Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 87


__ADS_3

Ketua xu long in baru sadar dia sudah memilih tiga kitab yang cocok untuk shen, shen bisa mempelajari tiga kitab itu di sana dan semoga jurus itu bisa membantu dia nanti nya.


Rencana kepergian shen terdengar sangat cepat, ketua xu ling yan mendengar kabar itu dari ayah nya langsung mempersiapkan bekal untuk shen.


Xieyu mei yang mendengar kabar itu dari murid lain bergegas menghampiri shen, betapa terkejutnya dia sampai di kamar shen sudah ada putri shie dan putri yun lie yang menangis memeluk shen.


" Apa kamu memang harus pergi " tanya xieyu mei sambil berjalan masuk ke dalam kamar shen.


Shen melepas pelukan putri shie dan putri yun lie lalu berjalan ke arah xieyu mei.


" Ya aku harus pergi " kata shen sambil tersenyum.


" Kapan kembali " tanya xieyu mei lagi.


" Mungkin bertahun tahun lagi atau mungkin tidak akan pernah kembali lagi " sahut shen.


" Dasar bodoh " ucap xieyu mei sambil memeluk shen.


Putri shie dan putri yun lie yang melihat nya merasa kesal dan cemburu, saat mereka memeluk diri nya shen seperti tidak perduli, tapi saat xieyu mei yang memeluk shen langsung membalas pelukannya bahkan mengelus kepala nya.


" Kembalilah secepat mungkin " kata xieyu mei sambil melepaskan pelukannya.


Xieyu memutar badan nya sambil berjalan pergi, xieyu mei tidak sanggup menahan air mata nya yang langsung menetes dengan sendiri nya.


Aku berharap kamu bisa kembali secepat mungkin, aku tidak ingin kehilangan mu selamanya " dalam hati xieyu mei.


" Shen akan kah kamu merindukan ku nanti " kata putri yun lie yang menatap ke arah shen.


" Ya apa kamu juga merindukan ku " sahut putri shie.


Shen tersenyum menatap dua putri kerajaan yang menangis di depan nya.


" Aku pasti merindukan kalian, aku juga akan merindukan perguruan langit biru dan semua murid lain nya " sahut shen sambil mengelus kepala putri shie dan putri yun lie.


Putri shie dan putri yun lie menangis sangat keras sambil berlari keluar, tidak lama ketua xu ling menghampiri shen yang sedang bersiap.


" Kapan kamu akan pergi " tanya ketua xu ling yang berdiri di depan pintu.


" Lebih cepat lebih baik " jawab shen.

__ADS_1


Ketua xu ling hanya tersenyum sambil menaruh bekal yang sudah di buat nya di atas meja.


" Jangan lupa makan bekal nya dan cepatlah kembali " kata ketua xu ling sambil berjalan keluar.


Shen tersenyum, dia tidak menyangka ketua xu ling membuatkan bekal untuk nya.


Shen yang selesai bersiap langsung keluar dari kamar nya, di depan gerbang murid baru telah menunggunya bahkan ketua xu long in juga berada di sana.


" Bawalah kitab ini dan kuasai jika kamu sampai di sana, apa pun yang terjadi jangan percaya sama siapa pun yang tidak kamu kenal " kata ketua xu long in sambil memberikan tiga kitab untuk shen.


Shen menganggukkan kepalanya dan berjalan pergi, murid baru yang berada di depan gerbang terus melambaikan tangan nya sambil berteriak.


" Hati hati "


" cepatlah kembali atau kami akan melampaui mu " teriak beberapa murid itu.


Shen yang mendengar nya hanya tersenyum sambil melanjutkan perjalanan nya, jika memang mereka semua mampu Melampaui nya malah jauh lebih bagus.


Shen terus berjalan walau dia sendiri tidak tahu bagaimana memasuki dunia magaraj itu.


" Apa yang kamu fikirkan " tanya mo yang berdiri di samping nya.


" Aku hanya bingung bagaimana cara masuk ke dunia magaraj itu " jawab shen sambil terus berjalan.


