
Cara untuk menang hanya bisa mengandalkan sheng mengulur waktu melawan penguasa kegelapan, sedangkan aku harus bergerak cepat menghancurkan formasi mereka bagaimanapun caranya kali ini harus menang " dalam hati shen sambil mengepalkan tangannya.
" Jangan banyak berpikir, aku akan keluar sekarang " ucap sheng.
" Keluarlah " sahut shen.
Angin yang keluar dari kepakan sayap sheng membuat ketiga pengawal bayangan hitam melihat ke arah shen, penguasa kegelapan yang melihat spiritual naga bersiap menyerangnya hanya tertawa sangat keras.
" Hahahahaha, hanya spiritual lemah ingin melawanku sepertinya kamu terlalu meremehkanku " ucap penguasa kegelapan sambil menatap shen.
" Kita buktikan dengan pertarungan walau besar perbedaan di antara kita kamu belum pasti menjadi pemenangnya " sahut sheng.
" Aku akan membuktikan apa arti perbedaan sebenarnya padamu, ku harap kamu tidak menyesalinya " ucap penguasa kegelapan.
" Tunggu, kamu tidak perlu menghiraukannya cukup bunuh saja dia " sahut gi gel.
" Kamu tidak berhak memerintahku, kamu tenang saja aku akan mengalahkan spiritual tidak tahu diri itu lalu aku akan menghabisinya " ucap penguasa kegelapan.
" Bagaimana dengan kami?" tanya gi gel.
" Kalian hanya perlu bertahan di posisi seperti itu aku akan membuat segel penghalang untuk melindungi kalian selama aku bertarung dengannya " sahut penguasa kegelapan yang langsung memasang segel penghalang.
" Akhirnya aku bisa bertarung dengan tenang jujur saja aku sudah sangat lama tidak bertarung melawan spiritual pembantu sepertimu " ucap penguasa kegelapan sambil menatap ke arah sheng.
Aku akan bertarung, cepatlah mencari cara membuka segel itu dan hancurkan formasinya, jika kamu sanggup langsung saja bunuh mereka " ucap sheng yang bertelepati pada shen.
" Aku akan berusaha " sahut shen.
Sheng yang tidak ingin membuang waktu langsung menyemburkan apinya ke arah penguasa kegelapan, sheng terdiam menatap apinya yang hanya menembus penguasa kegelapan tanpa membuatnya merasakan panas sedikitpun.
" Hahahahaha, apa kamu bodoh. Aku yang berada di depanmu hanyalah sebuah bayangan pernahkah kamu melihat bayangan terkena api " ucap penguasa kegelapan sambil terus tertawa.
Wheeeeeeeeeeeeeessssssss...
Sheng yang tidak menyadari serangan penguasa kegelapan membuatnya terlempar jauh ke belakang, sheng menatap penguasa kegelapan sambil mencoba mencari cara bagaimana agar dia bisa mengalahkan penguasa kegelapan yang hanya bayangan tanpa wujud di depannya itu.
Sudahlah hanya mengulur waktu saja Lebih baik aku terus menyerangnya " ucap sheng dengan suara pelan.
" Shen kamu bergerak lebih cepat penguasa kegelapan yang berada di sini hanyalah bayangan aku tidak bisa melukainya " ucap sheng yang kembali bertelepati pada shen.
" Aku juga sedang berusaha membuka segel pelindung itu dari tadi, tapi segel itu tidak juga bisa terbuka " sahut shen.
__ADS_1
" Intinya teruslah berusaha dan pastikan lebih cepat aku tidak bisa menyerangnya tapi serangannya membuatku kesakitan dan membuatku terluka parah " ucap sheng yang langsung kembali menyerang penguasa kegelapan.
Sialan, Dari tadi aku sudah berusaha mencoba segala cara semua jurusku bahkan kedua api suci juga tidak bisa membukanya " dalam hati shen.
" Coba buka kotak ruangmu siapa tahu di dalamnya ada yang bisa di pakai membuka segel itu, seingatku banyak senjata di dalam kotak ruangmu " ucap mo yang berbisik di telinga shen.
" Aku hanya bisa mencobanya saja " sahut shen yang langsung mengambil kotak ruangnya dan membukanya.
Shen mengeluarkan satu persatu senjata yang berada di dalam kotak ruangnya sambil sesekali menatap ke arah sheng, shen melihat spiritual naganya berulang kali terlempar terkena serangan penguasa kegelapan.
