
Sebuah Mobil berhenti di Depan Rumah Ardani Gunawan. Dan Di dalam Mobil itu Seorang Pemuda yang tengah Menatap Ke Arah rumah Tersebut. Karan merasa Heran Karena Rumah itu nampaknya Tidak ada Orangnya.
"Kemana Mereka, Kenapa Suasana Rumah Ini Sangat Sepi. Apa Mungkin Mereka Di rumahnya Ferry?" Gumam Karan
Lalu ia kembali Melajukan Mobilnya Dengan Cepat Meninggalkan Rumah Itu.
Karan Berencana Untuk Pergi Ke rumahnya Ferry. Untuk Memastikan Keyla di sana. Dan Setibanya Di Sana. Hal Yang sama juga ia Dapatkan. Ternyata Rumah Ferry juga tidak Ada Orangnya. Hingga Membuat Karan Merasa Curiga Pada mereka.
"Kenapa Mereka Semua Tidak Ada Di Rumah. Kemana mereka? Gumam Karan Sambil Terus Menatap Ke arah Rumah Ferry.
"Sebaiknya Aku coba Telpon Ferry Lagi.
Lalu Ia Kembali Mengambil Ponselnya Di Saku Celananya. Dan Menghubungi Ferry.
Setelah Beberapa Menit Tidak Ada Jawaban Dari Ferry.
"Sejak Tadi Pagi Aku Menghungi Ferry, Tetapi Tidak Pernah Di Jawab. Sebenarnya Apa yang Sedang Mereka Lakukan," Ucap Karan Dengan Sedikit Kesal.
Dan ia Pun Kembali Ke rumahnya Dengan Raut Wajah Yang Sangat Emosi.
\*\*\*\*
Setelah Hari Sudah Mulai Sore. Ardani Memutuskan Untuk Kembali Ke Kota. Karena Masih Banyak urusan Yang Harus Mereka Urus Di sana. Keyla Pun Berpamitan Pada Beberapa Masyarakat Yang Datang Membantu Di Rumahnya.
Sedangkan Andro Sudah Menunggunya Di Mobil Bersama Bi Larsih.
Usai berpamitan Pada Mereka. gadis Itu Segera Masuk ke dalam mobil. Sambil Melambaikan Tangannya Pada Sanak Saudaranya.
"Bibi, Apa kak Ferry dan Putri Udah Pulang Ya? Tanya Keyla.
"Mereka Masih Di Belakang Rumah Nak, Katanya Mereka Mau Bermalam Di Sini Saja. Sampai hari Pernikahan Kalian." Ucap Bi Larsih Sembari Tersenyum Menatap Keyla.
"Oh, Gitu ya Bi." Jawab Keyla Singkat
Setelah Menempuh Beberapa Jam Perjalanan Mereka Ke kota. Akhirnya Mereka Segera Tiba. Dan Sekarang Kedua Mobil Yang Di kemudikan Oleh Pa Gilang Dan Andro. Mulai Memasuki Halaman Rumah Mereka.
Setelah Mobil Terparkir..Keyla dan Bi larsih Segera Keluar Dari dalam Mobil.
Mereka Nampak Sangat Kelelahan. Gadis Itu Segera Merebahkan Tubuhnya Di Atas Sofa Di ruang Tamu. Sedangkan Bi larsih Pergi Ke Dapur Untuk Membuatkan Teh hangat Pada Ardani Yang Sudah Berada Di Ruang Kerjanya
Lalu Gadis Itu Pun Tertidur di Sofa ruang Tamu. Andro Menatap Wajah Calon Istrinya Yang Terlihat Sangat Lesu. Membuatnya Merasa Kasihan
"Sayang" Apa kamu Capek? Gumam Andro. Mengelus wajah Gadis itu.
__ADS_1
Namun Keyla sama sekali Tidak terbangun. Sehingga Andro harus Mengangkat Keyla ke Dalam Kamarnya.
Ardani hanya bisa Tersenyum melihat Andro Yang Begitu Perhatian Pada Keyla. Tanpa di Sadari Oleh Andro.
Dompet kecil Milik Keyla Terjatuh Saat Ia Mengangkat Keyla.
