Pembantu Cantik Untuk Sang Ceo

Pembantu Cantik Untuk Sang Ceo
Ep 92: Kenekatan Claudia


__ADS_3

Dan Ternyata Claudia memang Pergi Untuk Menunggu Andro di Cafe lestari. Wanita Muda itu sangat Berambisi Untuk Bisa Mengelabui andro kembali pada pelukannya. Ia sama Sekali Tidak Punya Urat malu. Walaupun sudah di Tolak Andro Berulang-ulang kali Namun tidak Membuatnya Patah Semangat.


Kerena baginya Memiliki Andro Bisa Memenuhi Semua Keperluannya.


Wanita itu terlihat sangat Cantik Mengenakan Dres Tipis berwarna Putih Polos yang Sangat Pendek. Ia Sengaja Berpakaian Seperti itu. Agar Andro bisa Tertarik Lagi kepadanya. Karena ia Sangat Tau Selera pemuda itu seperti Apa.


"Udah jam Delapan Lewat. Tapi kok, Dia Masih Belum Datang Juga," Gumam Claudia


Ia sangat Berharap agar Andro bisa Datang Untuk Menemuinya di cafe itu.



\*\*\*\*


Sementara Dirumah Kediaman Ardani. Andro Masih Saja Duduk Bermain Dengan Putranya Di Ruang tamu. Ia Bakan Tidak perduli Dengan Apa yang Claudia Pesan pada Bi Larsih. Karena baginya Ia sudah tidak Memiliki Hubungan apa-apa Lagi dengan Claudia.


Keyla Dan Bi Larsih hanya menatap Andro Penuh Kebingungan. Karena Andro sama Sekali tidak ingin Menjauh dari anaknya.


"Mas. Kenapa tidak pergi Untuk menemui Claudia?" tanya Keyla


"Biarkan saja. Lagaian Bukan aku kan Yang Menyuruh dia Menungguku di sana!" Jawab Andro


Ketika mereka sedang berbicara Ponsel Milik Andro Berdering di atas Meja.


Keyla mengambil Ponsel milik Suaminya itu Dan Segera Menerima Panggilan Masuk Dari Nomor yang tidak ia Kenal.


"Halo. Selamat malam," Sapa Keyla dengan Lembut.


Sementara di Cafe. Claudia merasa risih Mendengar Suara Keyla yang tiba-tiba Mengangkat Telepon Darinya itu.


["Kenapa Ponsel Andro Bisa sama Kamu?"]


Jawab Claudia dengan Marah


"Memangnya Kamu siapa? Ini kan Ponsel Milik Suami saya. Jadi saya Berhak Dong, Mengambil Milik Suami saya." Ucap Keyla Yang Belum Mengenali Suara Claudia di Telepon itu.


["Saya tidak punya waktu Untuk Babat-bobot dengan kamu. Sebaiknya Cepat Berikan Ponselnya pada Andro!"]


Tegas Claudia di balik Teleponnya.


"Mba ini Siapa Si! Berani sekali Membentak Saya seperti itu? Balas Keyla


["Saya Claudia!! Cepat berikan Ponsel Itu Pada Andro sekarang!!"]


Terian Claudia.


Sehingga membuat Keyla Memindahkan Ponsel itu dari Telinganya.


"Mas. Ini Claudia Sedang Marah-marah Di Telepon. katanya dia mau Bicara Dengan Kamu Mas." Ucap Keyla Sambil Memberikan Ponsel Milik Suaminya itu.


Lalu Dengan cepat Andro Mengambil Ponsel yang berada di tangan Keyla.

__ADS_1


"Apa Maumu Wanita Gila! Apa kamu tidak Merasa Puas untuk tidak menggangu Rumah tanggaku?" Bentak Andro


["Andro. Please. Aku mohon Sama Kamu, Cepat datang ke sini. Aku mau Ketemu Kamu Untuk yang terakhir Kalinya,"] Jawab Claudia Berusaha Memainkan Dramanya kembali


"Hahahaha...


