
Sementara Andro Merasakan Hal aneh Pada Sikap Sepupunya itu. Arga tidak Biasanya Mengurusi Pembantu Di rumahnya itu. Tapi Entah kenapa Sejak Menerima Pesan Itu. Arga Terlihat Sangat Pucat dan Ketakutan.
Andro juga Menghawatirkan Keadaan
Arga Yang Tiba-tiba Bersikap Aneh di Depannya dan Juga ayahnya.
"Ada apa dengan Kak Arga?" Kenapa Dia Terburu-buru Sejak Membaca Pesan itu." Gumam Andro. Yang masih duduk Di Ruang Tamu
Di sisi lain Dia Juga Sangat Menghawatirkan Keadaan Keyla. Yang Sedang Bersama Karan.
"Ya Tuhan.. Apa yang Harus Aku lakukan Untuk bisa Menyelamatkan Dia Tuhan." Ucap Andro.
"Apa sebaiknya Aku Menyusup Ke rumah Karan?"
"Tapi itu sangat Berbahaya untuk Keyla. Jika Karan Mengetahui Kedatanganku Di Sana."
Andro Menjadi Pusing memikirkan Keyla
"Den, Sarapan dulu Den," Ucap Bi Larsih
"Iya Bi, Bentar lagi Aku Lagi Tidak Mood." Jawab Andro
"Tapi den, Kesehatan Den Andro sangat Penting Untuk Menyelamatkan Nak Keyla. Dari Pemuda Jahat itu den,
Jika den Andro, tidak makan Bagaimana Den Bisa punya Tenaga Untuk Membawah Nak Keyla ke sini?" Ujar Bi larsih.
"Iya baiklah Bi. Nanti aku Akan makan." Ucap Andro. Sembari Memaksakan Senyumannya Pada Bi Larsih
Wanita Paruh baya Itu pun Tersenyum Lebar Lalu Ia kembali Pergi Ke Dapur. Untuk Menyelesaikan Pekerjaannya di Sana.
\*\*\*\*
Setibanya di sana Arga segera Masuk ke Dalam Apartemen Karan. Dan ia menemukan Viko dan teman-Temannya Sedang Duduk Di Sofa. Mereka Nampak Sangat Tenang Tanpa Ada rasa takut Dengan apa yang akan Menimpa Mereka Nanti
"Di mana Karan, Viko?" tanya Arga Yang Juga Duduk bersama Mereka.
"Dia Di dalam bersama Tiga orang Wanita." Jawab Viko Dengan Santai.
"Lalu bagaimana Kalian bisa Di Ketahui Oleh Karan? Ucap Arga Kembali
"Seluruh Halaman apartemen ini sudah di Penuhi oleh CCTV. Sehingga Kedatangan Kami Di ketahui oleh Karan, Bos!" Ujar Viko
"Ternyata Dia memang Sudah Merencanakan Hal ini Dengan baik Juga ya," Ucap Arga
__ADS_1
Viko Hanya Mengerutkan Dahinya. Lalu Pergi Ke arah dapur untuk Mencari Minuman Di Sana.
Tidak lama kemudian Karan Keluar Dari Kamar Keyla. Dan ia tersenyum Menatap Arga yang Sudah berada di Depannya itu
"Bagaimana Kabarmu Arga?" Tanya Karan Dengan Sopan
"A--aku, Baik-baik Saja." Jawab Arga Dengan Sedikit Bingung.
"Apa yang Sedang Kamu rencanakan Untuk Gadis itu Karan? Tanya Arga sambil Menatap Karan dengan Serius
"Santai saja Bro!" Sebentar lagi Kamu akan Tau," Jawab Karan Tersenyum Menatap Arga
Lalu ia Pergi Ke luar Untuk Menghungi Seseorang Di sana.
Arga mencoba untuk Mendengarkan Pembicaraan Karan dengan Seseorang Di Telepon itu. Namun Suara Karan Sangat Tidak Jelas. Sehingga Membuat Arga Kesulitan untuk Mengetahui Percakapan Karan dengan Orang yang sudah ia Hubungi Dari Ponselnya.
"Dia Sedang Berbicara Dengan Siapa Tadi?" Gumam Arga Di dalam Hatinya.
"Bos," Di minum Dulu Tehnya. Mumpung Masih Hangat, Ucap Viko Sambil Meletakkan Segelas Teh Hangat Di meja.
"Kenapa kamu Bisa Sebebas ini, Keluar Masuk Rumah Karan. Bimo?" Tanya Arga Yang Merasa Curiga dengan Viko.
"Tenang dulu Bos, Sebenarnya Kami Juga Takut Pada Pemuda itu. Namun Ketika ia Menjelaskan Semuanya Pada kami. Maka Kami Juga Berusaha Untuk Mempercainya,
Tutur Viko dengan sangat Tenang
Lalu Viko Pun Menceritakan semuanya Pada Arga. Sehingga Arga juga Tidak bisa Mempercayai Kata-kata Viko. Namun Terlihat Dari wajah pemuda itu Memang Dia tidak Sedang Berbohong. Mungkin saja Jika itu Bohong Maka Itu semua adalah Bagian Dari Rencana Karan juga.
