
Di Perjalanan Andro Terus Tersenyum karena Sebentar Lagi Keyla akan Menjadi Istrinya.
Walaupun Mereka datang Ke rumah Ferry Sudah Mulai larut Malam. Namun ardani Tetap Berusaha Agar Keyla dan andro Bisa Di pertemukan Secara Kekeluargaan.
"Andro, Apa Kamu Sudah Siap Untuk Melamar Keyla?"
Tanya Ardani, Sambil Menoleh Kebelakang
"Iya Ayah, aku Sudah Menantikan Semua ini."
Jawab Andro, Penuh semangat
"Baiklah, Tujuan Kita Datang ke Rumah Ferry Hanya untuk Melamar Keyla Untuk Kamu." Ujar Ardani,
"Terimakasih ayah,"
Balas Andro, Dengan Wajahnya Yang Sangat Bahagia ketika mendengar Perkataan Ayahnya
Ardani Pun Tersenyum Lega karena Bisa Kembali Melihat Wajah putranya Tersenyum Bahagia.
"Den, Jika udah Di terima Lamarannya Cepat Nika Saja,"
"Biar Cepat dapat Momongan,"
Canda Bi larsih,
Andro Merasa Sangat Bahagia Bakan ia Sudah Tak Sabar Untuk bisa Segera Tiba di Rumah Ferry.
"Pa Gilang, Cepat dong Laju kan mobilnya." Desak Andro, Yang sudah tidak Sabaran Lagi Untuk Segera Bertemu Dengan Keyla. Wanita Yang Sudah membuatnya Gila karena Cinta
"Sabar Atuh Den,, Ini Juga udah Cepat Kok Den," Ucap Pa Gilang, Sedikit Tertawa Melihat Andro
Setelah Beberapa Jam Melewati perjalanannya, Akhirnya Mereka Segera Sampai Di Kediaman Ferry Ardiansyah Kusuma. Dengan Sangat Cepat Andro Keluar Dari dalam Mobilnya dan ia pun Melangkah Ke depan Rumah Ferry dengan Penuh Semangat.
"Ayah Cepetan Keluar Dari Mobil."
Desak Andro Kembali,
"Iyaa Ini Juga sudah mau Keluar, Ucap Ardani Sambil menggelengkan Kepalanya dengan Sikap Putranya.
Sambil Menunggu Ayah nya Turun dari Mobil. Andro Segera Memencet Tombol Bel Yang berada Di Samping kirinya
Dan Tidak lama Pintu Segera Terbuka.
"Andro?"
Sapa Ferry, Terkejut Ketika melihat Andro Dan Ardani juga Kedua Asisten Rumah Nya. Yang Datang tanpa Mengirimkan Kabar Pada mereka
"Malam Kak," Sapa Andro dengan Lembut Calon kakak Iparnya itu.
"Iya malam Juga Andro," Ucap Ferry
__ADS_1
"Om, Kenapa Nggak Kasih tau Kami dulu, Kalau Om mau Datang ke sini."
Ujar Ferry Sembari Tersenyum pada Keluarga Ardani.
"Siapa mas?" Tanya Putri Dari dalam Rumah.
"Om Ardani Sayang, Balas Ferry Menjawab Istrinya.
Mendengar Ardani Datang ke rumah mereka Putri segera Keluar Menghampiri mereka
"Om Ardani.. Kenapa Om Tidak Beritahu Kami Dulu?" Ucap Putri dengan Sedikit Heran melihat Ardani Datang ke rumah Mereka Udah Hampir Pukul Sembilan Malam.
"Iya Putri. Om Memang Sengaja Untuk Tidak Memberitahu Kedatangan Kami, Pada kalian Berdua."
Ujar Ardani.
"Masuk dulu om, Kita ngobrol Di dalam Saja."
Ajak Ferry,
Mereka Pun Segera Masuk Dan Berbincang Di dalam.
"Putri Di mana Keyla? tanya Andro
"M'mm,
"Dia Sudah Tidur, Katanya Dia Udah ngantuk." Jawab Putri
"Boleh nggak Kamu Panggilkan Dia," Pinta Andro Pada sepupunya itu.
