
Keesokan Paginya. Keyla Bangun Lebih Awal Dari Biasanya. Ia Langsung Pergi Ke dapur Untuk Membantu Bi larsih Membuatkan Sarapan Untuk Mereka. Walaupun Gadis Itu Sudah Akan Menjadi Istri Dari Andro. Namun Ia Tidak pernah Menganggap Dirinya Adalah Seorang Bos Di rumah itu.
Ia Sangat Senang Bisa membantu Bi Larsih di Dapur. Bakan Ia juga tidak pernah Membedakan Antara Pembantu Dan Majikannya.
"Nak Keyla, Sebaikanya Kamu Mandi Ntar Den Andro Bisa marah Kalau Melihat Nak Keyla Bersama Bibi Di Sini." Ucap Wanita Tua Yang Berada Di sampingnya itu.
Akan Tetapi Keyla Hanya menatap Bi Larsih Sambil Tersenyum Manis.
"Bibi, Andro Nggak Akan Marah kok, Bibi Tenang Saja Ya," Kata Keyla Kembali Mencuci Piring yang Kotor.
"Baiklah Jika Itu Memang Kemauan Kamu Nak, Bibi Juga tidak bisa memaksa." Ujar Bi larsih Menatap Keyla.
Tidak lama Kemudian Semua Makanan Sudah matang. Dan Keyla Pun Membawah Semua Makanan itu dan Melepaskan nya Di Atas Meja makan. Sementara Bi larsih Masih Membersihkan Beberapa Piring Yang Masih Kotor.
Setelah Semuanya Sudah tertata Rapi Di Atas Meja. Keyla pun Pergi Memanggil Ardani untuk Sarapan Pagi.
"Ayah Sarapan pagi Udah Siap Di meja," Ucap Keyla Sembari Tersenyum pada Ayah Mertuanya itu.
Ardani Sangat Senang Karena Keyla Begitu Rajin Dalam Memperhatikan Pekerjaan Di Rumahnya.
"Iya Nanti ayah Ke sana." Jawab Ardani Dengan Lembut
"Baiklah ayah, Aku Ke kamar Dulu Mau Membangunkan Andro. Ucap Keyla Kembali Menaiki Anak Tangga Menuju Kamar Andro.
Ardani Hanya Tersenyum Manis Melihat Punggung Keyla yang Tengah Berjalan. Ia Bakan Tidak menyangka Kalau Keyla Bisa Membuat Semuanya Berubah Dengan Begitu Cepat. Gadis itu sudah Membawah Keberuntungan Untuk Keluarga Ardani Gunawan.
Sesampainya Di Kamar. Langsung Membuka Kain Gorden Yang masih Menutupi Seluruh ruangan itu. lalu ia Pun Membuka Kedua Jendela Kamar Itu dengan Lebar Agar Udara Pagi bisa masuk Ke dalam Ruangan itu
Andro Merasa Tidak nyaman Karena Cahaya Sudah Menyinari Kamarnya Itu
Dengan Sangat Perlahan Pemuda itu Membuka Kedua Matanya Yang Masih Terasah Berat untuk Bangun.
"Sayang, Kok Jendelanya Udah di Buka si, Aku kan Masih Ngantuk," Keluh Andro
"Mas, Ini Udah Jam Tujuh Pagi. Dan Ayah Udah Menunggu Kamu Di Meja makan. Ucap Keyla Sambil Membereskan Kertas-kertas Yang Berceceran di Atas Lantai Kamar Mereka.
"Memangnya Kamu Udah Masak ya Sayang?" Tanya Andro
Gadis Itu mengangguk Dan Tersenyum pada Andro
"Calon Istriku Memang Sangat pintar,"
__ADS_1
"Udah, Sebaikanya Mas Cepat Ke Kamar Mandi. Kita makan Bareng ayah." Ucap Keyla Kembali.
"Baiklah Istriku Yang cantik, Aku akan Mandi Dulu lalu Kita makan Ya," Jawab Andro Lalu bangun dari Tempat tidur nya.
Setelah Andro Pergi ke kamar Mandi. Keyla Langsung Membereskan Tempat tidur Mereka.
Ia Bakan Tidak Tau bahwa Andro Sedang Memperhatikannya Dari Arah Pintu Kamar Mandi.
"Aku Sangat Beruntung Memiliki Kamu Sayang," Gumam Andro Di dalam Hatinya. Sambil Menatap Gadis Yang Sedang Membereskan Tempat Tidur mereka.
Pemuda itu pun Berjalan Pelan Ke arah Keyla Dan Ia Langsung Memeluk Tubuh Gadis itu Dari Belakang.
Keyla Sangat Terkejut Ketika Andro Memeluknya.
"Sayang, Aku udah Nggak sabar Lagi pengen Punya Anak Dari kamu, Ucap Andro Sambil Mengecup Punggung Keyla berulang-ulang Kali. Gadis itu Merasa Sangat tidak Tahan Dengan Tindakan Andro Yang Selalu Membuatnya Salting di Depan pemuda Itu
Lalu Keyla memalingkan Tubuhnya Ke Arah Andro, Hingga kini keduanya Saling Bertatapan Dengan Sangat Dekat. Detak Jantung Keyla Berdebar kencang Ketika Menatap Wajah Pemuda Yang sedang Berada Di depannya Itu. Ia Bakan Tidak Percaya Bisa Memiliki Seorang Suami Yang Sangat Tampan Seperti Andro.
