
Hari Semakin Siang. Beberapa Perempuan Dewasa Datang Ke rumah Keyla Sambil Membawahkan Makanan Untuk Mereka Makan Bersama dengan Ardani dan Keluarganya.
Keyla merasa Sangat Senang Karena bisa Berkumpul Kembali bersama Sanak-saudara Yang Ada Di kampungnya.
"Neng Keyla, Apa Makanan Ini Mau Di Taru Di Sini saja Atau Di dalam? Tanya Wanita Tua Yang Membantu Membawah makanan Itu.
"Taru Di situ saja Bu, Biar Mereka Bisa Makan Bersama Kita." ucap Keyla Sembari Tersenyum
"Baiklah Neng, Ucap kembali Wanita itu.
Sementara Andro Hanya Menatap Keyla dari Kejauhan Ia juga merasa Paling Beruntung Karena Bisa Memiliki Wanita Sebaik Keyla
\*\*\*
Di Tempat Lain. Karan Sedang Menunggu Keyla di Restoran Milik Ayahnya. Ia Nampak Gelisah ketika Melihat Keyla Tidak Masuk Kerja lagi.
"Hei Sini." Karan memanggil Alya
"Ada apa Tuan? Tanya Alya
"Dimana Keyla? Kenapa dia tidak Masuk Kerja Lagi! Apa dia Sudah Berhenti Kerja Di Sini? Tanya Karan Dengan sedikit Marah.
"Saya Juga tidak tau Tuan, Karena Sudah Beberapa hari ini Keyla tidak ada Kabarnya. Jawab Alya Sambil Menundukkan Kepalanya.
"Apa Kamu Tau nomor Ponselnya?
Gadis itu hanya menggelengkan Kepalanya.Karena Selama ini Keyla Tidak Punya Ponsel.
"Masa Si, Kamu kan Teman Baiknya. Mana Mungkin Nggak Punya Nomor Ponsel Keyla!" Ucap Karan Sambil Menatap Alya Dengan Tajam.
"Saya tidak bohong Tuan," Keyla tidak Punya Ponsel. Kalu pun ada aku Pasti Sudah Menghubungi Dia." Ujar Alya
"Ya sudah Silakan Kamu Kembali Bekerja." Ucap Karan. lalu Berjalan Keluar dari Restoran Dengan ekspresi Marah.
"Kenapa tuan Karan Selalu Marah-marah Jika Menanyakan Keyla Ya?" Gumam Alya Di Dalam Hatinya Sendiri.
"Ada apa Alya? Tanya Dion Mengejutkan Alya
"Pa Dion, Itu pa, Tuan Karan menanyakan Keyla. Lalu Dia Nampak Marah Karena Keyla Tidak Masuk Kerja lagi pa." Jawab Alya Dengan sangat Gugup.
"Menanyakan Keyla? Memang Ada apa Dengan Keyla, Apa dia tidak Masuk kerja Lagi?" Tanya Dion Dengan sedikit Bingung. Karena Sudah Beberapa Hari Ini Keyla Tidak Masuk Kerja lagi.
Alya pun mengangguk Dengan Cepat.
"Kira-kira Kemana Keyla Ya? Gumam Dion
"Saya juga tidak Tau Pa. Mungkin Dia Bersama Tunangannya Kali pa," Ucap Alya Dengan Cepat
Dion Hanya Mengerutkan Dahinya Lalu Kembali Masuk Kedalam Ruang Kerjanya.
"Keyla," ucap Karan Lirih. Kemudian Ia masuk Ke dalam mobilnya.
__ADS_1
Didalam Mobil, Karan masih memikirkan Keyla, Yang Sudah tidak pernah Mau Kembali Bekerja Di Tempat Ayahnya.
...Lalu ia pun Segera Melajukan Mobilnya Dengan Cepat Meninggalkan Restoran itu...
...***...
Para warga Yang ikut serta Dalam Membantu Membersihkan Halaman Rumah Keyla, Sudah Duduk Bersama Keluarga Ardani. Sambil Menikmati Makan Siang Bersama. Mereka Sangat Bahagia Karena Bisa Mengenal Ardani dengan Baik. Bakan Mereka Juga Sangat Senang Karena Ternyata Ardani memiliki Hati yang Baik. Sangat Berbeda Dengan Orang Kaya Yang Lainnya.
"Sayang" Panggil Andro Yang Masih Berdiri Di depan Pintu.
"Iya mas, Ada apa?" Sahut Keyla Dengan Lembut
"Aku Pengen Makan Bareng Kamu Saja Ya, Ucap Andro
Keyla menggelengkan Kepalanya Lalu Tertawa Kecil Melihat Sikap Kekanak-kanakan Andro.
"Lo Kamu kok Mala Menertawakan Aku Si Sayang?" Ucap Andro
"Hmm. Memangnya Kenapa mas, Nggak Mau Makan Bareng Mereka?" Tanya Keyla Menautkan Alisnya.
Keyla Sangat Mengenal Sikap Andro Yang Tidak pernah Mau Makan di tempat Umum. Namun Keyla Tidak Juga Tidak Ingin Memaksanya Untuk Melakukan Hal Yang Tidak pernah Andro Sukai. Karena Ia Tidak Ingin membuat Andro Malu ataupun Marah.
"Ya sudah Ayuk Kita makan Di Dapur Saja, Ajak Keyla Tersenyum Menatap Andro.
Kini Mereka pun Segera pergi Ke dapur. Keyla Terlihat Sangat Sibuk Mengurusi Makanan Andro.
Tiba-tiba Ponsel Milik Ferry Berdering Dengan Sangat Kuat. Membuat Ardani Menatap Ferry Dengan Sangat Serius.
