun." Jawab andro.



Ferry hanya mengerutkan Dahinya Sambil Tersenyum Menatap Andro.


"Kita semua berharap Besok hari Semuanya Akan Berjalan Dengan Lancar Dan Baik," Ucap Denny Pelan


"Amin." Jawab Ardani Tersenyum Kembali.


Hari semakin Larut Malam. Denny Segera Berpamitan pada Ardani dan Keluarganya.


Sedangkan Ferry Dan Juga Istrinya Masih Duduk bersama Ardani dan juga Andro.


"Sebaiknya Kalian Cepat Tidur. Agar besok Bisa Cepat Bangun." Ujar ardani. Pada Ferry Dan Istrinya.


"Iya. Om," Jawab Ferry dan Putri secara Bersamaan.



"Aku juga udah ngantuk, Kalian Tidur di Kamar Tamu saja Kak," Ucap Andro Lalu Segera Berdiri dan Meninggalkan Mereka.


Putry hanya Mengangguk Sambil Tertawa Melihat Andro Yang Sudah Berjalan Menaiki Anak tangga Menuju Kamarnya.


Setelah Melihat Andro Sudah masuk ke Dalam Kamar. Ferry dan Istrinya juga Berpamitan Pada ardani. Karena Mereka Lupa Membawah Pakaian Ganti untuk Mereka Berdua.


"Om. Kami Pamit Pulang Dulu, Nanti Besok Pagi Kami Balik lagi ke sini." Ucap Putry. Dengan Nada Lembut Pada Ardani.



"Kenapa kalian tidak Menginap Di sini Saja. Om Pikir Kalian mau Tidur di sini," Lirih Ardani. Menatap Kedua Ponakannya Itu.



"Tadinya Kami memang Mau Nginap Om. Tapi Kami Lupa bawah Pakaian," Jawab Putri Dengan pelan.



"Ya sudah. Jika memang Kalian Harus Pulang, Tapi Besok Pagi Kalian Cepat Datang Untuk Membantu Andro," Ujar Ardani Kembali.

__ADS_1


Dan Di Anggukki Oleh Ferry Dan putry.


"Kami permisi Dulu Om." Ucap Ferry. Lalu Segera Berjalan keluar Dari Dalam Rumah Ardani.


__ADS_2