
Shen dan go giong yang kembali melanjutkan perjalanan tanpa terasa sebentar lagi akan sampai di perguruan langit biru, sepanjang perjalanan go giong lebih sering memperhatikan pedangnya sambil terus mengayunkannya tak tentu arah.
" Jika hanya dengan begitu dia tidak mungkin bisa menggunakan pedang itu, apa kamu tidak ingat sebelum kamu bisa menggunakan ku kita telah memiliki perjanjian terlebih dulu " bisik mo.
" Jadi maksudmu dia juga harus melakukan itu " sahut shen.
" Memang sudah seharusnya seperti itu" ucap mo.
Shen yang mendengar perkataan mo langsung menganggukkan kepalanya, shen menghentikan langkahnya menatap go giong yang masih terus mengayunkannya pedangnya.
" Aku lupa memberitahumu jika kamu ingin menguasai pedang itu kamu harus menjadikan dirimu sendiri sebagai tuan dan membuat perjanjian pada pedang itu " ucap shen sambil menatap gi giong.
" Bagaimana caranya?" tanya go giong.
" Berikan saja darahmu di atas mata pedang mu itu " sahut shen.
Go giong yang percaya perkataan shen langsung menggigit jarinya dan meneteskan darahnya di atas mata pedangnya, tidak butuh waktu lama darah go giong menyatu dengan pedangnya dan langsung menghilang.
" Hanya bengini saja tuan?" tanya go giong.
" Iya, sekarang coba kamu mengayunkannya kembali " sahut shen.
Wheeeeeeesssssssss...
Wheeeeeeeeesssssssssss...
Pedang yang di ayunkan go giong menghasilkan angin yang sangat kencang, go giong yang merasakan perbedaan pada pedangnya merasa sangat senang.
" Kalau begitu aku akan mencoba mu " ucap shen yang langsung mengeluarkan sarung pedangnya.
" Tuan apa ingin mencobaku dengan sarung pedang itu?" tanya go giong.
" Iya " jawab shen santai.
" Baiklah tuan silahkan mencobaku " ucap go giong.
Shen hanya tersenyum dan langsung mengarahkan sarung pedangnya ke arah go giong.
Treeeeeng, treeeeeng....
Dua kali shen mencoba menyerang menggunakan sarung pedangnya, dua kali itu juga go giong menangkis serangan shen menggunakan pedangnya.
" Sepertinya kamu sudah bisa menggunakan pedang itu " ucap shen.
" Iya, bagaimana aku melakukannya tadi " ucap go giong.
" Kamu melakukannya karena kamu sudah bersatu dengannya, mulai sekarang kamu hanya tinggal melatih sedikit demi sedikit saja nantinya kamu akan menjadi pengguna pedang yang hebat " sahut shen.
Go giong yang masih tidak percaya langsung menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
" Mari kita lanjutkan perjalanan sebentar lagi kita akan sampai " ucap shen sambil berjalan.
Go giong yang mendengar perkataan shen langsung menaruh pedang di belakangnya dan mengikuti shen dari belakang, suara teriakan dan tepuk tangan yang terdengar dari kejauhan membuat shen penasaran.
Shen yang sudah bisa menduga suara itu berasal dari perguruan langit biru langsung berlari secepat mungkin, shen benar benar tidak ingin kejadian seperti dulu terulang kembali.
Shen yang sudah sampai di depan gerbang perguruan langit biru langsung bertanya pada seorang murid baru apa yang sudah terjadi di dalam perguruan langit biru itu.
" Kenapa sangat ramai di dalam?" tanya shen.
" Di dalam lagi ada uji coba, siapa yang terkuat akan menjadi pendamping xieyu mei di pertandingan atas awan nanti " sahut murid baru itu.
" Apa yang istimewah dari pertandingan atas awan itu?" tanya shen lagi.
" Kalau tidak salah dengar katanya jika menang kita bisa berendam di mata air surga " sahut murid baru itu lagi.
" Tapi ini hanya khusus murid perguruan saja orang luar tidak bisa mengikutinya " sambung murid baru.
" Baiklah terima kasih " ucap shen yang langsung melangkah masuk ke dalam perguruan langit biru.
Shen yang sudah merubah wujudnya langsung berjalan ke arah barisan paling depan dan memperhatikan siapa yang sedang bertarung, shen merasa sangat ingin tertawa setelah melihat siapa yang bertarung di depannya.