"Apa menurutmu Ini Akan Benar-benar Terjadi?" Tanya Arga kembali.
Bimo Mengerutkan Keningnya. lalu Memakan Cemilan yang sudah Ia ambil Di Dapur Tadi
"Lalu bagaimana Dengan Andro? Sementara Kita Belum menyiapkan Apa-apa." Ujar Arga
Dengan Di Penuhi oleh Beribu-ribu Kebingungan Di dalam hatinya.
"Tenang saja, Mungkin Bos Karan Juga Sudah Menyiapkan Semuanya Dengan Baik." Ucap Viko.
Hal Ini Semakin Membuat Arga Hampir Gila Memikirkan Semua yang sudah Terjadi Pada Keyla dan Andro.
Di rumah Kediaman Dion Kusuma. Nampak Beberapa Orang Yang Sedang Sibuk Membuat Dekorasi Dengan Hiasan Bunga-bunga Segar. Di halaman Rumahnya
Pria dewasa Itu nampak sangat Bahagia Dengan Semua rencana Karan Yang Hampir Membuat Dia Merasa Kecewa.
__ADS_1
Tidak lama Kemudian Dion Berjalan Ke Dalam Rumah nya. Dan Mengambil Ponsel Miliknya dan Menghubungi Ardani
Halo. Ardani, Apa kamu Bisa Datang Ke Rumahku Sekarang?" ucap Dion
["Memangnya Ada apa Kamu, Meminta Saya Datang Kerumahmu Dion?] Tanya Kembali Ardani Dari Sebrang Teleponnya.
"Nanti juga kamu akan Tau sendiri," Ucap Dion. Lalu mematikan Sambungan Teleponnya dengan Ardani.
"Apa yang Sedang Ingin Ia Bicarakan Denganku Di sana?" Gumam Ardani
Lalu ia memanggil Gilang Untuk segera Mengantarkannya Ke Rumah Dion.
Gilang pun Segera Mengantarkan Majikannya Ke rumah Dion Kusuma. Walaupun Mereka juga belum Tau dengan Rencana Dion. yang tiba-tiba ingin Bertemu Dengan Ardani.
Kini Mobil Ardani Mulai Memasuki Halaman Rumah Dion. Mata Ardani Menatap Seluruh Halaman Rumah Dion yang di Penuhi Oleh Banyak Bunga-bunga Yang Segar.
"Kenapa halaman Rumah Dion di penuhi Oleh Hiasan bunga-bunga Segar? Ucap Ardani
"Apa mungkin Nak Keyla akan di Nikahkan Dengan Pemuda jahat Itu tuan?" Tanya Gilang Dengan Cepat.
Ardani Sangat Kecewa jika Sahabat Baiknya Itu harus Menikahkan Putranya dengan Gadis yang Sudah di Cintai oleh Andro.
Setelah mereka Memarkirkan Mobil. Ardani Segera keluar dan berjalan Pelan Ke depan Rumah Dion. Dan di sana Dion Juga sudah Menyambutnya dengan Hangat.
"Mari Silahkan Masuk sahabatku." Ajak Dion. sembari tersenyum menatap Ardani
"Ada keperluan Apa kamu Memintaku Kesini? Ulang Ardani ketika Mereka Sudah Duduk di dalam.
Dion hanya Tersenyum Sambil Menepuk Bahu Ardani.
"Apa kamu Mencurigaiku?" tanya Dion Menatap Ardani
Dan Hanya di balas Ardani Dengan Mengerutkan keningnya.
"Bukankah Hari ini Adalah Hari Kebahagiaan Putramu? Lalu Kanapa kamu Menatapku Seperti Itu Sahabatku?" Ujar Dion Dengan Lembut
"Tapi Apa Hubungannya Dengan Kamu Dion? Lagi Pula Keyla tidak Bisa menikah Dengan Putraku. Karena Karan Sudah Menyekap Keyla di Sana." Tegas Ardani Menatap Tajam Pada Dion.
"Apa yang Kamu Pikirkan Tentang Putraku Itu Sama sekali Tidak Benar Sahabatku. Sebaiknya Kita langsung ke Pokok Pembicaraannya." Ucap Dion Kembali
Setelah mendengar Semua Penjelasan Dion. Ardani Merasa Tidak mampu Menerima Semua itu. Karena Baginya Hal Ini Adalah tanggung Jawabnya. Dan Seharusnya Dialah yang paling Mengutamakan Rencana Itu. akan tetapi Sekarang Ia harus bisa Menerima Permintaan Sahabatnya Dengan Baik.
"Baiklah Jika memang Itu Adalah Keputusan Untuk Bisa membuat Dia Karan Bahagia. Aku Akan Percayakan Semuanya Pada Kamu." Ucap Ardani.
__ADS_1
Lalu mereka Kembali Pergi Untuk Menyiapkan Rencana Selanjutnya.
Setelah Tiba di Rumah. Ardani segera Memanggil Andro Untuk Mempersiapkan Dirinya datang Ke Rumah Dion. pada jam tiga Sore nanti. Walaupun Ia Sendiri Juga Bingung Apakah Putranya akan Datang Ke Acara pernikahan Itu, atau Ia akan Menolaknya.