" Ini tidak bisa, ini juga tidak bisa.
Ahhhhh kenapa semuanya tidak ada yang bisa di pakai membuka segel " ucap shen yang berbicara sendiri.
" Kak ada apa dengannya?" tanya salah satu pengawal bayangan hitam sambil menatap shen.
" Sepertinya dia mencari senjata untuk membuka segel ini, apa kamu tidak melihatnya senjata yang di keluarkan dari dalam kotak beraneka ragam dan semua senjata yang sangat bagus "sahit gi gel.
" Lihatlah bola pemberian temanmu itu bercahaya " ucap mo yang kembali berbisik di telinga shen.
" Iya, apa mungkin bola ini bisa membuka segel itu " sahut shen.
" Cepat masukan senjatamu kembali kita belum tahu jika belum mencobanya " ucap mo.
Kotak itu harus menjadi milikku " dalam hati gi gel.
" Saatnya mencoba " ucap shen sambil berjalan ke arah gi gel.
Shen mendekatkan bola di tangannya ke arah gi gel yang masih berada di formasi segitiganya, shen menatap bola di tangannya yang semakin menyala terang dan seolah menyerap segel pelindung formasi gi gel dan kedua pengawal bayangan hitam lainnya.
Akhirnya berhasil juga " dalam hati shen.
" Tunggu apa lagi cepatlah, aku sudah tidak bisa bertahan lebih lama lagi " ucap sheng yang kembali bertelepati.
" JURUS TINJU SEMBILAN DEWA "
" JURUS PEDANG TANPA BAYANGAN "
Teriak shen yang sekaligus mengeluarkan kedua jurusnya berturut-turut.
Bhaaaaaaaaammmmmmmmm...
__ADS_1
Bruuuuuuuuuuuuuuuaaaaaaaaakkk...
Gi gel dan kedua pengawal bayangan hitam yang terkena kedua jurus shen langsung terlempar, ketiganya yang keluar dari formasi membuat penguasa kegelapan perlahan mulai memudar.
" Dasar bodoh, mempertahankam sebentar lagi saja tidak bisa. Karena kalian mengecewakanku aku akan mengambil jiwa kalian sebagai gantinya " ucap penguasa kegelapan yang langsung mengambil jiwa gi gel dan kedua pengawal bayangan hitam lainnya.
" Ini belum berakhir, di lain hari aku akan berurusan lagi denganmu dan di saat itu juga aku akan mengalahkanmu dan spiritualmu itu " teriak penguasa kegelapan yang langsung lenyap dari hadapan sheng.
" Akhirnya, hampir saja aku tidak bisa bangkit lagi " ucap sheng.
" Aku percaya kamu kuat, kamu tenang saja nanti aku akan mencarikan inti hati hewan spiritual " sahut shen.
" Aku tidak mau inti hati spiritual, kamu harus memberiku batu jiwa karena aku juga ingin memperkuat kekuatatanku " ucap sheng.
" Baiklah " sahut shen sambil berjalan ke arah xilung yang terus menatapnya.
" Akhirnya, hampir saja aku berputus asa tadi" ucap xilung sambil menatap shen
" Berputus asa itu tidak baik jauhkan pikiran seperti itu " sahut shen yang langsung membuka api suci pelindung xilung.
" Terima kasih " ucap xilung.
" Sudahlah di mana tempat tinggalmu aku akan mengantarmu pulang " sahut shen.
" Tunggu sebentar, masih ada yang harus aku selesaikan " ucap xilung yang berjalan melewati belakang shen.
Duuuuuuuuuuuuuuuuuuaaaaaaarrrrrrrr...
Duuuuuuuuuuuuuuuuuuuaaaaaaaarrrrrr...
Suara ledakan yang tidak jauh dari shen membuat shen melihat ke arah xilung.
" Sudah selesai " ucap xilung.
" Apa yang terjadi?" tanya shen.
" Aku melemparkan batu peledak yang sebelumnya pernah di lemparkan pengawal bayangan hitam padamu " sahut xilung.
" Bagaimana bisa kamu memiliki itu?" tanya shen lagi.
" Dulu aku orang kepercayaan khisa, aku di beri beberapa untuk berjaga diri dan tadi aku melemparkannya pada khisa yang sedang memperhatikan kita " sahut xilung sambil tersenyum.
__ADS_1
" Hem, ya sudah lebih baik kita cepat pergi dari sini " ucap shen yang langsung berjalan meninggalkan xilung.