"Sayang, Kenapa kamu Menatap ku Seperti Itu?" Tanya Andro Bingung.
"Eh, Mas. Maaf Aku cuma Merasa Heran Sama Mas Saja kok," Ucap Keyla Bertele-tele
"Heran, Memangnya Kenapa Dengan Ku Sayang," Tanya Andro Kembali.
"Sayang, Kamu Itu Adalah Wanita Yang Paling Berharga Di mata aku, Bakan Kamu Juga Sudah Membuatku Sadar Tentang Arti Kehidupan Yang Sesenggunya.
"Jadi Walaupun Kamu Hanya seorang Pembantu atau Dan lainnya. aku Akan Tetap Mencintai Kamu Sampai Akhir Hidupku."
"Dan Perlu Kamu Ketahui Cinta Itu Tidak Memandang Usia Ataupun Harta. Terpenting Kita Saling Mencintai Dan Melengkapi Satu Dengan Yang Lainnya.
“Apa kamu Sudah Paham?" Ujar Andro.
Kembali Memeluk Keyla.
"Iya mas, Maafkan Aku, Karena Selalu Meragukan Mas. Ucap keyla
"Ya udah, Sebaikanya Kita cepat Ke Bawah Pasti ayah Udah Nungguin Kita di Bawah." Ajak Andro, Sambil mengecup Kening Keyla.
Ardani Merasa Sangat Menikmati Sarapan Paginya Dengan Lahap. Ia Bakan Tidak Pernah Makan Pagi. Tetapi Kali ini Ia Merasa Ketagihan Dengan Masakan Keyla Yang Begitu Enak.
"Bagaimana Tuan, Apa Masakan Nak Keyla Sangat Enak?" Tanya Bi Larsih,
__ADS_1
"Iya Bi. Makanan Ini Rasanya Sangat Enak. Dan Mirip Dengan Buatan Sahabat Saya, Waktu Masih Kuliah Dulu." Ucap Ardani Menatap Bi larsih.
"Wah Kalau Begitu Nak Keyla Sudah Membuat Tuan, Kembali Ke Ingatan Sebelumnya Ya Tuan," Ucap Bi Larsih Sambil Tersenyum.
Ardani Hanya Tersenyum Sambil menatap Makanan Yang Berada Di depannya Itu. Entah Mengapa Ia Mengingat Seseorang Di Masa Lalunya.
*Flash Back*
Seorang Gadis Berambut Sebahu Duduk Sambil Menunggu Kekasih nya Datang Untuk Menemui nya Di restoran Itu. Tania Sanjani Wijaya. Adalah Wanita Yang Sudah lama Menjalin Hubungan Dengan Ardani Gunawan. Sejak masih Duduk Di Bangku SMA.
Tidak Lama Kemudian Seorang Pemuda Datang Mendekati Tania Yang Sudah lama Menunggunya.
"Hai Sayang, Ucap Ardani. Mencium Pipi Sang Kekasih. Lalu ia pun Duduk Di Sampingnya.
"Apa Kamu Sudah Lama Menunggu? Tanya Ardani
"Iya Mas, Jawab Tania Dengan Singkat.
"Maafkan Aku, Tadi Di Jalan Macet Jadi Aku Terpaksa Jalan kaki Untuk Menemui Kamu Di sini. Ucap Ardani
"Iya mas, Tidak Apa-apa Kok,"
Ardani Sangat Mencintai Tania. Bakan
Malam Itu Ardani Ingin Bertemu dengan Tania Karena Ia Ingin Melamar Gadis Yang Sangat Ia Cintai Itu.
"Sayang, Besok Aku Dengan Kedua Orang Tuaku Ingin Menemui Keluarga Kamu," Ucap Ardani Sambil Menatap Tania
"Mau Ketemu Dengan Orang Tuaku? Memangnya Ada apa Mas?" Tanya Tania Penuh Kebingungan.
"Aku mau Hubungan Kita ini Berlangsung Ke Pelaminan Sayang, Dan Rencananya Besok Kami Akan Melamar Kamu." Tutur Ardani Tersenyum Menatap Tania.
Gadis Muda Itu Sangat Senang Ketika Mendengar Perkataan Ardani Yang Akan Melamarnya pada esok Hari.
"Apa kamu serius mas? Tanya Tania Penuh Semangat.
Ardani Mengangguk Dan Kembali Menciumi Pipi Tania.
"Makasih Mas." Aku sangat Senang Jika Mas Akan lebih Serius lagi Dengan Hubungan Kita ini. Ujar Tania
Malam Semakin Larut Kedua pasangan Muda Itu pun Kembali Ke rumah mereka Masing-masing. Gadis Yang Memiliki Lesung Pipi dan Berparas Cantik itu. Merasa Tidak Sabar lagi Untuk Menunggu Hari Esok. Karena ia Akan Di lamar Oleh Cinta Pertamanya.
__ADS_1
"Berulang Kali Tania Berusaha untuk Memejamkan Kedua Matanya Untuk Tidur. Namun hasilnya Sama saja. Ia selalu Kepikiran akan Hari Esok.