Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 103


__ADS_3

Shen melihat peta yang menunjukkan dirinya sudah sangat dekat dengan perguruan Diyu zi, Tanpa berpikir shen semakin mempercepat langkahnya hingga membuat yi lieng yang mengikutinya dari belakang tertinggal jauh.


Yi lieng yang berada di belakang shen hanya tersenyum sambil terus berjalan, Yi lieng merasa sangat heran kenapa shen harus berjalan secepat itu.


Cih kenapa dia berjalan sangat cepat seperti itu, memangnya dia ada keperluan apa datang ke perguruan Diyu zi " dalam hati yi lieng.


Shen yang sudah tidak sabar ingin segera sampai ke perguruan Diyu zi tanpa sadar melupakan wanita yang berjalan di belakangnya dan terus berjalan sangat cepat.


Dari jauh shen melihat sebuah perguruan yang terlihat sangat besar, Shen berhenti sejenak sambil memperhatikan perguruan itu dari kejauhan.


Shen yang sedang memperhatikan perguruan Diyu zi tiba tiba teringat yi lieng yang berjalan di belakangnya, Shen memutar badannya dan melihat yi lieng yang berjalan di belakangnya sudah tidak ada.


Baguslah kalau dia sudah pergi, semoga saja dia tidak dalam bahaya lagi " dalam hati shen sambil kembali berjalan.


Shen yang sudah sampai di depan perguruan Diyu zi hanya bisa diam, Shen merasa sangat bingung bagaimana caranya agar dia bisa masuk ke dalam perguruan Diyu zi.


" Sial, aku tidak memiliki teman yang berada di perguruan Diyu zi bagaimana caranya aku untuk masuk ke dalam " ucap shen dengan suara pelan.


Dari dalam perguruan Diyu zi seorang pria tua berjalan ke arah shen, Shen yang masih bingung memikirkan cara untuk masuk ke dalam perguruan Diyu zi tidak menyadari seseorang berjalan ke arahnya.


" Anak muda silahkan masuk ke dalam, seseorang sedang menunggu mu " ucap pria tua itu.


Shen yang mendengar perkataan pria tua itu merasa sangat terkejut dia tidak tahu siapa yang sedang menunggunya, Walau Begitu shen merasa sangat bersyukur akhirnya dia bisa masuk dengan mudah ke dalam perguruan Diyu zi.


Shen mengikuti pria tua itu yang masuk ke dalam sebuah ruangan, tanpa berpikir shen pun memasuki ruangan itu dan betapa terkejutnya dia melihat wanita yang ditolongnya berada di dalam ruangan itu.


" Ayah, dia yang sudah menolong ku lari dari kejaran murid perguruan Angxi. Bahkan dia juga membantu menyembuhkan luka dalam ku dan mengeluarkan racun pelemah jiwa yang berada di dalam tubuh ku " ucap yi lieng.


" Benarkah begitu anak muda " tanya pria tua yang membawanya masuk ke dalam ruangan itu.


" Tidak juga, sebenarnya aku hanya tidak sengaja melakukan nya " jawab shen merendah.


" Hahaha, aku sangat suka anak muda yang suka merendah sepertimu. Kata yi lieng kamu sengaja datang keperguruan Diyu zi jika ada yang bisa ku bantu katakan saja, anggap saja sebagai balasan kamu sudah menolong putri ku " ucap pria tua itu.

__ADS_1


" Sebenarnya aku hanya ingin meminjam ruang nirwana yang berada di perguruan Diyu zi untuk menguasai beberapa kitab " sahut shen.


" Kamu mengetahui dari mana tentang ruang nirwana, selama ini tidak ada yang pernah mengetahui tentang ruang Nirwana bahkan murid perguruan Diyu zi sekalipun " ucap pria tua itu.


" Aku di beritahu seseorang, aku sangat berharap ketua berbaik hati pada ku dan mengizinkan ku memakai ruangan itu untuk berlatih " ucap shen sambil menundukan kepalanya.


Yi lieng yang melihat ayahnya masih ragu untuk mengizinkan shen memasuki ruangan nirwana mulai mencari cara, bagaimanapun juga shen sudah menolongnya dia tidak mungkin membiarkan ayahnya menolak permintaan shen.


" Sejak kapan keluarga kita suka berhutang budi, bukannya dari dulu kakek sangat membenci seseorang yang tidak bisa membalas budi " ucap yi lieng.


" Yi lieng harusnya kamu tahu ruang nirwana tidak bisa di masuki sembarang orang, kamu juga tahu sendiri murid dari perguruan kita belum ada yang memasuki ruang nirwana itu " sahut ayahnya yi lieng dengan kesal.


