Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 46


__ADS_3

Shie kembali kekamar dan membawakan shen semangkuk sup.


" Sup ini bisa memulihkan tenaga mu dengan cepat " Shie menaruh sup nya di meja dan duduk disamping shen.


" Terimakasih " ucap shen


" Kamu memiliki spiritual naga aku sangat kagum padamu " kata shie membuka pembicaraan.


" Kamu terlalu berlebihan, aku melihat mu bisa menahan hiu itu aku merasa kamu bukan orang biasa " sahut shen.


Shie tidak menjawab dia hanya terus menatap shen.


" Kamu memiliki tenaga dalam dan pertahanan yang kuat tapi kenapa kamu menangis tadi " tanya shen lagi.


" Itu gimana aku mau menjelaskannya " shie terlihat sangat bingung.


" Ya sudah lupakan saja. Berapa lama lagi kita sampai di daratan "


" Mungkin satu jam lagi. oh ya terima kasih sudah mengikatkan tangan ku dengan baju mu, ini baju pengganti untuk mu " Shie memberikan baju yang di mintanya dari seseorang.


" Taruh saja di meja nanti ku pakai. terimakasih " ucap shen


Shie langsung keluar dan tidak kembali ke kamar shen. Shen akhirnya sampai di dataran dan melanjutkan perjalanan nya.


Suara puluhan kuda seperti berjalan kearah nya, shen langsung bersembunyi. Shen melihat beberapa prajurit menunggangi kuda dan berjalan sangat cepat.


" Di depan sana ada dua pasukan yang bersiap untuk berperang lebih baik kamu tidak kesana " Bisik mo.

__ADS_1


" Aku hanya ingin melihat dari jauh saja, habis itu kita kembali melanjutkan perjalanan "


Shen berjalan terus kedepan mengikuti jejak kaki kuda.


" Ada penyusup " teriak seorang pengawal yang melihat shen.


Tiga pengawal jendral tahap tengah berputar mengelilingi shen.


" Tidak perlu melawan ikuti saja pengawal itu" bisik mo.


Shen mengikuti tiga pengawal yang menarik nya masuk ke sebuah tenda.


" Ini penyusup yang kami dapat di perbatasan yang mulia putra mahkota "Ketiga pengawal itu mendorong shen hingga terjatuh.


" Berani sekali menyuruh penyusup mengintai kita, apa mereka berfikir kita tidak akan mengetahui nya "


" Kamu " pangeran putra mahkota sangat terkejut melihat shen berdiri di depannya.


" pangeran Wang lie, aku tidak menyangka akan bertemu dengan mu lagi "


" Panggil aku pangeran putra mahkota kamu tidak berhak memanggil nama ku "


" hahahahaha " Shen tertawa sangat keras.


" Apa yang kamu tertawa kan. apa kamu puas melihat pasukan ku hampir di kalahkan "


" Bagaimana bisa pasukan yang di pimpin pangeran wang lie bisa kalah, apa pangeran Wang lie tidak merasa malu " sahut shen.

__ADS_1


" Diam kamu, ini semua karena kamu yang menyegel jiwa pisau ku. dulu kamu pernah berjanji jika bertemu lagi dengan ku kamu akan mengembalikan jiwa pisau ku "


" Kapan aku berkata seperti itu " shen berpura pura tidak mengingat nya.


" Kamu tidak perlu berpura pura lagi, cepat kembalikan jiwa pisau ku " pangeran Wang lie terlihat sangat marah.


" Kakak aku mendengar ada penyusup yang mengintai dimana penyusup itu aku akan menghabisinya " Putri yun lie menatap kakaknya tapi tidak mengetahui kalau yang berada di depan kakaknya adalah shen.


Pangeran wang lie hanya terdiam menatap adik nya yang mengeluatkan pedangnya dan mengarahkan ke leher shen.


" Jadi ini penyusup yang di kirim untuk mengintai kita "


" Yun lie tunggu sebentar " teriak pangeran wang lie.


" Jangan bilang kakak ingin melepaskan penyusup ini. kalau kakak ingin melepaskan nya tunggu hingga aku melepas kepala dari lehernya "


" Kamu tunggu dulu. apa kamu tidak ingin melihat siapa dia " ucap pangeran wang lie.


" Ya sudahlah pangeran wang lie mungkin adik mu sudah tidak mengingat ku " Shen membalikkan badannya.


" Kamu "


Putri yun lie menangis dan berlari memeluk shen.


" Akhirnya kita bisa bertemu lagi " putri yun lie terus menangis di pelukan shen.


Pangeran wang lie langsung pergi keluar tenda dia tidak ingin melihat drama yang menyentuh hati.

__ADS_1


__ADS_2