
Setelah Selesai Makan, Keyla segera masuk Ke dalam Kamar. Namun Andro Masih Sibuk Dengan Pekerjaan nya. Bakan Ia tidak Menghiraukan Keyla yang Sudah Berada Di Sampingnya.
"Mas. “Apa Nggak Makan dulu?" Tanya Keyla Dengan Lembut
"Iya Sayang, bentar lagi," Jawab andro Dengan Singkat
Keyla hanya Mengerutkan Dahinya Menatap Punggung Pemuda yang sedang Sibuk Dengan Pekerjaannya Di Laptop
Ia pun Berbaring Di Atas Tempat Tidur Matanya Masih Menatap Langit-langit Kamar Mengingat Kejadian Tadi Sore Di Restoran Bersama Karan Dan Andro,
Gadis Itu Sangat Senang Karena bisa Bertunangan Dengan Andro, Namun Ia juga Mencemaskan Karir Kakaknya Karena Mungkin Karan Akan Memecat Karan Dari Sana.
"Sayang, Kamu kenapa Sedih?" Apa aku Sudah Bikin Salah Sama kamu ya? Tanya Andro Yang Baru Saja Selesai Mengerjakan Pekerjaan Kantor
"Nggak Kok Mas, Aku hanya kepikiran Dengan Kak Ferry.
Jawab Keyla,
"Memangnya Ada apa Dengan Kak Ferry Sayang?"
"Aku Takut Karena Aku, Kak Ferry Nantinya Akan Kehilangan Pekerjaannya.'' Ucap Keyla
"Sayang, Kalau Kak Ferry Di Pecat Oleh Karan. Maka kak Ferry Masih Bisa kerja Di Kantor Ayah kok," Ucap Andro, untuk Menenangkan hati Keyla.
"Memangnya Mas, Mau Nerima Kak Ferry Kerja Di Kantor Ayah?"
Tanya Keyla, Dengan Cepat
"Iya dong Sayang,"
Kak Ferry kan Udah menjadi bagian Dari Keluarga Aku juga kan?"
" Jadi Kamu Nggak Usa Khawatir lagi Ya,"
Ujar Andro, Membelai Rambut Keyla Dengan Lembut.
"Makasih mas, Aku sangat Senang Kalau Mas Bisa Memberikan Pekerjaan untuk Kak Ferry,"
__ADS_1
"Iya Sayang, Sekarang Kamu Tidur Ya,"
Besok Kita kerja lagi,
Ucap Andro, Mengecup Kening Keyla
"Iya mas,
Di Tempat Lain Ferry Masih Duduk Di ruang Tamu Menunggu Kabar Dari Adiknya Yang Belum Kunjung Datang Sejak tadi.
Keyla Juga lupa mengabarkan Kakaknya Untuk Tidak Pulang Ke Rumah Karena Ia Menginap Di rumah Andro.
"Mas. “Kenapa kamu Belum Tidur?"
Ini Kan Sudah Jam Sebelas Malam Mas,"
Tanya Putri, Sambil Duduk di samping Suaminya
"Aku Masih Menunggu Keyla Sayang, Aku Takut Jika terjadi Sesuatu Sama dia,
Ucap Ferry mencemaskan Adiknya
Ujar Putri Tersenyum Pada Ferry
"Iya Juga Si, Tapi kenapa mereka nggak Ngabarin aku ya?
"Mungkin Mereka lupa Sayang, Udah Sebaikanya Kita juga tidur ya," Ajak Putri
"Iya deh, Aku juga Udah nggak sabaran Pengen Peluk kamu di Ranjang, Goda Ferry Melirik Istrinya
"Dasar Kamu ya Laki-laki Me**m. Pikirannya Masih saja Ke situ." Ucap Putri Tertawa Mengejek Suaminya
"Siapa juga yang Me**m kan aku Udah Suami kamu, hehehehe
Kedua pasangan istri itu pun segera Masuk ke dalam Kamar Dan Mereka langsung tidur
Pagi Ini Mentari Bersinar Sangat Cerah, Di Kediaman Tuan Ardani, Terlihat Bi larsih Dan Suaminya Sudah Sibuk Sejak Pagi Tadi Membersihkan Halaman Rumah, Sementara Bi larsih Sudah Menyiapkan Sarapan Di Meja. Dan Semua Makanan Sudah Tertata Rapi di Meja makan, Sambil Menunggu Keyla dan Andro Bangun. Bi larsih Kembali Mengepel Lantai di Seluruh Ruangan Rumah Itu. Walaupun Ia sudah Tua, Namun Semangat Untuk bekerja Masih kuat. Karena Ia Sudah Menjadi Bagian Dari Keluarga Ardani Gunawan.
