
Setelah Hari Sudah mulai Sore, Bi larsih Dan Suaminya Telah kembali ke rumah tuan Ardani. Kedua Suami Istri Nampak sudah Memasuki Rumah besar itu Dengan Santai
Melihat Bi larsih dan Suaminya Sudah Kembali, Keyla segera Berlari Menemui Mereka.
"Bibi, Gimana Keadaan Bibi? apa Bibi Baik-baik Saja?" Tanya Keyla dengan Sangat Cemas
"Iya Nak, Bibi Nggak Apa-apa, Hanya Saja Tadi Bibi Merasa sakit Karena Bekas Benturan. Tapi sekarang Bibi Udah Sedikit Baikan kok," Jawab Bi larsih Sembari Tersenyum pada Keyla
"Syukurlah Bi, aku Baru Bisa tenang Mendengarnya, Ucap Keyla
"Sini paman Biar Aku Yang Bantu bawakan Tasnya ke kamar bibi. ujar Keyla Sambil Mengambil Tas Kecil Dari tangan Pa Gilang
Dan Membawahnya Ke dalam Kamar Bi larsih
***
Di tempat Lain,
Sebuah Mobil Mewah Berhenti tepat di Depan Rumah Ferry Dan Putri. Seseorang Keluar dari dalam Mobil itu Dengan Pakaian Yang Rapi Dan Mewah. Kini pemuda Itu Mulai Mendekati Rumah Ferry,
"Semoga Saja Keyla ada di dalam," Ucap Karan Tersenyum
Dengan Langkah Perlahan ia Mendekati Pintu Dan Menekan Bel Di samping Pintu Tersebut.
Setelah menunggu beberapa Menit. Akhirnya Pintu Itu baru Di buka oleh Putri.
"Bos Karan. Ucap Putri Dengan Terkejut
"Dimana Keyla? Tanya Karan
"Hem..
"K--keyla..." Keyla lagi tidak berada di rumah. Sambung Ferry yang Juga menyusul Istrinya Ke depan.
"Memangnya Kemana dia? Sejak pagi Dia Juga tidak masuk kerja." Memangnya Dia Mau mempermainkan Ayahku ya!" Ucap Karan Menatap tajam pada Ferry
"Mungkin Dia Di rumah tunangannya. Jawab Ferry Santai
"Di rumah Tunangannya? Lalu kapan dia Masuk kerja. Sampaikanlah sama dia, Jika Masih ingat Tempat Kerjanya cepat kembali Bekerja. Tapi, jika dia sudah lupa Dengan Tempat Kerjanya. Makan saya Sendiri yang Akan mengingatkan dia!" Tegas Karan
"Iya bos, Nanti saya Sampaikan Pesan Bos Sama Keyla," Ucap Ferry
"Dan Satu lagi. Kamu Pernah Janji Sama Aku. Untuk Membujuk Keyla Jalan Bareng Sama aku, Mana Buktinya? Kamu Mala Membiarkan dia pergi Dengan Pria Lain!
"Saya peringatkan Sama kalian. Jangan Mempermainkan Saya." Karena saya Bisa Membuat Kalian Menderita!"
Ancam Karan, Lalu Ia Meninggalkan Rumah Itu Dengan Penuh Amarah
"Sayang, kenapa hidup kita selalu Seperti Ini Ya?"
Bakan Bos Karan, Tidak bisa menerima Kenyataan Kalau Keyla Sudah memiliki Tunangan." Ucap Ferry
__ADS_1
"Aku juga Bingung Mas, Kenapa Pa Karan Sama sekali Tidak Memperdulikan Perasaan Keyla Yang Tidak Mencintainya,
"Apa sebaiknya Kita segera Menikahkan Keyla Dan Andro? agar pa Karan Juga akan Berhenti Memaksa Keyla. Ucap Ferry
"Iya betul Mas, Kita harus Segera Bicarakan Hal ini Sama Om Ardani.
Jawab Putri, dengan cepat
"Baiklah Ayo kita ke rumah Om Ardani Sekarang Juga. Ajak Ferry
Mereka pun Segera Mengunci Pintu Rumah Dan Pergi Untuk Menemui Ardani di Rumahnya.
Karan Merasa Sangat Marah dengan Sikap Ferry yang Tidak bisa Menyatukan Dia dan Keyla. Ia Bakan Sudah menyiapkan Rencana Untuk Menculik Keyla dari Rumah Ardani.
"Aku harus Cari Tau Di mana Rumah Pemuda Itu. Agar aku Bisa Membawah Pergi Keyla Sejauh Mungkin. Gumam Karan yang Masih Berada di dalam Mobilnya.
Tiba-tiba Ia Melihat Mobil Ferry dan Istrinya Keluar dari Halaman Rumah mereka. Ia Pun Mengikuti Mobil Ferry dari Belakang dengan Sangat Pelan Agar Ferry tidak Melihatnya.
Beberapa Jam Kemudian, Kini Mobil Ferry Mulai Memasuki Halaman Rumah Ardani Dan mereka Segera Keluar dari Dalam Mobi itu.
Sementara Karan, Masih Menatap Ferry dan Istrinya dari arah yang Tidak terlalu jauh Dari Halaman Rumah Ardani.
"Jadi Rupanya Ini Rumahnya Pemuda yang Sudah Membuat Keyla Jauh Dariku."
Ucap Karan Mengerutkan Keningnya.
"Selamat Malam Om!" Sapa Putri Yang Sudah Berdiri di depan Ardani
"Apa Kalian Mencari Keyla?" Tanya Ardani Sambil Menyuruh mereka Duduk
"Om, Kami tidak Sedang Mencari Keyla. Tapi Kami ingin Membicarakan Sesuatu hal Yang Penting Sama Om, Ucap Ferry dengan Terburu-buru.