" Baiklah karena ayah tidak mengizinkan aku akan meminta izin langsung dari kakek, aku percaya kakek akan mengizinkannya " ucap yi lieng sambil berjalan pergi.


Shen yang mendengar perdebatan ayah dan anak hanya bisa diam, kegelisahan mulai menyelimuti dirinya.


Yi lieng yang merasa kesal dengan ayahnya bergegas pergi ke tempat pelatihan kakeknya, sampai di tempat pelatihan kakeknya yi lieng melihat sang kakek yang terduduk lemas sambil bersandar di bawah pohon.


" Kakek apa yang terjadi padamu " tanya yi lieng yang merasa sangat khawatir.


Yi lieng menatap kakeknya yang terlihat sangat kesakitan, walau begitu sang kakek tidak memberitahukan apa yang terjadi pada dirinya.


Yi lieng tiba tiba teringat shen yang pernah menolongnya, Yi lieng merasa sangat yakin shen juga bisa menolong kakeknya.


" Kakek tunggu sebentar, aku akan segera kembali " ucap yi lieng sambil berlari.


Cucuku terlalu berlebihan " dalam hati sang kakek.


Yi lieng bergegas keluar dari tempat pelatihan kakeknya dan berlari ke ruangan dimana dia meninggalkan shen, Yi lieng yang melihat shen hanya duduk diam langsung menarik tangannya.


" Cepatlah ikut aku " ucap yi lieng sambil terus menarik tangan shen.


Shen yang tidak mengerti kenapa yi lieng menarik dirinya hanya bisa diam dan mengikuti kemana yi lieng akan pergi.

__ADS_1


Yi lieng membuka pagar tempat pelatihan kakeknya dan membawa shen masuk ke dalam.


" Tolong sembuhkan kakek ku, kamu sudah pernah menolong ku aku sangat yakin kamu juga bisa menyembuhkan kakek ku " ucap yi lieng yang duduk di samping kakeknya.


" Cucuku dia siapa " tanya sang kakek.


" Ceritanya panjang kek, nanti saja aku menjelaskannya " jawab yi lieng.


Shen menatap kakek yi lieng dan meminta kakek yi lieng mengulurkan tangannya, Yi lieng yang melihat kakeknya merasa ragu langsung menarik tangan sang kakek.


Tanpa berbicara shen menutup matanya, perlahan shen merasakan hawa dingin kembali mengalir di dalam tubuhnya, semakin lama hawa dingin berkumpul di tangannya dan berpindah ke tangan kakek yi lieng.


Kakek yi lieng yang merasakan hawa dingin mengalir di tubuhnya perlahan menutup matanya, kakek yi lieng menggabungkan kekuatannya dan menetralkan hawa dingin yang mengalir di dalam tubuhnya.


Shen yang merasa hawa dingin di badannya telah berhenti langsung membuka matanya dan melepaskan tangan kakek yi lieng, Kakek yi lieng perlahan membuka matanya dan mencoba berdiri.


Kakek yi lieng merasa badannya jauh lebih baik, bahkan rasa sakit yang di rasakan karena gagal naik ke tingkat pelatihannya pun sudah hilang.


" Yi lieng aku sangat berterima kasih pada teman mu ini, kamu lihat kakek sekarang sudah kembali pulih dengan sangat cepat " ucap sang kakek.


" Dia juga pernah menyembuhkan ku, tapi sayang sekali kita tidak bisa membalas hutang budinya " sahut yi lieng.


" Siapa bilang kita tidak bisa membalas budinya, bukannya kamu tahu kakek sangat tidak suka memiliki hutang budi " sahut sang kakek dengan nada tinggi.


" Katakan anak muda apa yang kamu inginkan, aku atas nama keluarga yi dan ketua perguruan Diyu zi akan mengabulkan keinginan mu " sambung kakek yi lieng.


" Permintaan ku terlalu berat, aku sangat yakin ketua tidak mengizinkan nya " ucap shen sambil menundukan kepalanya.


" Kakek sebenarnya dia datang dari jauh hanya ingin meminjam ruang nirwana untuk berlatih, karena ayah tidak mengizinkan nya dia juga yakin kakek tidak mengizinkan nya " sahut yi lieng.


" Sebenarnya aku juga tidak mengizinkan tapi karena kamu sudah menolong ku dan cucuku, aku dengan berat hati mengizinkan nya " ucap kakek yi lieng.


" Terima kasih ketua " ucap shen sambil menundukan kepalanya.

__ADS_1


Shen merasa sangat lega akhirnya dia bisa memasuki ruang nirwana, semakin cepat dia bisa menguasai kitab dua dunia semakin cepat dia bisa kembali ke dunia nya.


__ADS_2