
Pagi Hari Sang mentari Masih malu-malu Untuk Menampakkan Sinarnya, Keyla Masih Setia Berbaring Sambil Memeluk Guling Yang Ada Di Sampingnya,
Ia Bakan Lupa bahwa Hari Ini Ia Harus Kembali Ke restoran Untuk Memulai Pekerjaannya Di sana.
Tok Tok. Suara Seseorang Sedang Mengetuk Pintu Kamar Keyla.
"Keyla. Bangun Dek!" Panggil Putri Dari Luar Kamarnya Keyla.
Perlahan Keyla Membuka Mata,
"Iya Sebentar Kak, Sahut Keyla dari dalam Kamarnya.
Wanita Cantik Itu Segera Bangun Dan Menuju Ke dalam kamar mandi,
Setelah Usai Dari Mencuci Wajahnya, Gadis Itu segera Menemui Kedua Kakaknya yang Sudah Menunggu Di Meja makan.
"Key. Apa Hari Ini kamu Mau Bekerja?" Tanya Ferry
Keyla pun Terkejut Dan Baru Menyadari Bahwa Ia harus bekerja.
"Astaga"
"Aku Hampir Lupa Kak, Hari ini Aku Harus Kerja. Takutnya Pa Dion akan marah-marah Sama aku, Karena Sudah dua Hari Ini aku Nggak masuk Kerja lagi."
Ucap Keyla,
"Ya Sudah, Sebaikanya Kamu Sarapan Dulu. Baru Siap-siap Biar Nanti Kita berangkat Bareng,"
Ujar Putri Sambil Mengunyah Nasi Goreng Yang Sudah Berada di Mulutnya.
"Iya kak, Ucap Keyla Sembari Tersenyum
Usai Menyelesaikan Sarapan Pagi.
Mereka Segera Bersiap-siap Untuk Pergi Bekerja,
Ferry Sudah Menunggu Istrinya dan Keyla di Dalam Mobil.
"Sayang. Kok Lama Banget Kalian!"
Teriak Ferry yang Sudah merasa Gelisah di Dalam Mobil.
"Iya-iyaa.. ini Juga Kami baru mau Keluar," Jawab Istrinya Sambil Berlari Ke luar
"Keyla Mana Sayang?" Kok dia lama Amat!"
Keluh Ferry,
"Sabar Mas, Mungkin Dia Lagi Siap-siap.
"Dia kan Masih Gadis Jadi Harus Tampil Cantik Juga dong Mas,"
Ucap Putri,
Dan tidak lama kemudian Keyla pun keluar Dan Mereka Segera Pergi Untuk Memulai Aktifitas Mereka.
Namun Sebelum Ferry Dan Istrinya Ke Kantor. Ia Harus Mengantarkan Adiknya Terlebih Dahulu.
***
Di Tempat Lain, Andro masih menikmati Sarapan Paginya Dengan Baik. Ia Bakan Berusaha Bangun Lebih Awal dari Ayahnya Dan Juga Asisten Rumah nya.
__ADS_1
Bakan Semua Data Untuk Pekerjaan Kantor Sudah ia Siapkan, Pemuda Itu Kelihatan Sangat Bersemangat Dalam Pekerjaannya.
Ardani Hanya Tersenyum Sambil Mengerutkan Dahinya. Ketika Melihat Hasil Kerja Andro yang Sudah Membuatnya Kagum.
"Andro. Apa hari ini Kamu Beneran Mau Ke Kantor?"
Tanya ardani, Yang Masih Belum Yakin Pada Putranya itu.
Andro Hanya Menatap ayahnya Lalu Ia Tersenyum.
"Tumbenan Pagi ini Cuacanya Amat Cerah."
Ucap Ardani, Tersenyum Bahagia Menatap Punggung Andro, Yang sudah Berjalan Ke Luar Rumah.
"Ada apa Tuan?"
Tanya Pa Gilang Penuh Heran
"Apa kita Hari ini Sedang Bermimpi?"
Tanya ardani Pada Pa Gilang
"Maksud Tuan, Gimana ya? Aku belum Paham.
Ucap Gilang, Dengan Sedikit Bingung
"Apa kamu Tidak Melihat Sikap Putraku Yang Tiba-tiba Lain, Bakan Ia Bangun lebih Awal Dari Kita semua."
Tutur Ardani,
"Iya benar Tuan, Tadinya Saya Sempat Berpikir Kalau Saya Juga Sedang Bermimpi Ketika Melihat Den Andro, Sudah Sarapan di Dapur. Karena yang Saya Tau Den Andro Tidak pernah Bangun Pagi Bakan lebih awal Dari kita."
Ucap Gilang, Sambil Tertawa Kecil
"Mungkin Saja, Dia ingin Melakukan Hal Yang Terbaik Sebelum Menikah Dengan Keyla."
Ujar Ardani, Kembali Menatap Mobil Andro Yang Sudah Meninggalkan Halaman Rumahnya.
Matahari Di siang Hari ini Bersinar Dengan Sangat Cerah, Namun Suasana Restoran Kali ini Tidak terlalu Ramai, Membuat Para Karyawan Bisa Duduk Santai dengan Baik.