"Kamu ini Sudah gila ya! Kamu pikir Saya Bisa Kamu Tipu Dengan caramu Yang Menjijikan itu!"


"Ingat Claudia. Saya tidak akan pernah Datang Untuk Menemui Kamu. Dan Apapun Alasan Kamu Agar aku bisa kesana Aku Tetap Nggak perduli. Paham!!! Teriak Andro Lalu segera Mematikan Sambungan Telepon Itu dan Mematikan Ponselnya agar wanita Itu tidak bisa menghubunginya lagi.


Claudia merasa Sangat Marah ketika Melihat Sambungan Telepon sudah terputus. Ia Benar-benar Marah Dan Rasanya ingin Membanting Ponselnya itu.


"Kenapa Dia tidak pernah Mau Bertemu Denganku Lagi!" Gumam Claudia Dengan Emosi


Tanpa basa-basi Wanita muda itu segera Beranjak dari tempat duduknya. Dan Pergi Meninggalkan Tempat itu.


Ia Bakan Tidak akan Pernah Menyera Untuk Bisa bertemu Dengan Andro.


Malam Itu Claudia Sengaja datang ke Rumah Andro. Walaupun Sudah Pukul Sepuluh malam.


Namun setibanya di rumah Andro. Pagar Besi Di halaman Mereka sudah Tertutup Sehingga Membuat Gadis itu harus Keluar Dari Mobilnya dan pergi Menekan Bel Yang Berada Di depannya itu


Suasana Di rumah Ardani Sudah Terlihat Sepi. Karena Andro Dan Istrinya Juga Si kecil Sudah Masuk ke kamar sejak Pukul Delapan Tadi.


Ardani yang masih duduk Sambil Menikmati Secangkir Kopi Panas. Yang Sudah Menjadi Kesukaannya. Merasa Heran Dengan Suara Bunyi Bel Berdering Di Depannya Itu


"Bi larsih." Panggil Ardani


Sambil berlari Pelan Wanita paruh baya Itu Pergi Menemui Majikannya yang Sedang Memanggilnya.


"Coba Lihat di Depan Ada seseorang yang Datang Bi," Jawab Ardani


"Tapi Siapa yang datang ya Tuan?"


"Saya sendiri juga tidak Tau. Mungkin tamu Penting yang ingin bertemu Dengan Saya, Atau Andro."


"Iya Baiklah Tuan." Bi larsih segera Memanggil Suaminya untuk Membuka Pagar Halaman rumah Ardani.


Setelah pak Gilang Membuka Pintu Besi Tersebut. Ia sangat Terkejut Ketika Melihat Claudia Berdiri di depan Sana.


"N--non Claudia?" Gumam Lelaki Dewasa Itu Penuh Kebingungan.


"Dimana andro. Pak? Kenapa dia Tidak Datang Menemuiku Tadi?" Ucap Claudia Dengan Wajahnya yang Sedikit Marah.


"Saya sendiri tidak tau Non. Mungkin Den Andro Lupa kali non," Jawab pak Gilang


Lalu Wanita segera Masuk Tanpa Membawah Mobilnya ke halaman rumah Ardani.


Sementara Pak Gilang hanya Menggelengkan Kepalanya Ketika melihat Kenekatan Wanita itu.


Setibanya di depan pintu. Wanita Muda Itu Tanpa Mengetuk Pintu Segera Menerobos Masuk ke dalam. Sehingga membuat Ardani Sontak Terkejut ketika melihat Claudia Yang Tiba-tiba datang Ke rumahnya.

__ADS_1


"Mau apa kamu datang Malam-malam Begini Claudia? tanya Ardani


Wanita muda yang Hampir Menaiki Anak Tangga menuju Kamar Andro. segera Terhenti Langkah kakinya. Ketika Mendengar Suara Ardani.


Dengan Wajah Yang licik Dan Penuh Dengan Niat Jahatnya itu. Claudia Segera Membalikkan Tubuhnya dan Menatap Ardani Yang Sedang duduk di Sofa.