Ferry Pun Menatap Ke arah layar ponselnya Yang Sedang Berdering itu.
"Karan Menelpon Saya Om, Jawab Ferry Dengan Sedikit Gugup. Karena Jika Ia Menerima Panggilan Masuk Di Teleponnya Itu. Maka Karan akan Mengetahui Lokasi Mereka Sekarang. Akan tetapi Apa bila dia Juga tidak mengangkat Panggilan Itu. Maka Karan akan Lebih Curiga pada Keberadaan Mereka. Ferry Merasa Kebingungan Dengan Panggilan Masuk di Ponselnya.
"Lalu Kenapa tidak kamu Angkat? Tanya Ardani kembali.
"Saya khawatir jika Menerima Panggilan Ini Maka Karan akan Mengetahui Keberadaan Kita sekarang Om." ucap Ferry
"Kamu Benar Juga, Ya Sudah biarkan saja Tidak Usah Di hiraukan. Nanti juga Dia akan Berhenti Dengan Sendirinya, Ujar Ardani Menatap Ferry Dengan Serius
"Iya Om..
Mereka pun Kembali Makan Bersama Dengan Para Warga di Tempat itu. Ardani Sangat menikmati Makan Siang Mereka Hari Ini. Setelah Usai Makan Mereka Duduk Bersantai. Sementara Andro dan Keyla Masih berada di Dapur.
Andro Tidak ingin Keyla keluar dari Dapur.Karena di Luar sana banyak Pria Muda Yang Sedang Menunggu Keyla. Karena Mereka sangat Merindukan Sahabat Mereka Yang Sudah lama Meninggalkan Kampung. Akan Tetapi Andro Sangat Cemburuan. Sehingga Keyla tidak Bisa bertemu Dengan Sahabat-sahabatnya
"Pokoknya Kamu Tetap Di sini!" Ucap Andro Menatap Datar pada Keyla.
"Hmm. Ternyata Calon Suamiku Sangat Cemburuan Ya, Masa Cuma mau Ketemu Dengan teman-Teman Aku Nggak Boleh Si," Ucap Keyla
"Ya, a--aku, Aku Nggak mau saja Kalau Calon Istriku Di Rebut Oleh orang Lain." Ucap Andro Bertele-tele
"Dasar Otak Bebek. Memangnya Aku Wanita Apaan Bisa Di Rebut." Ungkap Keyla Menatap Datar Pada Andro.
__ADS_1
"Iya-iya Aku Tau, Calon Istri aku ini Memang Wanita Yang tidak mudah Untuk Di Dapatkan Hatinya."
"Yuk Kita temui Ayah di luar. Aku da bosan Duduk Di dapur Mas," Cetus Keyla
"Iya deh, Ucap Andro Singkat
Setelah melihat Keyla keluar Dari dalam Rumah. Anton Dan Diki Pun Segera Menemui Keyla Untuk Melepaskan Rasa rindu mereka.
"Anton, Diki. Kalian Apa kabar ? tanya Keyla Sembari Tersenyum menyapa Kedua Saudaranya Itu.
Namun Tatapan Andro sangat Tajam Menatap keyla.
"Kami Baik-baik Saja Mba, Sebaliknya Mba Gimana Kabar?" Kami sangat Kesepian Saat Mba tidak ada Di Kampung Ini." Ungkap Diki Dengan sangat Baik.
"Alhamdulillah, Aku juga baik Diki."
“Lalu bagaimana Kabar Ibu kamu Apa dia Sudah Sehat?" Tanya Keyla Pada pemuda itu.
"Iya mba, Keadaan Ibu Sudah semakin Membaik, Jawab Diki
"Ya sudah mba, Kami Ke sana Dulu ya, Mau Ketemu Dengan Bang Ferry. Udah Lama Nggak Ketemu Dengan Bang Ferry. Ucap Anto
"Iya," Singkat Keyla Tersenyum Pada kedua Sepupunya Itu
Akan tetapi wajah Andro Semakin Cemberut Melihat Cara Keyla Memperhatikan Kedua Pemuda itu.
Keyla Merasa Sangat Lucu Ketika Menatap Wajah Andro yang Sangat Terlihat Cemburu Pada Diki dan Anton.
"Hehehehe..." Keyla Tertawa Dengan Sangat Lucu. Membuat Andro Menatap wajah Gadis Itu dengan Penuh Heran.
"Tu kan Mulai Mentertawakan Aku kan," Ucap Andro
"Hehehe.. Habisnya Mas lucu Banget si!" Ucap Keyla Sambil Menahan Tawanya Di Depan Andro.
"Apanya yang lucu? Nggak ada kok." ucap Andro
"Mas Cemburu kan? Tanya Keyla Sambil Tertawa.
Andro Hanya Menatap Keyla dengan Sedikit Kesal. Karena Keyla sudah Mengejeknya
"Mas, "Diki dan anton Itu adalah Ponakan Ayah Aku, Jadi Sejak Kecil Mereka Sudah Terbiasa Dengan aku dan Ka Ferry.
Jadi mas, Nggak Usa berpikiran yang Aneh-aneh ya," Ucap Keyla Sambil Membujuk Andro.
"Yakin, Meraka itu adalah Adik Sepupu kamu? Ucap Andro
Keyla Mengangguk lalu Memeluk Andro.
"Mas, Dari dulu aku nggak Pernah Punya Pacar Di Kampung ini. Karena aku Memang Nggak Pernah Suka sama mereka." Ungkap Keyla
"Maafkan aku Sayang, Mungkin aku Sangat Takut Kehilangan Kamu." Ucap Andro Membalas Pelukan Keyla Pada dirinya.
__ADS_1