Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 97


__ADS_3

Shen terdiam sambil terus berpikir apakah yang di alaminya itu nyata dan kenapa dia bisa kembali ke tempatnya semula seolah semua hanya mimpi.


" Apa yang kamu pikirkan " tanya mo yang tiba-tiba muncul di samping shen.


" Aku sepertinya mengalami kejadian seperti mimpi tadi " jawab shen.


" mimpi, mimpi apa?? tapi Wajar saja kamu bermimpi bukannya kamu juga barusan tertidur " sahut mo.


" Aku tertidur, kapan?? " tanya shen.


" Kamu tertidur cukup lama aku saja sampai tidak tega membangunkan mu " sahut mo lagi.


" Aku tidak tertidur, aku terbawa pusaran air kolam ini dan bertemu seorang wanita berpakaian seperti ratu yang sangat aneh " ucap shen.


" mungkin itu memang hanya mimpi " sahut mo santai.


Shen hanya bisa menghela nafas, dia tidak tahu bagaimana lagi cara menjelaskan agar mo percaya pada nya.


" Semua itu bukan ilusi atau mimpi, Walau aku tidak tahu kejadian nya seperti apa tapi aku sangat yakin kalau itu perbuatan penunggu kolam ini " Ucap sheng.


" Sial, kalau begitu kita harus segera pergi dari sini " Sahut shen sambil mengambil bajunya dan memakai nya.


Shen berjalan pergi meninggalkan kolam melanjutkan perjalanannya mengikuti peta yang di pegang nya, Dari jauh shen melihat dua pria tua bersama satu pria muda berjalan ke arah nya.


" Kamu yang ingin membunuh putra ku, Apa kamu sudah bosan hidup " Ucap Seorang Pria tua yang berdiri tidak jauh dari shen.


" Oh, ternyata dia mengadu padamu apa dia tidak mengadu juga kalau dia duluan yang menyerang ku dan aku hanya membela diri saja " sahut shen dengan santai.


" hahaha, Kalau putra ku yang menyerang mu itu wajar saja seharusnya nya kamu tidak membalas nya " ucap pria tua itu lagi.


" Setiap orang memiliki hak nya sendiri untuk membela diri dan itu bukan salahku, harusnya dia masih bersyukur karena aku telah melepaskannya " sahut shen.


" Apa kamu tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa sekarang, Seharusnya kamu tahu diri dan tidak menjawab semua perkataanku " sahut pria tua itu yang terlihat sangat marah.


" Aku guyiu tidak akan melepaskan mu, kamu harus membayar semua yang sudah kamu lakukan pada putraku, kamu harus membayarnya dengan nyawa mu " sambung pria tua itu.


" Apakah kalian berencana menyerang ku tiga lawan satu, tidak aku sangka ternyata kalian semua begitu lemah " sahut shen.

__ADS_1


Pria tua yang dari tadi hanya berdiri di belakang menepuk pundak guyiu dan berbisik, guyiu langsung mengangguk kan kepalanya sambil terus menatap shen.


" Cukup aku sendiri yang melawan mu, aku sangat yakin aku bisa mengalahkan mu dengan dua serangan " Ucap guyiu sambil tersenyum.


" Dia sudah berada di tingkat langit kamu bukan tandingan dia, lebih baik kamu melarikan diri saja "bisik mo.


" jika aku melarikan diri dia pasti mengira aku sangat lemah, kamu tenang saja aku akan menggunakan sisik pelindung tubuh dan tulang besi ku " sahut shen.


Guyiu yang yang sudah tidak sabar ingin menyerang shen langsung mengeluarkan kekuatannya.


" Mati saja kau " teriak guyiu sambil melemparkan bola api di tangan nya.


Shen yang melihat guyiu melemparkan bola api ke arahnya langsung bersiap mengeluarkan kedua api sucinya.


Boooooooooommmm...


Satu lemparan bola api tepat mengarah ke shen yang sudah bersiap menerima nya.


Bola api guyiu mengeluarkan asap berwarna hitam yang langsung mengelilingi shen, shen hanya tersenyum sambil melihat dengan santai api suci putih nya menyerap bola api guyiu.