Dan dengan seribu alasan Claudia Mencari Alasan yang Tepat untuk bisa Membohongi Ardani.


"Om. Saya kesini karena Andro Yang Menyuruh Saya Menunggu dia Di Cafe Lestari Om. Tapi nyatanya Andro Tidak Datang," Jawab Claudia dengan Tatapan Yang Penuh kelicikan.


"Andro Menyuruh kamu Untuk Menunggunya di Cafe?" Apa kamu tidak Salah Bicara Claudia. Sejak Kapan Ardani. Menyuruh kamu ke sana." Ujar Ardani Yang Juga sudah Mencurigai Niat jahat Dari Claudia.


"M'mm.


"Tadi Siang om, Iya tadi siang. Kebetulan Saya Juga Sedang Berada di Kantor. Saat Andro Menelepon saya," ungkap Claudia Penuh Drama di depan Ardani.


Namun Lelaki dewasa itu sama Sekali Tidak Mempercayai semua Perkataan Claudia. Sehingga Dengan Terpaksa Ardani Menyeret Claudia ke luar Dari rumahnya.


"Sebaiknya kamu Pulang. Sebelum Andro Benar-benar Marah dengan Perbuatan kamu. Yang sudah berani-beraninya berbohong." Ucap Ardani Setelah Berada di Luar Rumah.


"Tapi Om. Saya Mau bertemu Andro! Tegas Claudia. menatap Sinis pada Ardani.


"Claudia. Jika kamu memang ingin bertemu Dengan Andro. Sebaiknya Besok saja, Ini Sudah malam dan tidak baik Untuk kamu Menemui Orang yang Sudah Mempunyai Istri." Ujar Ardani


Namun Claudia Sama Sekali tidak Mendengarkan Perkataan Ardani. Ia Kembali Masuk Dan Berlari ke Arah kamar Andro.


Ardani Dan pak Gilang juga Ikut Mengejar Claudia.


Setelah tiba di depan Pintu Kamar Andro. Wanita itu Segera Membuka Pintu Dan Menerobos masuk. Membuat Andro Dan Keyla Terkejut Melihat Claudia yang tiba-tiba Sudah berada di Depan Mereka.


"Mba Claudia?" Lirih Keyla Sambil Menatap Andro


"Apa yang Mau kamu Lakukan di Sini Claudia!! Bentak Andro.


Wanita itu benar-benar sudah gila. Ia sama Sekali tidak Menghiraukan Andro Sudah Memiliki seorang Istri Dan Anak.


Ia Mendekati Andro Dan Merayu Andro Dengan Ribuan alasannya.


"Andro. aku mohon Sama Kamu, Ijinkan aku Untuk Tidur di rumah kamu Semalam Saja," Rayu Claudia Memohon pada Andro.


"Claudia!! Saya minta kamu Segera Keluar Dari kamar Andro dan Istrinya. Kamu ini Sudah Benar-benar Membuat Kesabaran Saya Habis.


"Andro. Cepat kamu bawah Wanita Ini Keluar Dari Kamar kamu." Pinta Ardani


Melihat Ayahnya Sudah marah. Andro Segera Menarik Tangan Claudia dan Memaksanya Keluar. Setelah berada Di Luar Rumah. Andro Meminta Bantuan pada pak Gilang. Agar Membantunya Untuk Membawah Claudia Ke dalam Mobilnya.


"Andro. Lepaskan aku!" teriak Claudia Namun tidak di hiraukan oleh Andro


Andro dan pak Gilang Terus Menarik Claudia Hingga ke mobilnya.


"Sekarang kamu pergi dari sini. Karena Saya Tidak akan pernah menerima kamu Untuk Menginap di rumahku." Cetus Andro

__ADS_1


Lalu segera Memerintahkan Pak Gilang Untuk Menutup Pagar tersebut.


Claudia Merasa Geram Dengan Sikap Andro Yang Sudah membuatnya semakin Marah. Lalu Wanita muda itu segera Masuk Ke dalam Mobilnya. Dan Pergi Meninggalkan Rumah itu


__ADS_2