
Terlihat Lelaki dewasa itu Sudah Melangkah Keluar Rumah. Untuk menunggu Mereka Di Mobil. Andro Hanya bisa Mengikuti Perintah ayahnya saja. Ia pun Masuk ke dalam Mobilnya Sambil Menunggu Bi Larsih dan Suaminya yang Masih Menutup Pintu Rumah.
"Sebenarnya apa Rencana Ayah Mengajakku Kesana? ucap Andro di dalam Hatinya.
Tidak lama kemudian kedua mobil Ardani Pun Keluar dari halaman Rumah mereka.
****
Di tempat lain Keyla sudah Terlihat Sangat Cantik Dengan Gaun Putih Yang Mewah Dan Di Atas kepalanya Terpasang Mahkota Yang Indah. Keyla Nampak Seperti Seorang Putri Raja
Karan Pun Segera Menghampiri Keyla Yang Sedang berdiri di depan Cermin Di dalam Kamarnya.
"Kamu Terlihat Sangat Cantik Key?" Ucap Karan Berdiri Tepat Di belakang Keyla.
Kini Mata mereka Saling Bertatapan Di Dalam Cermin itu.
"Makasih mas Karan, Ternyata Aku Sudah Salah Menilai Kamu Mas," ucap Keyla Menyesali Semua Perkataannya Pada Pemuda itu
"Hehehe. Lupakan Saja Yang Sudah Berlalu Dan Sekarang Kita buka Lembaran Yang Baru Lagi. Karena Sekarang Kamu adalah adik Sepupuku," Ucap Karan Tersenyum Menatap Keyla
Begitu juga dengan Keyla Ia sangat Bahagia Ketika Mengetahui Dia dan Karan adalah Adik Sepupu. Awalnya Keyla juga tidak bisa Percaya Begitu Saja Namun Setelah Mendengarkan penjelasan Dion Ia pun Baru Percaya Bahwa Karan adalah saudaranya.
Walaupun Karan juga sudah salah. Namun Keyla tetap memaafkannya
Kini Mobil Milik Ardani Sudah Memasuki Halaman Rumah Dion Kusuma. Dengan Sangat Berhati-hati Pa Gilang Memarkirkan Mobil Milik Majikannya. Lalu Ia keluar Dan Membukakan Pintu mobil Untuk Majikanya.
Ardani pun Segera Keluar dari Dalam Mobil Itu dan Berjalan Pelan Menuju Rumah Dion.
Andro Yang masih Belum mengerti dengan Semuanya. Hanya Berjalan Di mengekori Ayahnya Dari Belakang. Beberapa Tamu Undangan Sudah Mulai Berdatangan Mereka Pun Menatap ke arah Andro Yang Sedang Berjalan Di Belakang ayahnya.
"Bi. Sebenarnya ada acara apaan Di Rumahnya Pa Dion Bi?" Tanya Andro Penasaran
"Bibi Sendiri juga tidak Tau Den," Jawab Bi larsih Yang Seakan Tidak Mengetahui Acara Tersebut.
Nampak Seorang Lelaki Paru baya Sudah Duduk Di Salah Satu tempat duduk Di Samping Pintu. Ardani Pun Mendekati Lelaki Tua yang Datang ke rumahnya Tadi.
"Selamat Sore Pak." Ucap Ardani Sambil Mengulurkan Tangannya.
Deni Pun Membalas mengulurkan Tangannya. Menyambut Ardani.
"Di mana Putramu? Tanya Lirih Deni
Ardani pun Menunjuk Ke arah pemuda Yang Berpakaian Serba Putih.
Deni Menautkan Alisnya menatap Ketampanan Pemuda itu.
__ADS_1
"Ternyata Anakmu Cukup Menarik. Sehingga Cucuku Menyukainya. Ucap Deni Dengan Santai.
"Membosankan!" Keluh Andro di dalam Hatinya. Yang Merasa Dirinya sudah tidak Bisa Menunggu Lama lagi Di Acara itu.
Setelah Menunggu beberapa Menit. Dion Pun Segera Mengumumkan Pada Setiap Para Tamu yang mulai Berdatangan Itu
"Terimakasih Untuk Para Teman-teman Dan Sanak Saudara yang Sudah datang ke Acara Pernikahan Anak kami." Ucap Dion dengan Sangat Sopan Pada Mereka yang Datang Ke Tempat itu.
Andro Pun Terkejut Ketika Dion Mengumumkan Hari Pernikahan Anaknya. Wajahnya Tiba-tiba Menjadi Kemerahan Menatap Ayahnya Yang sedang duduk Di Pojok Depan.
"Ada apa ini, Kenapa ayah Mala Menyetujui Pernikahan Karan dan Keyla!" Bentak Andro Di dalam Hatinya.
Pada saat Andro Ingin Berdiri dan Meninggalkan Tempat itu. Beberapa Mobil Memasuki Halaman Rumah dion. Andro menatap Ke arah mobil yang Mulai Mendekati Mereka.
"Itu kan Mobil Arga dan Suruhan Ayah?" Kenapa Mereka bisa barengan Ke Sini?" Gumam Andro Menepis Ketika mobil Milik Arga Sudah Terparkir Tepat Di depannya.
