
Malam Hari ini Di Sebuah Restoran. Yang Kini Masih Ramai Di Kunjungi Oleh Orang-orang Untuk Makan di Sana.
Terlihat Dua orang Wanita Sedang Duduk Dengan Wajah Yang Di Tekuk. Claudia dan Santi Bertemu Di Restoran Untuk Membicarakan Rencana Mereka. untuk Keyla Dan Andro.
Setelah Mendengar Santi Sangat Membenci Keyla. Kedua wanita Jahat itu Bekerjasama Dan Mereka Janjian Di restoran itu.
"Apa rencana Mba selanjutnya? Tanya Santi
"Rencana saya Ingin Segera Menghancurkan Pernikahan Gadis bodoh itu!
Ucap Claudia Menatap Tajam pada Santi.
Santi Pun Tersenyum Puas ketika Mengetahui Rencana Claudia.
Mereka Berdua Sama-sama Licik. Santi Yang Sangat Tertarik Pada Karan. Merasa Sangat Benci Ketika Karan Menolaknya Dengan Cara Yang Tidak Baik.
"Kita harus secepatnya Untuk Mencari Tau Tentang Rencana mereka. Untuk pergi Berbulan Madu." Ucap Claudia
"Tapi Bagaimana caranya? Mungkin Mereka akan Merahasiakan Tempat Yang Akan mereka Kunjungi Nanti." Ucap Santi Menatap datar pada Claudia.
"Kamu tenang Saja. Aku sudah Menyiapkan Rencana Untuk itu," Ucap Claudia sambil Menautkan Sebelah keningnya.
Kedua wanita itu Saling bertatapan Dengan Pikiran mereka yang Di Sudah di Penuhi oleh Kejahatan.
"Sebaiknya kamu Cepat Pergi dari Tempat Ini. Sebelum ada yang Melihat Kita di Sini!" Pinta Claudia pada Santi.
"Ok. Baiklah, Aku Pamit duluan," Ucap Santi Lalu ia segera Berdiri dan Menatap Ke Samping Kiri dan kanannya Seperti Seorang Pencuri.
Lalu dengan cepat Ia Melangkah Ke luar Restoran itu Meninggalkan Claudia di sana.
Setelah kepergian Santi. Nampak Seorang Pemuda datang menghampiri Claudia di Sana.
"Hai beb." Sapa pemuda itu Lalu mencium Pipi Claudia dan duduk Berhadapan Dengan Wanita Itu.
Wanita itu hanya menunjukkan Senyum Kecutnya pada sosok pemuda yang Baru Duduk Itu.
"Hei ada apa denganmu? Apa kamu tidak Senang dengan Kedatangan Aku disini?" Tanya Pemuda itu dengan Bingung
"Kamu ini Dari mana saja! Sejak tadi aku Menghubungi Kamu. Tapi Tidak pernah Kamu Jawab." Ucap Claudia dengan Marah
"Oh, Iya de aku minta maaf. Tadi Ponsel aku Dikamar. Dan aku Ketiduran di Sofa," Jawab Pemuda itu Membohongi Claudia
"Jimmi.. Mau sampai kapan Si kamu Mau Membohongi aku!" tegas Claudia
"Sayang, Maksud kamu apa? Tadi aku Memang Ketiduran di Sofa Ruang Tamu Kok," Ucap Jimmi. Berusaha Meyakinkan Pacarnya Itu.
Namun Claudia sama sekali Tidak bisa Mempercayai Jimmi Dengan Begitu Saja. Karena Dia sudah Beberapa kali Di Bohongi Oleh Jimmi Dengan Beribu alasan. Tapi pada Kenyataannya Semua Hanya alasannya Saja.
__ADS_1
"Ok. Jika kamu tidak percaya sama aku Lagi, Nggak apa-apa. Tapi Apa rencana Kamu Untuk Mantan Pacarmu Itu? Tanya Jimmi Mengerutkan Keningnya
Wanita Itu pun Terkejut Ketika Jimmi Mengetahui Rencananya Untuk Menghancurkan Andro dan Keyla.
"Bagaimana Kamu Bisa Tau? ucap Claudia Menatap Jimmi
Lalu pemuda itu mengambil Benda Tipis Dari Dalam saku Celananya. Dan Menunjukkan Vidio Saat ia Berbincang dengan Santi tadi.
"Apa maksudmu Dengan Merekam Pembicaraan Kami Jim?" Tanya Claudia Dengan Gugup
"Aku hanya Memastikan Kalian Saja," Jawab Jimmi Tersenyum
Namun Perasaan Claudia Sangat Tidak Tenang. Karena Ia sangat Tau Sikap Jimmi Yang Sebenarnya.
"Sebaiknya Hapus saja Vidio Rekaman Kamu Itu. Karena Kami Hanya Memainkan Sandiwara Kami. Untuk Mendapatkan Sesuatu Yang mungkin Akan Menguntungkan Untuk Kita Berdua." Ucap Claudia Menatap Datar pada Pemuda Itu.
Jimmi pun Menautkan Seblah Alisnya Dan Tertawa Kecil.
"Apanya yang Menguntungkan, Kamu Pikir Saya Bodo! Bisa kamu Kelabui Claudia? Ujar Jimmi Dengan Sangat Tegas. Sehingga Membuat Gadis Itu Merasa Tidak Tenang Lagi
"Kenapa aku sangat Gegabah!" Cetus Claudia Dalam Hatinya.
"Sudahlah, Santai saja. Selama kamu Tidak Mengecewakan aku. Maka Vidio Ini Akan Tetap Aman Sama aku," Ucap Jimmi
"Yuk Kita pulang, Ajak Claudia Pada Kekasihnya Itu.