Ardani Yang baru Mau Duduk Di Sofa itu. Merasa Melihat Sesuatu Di bawah Kakinya. Ia pun Mengambil Dompet Kecil Yang berwarna Hitam polos itu. Namun Pada saat Ia mau
Membawah dompet milik Keyla Ke Kamar Andro. Ia melihat Selembar Foto Kecil Yang Berada Di dalam dompet Gadis itu. Ardani Kembali Mengurungkan Niatnya untuk Mengembalikan Dompet itu. Lalu ia Mengambil Foto Kecil di Dalamnya. Ardani Sangat Terkejut Ketika Melihat Foto Wanita Yang Berada di dalam Dompet Keyla.
"Tania.." Batin Ardani Merasa Gelisah Ketika Melihat Selembar Foto itu.
"Jadi Keyla Dan Ferry. Adalah Anak-anakmu," Gumam Ardani Sambil Menatap Foto itu. dengan Sangat Dekat
Wajah Pria dewasa itu terlihat Sangat Sedih Dan Tanpa Ia sadari Air Matanya Menetes Di Atas Foto Itu.
"Selama Bertahun-tahun Aku Selalu Mencari Kamu Di mana-mana, Namun Tidak Pernah Bertemu. Sekarang Kamu Kembali Ke Dalam Kehidupanku. Tetapi Hanya Selembar Foto saja, Dan putrimu Yang Sangat Mirip Dengan mu."
Ucap Ardani dengan Sangat Sedih. Namun Ia kembali Menghapus Air Matanya Ketika Melihat Bi Larsih Yang Membawah Segelas Teh Untuknya.
"Ini teh Hangatnya Tuan, Ucap Bi larsih Sambil Melepaskan Segelas Teh Hangat Itu Di Atas Meja Dekat Ardani.
"Terimakasih Bi larsih" Singkat Ardani. Berusaha Tetap Tenang Di depan Bi larsih.
"Apa ini Dompet Milik Keyla? Tanya Ardani Sambil Memberikan Dompet Itu pada Bi larsih.
"Tadi Dia Ketiduran Di Sini. Dan Andro Mengangkatnya Ke kamar, Mungkin Saja Dompet ini Terjatuh." Ujar Ardani
"Iya Kemungkinan Begitu Tuan. Ya Sudah Tuan, Saya Kembali Ke Dapur Dulu," Ucap Bi Larsih. Lalu ia Kembali Dapur
Sedangkan Ardani Masih Memikirkan Foto Tania Wanita Yang pernah Hadir Di Dalam Kehidupannya.
"Apa Keyla Memang Putrinya? Tetapi Selama Ini Keyla tidak pernah Menceritakan Tentang Keluarganya. Bakan Dia Tidak Pernah Mengatakan Siapa Nama ibunya Atau Ayahnya." Ucap Ardani di Dalam hatinya.
Pria dewasa Itu Semakin Di Buat Bingung Dengan Apa Yang Barusan Dia Lihat. Akan Tetapi Dia juga tidak Berani Untuk Menanyakan Langsung Pada Keyla.
Dua Hari Lagi Pernikahan Putranya Dan Keyla, akan Segera Di laksanakan. Namun Kini Ardani Merasa Bersalah pada Keyla Yang Sama Sekali Tidak mengetahui Siapa Dirinya Sebenarnya. Walaupun Sebenarnya Keyla bukanlah Anaknya. Namun Perasaan Bersalahnya pada Tania Membuat Ardani Semakin Merasa tidak tenang.
Andro merasa Heran Menatap Ayahnya Yang Terlihat Sangat Kebingungan itu.
"Ada apa Dengan Ayah? gumam Andro
Lalu Pergi Menemui Ardani.
__ADS_1
"Ayah, Apa Yang Sedang Ayah Pikirkan? Tanya Andro Sambil Duduk Di Depan ayahnya.
Akan Tetapi Ardani Hanya menatapnya Dan Tidak Mengatakan Apapun. Membuat Andro Makin Penasaran Dengan Ayahnya.
"Apa ada Hal penting yang Sedang Ayah Pikirkan?" Tanya kembali Andro.
