
Waktu sudah menunjukkan Pukul Dua belas. Tengah malam. Namun Ardani dan Pak Gilang Belum juga kembali. Begitu pun Dengan Andro. Hingga saat Ini Belum juga Mengabari Keyla.
Wanita muda itu Bakan tidak bisa Memejamkan Matanya Untuk Tidur. Karena Ia sangat mencemaskan Andro.
"Kenapa mas Andro Belum Mengabari aku. Sebenarnya di mana mas Andro," Gumam Keyla. Berbaring Sambil menyusui Anaknya.
Di tempat lain. Ardani dan Pak Gilang juga Sudah Memerintahkan Beberapa orang untuk Pergi Menyusul Andro Di Bogor. Namun Karena Jalan Masih Dalam perbaikan Maka Tidak ada yang bisa melewati jalan Tersebut.
Mereka harus menunggu sampai Jalan Tersebut Benar-benar sudah bisa di lalui Kembali.
Ardani Sangat mencemaskan Putranya Yang Belum Mengabarinya.
"Semoga kamu tidak apa-apa Anakku," Batin Ardani
Hujan Sudah Mulai Berhenti. Ardani Memutuskan Untuk kembali Pulang Ke Rumah Sebelum hari Mulai pagi. Suasana Jalan Sangat sepi tanpa ada Kendaraan yang Lalu Lalang Di sekitar jalan Raya Itu.
Kini Mobil Ardani Mulai melaju Pelan Meninggalkan Tempat itu. Walaupun Jam Sudah Menunjukkan pukul Dua Tengah Malam Namun Ardani dan Pak Gilang Sama Sekali tidak Menghiraukan Waktu yang Sudah Hampir pagi itu.
Setelah tiba di rumah. Pak Gilang segera Memerkirakan Mobil Di Garasi. sedangkan Ardani segera memasuki Rumah Dengan Raut wajah yang Sedikit lesu.
Setelah mendengar Suara Mobil Ayah Mertuanya Sudah Tiba Dirumah mereka. Keyla Segera Keluar dari Kamarnya dan Pergi Menemui Ardani
"Ayah?"
"Gimana kabar Mas Andro Ayah?" Tanya Keyla
Lelaki dewasa Itu sangat terkejut Melihat Menantunya Yang Belum Tidur.
"Keyla. Kenapa kamu tidak Tidur nak?" Ini Sudah mau pagi." Jawab Ardani Tanpa Menghiraukan Pertanyaan Menantunya.
"Aku Tidak bisa Tidur ayah. Karena aku Sangat Khawatir dengan Mas andro." Ucap Keyla Lesu.
"Kemungkinan Saat ini Andro Belum bisa Pulang. Karena jalanan masih dalam perbaikan, Sebaikanya kamu Istirahat saja," Ujar Ardani berusaha Meyakinkan Menantunya.
"Iya ayah. Semoga mas Andro Baik-baik Saja,"
"Amin. Pergilah tidur." Pinta Ardani Sembari Tersenyum Menatap Keyla
"Baik Ayah." Singkat Keyla lalu Segera Kembali Ke dalam Kamarnya. dan Berbaring Di Samping Arga Yang Tertidur Nyenyak.
Sesekali ia berusaha untuk Memaksakan Untuk Menutup Matanya Agar Bisa Tidur. Namun Batinya sangat Tidak Tenang Ia Sama sekali Tidak bisa Tidur Sebelum Andro Kembali.
__ADS_1
Karena melihat Jam Sudah Menunjukkan Pukul Tiga Subuh. Keyla kembali Bangun dan Pergi ke dapur untuk Memasak air dan Membuat Sarapan pagi untuk Mereka Nanti.
\*\*\*
Mentari pagi Mulai Menampakkan Sinarnya Dengan Malu-malu. Di balik Awan Hitam Yang masih Tebal Di Langit.
Suasana Rumah Ardani Terlihat Masih Sepih Karena Mereka belum Bangun. Hanya Terdengar suara Gemericik Air di dalam Kamar mandi Yang Terdengar di Balik Kamar.
Keyla Sejak Semalam tidak tidur Sedang Membersihkan Dirinya. Setelah itu ia Akan Membuat Susu untuk anak semata Wayangnya.
Usai Berganti pakaian. Wanita muda itu Masih Berdiri di Depan cermin. sambil Terus Menyisir rambutnya Yang Sangat Panjang.
"Mas. Kamu di mana?" Kenapa tidak Mengabari aku sejak Semalam mas," Gumam Keyla Sambil Menatap Bayangannya Di Balik Cermin itu.
Lamunannya Seketika Berhenti Saat Mendengar Suara Tangis Arga yang sudah Bangun. Dengan cepat ia Berlari Mendekati Putranya Di Tempat tidur.
"Anak Mama udah bangun ya?" Sapa Keyla Kepada anak semata wayangnya. Dengan Penuh Kasih sayang.
Setelah Menggendong Anaknya. Keyla Segera Keluar dari Kamar dan Untuk Membuatkan susu Kepada Arga.