Sejak kapan dia masuk ke dalam perguruan ini, rasa sombongnya masih sama saat pertama bertemu denganku dahulu " dalam hati shen.
" Dia bukannya adik mu?" tanya mo.
" Hahaha, aku jadi mengingat waktu itu kamu masih sangat lemah bahkan melawan tingkat emas saja tidak bisa " sahut sheng sambil terus tertawa.
" Tidak perlu di ingat lagi, aku jadi penasaran sehebat apa dia " ucap shen.
" Aku menyerah " teriak lawan Liu yen yang berada di tengah lapangan.
" Ketua xu ling, aku sudah mengalahkan yang terakhir sekarang bisa di pastikan aku yang akan menjadi pendamping kakak seperguruan xieyu mei " ucap liu yen.
" Hem sepertinya " ucap xu ling yang masih ragu.
" Tunggu aku ingin melawannya " sahut shen.
" Siapa kamu ?" tanya xu ling dan liu yen serentak.
" Nanti juga kalian akan tahu, aku ingin menantangnya untuk bertarung dengan ku " sahut shen.
" Baiklah, walau aku tidak tahu kamu siapa karena kamu bersikeras menantang aku akan melawan mu tapi jika kamu terluka ataupun mati nantinya itu bukan salah ku " ucap liu yen sambil tersenyum sinis.
" Tenang saja " sahut shen sambil tersenyum.
Liu yen yang merasa kesal di tantang langsung berlari ke arah shen.
Buug, buuug, buuuug...
__ADS_1
Liu yen terus memukul shen menggunakan separuh dari tenaganya, untuk mengalahkan lawan sebelumnya separuh tenaganya saja sudah cukup.
" Kalau hanya bengini saja kamu tidak akan bisa mengalahkanku " ucap shen yang terus menangkis serangan liu yen.
" Kalau begitu aku tidak akan segan lagi " sahut liu yen.
Liu yen yang terpancing emosi langsung mengeluarkan seluruh energinya untuk menyerang shen, liu yen kembali berlari ke arah shen dan memukulnya menggunakan seluruh energinya.
Buuuuuug, buuuuuuuug, buuuuuuuuuuug...
Liu yen terus memukul shen tanpa henti.
Shen yang menerima pukulan liu yen hanya tersenyum sambil terus menangkisnya, serangan liu yen tidak ada satupun yang tepat mengenai tubuhnya.
Siapa dia kenapa seranganku tidak ada yang mengenainya " dalam hati liu yen.
" Heh aku belum menyerangmu, sekarang giliranku" ucap shen.
Shen yang hanya ingin memberi pelajaran pada liu yen langsung memasukan energi listriknya ke dalam kepalan tangannya, tanpa banyak bicara shen langsung berlari ka arah liu yen dan langsung mengarahkan pukulannya.
Liu yen yang melihat shen bersiap menyerangnya langsung menangkap tangan shen, liu yen tidak menyangka tangan yang di pegangnya di aliri listrik hingga membuatnya tersengat aliran listrik yang keluar dari tangan shen itu.
Xu ling yang melihat liu yen terbaring langsung menghentikan pertandingan dan bersiap menyerang shen.
" Siapa kamu beraninya kamu mencelakai murid perguruan langit biru " teriak xu ling.
" Siapa aku apakah penting, sejak kapan kesombongan bisa di biarkan begitu saja di perguruan ini " sahut shen.
" Berani sekali kamu berbicara seperti itu di depan ku " ucap xu ling yang langsung menyerang shen.
Duuuuuuuuuuuuuaaaaaaarrrrrrr...
Duuuuuuuuuuuuuuuaaaaaaarrrrr...
Shen yang melihat ketua xu ling serius menyerangnya terpaksa langsung menghindar.
" Haduh, baru pulang ternyata aku sudah tidak di sambut " ucap shen yang langsung merubah wujudnya.
Xieyu mei yang melihat shen dari kejauhan bergegas berlari ke arah shen dan langsung memeluknya.
" Kamu akhirnya pulang juga " ucap xieyu mei.
" Apa kamu merindukanku " sahut shen.
Xieyu mei yang merasa malu langsung melepaskan pelukannya.
" Tidak siapa yang bilang aku merindukanmu " ucap xieyu mei.
Shen yang melihat xieyu mei tersipu malu langsung tersenyum, sudah sangat lama baginya merindukan wajah xieyu mei saat tersipu seperti itu.
__ADS_1