"Hmm,
"Memangnya Ada apa Kamu Meminta Aku untuk Membangunkan Keyla?" Lirik Putri
"Udah jangan Banyak Nanya! Sana Cepat Bangunkan dia." Desak Andro
Putri hanya Menatap Andro Dengan Sedikit Heran Karena Andro tidak Biasanya Dekat Dengan Wanita Biasa Seperti Keyla.
"Iya-iya Bawel."
Ucap Putri Dengan Singkat, Lalu ia pun Segera Masuk Ke kamar Gadis itu untuk Membangunkannya
"Keyla... Keyla,"
"Bangun Dek, Ada Andro dan Om ardani di depan Mereka sedang Menunggu kamu."
Ucap Putri, Sambil Membangunkan Keyla
Walaupun Ia masih Merasa Sangat mengantuk. Namun Keyla berusaha untuk Membuka Kedua Matanya.
"Di mana kak?" Tanya Keyla Sambil Mengusap Matanya Yang Masih Terasah Mengantuk
__ADS_1
"Mereka di ruang Tamu Dek," Yuk kita temui mereka,"
Ajak Putri, Sembari Tersenyum Pada Keyla.
"Iya kak, Kaka duluan Saja Ntar aku Nyusul." Ucap Keyla
"Baiklah, Jangan lama-lama Ya."
"Iyaa kak"
Kini Keyla pun Sudah Keluar dan ia Berdiri di Depan Pintu Kamarnya.
Setelah Melihat Keyla sudah Berdiri di depan Pintu. Andro Pun Melotot Menatap Keyla dari Kaki hingga Kepala. Gadis itu terlihat sangat Seksi dan Cantik Malam ini Dengan Dres tipis Warna Putih polos Yang di pakainya. Membuat Andro Sangat Susah untuk Menelan Salivanya.
"Malam Ini Kamu Canti Sekali sayang, Ucap Andro Tanpa Sadar Telah di dengar Oleh Ferry. Sehingga Ferry Terkejut Dengan panggilan sayang Untuk adiknya Yang Di ucapkan Oleh Andro.
"Sayang?"
"Sejak Kapan mereka punya hubungan?
Batin Ferry, Semakin Tidak Tenang
"Keyla, Duduklah Di sini.
Pinta Ferry,
"Iya kak, Ucap Keyla Dan segera Duduk di Samping Kakaknya.
Kecemasan Ferry Semakin Terlihat Di Raut Wajahnya. Ia sangat Mencemaskan Keyla Yang Di sukai Oleh Dua pria sekaligus Dalam waktu dekat Ini, Bakan Karan juga Pernah Memintanya Untuk Memaksa Keyla Agar Menyukainya. Namun Ferry Tidak mengatakan Hal itu pada Keyla, Karena Ia sangat Tau Sifat Adiknya itu
"Kedatangan Kami Kesini Karena Ada hal Yang Ingin Kami Sampaikan Sama kamu Dan Juga Istrimu."
Ucap Ardani, Dengan Serius
Ferry Dan istrinya Hanya saling Bertatapan Dengan Penuh Kebingungan.
"Iya om, Memangnya Ada Apa om." Tanya Ferry Dengan Gugup
"Mungkin Ini Memang Sangat Mengejutkan Untuk Kalian, Namun Saya berharap Kalian Bisa Memahaminya.
"Ada apa om?" Tanya Putri, Kembali
"Saya Ke sini karena ingin Melamar Adikmu untuk Andro." Ucap Ardani dengan Serius Menatap Ferry.
"Me--Melamar?" Tanya Ferry Sambil Menatap Keyla Yang Sedang Duduk di Sampingnya.
"Iyaa, Saya harap kamu Bisa merestui Hubungan Mereka Berdua Dengan baik.
"I--iya Om, Tapi masalahnya Saya bukan Nggak Mau om."
"Akan tetapi Semuanya saya serahkan sama Keyla Saja Om."
__ADS_1
Ujar Ferry, Menatap Keyla.
Ferry hanya berharap Yang Terbaik untuk adik semata wayangnya. Asalkan dia bisa bahagia Ia Rela melakukan apa saja. demi kebahagiaan Adiknya.