" Mau bagaimana lagi kalau aku berniat tidak pergi ke sana kitab itu akan terus menyedot kekuatan ku " Sahut shen sambil menghela nafas.


Andai dia bisa memilih tidak pergi, dia sudah pasti tidak akan pergi mau bagaimana lagi jika dia tidak pergi dia akan menjadi orang bodoh yang hanya menjadi bahan tertawaan orang lain shen tidak menginginkan seperti itu.


" Apa yang kamu fikirkan, anggap saja kamu kesana demi melatih ilmu bukan nya di sana bisa menambah kekuatan hingga tiga kali lipat " suara sheng tiba tiba terdengar.


" Benar juga kamu, baru kali ini kamu berbicara yang bermanfaat " sahut shen.


" Dasar payah, kalau tahu jawaban mu begitu aku tidak akan bilang apa apa ke kamu " kata sheng suara nya kembali menghilang.


" Hahahahaha " shen tertawa sendiri.


Shen kembali melanjutkan perjalanan nya, tak perduli hujan atau panas dia terus berjalan.


Cheeeeeettttaaaarrrr.....

__ADS_1


Suara petir tiba tiba terdengar sangat keras.


Shen yang mendengar suara petir itu merasa aneh, tidak hujan bagaimana bisa ada petir yang menggelegar.


Shen tidak menghiraukan suara petir itu dan tetap berjalan, dari jauh shen melihat dua pria tua sama sama mengeluarkan jurus nya dan terus bertarung.


" Tidak perlu ke sana, ingat tujuan mu saja " bisik mo.


" Aku hanya ingin melihat saja " sahut shen sambil berjalan mendekati dua pria tua yang saling bertarung.


" Dasar payah kalau sampai kamu terlibat, kamu sendiri yang akan dalam bahaya. dua pria itu sudah berada di tingkat langit tahap lima. kamu yang hanya tingkat Kaisar alam bawah sadar dengan mudah mereka kalahkan " kata sheng mencoba mengingat kan shen.


" Ya sudahlah aku tidak akan pergi " sahut shen sambil memutar badan nya dan berjalan pergi.


Duuuuuuuuuaaaaarrrr....


Suara ledakan terdengar sangat keras, untung saja shen berhasil menghindari serangan salah satu pria tua itu.


" Setelah mengintai jurus ku kamu mau pergi kemana " tanya salah satu pria tua itu yang terbang ke arah shen.


" Aku tidak mengintai aku hanya tidak sengaja lewat " jawab shen dengan santai.


" Jangan percaya aku rasa dia sudah dari tadi mengintai kita, mungkin nanti nya dia akan mempelajari jurus kita diam diam " sahut pria tua satu nya.


" Aku tidak mengintai, aku tidak berminat mempelajari jurus kalian. aku harus pergi " shen memutar badannya dan berjalan pergi.


" Sepertinya kamu sengaja memancing amarah kami " sahut salah satu pria tua itu sambil bersiap menyerang shen.


" Aku katakan sekali lagi aku tidak mengintai kalian, aku hanya sekedar lewat ingin mencari sesuatu " kata shen sambil berusaha tetap tenang.


" Kalau begitu katakan apa yang ingin kamu cari " tanya pria tua itu lagi.


" Aku hanya ingin mencari jalan ke dunia magaraj " jawab shen.


Hahahahahaha....


Kedua pria tua itu tertawa sangat keras.


" Kalau mencari alasan yang benar saja, kalau kamu masih tidak ingin jujur akan ku habisi kamu " kata salah satu pria tua itu yang terlihat sangat marah.

__ADS_1


" Karena kalian tidak percaya aku ada bukti nya " sahut shen sambil mengeluarkan kitab dua dunia dan menunjukan nya ke dua pria tua itu.


Kedua pria tua yang melihat kitab dua dunia di tangan shen akhirnya percaya apa yang shen katakan, mereka berdua meminta shen untuk singgah di perguruan mereka terlebih dulu.


__ADS_2