"Ternyata Cucu Opa Sudah bangun Juga," Ucap Ardani Berjalan Mendekati Keyla Dan Cucunya Itu.
"Sebentar lagi Andro Akan Segera Pulang. Semalam Dia Menginap di Rumah rekan Kerjanya." Ujar Ardani Dengan Tenang
Membuat Wajah Keyla Terlihat Bahagia Ketika Mengetahui Suaminya Akan Segera Pulang.
"Tapi kenapa mas Andro. Tidak Mengabari Kita ayah?" Lirih Keyla
"Disana Sinyalnya Hilang. Sehingga Membuat Andro tidak bisa menghubungi Kita Semua." Jawab Ardani. sembari Tersenyum
"Oh. Pantasan saja Setiap kali aku Telpon Nggak Tersambung," Ujar Keyla. Lalu segera Mengambil Makanan Untuk Putranya.
"Opa. Dede Arga Matan Dulu ya," (Makan Dulu ya) Ucap Keyla Berlagak Suara seperti Anak-anak.
"Ya sudah. Makan yang Banyak Biar Cucunya Opa cepat tumbuh Besar. Dan Menjadi anak Yang pintar dan Rajin," Ucap Ardani Lalu Menciumi Pipi Cucu Semata Wayangnya.
"Iya opa." Singkat Keyla. Lalu segera Menyuapi Makanan Arga.
Sementara Ardani Sudah pergi Ke ruang Tamu. Untuk Meminum Kopinya yang Sudah Di Buatkan oleh Bi larsih.
Tidak lama Kemudian Mobil Milik Andro Mulai Memasuki Halaman Rumah Keluarga Ardani. Usai Memarkirkan Mobilnya Pemuda Itu Segera Keluar dari Mobil Dan Masuk ke Dalam rumah.
__ADS_1
Walaupun hanya semalam ia Tidak Bertemu Dengan Istri dan anaknya. Namun Pemuda itu sangat Merindukan Mereka Berdua
"Pagi. Pa," Sapa Andro Yang Langsung Pergi Mencari Istri dan Anaknya.
"Pagi." Jawab ardani. Sambil Menatap Putranya yang sudah Berlalu dari Hadapannya Itu.
"Arga sayang. Papa kangen sama Arga," Ucap Andro. Sambil mendekati Putranya Yang Sementara makan Bersama Keyla
"Tuh papa Udah datang." Ucap Keyla Dengan Sangat senang menatap Suaminya Yang Baru datang.
Andro Segera Memeluk anaknya Dan Mencium-ciumi Anak Kesayangannya Itu.
Untuk mengobati Rasa Rindu yang Sudah Ia tahan Sejak Semalam.
"Mas. Gimana kabar di sana? Apa Semuanya Sudah Membaik?" Tanya Keyla Sambil Mengambil Air Mineral untuk Suaminya.
"Iya sayang. Maafkan aku ya, Karena Tidak Bisa mengabari kamu dan Arga," Menatap Istrinya.
"Iya mas, Apa mas mau Mandi dulu. Atau Sarapan?" Tanya Keyla
"Aku mau mandi dulu sayang. Udah Bau. Semalam Aku nggak bisa tidur karena Selalu Memikirkan anak Papa yang Ganteng ini."
Keyla hanya Tersenyum Menatap Suaminya yang begitu Menyayangi Putranya.
Hari semakin Siang. Andro dan keyla Bermain Bersama dengan Putra mereka di Ruang Tamu. Sementara Ardani Duduk Di Sofa depan Mereka. Hari Ini Andro dan Ardani sengaja Untuk tidak Pergi Ke kantor. Karena Mengingat Kondisi Andro Masih Terlalu Capek.
"Andro. Dua hari lagi Adalah hari ulang Tahun Anakmu. Sebaiknya kalian Segera Mempersiapkan Semua Keperluan untuk Cucuku ini." Ujar Ardani
"Iya Ayah. Rencana Kami juga akan Keluar Untuk mencari Sesuatu Untuk Dede Arga," Jawab Andro Tersenyum Menatap Ardani
Dan Ardani hanya Mengangguk Pelan. Menatap Kepada Cucunya Yang Tengah Bermain bersama Keyla dan Andro.
Tidak lama kemudian Sebuah Mobil Datang Di luar halaman Rumah Ardani.
Dan terlihat Itu adalah mobil Milik Ferry Dan Putri. Mereka juga Sengaja datang Berkunjung Ke Rumah Kediaman Ardani Gunawan. Untuk Memastikan Acara Ulang Tahun Arga Yang Tinggal Dua hari lagi.
"Hai. Selamat Siang. Ponakan Paman Yang Tampan," Sapa Ferry. Sambil Berjalan Menuju Ke Ruang Tamu.
"Siang Juga Paman Dan Bibi." Jawab Andro. Melambaikan Tangan Anaknya Pada Ferry Dan Istrinya
Ferry pun Duduk Di Samping Arga Sambil Mengusap Kepala Ponakannya itu.
__ADS_1