Ardani Merasa Khawatir Dengan Kedatangan Kedua Suami Istri Itu. Mereka nampak Sangat Ketakutan Ketika Menatap Wajah Ardani.
"Memangnya ada masalah apa Dengan Kalian. Kenapa wajah kalian Terlihat Sangat Ketakutan Seperti Itu." Ucap Ardani Bingung
Lalu Ferry Dan Istrinya pun Menjelaskan Semuanya Pada Ardani Dengan Sangat Pelan Agar Tidak di Dengar Oleh Andro. Karena Putri sangat Khawatir Jika Andro Mengetahuinya Ia akan Sangat Marah Pada Karan.
"Baiklah, Jika kemauan Kalian seperti Itu. Kita akan Langsungkan Pernikahan Mereka Minggu Depan. Dan Saya Minta Kalian Harus Membantu Saya, Ucap Ardani Dengan Serius
"Iya om, kami akan Membantu Om. Jawab Ferry
Ardani mengangguk Dengan Pelan.
"Mas Ferry, Kak Putri." Ucap Keyla Yang Baru Keluar Dari Kamarnya Andro.
"Iya Dek, Kamu Kenapa Nggak Kasih Kabar Sama Kami si?" Ucap Putri Tersenyum Menatap Keyla.
"Maaf Kakak, Aku Lupa Kasih Kabar Sama Kalian Berdua." Jawab Keyla, Sambil Duduk Di Depan Ferry.
"Mas Ferry, Ngapain Kesini?" Tanya Keyla
__ADS_1
"Oh, Kami kesini hanya Untuk Memastikan Keadaan Kamu Saja. Tapi Nyatanya Kamu Baik-baik Di sini," Ucap Ferry, Berusaha Menyembunyikan Sesuatu Dari Keyla.
"Hehehe. Maafin kau ya Mas, Tapi aku Juga Lupa Untuk Minta Ijin Sama Pa Dion, Soalnya Hari Ini Aku Juga nggak masuk Kerja," Keluh Keyla
"Sudahlah, Menurut Aku. Kamu nggak usah Balik Kerja di Tempat itu lagi." Ujar Ferry Menatap Serius pada Kakaknya.
"Memangnya Ada apa Mas? kok Aku Udah Nggak Boleh Kerja di Situ lagi. Kan Pa Dion Sangat Baik sama Aku,
Ucap Keyla bingung.
"Pa Dion Memang Orangnya Baik. Tapi Kamu Kan Udah Punya Andro, Yang selalu Menjaga Kamu. Jadi Menurut Kakak Kamu Tinggal Saja di Sini.
Keyla semakin Bertambah Bingung Dan Heran Pada Sikap Kakaknya Yang Tiba-tiba Berubah Seperti Itu.
"Sebenarnya Apa yang Sudah terjadi Sama Mas Ferry Dan kak Putri ya?" Batin Keyla Merasa Tidak tenang Ketika Menatap Kedua Kakaknya Itu
"Baiklah, Kami Permisi Dulu dek, Ini Udah Malam. Besok Kami akan Ke sini lagi ya," Ucap Putri Sembari Tersenyum pada Keyla.
"Iya kak, Hati-hati Di jalan Kak," Ucap Keyla Sambil Mengantarkan Mereka Ke depan Pintu.
Karan Pun melihat Ke arah Pintu Itu Dan Ia Merasa Sangat Mengenal Wanita Yang Sedang Berdiri di sana.
"Itu Kan Keyla, Jadi Betul Kamu Sudah Tinggal Serumah Dengan Pemuda itu! Geram Karan saat Melihat Keyla Sedang Berada Di Rumah itu.
Tidak lama kemudian Mobil Ferry dan Istrinya Pun Keluar Dari Halaman Rumah Ardani. Namun Putri Merasa Aneh Dengan Mobil Yang Sedang Terparkir Di pinggiran Jalan itu. Ia kembali Menoleh ke arah Belakang. Gadis itu Sangat Terkejut Ketika Melihat Mobil Itu
"Mas. Itu Bukannya Mobil pa Karan? Ucap Putri Memaksa Suaminya Untuk Menoleh
Ke Arah Mobil itu
"Astaga." Itu memang Mobilnya pa Karan. Tapi Sedang Apa dia Di situ? Tanya Ferry
"Aku juga Nggak Tau mas, Moga saja Keyla Baik-baik Di sana." Ucap Putri, Mencemaskan Keyla
"Cepat Hubungi Keyla. Minta dia untuk Tidak Keluar Dari Dalam Rumah. Dan Usahakan Tetap Bersama Andro, Cepat Sayang!
Desak Ferry, Agar Putri Bisa Secepatnya Menghungi Andro Atau Pun Keyla.
"Iya-iya Mas,
Putri Pun segera Mengambil Ponselnya Dan Menghungi Keyla
Tidak lama Kemudian Sambungan Teleponnya Pun Segera Di Jawab Oleh Andro.
"Andro. Keyla mana? Tanya Ferry
[ "Keyla Ada kak. Memangnya ada Apa kak?]
Tanya andro Dengan Sedikit heran.karena Ferry Dan Istrinya baru saja keluar Dari Halaman Rumah mereka, Namun kini Udah Menghubunginya
"Andro, Aku minta sama kamu Jaga baik-baik Keyla, Jangan Biarkan dia kemanapun!" Tegas Ferry
__ADS_1
["I--iyaa Kak, Pasti aku akan Menjaganya. Tapi ada apa, kenapa kakak Bicara seperti Ini?"] Tanya Andro, Namun tiba-tiba Sambungan Teleponnya sudah Terputus. Membuat Andro Semakin Heran Dan bertambah Bingung.