Pembantu Cantik Untuk Sang Ceo

Pembantu Cantik Untuk Sang Ceo
Ep 89: Ancaman Untuk Claudia


__ADS_3

Setelah kehadiran Sang Buah Hati Yang Sekarang Menjadi Pusat Perhatian Semua Orang Yang ada Di Rumah Itu. Keyla dan Andro Merasa Sangat Bahagia.


Dan Kini Usia Anak Mereka sudah Empat Bulan. Anak Lelaki Yang Memiliki Wajah Tampan Seperti ayahnya. Di beri Nama


Arga Putra Gunawan. Oleh Ardani


Anak Lelaki itu Sangat Pintar Dan Menjadi Cucu Kesayangan Dari Ardani Dan Juga Kakeknya Keyla.


"Arga Sayang. Papa Pergi Ke kantor dulu Ya, Arga jagain Mama Di rumah," Ucap Andro Mengecup Pipi Sang Buah hatinya.


"Arga sayang, Boleh Nggak papa Peluk Sebentar saja. Soalnya Papa Udah mau Berangkat Ke kantor," Ucap Andro Sambil Menggendong Putranya Yang kecil Dan Menggemaskan Itu.


Keyla hanya tersenyum Ketika melihat Tingkah Suaminya Yang Sekarang Lebih Perhatian Pada Anak Semata wayangnya.


"Kasihan arganya papa. Kan Dede Arga Masih Haus," Ucap Keyla Dengan Nada Suaranya Di buat-buat Seperti suara anak Kecil.


"Bentar saja Kok Mama. Kan Papa Juga Pengen peluk Anak Kesayangannya Papa," Jawab Andro sambil Mencumbui Anaknya.


"Sayang. Mungkin aku Agak Telat pulang Karena Aku harus Ke Mengecek Pabrik yang Ada Di Cibubur." Ujar Andro yang Masih Menggendong Anaknya.


"Iya mas. nggak apa-apa Kok," Jawab Keyla Sembari Tersenyum Menatap Suaminya.


Tidak lama Kemudian Leon Juga Sudah Datang Ke Rumah Ardani. Untuk Menjemput Andro. Usai Dari Mengantarkan Ardani ke Kantor Leon Segera Kembali Ke rumah Keluarga Ardani.


"Halo. Selamat pagi Semuanya," Sapa Leon Yang Baru saja Tiba Di Ruani Tamu.


"Pagi Juga Om Leon." Jawab Andro


"Kok Om si, Kakak Dong. Kan Lebih Enak Di Dengarnya," Ucap Leon Tertawa


"Kakak Dari Hongkong? Usia saja Sudah Usia Om-om Kok Masih Mau Di panggil Kakak, Iya nggak Sayang," ejek Andro


"Sembarang saja Bos ini. Bikin Malu Aku Di depan Arga deh."


"Gimana Apa kamu Sudah Mengantarkan Ayah ke kantor?" Tanya Andro


"Sudah Bos. Ini juga aku baru Balik Dari Kantor," Jawab Leon


"Bos. Aku Ngopi dulu ya. Soalnya aku Belum Ngopi Sejak Pagi tadi."


"Ya sudah Cepat sana Bikin Kopi Dan Sarapan. Lalu kita Segera Pergi," Pinta Andro


Leon Pun mengangguk Lalu segera Pergi Ke Dapur untuk Membuat Kopi.

__ADS_1


Sedangkan Andro masih Menggendong Anaknya.


"Anak papa yang ganteng, Jangan Rewel Di Rumah ya sayang, Nanti papa Belihkan Mainan Yang Banya lagi Buat Anak Papa Yang Ganteng ini," Ujar Andro


"Tapi Mas. Mainan Arga kan Udah banyak Di Kamarnya. Masa Mau Belih lagi?" Keluh Keyla


"Udah sayang, Kan anak Kita cuma satu ini. Jadi aku ingin Selalu membuat dia Tersenyum," Jawab Andro


Keyla hanya Tertunduk diam Karena Andro Begitu menyayangi Anaknya. Dan dia juga Nggak Mungkin melarang Andro Untuk Tidak Membelikan Mainan untuk anak Semata Wayangnya.


Setelah usai Sarapan Leon Segera Pergi Menemui Andro yang masih Menggendong Anaknya Di ruang depan.


"Apa kamu sudah Selesai Sarapan Leon?" Tanya Andro


"Sudah Bos." Singkat Leon Lalu Segera Berjalan keluar


Lalu Andro Segera Memberikan Arga ke Pada Keyla. Karena ia akan Segera pergi Bersama Leon ke Cibubur.


Setelah Arga sudah berada di pangkuan Istrinya. Andro Mengambil Tas Kerjanya Yang Berada Di Ruang Kerja Ardani.