"Ayah Tidak apa-apa, hanya Saja Ayah Memikirkan Hari pernikahan Kalian Tinggal Dua Hari lagi." Jawab Ardani Dengan Sedikit Ragu Untuk Mengatakan yang Sejujurnya Pada Putranya.
"Iya ayah, Aku Juga merasa Sangat Gelisah Untuk Menghadapi Hari Pernikahan Kami. “Apa Mungkin Ada Pertanda Buruk untuk Kami Ayah?” Ucap Andro Dengan Sangat Serius Menatap Ayahnya.
Ardani Pun Terkejut dengan Perkataan Andro. Lalu Ia Menghembuskan Napas Kasar. Dan Segera Meminum Sisa Tehnya Yang Sejak Tadi belum Ia Habiskan.
"Jangan Pernah Berpikiran Yang Tidak baik, Ingat Keyla sangat Mencintai Kamu. Dan kamu Tidak Boleh menyakiti Perasaan Gadis itu," Ujar Ardani Lalu Ia segera Berdiri dan
Masuk ke Dalam kamarnya.
"Apa yang Ayah katakan Memang Benar. Aku Tidak Boleh Menyakiti Perasaan Keyla. "Tapi Kenapa Aku Merasa Tidak tenang Ya?" Gumam Andro
Semoga saja Sampai hari pernikahan kami. semua akan Berjalan dengan Baik." Gumam Andro Lalu ia Merebahkan Tubuhnya di Atas Sofa dan Ia pun tertidur.
Bi larsih Dan suami sangat Terkejut Melihat Andro Tengah Tertidur di Sofa Ruang Tamu.
Pa Gilang ingin Membangunkannya Namun Bi Larsih Melarang Suaminya Untuk Membangunkan Pemuda itu
"Kenapa kita tidak boleh membangunkan Den andro Bu, Kasihan Dia tertidur di sofa Itu Ucap Gilang Pada istrinya.
"Sudahlah pa, Kasihan juga jika harus Kita Bangunkan. kelihatannya Den Andro sangat Kelelahan," Jawab Bi larsih dengan Pelan.
"Iya juga si bu,Ya sudah Kita tinggalkan Saja Den Andro, Bapa udah Ngantuk Bu." Ucap Gilang.Lalu mereka segera Masuk ke Kamar.
Malam itu Semua orang Sudah Tertidur Dengan Nyenyak. dan Di luar sana Nampak Mobil Karan Terparkir Di jalan raya Depan Rumah Ardani.
Pemuda itu Sangat Yakin jika Keyla Sedang Berada Di dalam rumah itu. Ia pun Kembali Menyiapkan Rencana Keduanya. Untuk Menyusup ke dalam Rumah Besar itu.
Dengan sangat berhati-hati Karan berusaha Menaiki Tembok pagar yang tidak terlalu Tinggi.
"Malam ini Aku tidak Boleh Gagal. Aku harus Bisa Membawah Keyla pergi dari Rumah Itu, Gumam Karan Yang Sudah Berada di dalam Halaman Rumah ardani
Dengan Langkah Kakinya Yang Pelan Pemuda itu Berjalan Mendekati Rumah Ardani
Setibanya di depan pintu. Karan merasa Kesulitan Untuk Masuk ke dalam. karena Pintu Sudah tertutup Rapat. Dan Ia Bakan Tidak Bisa membukakan Pintu Tersebut.
"Aku harus Cari cara Agar bisa Masuk Ke Dalam." Batin Karan Sambil Menatap Ke atas kepalanya. Akhirnya Ia Tersenyum ketika Melihat sebuah Jendela Di atas Lantai Dua masih terbuka lebar
__ADS_1
"Ini kesempatan aku, Untuk bisa masuk Ke dalam Rumah ini." Gumamnya Lalu Mencari cara agar bisa Naik Ke sana.
Karan pun Menatap ke arah tangga Yang Tersandar Di bawah Pohon Mangga dekat Parkiran Mobil. Dengan sangat Cepat Karan Mengambil Tangga Itu Dan Melepaskannya tepat di Depan Jendela kamar Andro dan Keyla.