Sementara Keyla Dan Alya Masih Asyik Ngobrol Sambil Menikmati Makan Siang.
Seorang Pemuda Sedang Memperhatikan Keyla yang Duduk Sambil Menikmati makan Siangnya Bersama Sahabatnya, Membuat Pemuda itu Ingin Mendekati mereka Akan Tetapi Tekadnya Di Urungkan Kembali. Karena ia ingin Memberikan Kejutan Untuk Keyla Selepas Makan Siang nya.
"Aku Pasti Bisa mendapatkan Kamu Keyla," Gumam Karan, Sambil Menatap Gadis Yang duduk Bersama Temannya itu.
"Siapa Yang Kamu Lihat Karan?" Tanya Dion Penuh Heran
"Hmm.
"Nggak ada Pa."
"Aku Hanya melihat Beberapa Karyawan Yang Sedang Duduk Santai, Karena mungkin Belum ada Pengunjung yang Datang. Jadinya Mereka Menikmati Waktu mereka dengan Baik."
Ucap Karan, berusaha Membuat Ayahnya Percaya Dengan Perkataannya.
"Ya Biarkan Saja,"
"Kasihan juga mereka, Tiap Hari Selalu Bekerja Dengan Giat Hingga Tidak ada Waktu Untuk mereka Bersantai."
Ujar Dion, Dengan Santai
__ADS_1
"Iya pa"
"Lalu Kenapa Kamu Tidak Pulang Saja, Ini Kan Sudah Jam Stenga Dua. Harusnya Kamu Sudah Pulang Duluan Karena Sekarang ini Kita tidak Punya asisten Rumah Lagi, Jadi Kamu Harus bisa Bantu Papa untuk Membereskan Rumah.
Ucap Dion, Memerintahkan anaknya untuk segera kembali ke rumah. Karena Sore nanti Mereka Akan kedatangan Tamu.
"Kenapa kita tidak Cari Pembantu Yang baru Saja Pa," Dan Kenapa Harus aku Yang Beres-beres Di Rumah."
Keluh Karan, Merasa tidak Terima Atas Perintah Dari Ayahnya.
"Karan, Papa Sudah Berusaha Untuk mencari Asisten Rumah Yang Baru. Namun Sampai Detik ini Masih Belum ada yang Datang Untuk Melamar kerja di Rumah kita,"
"Jadi apa salahnya kamu Membantu papa Untuk Beres-beres Rumah,"
Ucap Dion Kembali Menasihati putranya
"Pa. Gimana Kalau Kita pilih Salah Satu Pelayan di Restoran Kita ini saja Untuk kerja Di rumah Kita."
Usul Karan, Menatap Ayahnya
"Tidak Karan." Mereka Sudah cukup Lelah Bekerja Seharian di restoran Milik kita ini. Jadi Kita harus Bisa Menghargai Mereka, Bukan Mala menambah Berat pekerjaan Mereka!
Ujar Dion, Dengan Serius
"Tapi pa." Ini kan demi Kebaikan Kita juga Kan Pa!"
"Lagian Mereka bakalan Suka kok, Apa lagi Mereka Sangat Membutuhkan uang. Pasti Mereka Suka."
Ujar Karan, Dengan Tegas pada ayahnya
"Sudahlah, Biar Semua itu menjadi Urusanku Saja. Sebaiknya Kamu Segera Pulang," Karena Sebentar Lagi Tamu kita akan datang.
Pinta Dion, Menatap Datar pada putranya.
Karan merasa Sangat Kesal pada ayahnya Yang Tidak Ingin Mendengarkan Perkataannya. Untuk Memanggil Salah Satu Pelayan di Restoran itu. Dan ia sangat Berharap Orang Itu adalah Keyla. agar Setiap hari Dia bisa Melihat aktivitas Gadis Itu di Rumahnya.
"Gimana pun caranya, Aku Harus bisa Membuat papa bisa mengajak Keyla untuk Kerja di Rumah!
Tegas Karan, Dalam Hatinya
Lalu ia pun Segera Meninggalkan Restoran itu.
Setelah Usai membereskan Pekerjaan Mereka, Kini Keyla Dan Alya Kembali Ke Gudang untuk Melihat Stok Bahan Makanan Yang Kurang, Agar mereka Bisa memberi Tahukan pada Dion. apa yang Kekurangan Di Dapur Mereka.
"Keyla, Apa Sebentar Malam Kamu punya Waktu?"
Tanya Alya, Pada Sabahat baiknya itu
"Memangnya Kenapa mba? Ucap Keyla Kembali Bertanya Pada Alya.
"Aku pengen Ngajak Kamu, Untuk Makan Malam Di Rumah aku Sebentar malam. Itu Pun kalau kamu Mau,"
Ucap Alya, Dengan Sangat Lembut
"Nanti aku kabarin Lagi sama mba ya, Soalnya Aku takut Kakakku Marah. Jika aku Keluar Malam."
Tutur Keyla, Dengan Sangat jujur pada Alya.
"Iya baiklah Keyla, Aku akan menunggu Kabar dari kamu. dan Semoga Saja Kamu Bisa Datang,"
Ucap Alya, Sembari Tersenyum Manis Menatap Keyla.
__ADS_1