__ADS_1
Tidak lama kemudian Ardani Memanggil Bi larsih dan suaminya untuk Sarapan bersamanya
"Apa Andro dan Keyla Masih Tidur?" Tanya Ardani Pada Sepasang Suami-istri Yang Sudah Duduk di Sampingnya
"Belum Tuan, Mungkin mereka Kelelahan Karena Semalam kata Nak Keyla, Den Andro Sedang Mengerjakan Pekerjaan Kantor nya Yang Belum Terselesaikan,
Tutur Bi Larsih.
Ardani sangat Senang Mendengar Penjelasan Bi larsih, Ia merasa Puas dengan Perubahan Pada Andro yang Mulai Memperhatikan Perusahaannya.
"Baguslah, Jika dia sudah mulai Dewasa," Ucap Ardani Singkat.
"Iya tuan, Sejak Mengenal Nak Keyla, Den Andro Sangat Berubah,
Sambung Pa Gilang.
Setelah beberapa menit kemudian, Keyla Mulai Membuka Matanya Perlahan
Dan ia Melihat Kesamping Pemuda Yang sedang Tidur dengan nyenyak.
"Mas. Bangun mas, Udah pagi," Ucap Keyla Membangunkan Andro yang masih Tidur
Setelah beberapa Kali Ia Membangunkannya Akhirnya Pemuda Itu Segera Bangun dan Merai Tubuh Keyla yang Sudah duduk Di Samping tempat Tidur.
"Sayang, Aku Kedinginan Tolong Peluk aku Dong," Ucap Andro Merayu Keyla
"Mas, Ini udah Pagi!"
Dan kita Belum Sarapan tau, Ayuk cepat Bangun. Desak Keyla Memaksa Andro Untuk Segera Bangun. Namun Pemuda itu Mala Menarik Tubuh Keyla ke Ranjang Kembali Dan akhirnya Mereka Kini Saling berpelukan
Wajah Keyla berubah kemerahan Ketika Berada Di atas tubuh pemuda Itu, Bakan Detak Jantung nya Terasa Berhenti Ketika Tangannya Menyentuh Benda Pusaka milik Andro Yang Masih Tersimpan Rapi di dalam Sana.
Keyla Bakan Tidak bisa mengedipkan Matanya Karena Ia Merasa lain Saat di Tatap Dekat oleh Andro. kedua hidung mancung Mereka Saling Bersentuhan.
Tanpa aba-aba Dari sang kekasih, Pemuda itu Kembali ******* Bibir Tipis Yang Berada Di Depannya itu. Andro Memainkan lidahnya di dalam Sana, Membuat Keyla Merasa Sangat Menikmati Permainan Sang belahan Jiwanya, Namun Seketika Andro Menghentikan Tekadnya Untuk Melanjutkan Permainannya Itu, Karena Ia takut Akan Membuatnya semakin Tidak bisa Menguasai Dirinya hingga Akan terjadi Hal yang Di Luar Dugaan Mereka.
"Sayang Mandi yuk, Ajak Andro Menatap Serius Pada gadis itu
__ADS_1
"Mas mandi Saja dulu, Aku Mau ke dapur Dulu," Ucap Keyla Melepaskan Pelukan dari Tubuh Pemuda berbadan kekar Itu. Lalu ia Pun Segera Keluar Dari kamar untuk Menemui Bi larsih di dapur
Andro Tersenyum Puas Melihat Keyla Yang Tidak pernah lagi menolak Saat Di cium Olehnya