"Arga?" Kenapa Kamu Bisa Kesini, Dan Kalian Ini Bukannya Sedang Di Rumah Karan. Untuk Mengawasi Keyla?" Tanya Andro Yang Merasa Kebingungan Melihat Arga dan Ke Enam Suruhan Ayahnya.
"Maaf Bos!" Kami Sudah tidak Di Butuhkan Lagi Di Sana Bos." Ucap viko Tersenyum Pada Andro.
"Tidak di Butuhkan Gimana?" Gumam Andro Semakin Penasaran.
"Bentar lagi bos Akan Segera Tau," Jawab Viko Singkat. Lalu Kembali Berjalan Ke Dalam Rumah Karan.
"Ini Sebenarnya Ada apa Si?" Kenapa semua Orang Bersikap Sangat aneh Seperti Ini!" Gumam Andro Terus Menatap Tamu Undangan Yang sudah Mulai Berdatangan Itu.
Begitu pun Dengan ardani. Mereka Juga Hanya Mengundang Beberapa Rekan Kerjanya Dan Saudaranya Datang Ke Acara Mereka.
Andro Kembali Duduk Dan Membatalkan Niatnya Untuk Kembali Pulang. Karena Ia Masih Penasaran Dengan Acara yang Di Rencanakan oleh Ayahnya dan Dion itu.
Terlihat Ardani sedang Mendekati Karan.
Membuat Andro Bertambah Penasaran Namun Ia Juga Tidak Ingin Mendekati Mereka.
"Di mana menantuku Karan?" Tanya Ardani
"Sabar Om, Dia sedang bersiap-siap." Jawab Karan Singkat.
Di Dalam kamar Seorang Gadis Masih Duduk Di Depan cermin. Dengan Ke dua orang Wanita Yang Kembali Mengolesi Makeup Ke Wajah Keyla. karena Mereka memang Sengaja tidak Mendandani Keyla Sejak Berada Di Apartemennya Karan.
"Kak Keyla. Kamu Terlihat Sangat Cantik Deh," Ucap Salah satu gadis yang Mendadani Keyla.
Keyla hanya tersenyum Saat Kedua Gadis Muda itu Tengah menggodanya.
Di luar sana Andro Merasa Semakin Putus Asa. Perasaannya Semakin Tidak Tenang Ia Hanya Duduk Sambil Menatap Para Undangan Yang Sudah Duduk Di Kursi Mereka Masing-masing.
__ADS_1
"Hei Bro!" Sapa Karan Dengan Lembut Pada Andro.
Sehingga Andro Merasa Terkejut Ketika Melihat Karan Berada Di sampingnya.
"Selamat ya," Ucap Andro Singkat
Karan hanya Tersenyum Sambil Menatap Andro.
"Selamat Untuk Apa?" Tanya Karan Kembali.
"Ya selamat Atas Pernikahan Kamu Dan Keyla." Jawab Andro Dengan Tatapan yang Sedikit Kesal.
"Hahaha.. akhirnya Karan tidak bisa Menahan Tawanya di depan Andro.
"Kenapa kamu Tertawa? Apa Kamu Sedang Mengejekku?" Tanya Andro Menatap karan Dengan Tajam.
"Lagian Kamu Juga si, siapa Juga Yang Mau Nikah." Ujar Karan Tersenyum Menatap Andro yang Semakin Marah itu.
"Lalu ini acara siapa? Andro Kembali Menatap Karan Dengan Serius
"Bro. Perlu Kamu Ketahui Saya dan Keyla Adalah Saudara, Dan Kami tidak Mungkin Menikah." Ucap Karan Menautkan Keningnya
Andro Kembali Tercengang Dengan Perkataan Karan.
"Maksud kamu Gimana ya?"
Dan Bagaimana Bisa Kamu Sama Keyla Saudara!" Ucap Andro yang masih Tidak Percaya Pada Penjelasan Karan.
"Ayahku Dan ibunya Keyla, Adalah Kakak beradik. Dan Saya Nggak Mungkin Menikahi Adikku Sendiri Kan?" Jawab Karan
"Apa?" Kok, Saya tidak pernah Tau Ayah Kamu Dan Ibunya Keyla adalah Kaka Beradik?" Cetus Andro Kembali
"Sudahlah. Yang penting kamu Ikut aku Sekarang!" Ajak Karan dan langsung Menarik Lengan tangan Andro ke depan.
"Hei. Tunggu dulu, ini maksudnya apa! Kenapa Kamu Menarik-narik aku seperti Ini." Ucap Andro
Namun Pria muda itu tetap Menarik Tangan Andro Hingga ke depan Pintu Rumahnya
"Lepaskan. Ini ada apaan Si!" Bentak Andro Yang Sudah merasa sangat Marah pada Karan.
Lalu Arga datang Sambil Membawah Jas Putih. Lalu memberikannya pada Andro.
"Pakailah Andro." Pinta Arga
"Ngapain si? aku Lebih nyaman Dengan Bajuku ini!" Ucap Andro
__ADS_1
Namun Dengan Secara terpaksa Karan dan Arga Memaksa Andro untuk memakai Jasnya itu. Dan Kini Andro Terlihat sangat Tampan dengan Setelan jas Italian style Yang sedang ia pakai.