Pembantu Cantik Untuk Sang Ceo

Pembantu Cantik Untuk Sang Ceo
Ep 78: Mencemaskan Istrinya


__ADS_3

Sesampainya Di Depan Pagar Halaman Rumah. Pa Gilang Segera Membuka Gembok Pagar Tersebut dan Segera Mendorongnya Agar Mobil Di Luar sana Bisa Segera Masuk Ke halaman.


"Itu kan Mobilnya Den Andro Sama Nak Keyla?" Gumam Pak Gilang yang Masih Berdiri Menatap Mobil Yang Sudah Memasuki Halaman Rumah Majikannya.


Dengan Cepat Pria Paru baya Itu Kembali Mendorong Pagar tersebut dan Kembali Menguncinya. Dan Ia Pun Segera Menghampiri Mobil Yang baru Terparkir Itu.


Kedua pemuda Itu Segera Keluar dari Dalam Mobil. Sementara Pak Gilang masih Menatap Bingung Pada Kedua Pemuda itu.


"Den, Kenapa Nak Keyla Tidak Ada Bersama Kalian?" Tanya Pak Gilang Penasaran.


"Ceritanya Panjang Paman, Apa Ayah Sudah Tidur?" Andro menanyakan ayahnya.


"Belum Den, Tuan Masih Duduk di Ruang Tamu," Jawab Pak Gilang.


Lalu Dengan langkah Cepat Andro Segera Masuk kedalam rumah. Sambil Di ikuti oleh Leon dan Juga pa Gilang.


Ardani Terkejut Ketika Melihat Andro Dan Leon Sudah Kembali. Namun Keyla Tidak Bersama Dengan Mereka.


Ardani Pun Menatap ke arah Luar Namun Ia tidak melihat Keyla disana.


"Dimana Istrimu Andro? tanya Ardani


Kedua pemuda itu saling Bertatapan dan Tidak Bisa Mengatakan Apapun Pada Ardani.


Mereka berpikir Kalau Keyla sudah kembali Ke rumah ini. Namun ternyata Keyla tidak Pulang ke Rumah Andro.


"Andro, Dimana Keyla?" Kembali Mengulangi Pertanyaannya.


"Tadi Kami ada masalah Sedikit ayah, Dan Keyla Sudah pergi Meninggalkan kami.


Aku Pikir dia Sudah Kembali Ke sini," Jawab Andro Dengan Sedikit Gugup.


Mendengar penjelasan Andro. Ardani Menjadi Sangat Marah Pada Kedua Pemuda Itu.


"Kenapa kalian bisa Berpikir Kalau Keyla Sudah Kembali ke sini? Memangnya Ada Masalah apa Dengan Kalian Berdua Andro!" Tegas Ardani Menatap Tajam Pada Kedua Pemuda itu.


"Ayah, Jangan Salah Paham Dulu. Sebelumnya Aku sama Keyla baik-baik saja. Tapi Setelah Kedatangan Claudia Di sana Semua menjadi Kacau," Mencoba Menjelaskan Kepada ayahnya.


"Claudia Datang Kesana? Dari mana dia Tau Kalau Kalian Sedang Berada Di Pulau Itu? Menatap Andro


"Aku juga tidak tahu ayah," Singkat Andro.


"Cepat Kamu Hubungi Ferry Dan Tanyakan Kalau Keyla Sedang Bersama Mereka atau Tidak! Pinta Ardani Dengan Sangat Emosi

__ADS_1


"Iya ayah," Singkat Andro


Lalu segera Menghubungi Kakak Iparnya. Untuk menanyakan Keyla.


Namun Ternyata Keyla juga tidak Ada di Sana. Membuat Ardani Semakin Marah Pada Andro. Karena tidak Menjaga Istrinya Dengan Baik.


"Kamu Ini Gimana Si Andro! Harusnya kamu Sebagai Seorang Suami Bisa Menjaga Istrimu Dengan Baik, Bukan membiarkannya Pergi Dari Sisi Kamu," Ucap Ardani Menatap Andro


Malam semakin Larut. Ardani Masih Lalu Lalang Di dalam Rumahnya. Ia sangat Mencemaskan Menantunya Itu.


"Kemana Kamu Nak, Apa yang sudah Mereka Perbuat Sama Kamu?" Gumam Ardani


Melihat Leon masih Duduk bersama Pak Gilang dan Istrinya. Ardani segera Memanggilnya.


Dengan cepat Pemuda Itu Datang Menghampiri Majikannya itu.


"Ada apa Tuan?" Lirih Leon Menunduk Didepan Ardani.


"Apa yang Sudah terjadi Di Sana Leon?" Menatap Datar pada Leon.


