
Shen berulang kali bersiul memanggil chiktan tapi tidak ada jawaban bahkan chiktan tidak mendatangi nya.
" sepertinya chiktan tidak berada di sekitar sini, kamu lebih baik langsung mengejar ke dua ketua itu dari pada Kehilangan jejak " kata mo yang tiba tiba berdiri di sampingnya.
" Haaaah, betul juga " shen menghela nafas.
Shen terus berlari berharap masih bisa menemukan ke dua ketua perguruan Sinar matahari.
" Sial sepertinya mereka sudah melarikan diri sangat jauh " kata shen yang merasa sangat kesal.
Errrrrrrrrrrrrrrrrrrrr... suara erangan yang terdengar sangat keras.
" Sepertinya itu suara Chiktan " kata mo.
Shen langsung berlari mencari asal suara itu.
Shen melihat chiktan bertarung dengan ketua sian zi dan terluka parah.
" Chiktan " teriak shen sambil berlari ke arah chiktan.
Chiktan terluka parah dan tidak sanggup lagi untuk berdiri. Shen menatap ketua tain zi yang berada di belakang ketua sian zi.
" kalian harus membayarnya " teriak shen.
Shen berlari ke arah ketua sian zi dan menyerang nya, Shen berusaha memukul bahkan menendang nya.
Pertarungan tangan kosong hanya membuat nya semakin kelelahan, shen menarik pedangnya dan mengarahkan nya ke leher ketua sian zi.
" Kalian berdua harus mati " kata shen sambil terus menatap ketua sian zi.
Bruuuuuuuuaaaakkk....
Ketua Tain zi menyerang shen dari jarak jauh dan membuatnya terlempar.
" Cara licik seperti ini tidak mempan pada ku " kata shen yang langsung kembali berdiri.
ketua sian zi menatap shen dengan serius dan mengeluarkan Tombak perak nya.
" Matilah kamu " teriak ketua sian zi sambil melemparkan pedangnya ke arah shen.
" Tuan awas " teriak chiktan yang melompat ke arah shen dan menghalangi tombak ketua Sian zi.
" Chiktan " Teriak shen histeris.
Tombak perak ketua Sian zi menancap di badan chiktan. Shen tidak kuasa menahan air mata nya dan memeluk chiktan.
__ADS_1
" Chiktan bertahanlah " kata shen sambil terus menangis.
Ketua sian zi dan ketua tain zi ingin mengambil kesempatan untuk kembali melarikan diri.
Shen mencabut tombak perak dari badan chiktan dan melemparkan nya ke ketua Sian zi.
Arrrkkkkkkkkkkhhhhhhh.... teriak ketua Sian zi.
Shen melempar tombak perak itu tepat mengenai lengan tangannya.
" Kalian berfikir bisa lari lagi, jangan pernah bermimpi " kata shen sambil berdiri dan menarik pedangnya.
Di depannya ketua tain zi masih memegangi dada nya dan ketua sian zi memegang tangan nya yang baru tertancap tombak nya.
" Dasar tidak berguna " kata ketua tain zi sambil mengambil tombak perak ketua sian zi.
Ketua tain zi menancapkan tombak perak itu di perut ketua sian zi.
errrrkkkkhhh, kenapa ketua tain zi melakukan ini " kata ketua sian zi yang langsung jatuh terbaring.
" Kamu tidak berguna, bahkan membunuh nya saja kamu tidak mampu. untuk apa lagi kamu tetap hidup " kata ketua tain zi yang langsung meningalkan ketua sian zi.
" Tuan " panggil chiktan dengan suara pelan.
" Chiktan bertahanlah " Shen terlihat sangat panik dan bingung apa yang harus dia lakukan.
Shen kaget dia tidak menyangka ketua sian zi masih hidup walau tombak perak menancap dan tembus di perut nya.
Shen berjalan mendekati ketua sian zi membawa pedang yang sudah di tangannya.
" Aku mengaku salah, tolong bantu aku cabut tombak ini " kata ketua sian zi dengan suara pelan.
" Kenapa aku harus membantu musuh ku " kata shen yang langsung memutar badan nya.
" Aku bisa membantu mu menyelamatkan nya " kata ketua sian zi sambil menunjuk chiktan.
" baik akan ku cabut tombak ini, tapi jika kamu membohongiku jangan salahkan aku tidak akan segan lagi " kata shen yang langsung mencabut tombak perak dari perut ketua Sian zi.
Shen melempar tombak perak yang baru saja di cabutnya. Shen melihat ketua sian zi berusaha untuk duduk dan mengambil sesuatu dari baju nya.
" Ambil pil penyembuh luka ini " kata ketua Sian zi sambil mengulurkan tangannya.
Shen tidak banyak bertanya langsung mengambil nya dan meminumkan nya ke chiktan.
Shen terus memperhatikan chiktan yang terbaring di depannya. Perlahan luka di badan chiktan menutup dengan sendirinya dan tidak meninggalkan bekas sedikit pun.
__ADS_1
Shen merasa sangat bersyukur melihat luka chiktan akhirnya sembuh. Shen memperhatikan Ketua sian zi yang masih memulihkan tenaga dalam nya.
Kenapa dia membantu ku " dalam hati shen yang masih merasa sangat heran.
Ketua sian zi membuka matanya dan memanggil shen dengan mengayunkan tangannya. Shen berjalan mendekati ketua sian zi dan berdiri di depannya.
" Aku tahu kamu bisa membunuh ku dengan mudah, tapi bisakah kamu memberikan satu kesempatan untuk ku " kata ketua sian zi sambil menatap shen.
Shen hanya terdiam dan menganggukkan kepalanya.
" Aku ingin membalas dendam kepada ketua tain zi, dia sangat tega menusukan tombak ke perut ku dan melarikan diri " Kata ketua sian zi.
" Tentu saja, tapi bisakah kamu berjanji kalau kamu akan berada di pihak ku " kata shen.
" pinjamkan aku pedangmu " kata ketua sian zi sambil tersenyum.
Shen memberikan pedang nya dan memperhatikan apa yang akan ketua sian zi lakukan.
Arrrkkkkkkhhhhh... ketua Sian zi menahan rasa sakit karena memotong jari telunjuk nya.
" Aku berjanji akan berada di pihak mu, sekarang bisakah kamu percaya " kata ketua sian zi sambil menatap shen.
" Baiklah, ku harap kamu tidak berubah " kata shen sambil berjalan ke arah chiktan.
Shen melihat chiktan sudah terbangun dan menatap ke arahnya.
" Maafkan chiktan tuan, chiktan tidak berguna" chiktan menundukan kepalanya.
Shen duduk di sampingnya dan terus mengelus kepala chiktan.
" Tuan kenapa dia masih hidup " kata chiktan sambil menatap ketua sian zi.
" Dia anggota kita, dia juga yang sudah memberikan pil penyembuh luka untuk mu "
Chiktan langsung terdiam.
" Kamu tidak mengeluarkan ku dalam pertarungan tadi " kata sheng.
" Mereka tidak ada yang mengeluarkan spiritual nya, jika aku langsung mengeluarkan mu takutnya mereka bisa membaca semua kekuatan mu " jawab shen.
" Cih, kamu pintar mencari alasan " kata sheng.
" Kamu memang tidak pernah percaya dengan ku " kata shen.
Suara sheng tidak lagi terdengar.
__ADS_1
Shen melihat chiktan dan ketua sian zi yang sama sama memulihkan tenaga nya.
Ketua tain zi aku tidak akan membiarkan mu lolos walau kamu bersembunyi di perguruan Laut darah " dalam hati shen.