"Arga Sayang. Papa berangkat Dulu ya, Jangan Rewel ya nak Papa sayang Kamu," Mengecup Kening Anaknya dan Istrinya Tercinta. Lalu ia segera Pergi Ke Mobil Karena Mereka harus segera Pergi


****


"Walaupun kalian Sudah Mempunyai Anak. Tetapi aku akan Selalu Membuat Istri dan Anakmu Menderita Andro!" Ucap Claudia Tersenyum Sinis Menatap Cermin Di Depannya.


Lalu Wanita itu Segera Pergi Mengambil Benda Pipi Yang Berada Di Atas Nakas Samping Tempat Tidurnya.


Ia Terus Memandangi Foto Anak Andro Bersama Keyla Di sosial Media. yang Sudah Disebarkan Oleh Andro Di akun Sosial media Milik Mereka.


Api membara Di dalam Hati Claudia Saat Melihat Foto Anak dan Istrinya Andro.


"Mungkin saat ini Kamu bisa Bahagia Di Atas Penderitaanku. Tetapi Aku Pastikan Kalian Akan Menerima akibatnya." ucap Claudia Dengan Marah


Tok tok!


Terdengar Suara Seorang Mengetuk Pintu


"Non Claudia!" Panggil Naila Dari Luar.


"Masuk, Bi Naila."


Ceklek.

__ADS_1


Setelah Membuka Pintu Wanita Dewasa Yang Bekerja Di rumah Claudia. Berjalan Masuk Mendekati Claudia.


"Non. Ini ada Kiriman Paket Buat Non."


"Dari siapa Bi Naila?" Tanya Claudia


"Nggak Tau non. Di sini Tidak ada Tanda Pengenalnya." Jawab Bi Naila


"Ya sudah. bibi Terima saja. Aku nggak Ada Waktu untuk menerima Paket yang Ada Namanya!" ujar Claudia Dengan Sombongnya.


Wanita dewasa itu hanya Mengangguk Pelan. Dan segera Mengambil Peket itu.


Lalu ia Keluar dari kamarnya Claudia.


Bi Naila Membawah paket Kecil Itu ke dalam Kamarnya. Dan Segera Membuka Agar ia Bisa Mengetahui Isi paket yang Tidak Di Ketahui Pengirimnya.


"Ini Apa ya?" Sepertinya Kayak Perhiasan." Gumam Bi Naila Sambil terus Membuka Kotak Kecil Itu.


Setelah melihat isi kotak Kecil Yang Ada di Tangannya. Wanita Dewasa Itu terkejut dan Hampir Jatuh Dari Tempat Duduk Karena Ia Sangat Ketakutan.


Dengan cepat Bi Naila Berlari Menuju Ke kamar Claudia untuk Memberitahu Isi Kotak Itu.


"Non!" Panggil Bi Naila Dengan Nada Suaranya Terjepit


"Ada apa lagi Bi. Aku kan Sudah bilang Kalu Aku nggak mau Nerima Paket itu!"


"Non. Coba lihat isi paket ini Non," Memberikan Kotak itu pada Claudia.


Sesaat Claudia juga terkejut Karena Melihat Kotak yang Berisi Potongan Ular yang Sudah Mati. Dan Selembar Kertas putih yang Bertuliskan ( KAMU AKAN MENJADI SEPERTI ULAR-ULAR INI)


"Bibi. Siapa yang Bawah Kotak Ini?


"Bibi Juga tidak tau non. Tadi Saat bibi Mau Ke depan Untuk membuang Sampah. Bibi Telah Menemukan Kotak ini Di Depan Pintu Non." Jawab Bi Naila Dengan Ketakutan


Claudia merasa Takut dengan ancaman yang Baru saja ia Terima. Bakan ia tidak Tau siapa Yang Sudah berani Melakukan Ini Padanya.


"Siapa yang Sudah berani mengirim Paket ini Ke rumah ku! Batin Claudia merasa terancam Dan ia tidak tenang.


"Apa non Punya Musuh, Atau Saingan Yang Tidak Senang dengan Non?" tanya Bi Naila


Namun Karena Claudia merasa sangat Sombong dan angku Dia sama sekali Tidak Merasa Bahwa Ia memiliki Musuh Besar Yang sudah Mengincarnya.


"Perasaan aku nggak pernah punya Saingan Atupun Musuh?" Kalau pun Ada Itu artinya Mereka Cari Masalah dengan aku!" jawab Claudia

__ADS_1


Bi Naila Hanya Menggelengkan Kepalanya. Dan Ia Segera Melangkah Keluar dari Dalam Kamar Gadis itu


__ADS_2