Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 13


__ADS_3

" Akhirnya aku menemukan mu " putri yun lie berhenti di depan shen.


Shen yang masih terkejut hanya terdiam melihat putri yun lie turun dari kuda dan berjalan menghampiri dirinya.


putri yun lie langsung memeluk shen sambil menangis.


" Maafkan aku, tidak seharusnya aku dengan kasar memarahi mu semalam " putri yun lie masih memeluk shen.


" Putri bisa lepaskan saya dulu ,tidak baik jika ada yang melihat kita " shen merasa gugup.


" Maaf " putri yun lie menundukan kepalanya.


" Putri tidak bersalah seharusnya saya yang meminta maaf " shen menepuk pundak putri yun lie.


" Aku juga minta maaf atas nama kakak wang lie. aku tau semalam kakak ku hampir saja membunuh mu "


" Wang lie siapa? " shen berpura pura tidak tau.


" Kakak pangeran putra mahkota "


" Soal pangeran putra mahkota dia sudah meminta maaf pada ku kamu tidak perlu khawatir " sahut shen.


" Baguslah kalau gitu, sekarang kamu mau pergi kemana ?" tanya putri yun lie.


" Hanya ingin terus mengikuti langkah kaki ku dan terus berlatih menjadi kuat " sahut shen.

__ADS_1


" Hati hati di jalan, aku masih berharap bisa bertemu lagi dengan mu " ucap putri yun lie.


Putri yun lie memeluk shen sekali lagi lalu menciumnya.


Dari jauh pangeran putra mahkota yang terus mengikuti adiknya tidak sengaja melihat adiknya mencium shen, Wang lie sebagai kakak tidak menyangka adiknya berbuat seperti itu.


Shen kembali melanjutkan perjalanan nya.


Dia masih belum menemukan tempat berlatih yang tepat untuk menyempurnakan tingkatannya.


" Tolong "


Shen mendengar seseorang berteriak minta tolong, shen mencari asal suara itu.


Tidak jauh darinya seseorang wanita yang lebih tua darinya sedang terbaring.


Shen yang tidak ingin wanita itu kehabisan darah sementara hanya bisa mengikat tangan wanita itu dengan baju yang di sobeknya.


" Di depan ada perguruan coba saja kamu bawa wanita itu kesana " bisik mo.


Shen menggendong wanita itu hingga ke depan pintu gerbang dan menurunkannya.


Shen memanggil seseorang yang lewat sambil berharap mendapat bantuan untuk wanita yang di bawanya.


Seseorang yang dipanggil shen langsung berlari setelah melihat siapa wanita yang terbaring di tanah.

__ADS_1


Tidak lama kemudian ratusan murid perguruan beserta ketuanya mendatangi shen dengan sangat marah.


" Kamu berani melukai salah satu ketua badai salju " seseorang pria tua memegang tongkat mendatangi shen sambil berteriak.


" Anda salah paham saya hanya menolong wanita ini, saya menemukan nya tidak jauh dari sini " ucap shen.


" Dia pasti berbohong ketua, habisi saja dia " sorak para murid badai salju.


Tatapan membunuh, pria tua itu bersiap menyerang shen.


" Hentikan " wanita itu tersadar dan berbicara dengan nada lemah.


" Ketua " para murid berteriak dan menghampiri wanita itu.


Wanita itu langsung dibawa masuk ke dalam perguruan dan langsung di obati, shen yang merasa tugasnya sudah selesai bergegas ingin segera meninggalkan perguruan itu.


" Tunggu " pria tua itu menghampiri shen yang ingin meninggalkan perguruan badai salju.


" Ketua masih tidak percaya sama aku, apa ketua masih akan menyerang ku " Shen menarik pedang nya.


" Tidak tidak, aku hanya ingin berterima kasih karena kamu sudah membawa ketua chu qin kembali ke perguruan. Sebagai balasannya kamu bisa memasuki ruang kitab perguruan badai salju dan kamu bisa memilih tiga kitab untuk kamu bawa pergi "


Shen terdiam Dan berfikir selama ini dia belum pernah mempelajari tentang jurus dari kitab. Sampai sekarang dia tidak memiliki jurus dan setiap pertarungan dia hanya mengandalkan pedangnya.


" Mari Ikuti aku " pria tua itu seperti yakin kalau shen pasti akan menerima tawaran darinya.

__ADS_1


Shen mengikuti pria tua itu masuk ke dalam perguruan badai salju, bahkan pria tua itu sendiri yang mengantar shen masuk ke dalam ruang kitab.


__ADS_2