Pembantu Cantik Untuk Sang Ceo

Pembantu Cantik Untuk Sang Ceo
Ep 84: Ikut ke kantor


__ADS_3

Setelah usai Makan Andro Segera Berdiri dan Pergi Meninggalkan Keyla di meja makan.


Pemuda itu sangat menghawatirkan Kondisi Istrinya dan Juga Calon Anak Mereka Yang Masih Di dalam Kandungan Istrinya.


"Kamu mau Kemana mas?" Tanya Keyla Ketika Melihat Andro yang Sudah Berjalan Beberapa Langkah Dari Meja makan itu


"Aku mau ke kamar dulu sayang. Mau Ambilin Vitamin Untuk kamu." Jawab Andro Lalu segera Pergi menaiki Anak tangga Menuju Ke kamar mereka.



Keyla hanya tersenyum Dengan Cara Andro Memperhatikannya.


"Aku sangat Beruntung mas. Bisa Memiliki Suami Sebaik Mas," Gumam Keyla Sembari Tersenyum Sendiri di meja makan.


Namun Seketika Andro Merasa Heran Dengan Wajah istrinya yang Terlihat Bahagia Itu.


"Kamu kenapa sayang?" Kok Mala Senyum-senyum Sendirian si?" Lirik Andro Lalu segera Duduk di Samping Istrinya.


"Nggak kok mas, Aku hanya Bahagia saja. Karena Sebentar lagi Aku bisa Punya Ade Bayi," Mencoba Mengalihkan Pembicaraan Dengan Suaminya.


"Hem. Aku juga sayang. Rasanya aku Udah Nggak sabar lagi Pengen Peluk Anak Kita," Balas Andro. lalu segera Memberikan Vitamin Pada Istrinya.



"Ini Vitaminnya Cepat Di minum ya. Lalu Kita segera Berangkat Ke Kantor," Ucap Andro Tersenyum Menatap Istrinya.


Pemuda itu mengambil air mineral Dan di Berikan pada Istrinya.


Keyla pun Menelan vitamin yang sudah di Berikan oleh suaminya itu. lalu Meminum Air Mineral.


"Gimana sayang. apa Vitaminnya Udah Di Minum?" Tanya Andro


Dan di angguki Oleh Istrinya.


"Baguslah. Kalau gitu Kita Siap-siap Lalu Segera Berangkat. Mungkin ayah Sudah Menunggu Kita di Kantor." Ucap Andro


"Iya mas." Singkat Keyla. Lalu Segera Pergi Ke Kamar Bersama Andro. Untuk Berganti Pakaian.


Sejak Keyla hamil Dia memang Berubah Menjadi Sangat Manja Di depan Andro.


Makanya Andro Tidak pernah Kemanapun Tanpa Berpamitan Pada Istrinya terlebih Dahulu.


\*\*\*\*


Di tempat lain.


Claudia Sengaja Mampir Ke Restoran milik Karan. untuk mencari Tau Tentang Siska Kembaran Santi. Yang juga Bekerja di Resto Milik Keluarga Karan.


Wanita itu duduk Sambil Mengamati Beberapa Pelayan Di Restoran itu. Ia masih Belum Melihat Kembarannya Santi Berada Di Tempat itu.

__ADS_1


"Kemana Dia? Kenapa tidak Ada Di Sini," Gumam Claudia Menatap Kesana-kemari Dalam Resto itu.


Tidak Lama Kemudian Siska Pun Terlihat Oleh Claudia. Wanita muda itu sedang Berdiri Sambil Menghubungi Seseorang Dari Ponselnya.


"Itu dia. Ternyata Dia di sana." Ujar Claudia Lalu Segera Pergi mendekati Wanita Itu.


"Hei. Apa Kamu Siska?" tanya Claudia Menatap Wanita itu dengan Heran


"Iya. Saya siska. Ada apa ya Kamu Mencari Saya? Lirih Siska Menatap datar pada Claudia


"Ternyata kamu Bukan Hanya kembar sama Santi. Tapi sikap Kalian juga Sangat Sama." Jawab Claudia Sinis.


"Maksud kamu apa ya? Memangnya Siapa Kamu. Kenapa Bisa tau Saudara Kembarku." Ujar kembali Siska.


"Nama saya Claudia. Sahabat Dari Saudara Kembaran kamu," Jawab Claudia Sambil Mengulurkan Tangannya.


Namun tidak Di Perdulikan oleh Siska.


"Oh. Lalu Apa tujuan kamu Mencari Saya? Kembali Bertanya


"Saya Hanya Ingin Menanyakan Soal Kakak Kamu." Menatap Siska


"Maaf Saya Tidak Tau Dimana Dia. Lagi Pula Kamu Kan Sahabatnya. Jadi Kamu Lebih Tau dari saya." Ucap Siska


"Sialan. Ternyata Kembarannya Ini Sangat Sombong Juga!" Gumam Claudia di dalam Hatinya.