"Begini Tuan, Non Claudia Datang Ke Pulau Itu dan Menjebak Bos Andro dan juga Non Keyla. Non Claudia Mencoba Bunuh Diri dan Tanpa sengaja Saya Dan Bos Andro Lewat Dari Situ. dan kami Pun Menolong Dia,


"Tapi kami sama Sekali tidak Menyangka Kalau Semua Itu Hanya Jebakan Non Claudia Saja. Sehingga Non Keyla Telah Menemukan Bos Andro dan Non Claudia Sedang Berciuman," Tutur Leon Dengan Gugup


"B--bukan Begitu Tuan, Den Andro Mau Cium Non Claudia karena Ingin Memberi Napas buatan Untuk Dia tuan," Jawab Leon


Dengan Spontan.


"Tetapi itu sama saja Tidak baik Di Mata Menantuku. Harusnya Kamu Bisa Melarang Andro Untuk tidak melakukan Itu Pada Wanita Jahat Itu,"


"Maafkan saya Tuan, Saya juga sudah Mencoba Untuk Menjelaskan Semua Kesalahpahaman Ini Pada Non Keyla. Akan Tetapi Non Keyla Tidak Ingin Mendengarkan Penjelasan Dari Saya tuan,"


"Dimata Kita, Sebuah ciuman Itu Mungkin Sudah Lumrah. Tetapi Dimata Keyla Itu Sangat tidak Baik, Karena Dia adalah wanita Polos Yang tidak Mengerti dengan Semua Ini," Ucap ardani Kembali Duduk.


Leon Juga merasa Bersalah Karena tidak Bisa Menjaga Perasaan Keyla dengan baik. Mungkin Jika ia Tidak Membiarkan Andro Mencium Wanita itu. Keyla tidak akan Pergi Meninggalkan Andro.


"Kemana andro?" Singkat Ardani.


"Tadi Bos Andro Pergi membawa Motornya Tuan, Mungkin saja Dia mau Cari Non Keyla Di Rumah Pamannya," Jawab Leon Dengan Pelan.


"Semoga saja Tidak terjadi apa-apa Pada Menantuku," Mencemaskan Keyla.


"Iya tuan,"

__ADS_1


"Kemana kamu Sayang?" Kenapa kamu Nggak Mau Mendengarkan Penjelasan aku Dulu," Gumam Andro Sementara Mengendarai Motornya.


Pemuda itu terlihat sangat Frustasi Karena Belum Menemukan Istrinya.


"Andaikan Saya Tidak Melakukan hak Itu, Mungkin Kamu tidak akan Pergi Meninggalkan aku Sayang,


"Maafkan Aku Keyla, Karena sudah Membuat Kamu Terluka Seperti Ini,"


Batin Andro Terus Memikirkan Istrinya.


Setibanya Di rumah Karan. Andro Segera Menekan Tombol Bel Rumah Dion.


Walaupun Rumah itu sudah terlihat Sepi Namun Andro Terus Menekan Bel Didepannya Itu. Karena ia Hanya Ingin Mencari Tau Keberadaan Keyla disana.


Tidak lama Kemudian Seseorang Menyalakan Lampu Didalam sana.


Dan Ternyata itu adalah Karan. Yang tidak Sengaja bangun Karena ia merasa Lapar.


"Siapa yang datang Tengah malam Gini Ya?" Gumam Karan Sambil Berjalan Pelan Ke Depan Pintu.


Ceklek! Suara pintu dibuka.


"Andro?" Ngapain kamu Tengah malam Gini Datang kesini?" Terkejut melihat Andro.


"Bro. Apa Keyla berada disini?" Tanya Andro Dengan Cemas


"K--keyla?" Dia tidak ada disini. Bukannya Kalian Pergi Berbulan Madu Bersama Ya?"


Andro Pun Segera duduk di Sofa dengan Perasaan Yang Sangat Kecewa.


"Andro, Katakan sama aku. apa Yang Sudah Terjadi Sama kalian," Ucap Karan Duduk Di Samping Andro


"Semua ini Adalah Ulahnya Claudia. Dia Yang Sudah Menjebak Aku sehingga Keyla Menjadi salah paham Sama aku Karan," Menjelaskan Semuanya pada Karan.


Karan pun Merasa Bingung dengan Apa Yang Sudah terjadi Pada Hubungan Rumah Tangga Andro Dan Adik Sepupunya Itu.


Dan akhirnya Karan Mencoba Untuk Menenangkan Pikiran Andro Agar sedikit Tenang.


"Sebaiknya kamu Tidur di sini saja, Besok Kita Cari Keyla bersama-sama," Ucap Karan Tersenyum pada Adik Iparnya itu.


"Nggak apa-apa Bro, Sebaikanya aku Pulang Saja. Nanti Tolong Kamu Kabarin aku, Jika Dapat Info Tentang Istriku," Ujar Andro Menolak Tawaran Karan Untuk Menginap Dirumahnya.


"Oke. Nanti aku akan Coba cari tau Dari teman-Temannya Besok. Siapa Tau Keyla tinggal Di rumah Salah satu Temannya," Jawab Karan Sambil Menepuk Bahu Andro.

__ADS_1


"Terimakasih Bro," Singkat Andro. Lalu segera Berdiri Dan Berpamitan Pulang Pada Karan.


__ADS_2