Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 80


__ADS_3

Shen dan xieyu mei berjalan kembali ke ketua xu ling yang bersembunyi tidak jauh dari perguruan laut darah.


" Hais, kamu selalu saja begitu " kata ketua xu ling yang terus menatap shen.


" Maaf ketua tadi aku terlalu gegabah " ucap shen sambil menundukan kepalanya.


" Bukan salah mu, memang sudah seharus nya kamu menolong saudara mu. tang mu itu sungguh keterlaluan dia sengaja memancing kita keluar dengan mengorbankan saudara mu itu" sahut ketua xu long in.


" Kita harus bagaimana ayah " tanya Xieyu mei.


" Tunggu hari mulai malam, aku punya rencana yang akan kita lakukan malam ini " kata ketua xu long in.


" Lalu apa yang harus ku lakukan sekarang ketua " tanya shen.


" Terus perhatikan gerak gerik perguruan laut darah, karena kamu menyelamatkan saudara mu kemungkinan besar mereka sudah tahu kita berada di sekitar nya " jawab ketua xu long in.


" Baik ketua " Shen berjalan pergi mengawasi setiap gerakan murid perguruan laut darah.


Di satu sisi ketua tang mu yang mengetahui liu peng sudah melarikan diri merasa sangat kesal.


" Sudah ku duga mereka pasti berada di sekitar kita sekarang " kata ketua tang mu.


" Kalau begitu apa yang akan kita lakukan sekarang " tanya ketua tain zi.


" Apa pun rencana mereka kita harus menggagalkan nya, atau kita yang akan habis


" kata ketua tang mu sambil mengepalkan tangan nya.


Hari pun mulai malam, shen yang dari tadi terus memperhatikan setiap gerakan mulai kembali dan melapor kan nya.


" Mereka tidak menyiapkan apa pun di luar, sepertinya memang mereka sudah tahu kita akan segera menyerang " kata shen.


" Kalau begitu sangat bagus, pertempuran kali ini harus kita yang menangkan " kata ketua xu long in.


Ketua xu long in meminta shen xieyu mei dan ketua xu ling berkumpul, ketua xu long in ingin menjelaskan rencana pertama untuk menyerang perguruan laut darah.


" Shen kamu harus bisa masuk dan membakar semua ruangan, yang paling utama kamu harus membakar tempat pengobatan mereka dan ruang senjata pusaka mereka, kamu mengerti "


" Mengerti ketua " jawab shen.

__ADS_1


" Xieyu mei tugas mu membunuh murid yang berada di area luar tanpa membuat keributan, kamu mengerti "


" mengerti ketua " jawab xieyu mei dengan yakin.


" Lalu bagaimana dengan ku " tanya ketua xu ling.


" kamu tunggu di sini bersama ku, setelah mereka selesai baru kita akan turun tangan " kata ketua xu long in.


" Baik " sahut ketua xu ling.


" Kalian berhati hatilah " kata ketua xu ling lagi.


Shen dan xieyu mei mulai beraksi, xieyu mei langsung membunuh satu orang murid yang berjaga di luar sendirian. Shen langsung mengambil baju murid yang di bunuh xieyu mei dan memakai nya.


Shen memperhatikan gerbang utama masih di jaga beberapa murid perguruan laut darah, beberapa penjaga lain nya mulai curiga kenapa teman nya yang berjaga berkurang satu.


" Kemana nong nong " tanya pemimpin kepercayaan yang bertugas di luar.


" Mungkin dia masih berkeliling, biar aku yang menyusul nya " sahut teman nya.


" Cepatlah pergi " sahut pemimpin itu.


" Tolong tolong, sepertinya seseorang di gigit ular di bagian timur perguruan " kata shen.


" Ular apa " tanya pemimpin itu.


" Tidak tahu tapi sepertinya dia sudah mati " sahut shen.


" Kalau begitu kita harus kesana melihat nya, kamu tetap berjaga di sini " kata pemimpin itu sambil menunjuk shen.


Shen menganggukkan kepalanya dan tersenyum puas, shen masuk ke dalam perguruan laut darah tanpa ada halangan.


Shen terus berjalan menyusuri setiap ruangan, shen akhirnya menemukan sebuah ruangan tempat pengobatan tanpa berfikir shen langsung masuk ke dalam dan menutup nya.


Ruangan itu terlihat sangat sepi, shen langsung mengeluarkan api suci hitam nya dan membakar tumpukan bahan obat yang berada di dalam lemari.


Shen berjalan keluar mencari di mana ruang senjata perguruan laut darah, tidak butuh waktu lama shen menemukan ruangan senjata itu dan kembali menutup nya.


Ternyata senjata di perguruan ini sangat banyak, ini pasti hasil mereka merampas beberapa perguruan " dalam hati shen.

__ADS_1


Shen melihat cambuk xieyu mei tergantung di antara dua cambuk lain nya, shen langsung melompat mengambil cambuk xieyu mei dan kembali mencari beberapa senjata untuk kedua ketua nya.


" Apa ini " kata shen yang berbicara sendiri.


Shen mengambil sebuah batu permata berukuran kecil tanpa berfikir shen langsung menyimpan nya.


Shen mengambil beberapa senjata lain nya dan langsung di simpan nya di dalam kotak ruang nya.


Tap, tap, tap...


Suara langkah kaki mulai mendekat ke depan pintu dan perlahan seseorang masuk, diam diam seorang pria menaruh satu botol yang shen sendiri tidak tahu itu botol apa.


" Hay " kata shen sambil menepuk pundak pria itu.


" Kamu kamu kenapa bisa berada di sini " pria itu menjadi gugup dan ketakutan.


Shen yang tidak ingin mengambil resiko langsung memutar leher pria itu yang langsung tewas di tempat.


" maafkan aku " kata shen yang berbicara sendiri.


Shen mengeluarkan api suci hitam nya dan melemparkan nya ke beberapa benda yang mudah terbakar.


Wheeeeees.....


Api mulai berkobar menyambar sedikit demi sedikit hingga membakar habis seisi ruangan.


Shen langsung melanjutkan kebeberapa ruangan lain nya, hingga membuat semua murid berteriak.


" kebakaran, kebakaran " teriak beberapa murid yang terus berlarian.


" Apa yang terjadi " teriak ketua tang mu.


Semua murid sibuk memadamkan api yang mulai membesar, ketua tang mu memakai jurus air nya untuk memadamkan api itu.


" Sialan siapa yang berani membakar tempat ku " teriak ketua tang mu yang marah besar.


Shen mengambil kesempatan itu untuk pergi keluar dan menghampiri xieyu mei.


Shen melihat xieyu mei sudah duduk dengan santai di atas badan murid yang sudah di bunuh nya.

__ADS_1


" Ayo kita pergi " kata xieyu mei sambil menarik tangan shen.


__ADS_2