"Memangnya Kamu Masih mau Di Sini?" Tanya Kembali Claudia
"Iya. apa Memang Kamu Udah Mau Pulang? Jimmi Menatap Claudia
Wanita itu hanya mengangguk Pelan. Lalu Segera Berdiri dan Melangkah Keluar. Meninggalkan Jimmi Yang Masih Duduk Di Dalam restoran Itu.
Claudia memang Sengaja Pulang Sendiri. Karena Ia Tidak ingin Berdebat dengan Jimmi.
Sesampainya Di mobil. Claudia Hanya Menatap Ke arah Restoran itu Dengan Wajahnya Yang Sangat Marah.
"Kenapa Dia bisa tau Kalau aku Sama Santi Sedang Berada Di Restoran Itu!" Gumam Claudia
Lalu segera Melajukan Mobilnya Meninggalkan halaman Restoran itu.
\*\*\*\*
Pagi Hari Keyla Bangun Lebih Awal Dari Biasanya. Ia Terlihat Begitu Bersemangat Ketika Suaminya Mengajaknya Ke pulau Yang Sudah lama Ia Impikan Sejak Dia masih Kecil.
Wanita Muda itu pun Segera mandi Dan Pergi Ke Dapur Untuk Membantu Bi Larsih Di Sana.
Keyla Terlihat Bahagia Dan Senyumannya Menghiasi Wajah Cantiknya. Mungkin Karena Semalam Suaminya Sudah Setuju Untuk Pergi Ke Pulau Dimana Pemandangan Disana Lebih Indah. Dan Itu Adalah Tempat Yang pernah Ayahnya Janjikan Padanya. Akan Tetapi Mereka Tidak pernah Sampai Ke Tempat Itu. Karena kedua Orangtuanya Tidak Memiliki uang Yang Cukup.
__ADS_1
Wanita Paru baya itu tidak Diizinkan Oleh Keyla Untuk Memasak. Bi larsih Hanya Diperbolehkan Untuk Memotong Sayuran Saja Oleh Keyla. Dan Semua Makanan Dipagi Ini Yang Memasak adalah Keyla.
Gadis muda itu terlihat sangat Sibuk Di pagi Hari Ini. Setelah Semua Makanan Sudah matang. Keyla dan Bi larsih Segera Membawahnya Ke Meja makan.
"Semua Udah Masak. Dan Kita Tinggal Menunggu Yang Lain Bangun," Ucap Keyla Dengan Senang.
Bi larsih Juga Sangat Senang Ketika Melihat Keyla yang begitu Bahagia Di Pagi Itu. Entah apa Yang Sudah Membuatnya Terlihat berbeda Hari Ini. Namun Wanita paru Baya Itu Hanya Menatapnya Sambil Tersenyum.
"Bibi Ke depan Dulu, Mau Cari Paman Gilang." Ucap Bi larsih.
"Iya baiklah Bi, Jawab Keyla Sembari Tersenyum
Tidak lama Kemudian Ardani Juga Bangun.Dan Seperti Biasanya Lelaki Dewasa Itu Pergi Ke Kolam belakang Untuk Memberih Makan ikan Peliharaannya Disana.
Setelah Melihat Ayah Mertuanya Sudah Bangun. Gadis Itu Pun Segera Membuatkan Kopi Panas Untuk Ardani. Dan Melepaskannya Di Meja Makan.
"Kenapa Suamiku Belum Bangun Juga Si?" Gumam Keyla.
Lalu ia Pergi Menaiki Anak Tangga Menuju Kamar mereka untuk Membangunkan Andro yang masih Tidur.
"Mas, Mas Bangun!" Panggil Keyla Sambil Membuka Jendela Kamar yang Masih Tertutup.
Melihat cahaya Yang Sudah masuk Kedalam Kamar. Pemuda itu langsung Terbangun Dan Menatap kearah Gadis Yang Sedang Duduk disampingnya Itu.
"Ternyata kamu udah bangun ya," Ucap Andro Sambil Mengusap Matanya Yang Masih Terasah Mengantuk.
"Katanya Pagi ini Kita mau Pergi Honeymoon. Tapi kok, Masih Tiduran saja Si Mas," Keluh Keyla Dengan Wajahnya yang Sedikit Cemberut.
"Memangnya Ini Sudah Jam Berapa Sayang?" Tanya Andro. Lalu ia Segera Bergegas Bangkit Dari Tempat Tidurnya.
"Sudah Jam Tujuh Pagi." Jawab Keyla
Sambil Memajukan Bibirnya
"Sayang, Kok Wajahnya Ditekukan kayak Gitu Si? Kamu marah ya sama Aku," Ucap Andro Mendekati Istrinya yang Sedang Cemberut Itu.
"Habisnya Mas si, Katanya mau Jalan tapi Mala Tiduran Terus."
"Iyaa Sayang. Kita akan Tetap Pergi Kesana Kok, Lagian Ini Masih Terlalu Pagi. Pesawatnya Nanti jam Sembilan Sayang." Bujuk Andro. Sambil Mencium Bibir Keyla Yang Lagi Cemberut.
"Mas Kebanyakan alasan De!" Ucap Keyla Lalu Segera Meninggalkan Andro Sendirian Dikamar.
Andro Hanya Menatap Punggung Gadis Yang Sudah Berjalan Meninggalkannya Dikamar Sendirian.
"Ada apa dengan Dia ya?" Kok, Tiba-tiba Jadi Ngambek Gitu? gumam Andro. Lalu Segera Berlari Menuruni Anak Tangga Untuk Mencari Keyla dibawah Sana.
__ADS_1