Perlahan asap hitam yang mengelilingi shen mulai menghilang, guyiu masih menatap ke arah shen sambil terus tersenyum.


" Oh ya, Apa kamu berpikir aku selemah itu " sahut shen.


Guyiu merasa sangat terkejut melihat shen tidak terluka sedikit pun, padahal bola api yang dia lemparkan ke arah shen termasuk salah satu senjata rahasia perguruan nya.


ini tidak mungkin " Ucap guyiu dengan suara pelan.


" Kamu bisa selamat dari bola api itu hanya karena kamu beruntung, jika kamu masih bisa menahan satu bola api ku lagi aku berjanji tidak akan menyerang mu dan melupakan semua yang sudah kamu lakukan pada putra ku " ucap guyiu dengan suara lantang.


" Baiklah aku menerima tantangan terakhirmu aku hanya berharap kamu bisa menepati janjimu " sahut shen sambil tersenyum.


Guyiu tersenyum dia merasa sangat yakin kalau kali ini shen tidak akan selamat dari bola api nya.


Guyiu kembali mengeluarkan bola api nya yang sudah di tambah energi untuk menambah kekuatan serangan bola api nya, dengan senyum licik di bibir nya guyiu langsung melemparkan bola api nya ke arah shen.


Booooooooooooooooommmmmmmmm.

__ADS_1


Asap hitam lagi lagi mengelilingi shen, shen tersenyum santai sambil mengeluarkan api suci hitam dan api suci putih nya.


Shen masih terus memperhatikan kedua api suci nya menyerap dengan cepat kobaran bola api yang di lempar guyiu.


Perlahan asap hitam kembali menghilang, guyiu yang merasa tidak percaya kembali ingin menyerang shen.


" Sepertinya aku terlalu meremehkan mu, Seharusnya aku membunuhmu langsung dengan tanganku sendiri " ucap guyiu yang langsung bersiap menyerang shen.


" Bukannya kamu sudah berjanji tidak akan menyerang ku lagi jika aku berhasil menerima satu serangan bola api mu " sahut shen.


" Hahaha, kamu terlalu bodoh karena mempercayai perkataanku " ucap guyiu Sambil tertawa keras.


Tiba tiba sesuatu dari dalam tubuh shen memberontak, shen masih berusaha menahan tubuh nya walau dia sendiri tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Arrrrrrrrrrkkkkkhhhh...


Teriak shen yang langsung terduduk sambil mengepalkan tangannya.


" kamu tidak hanya ingin mengingkari janjimu tapi kamu juga ingin kembali menyerang ku, jangan kamu mengira Jika kamu memiliki kekuatan yang besar kamu bisa mengalahkanku dengan mudah " Ucap shen sambil berusaha bangkit berdiri.


Aura membunuh yang dikeluarkan shen membuat guyiu berpikir, kenapa aura shen bisa berubah sangat cepat.


Shen yang sudah tidak bisa mengendalikan diri nya sendiri langsung berjalan ke arah guyiu, shen mengeluarkan sarung pedang dan pedang nya sambil bersiap mengarahkan nya ke guyiu.


" kalian semua harus mati, perguruan Dahuo harus dimusnahkan, aku membenci kalian semua " teriak shen sambil mengayunkan pedangnya.


Wheeeeeesss...


Wheeeeeeeeessssss...


Wheeeeeeeeeeessssse...


Guyiu dan putra nya terus menghindar, sedangkan satu pria tua lagi terus berpikir anak muda yang di depan nya sekarang berbeda dari sebelumnya.


" Dia sedang di kendalikan kekuatannya berbeda dari sebelumnya " ucap pria tua itu sambil menatap guyiu.


" Harusnya kamu menepati janjimu tadi jika seperti ini apalagi yang harus kita lakukan " sambung pria tua itu.

__ADS_1


" aku tidak peduli aku tidak akan melepaskannya dengan mudah " sahut guyiu.


Pria tua itu hanya bisa menggelengkan kepalanya, pria tua itu bisa merasakan aura yang berbeda merasuk menjadi satu dalam tubuh shen.


__ADS_2