Siska Merasa Bingung Dengan Wanita itu Bakan Ia belum Pernah bertemu Denganmu. Akan tetapi Wanita itu merasa sangat Mengenalinya.


"Apa Benar Yang Dia katakan itu?" Gumam Santi


Yang masih Keliru dengan Ucapan Claudia Tentang Kakaknya.


"Sebaiknya aku Hubungi ka Santi Dulu." Ucap Siska Lalu segera Mengambil Ponselnya Dan Menghubungi Saudara Kembarnya.


"Halo. Ka Santi." Ucap Siska Dari Sebrang Teleponnya.


["Iya. Ada apa Siska?"] Balas Santi dari Sebrang Sana.


"Kamu di mana Ka? Tadi ada Seorang Wanita Mencari kamu. Katanya Kamu telah Pergi Bersama Tunangannya, Apa itu Benar ka?" Tanya Siska


["Maksud kamu Claudia?] Balas Santi Kembali


"Iya ka. Namanya Claudia." Apa kamu kenal Sama Dia kak?"


["Aku memang Kenal Sama dia. Memangnya Apa Maunya Hingga datang Ke Tempat Kerjamu."]


"Dia Bilang sama Aku. Kalau Kamu Dan Juga Tunangannya Harus Menemui Dia." Jawab Siska.


["Lain kali Jika dia Ketemu kamu lagi. Katakan saja Sama Dia. Kalau Kamu Tidak Pernah Tau Tentang Aku. Ok."]

__ADS_1


"Baiklah. Aku Lanjut Kerja dulu." Ujar Siska lalu Segera Mematikan Sambungan Teleponnya itu.


"Kamu sedang Apa di sini Siska? Tanya Karan Yang Seketika melihat Siska Berada Di Luar


"Eh. Bos Karan. Aku Habis Buang Sampah Bos." Jawab Siska Berbohong Pada Karan.


Namun Karan Menatap Siska penuh Dengan Kecurigaan. Karena tadi Ia melihat Siska Sedang Ngobrol Dengan Seseorang Di Ponselnya.


"Saya Masuk Ke dalam Dulu Bos." Ucap Siska Lalu segera Masuk Kedalam Resto.


Pemuda itu hanya Mengangguk Pelan. Sambil Menatap Wanita itu.


"Dia Sedang Ngobrol dengan Siapa? Sepertinya Mereka Sangat Serius Tadi." Gumam Karan Lalu ia Segera Masuk Ke Dalam Mobilnya.


Di dalam Kantor. Andro Sibuk Memeriksa Beberapa Hasil Kerja di Ruang kerja Ayahnya. Pemuda itu Nampak Sangat Serius Menatap Ke arah layar laptopnya.


Sedangkan Keyla Hanya Duduk Di Depan Suaminya Sambil Menatap Keseringan Sang Suami Ketika Ia Sedang Kerja.


Tok Tok!


Suara Seseorang Mengetuk Pintu Di Ruang Kerjanya Ardani.


"Masuk." Ucap Andro Singkat.


Ceklek!


"Selamat Siang Pak Andro." Ucap Salah Satu Pegawainya Yang Bekerja Di Kantor Milik Ayahnya Itu.


"Siang. Silakan Duduk." Jawab Andro Tanpa Menatap Wajah Pegawainya itu.


"Ini Pak." Memberikan Beberapa Lembar Map Berwarna Merah pada Andro.


"Terimakasih." Andro Mengambil Map Itu Dan Meletakkannya di Samping Laptop.


"Saya Permisi dulu pak." Ujar Lelaki Muda itu Lalu Segera Meninggalkan Ruangan Kerja Ardani


Andro Kembali Memeriksa Map Yang Sudah Di Antarkan Oleh Pegawainya Tadi.


Setelah usai Memeriksa hasil Laporan Pekerjaan Mereka.


Andro Segera Mendekati Istrinya Yang Masih Duduk Di sofa. Dekat Meja Kerja Ayahnya Itu


"Sayang. Kamu Nggak apa-apa Kan, Jika Aku Tinggal Sebentar. Aku harus Meeting Dulu Sayang." Ujar Andro Membujuk Istrinya


Lalu Wanita Muda itu Mengangguk Pelan. Dan Kembali memainkan Beberapa Game Yang berada Di Ponsel Milik Andro.


"Kamu jangan Kemana-mana ya Sayang, Tunggu sampai Aku Habis Meeting," Ucap Andro Lalu ia Segera Mengambil Map Tadi Dan Keluar Dari Ruangan Kerja Ardani.


Keyla nampak sibuk dengan Permainannya Di Ponsel itu. Hingga Ia tidak Menghiraukan Suaminya.

__ADS_1


__ADS_2