
Shen yang melihat xieyu mei melatih murid tingkatan jendral dari kejauhan perlahaan menghampirinya, sepuluh murid yang melihat shen merasa sedikit terkejut mereka tidak mengira shen sudah kembali.
" Hormat pada senior " ucap beberapa murid serentak.
" Sudah-sudah lanjutkan saja latihannya " sahut shen dengan santai.
" Kamu istirahat saja dulu biar aku yang melatih mereka " ucap shen sambil menatap xieyu mei.
" Terserah kamu saja " sahut xieyu mei yang langsung mundur ke belakang.
" Kalian sekarang sudah berada di tingkat jendral aku yakin kalian pasti tahu senjata apa yang sangat cocok untuk diri kalian sendiri " ucap shen dengan suara lantang.
" Tapi senior kami belum memiliki senjata " sahut seorang murid.
" Itu bukan masalah, yang terpenting kalian tahu senjata apa yang sangat cocok untuk diri kalian " ucap shen.
Shen yang berniat mengajari kesepuluh murid itu menggunakan senjata bergegas membuka kotak ruangnya, puluhan pedang dan senjata lainnya yang keluar dari dalam kotak ruangnya membuat para murid di depannya terkejut.
" Ambillah senjata mana yang cocok untuk kalian, dan untuk sementara senjata ini hanya ku pinjamkan khusus berlatih siapa di antara kalian yang terlebih dulu mahir menguasai senjata maka senjata itu akan menjadi milik kalian " sambung shen.
" Baik ketua " sahut semua murid di depan shen serentak.
Sepuluh murid yang berada di depan shen satu persatu mengambil pedang, shen tidak menyangka pedang menjadi senjata kesukaan banyak orang.
" Bagus karena kalian sudah memilih pedang sebagai senjata itu akan memudahkan kita dalam berlatih " ucap shen.
" Ini hanya pedang semua orang bisa menggunakannya, senior terlalu berlebihan " sahut seorang murid sambil mengayunkan pedangnya ke kanan dan ke kiri.
" Benarkah " ucap shen sambil berjalan menghampiri murid itu.
" Begini saja karena kamu bilang semua orang bisa menggunakan pedang berarti kamu juga bisa menggunakannya, aku mau kamu menebas pohon itu dan jika berhasil pedang di tanganmu akan menjadi milikmu " sambung shen.
" Sesuai perkataan senior " sahut murid itu yang langsung berjalan ke arah pohon yang sudah di tunjuk shen.
" Lihatlah aku bisa menebasnya hanya dengan satu ayunan " ucap murid itu dengan yakin.
Shen yang melihat murid di depannya terlalu percaya diri membuatnya tersenyum sendiri.
Wheeeeeeeeeeeeessssssss...
Murid itu yang berulang kali mengayunkan pedangnya namun tidak juga berhasil menebas pohon di depannya membuatnya merasa malu, dia tidak menyangka ternyata menggunakan pedang tidaklah mudah.
" Senior maaf " ucap murid itu sambil menundukan kepalanya.
" Ini pelajaran pertama yang harus kalian ingat, pedang bukan sebuah senjata yang bisa kalian gunakan tanpa mempelajarinya " Sahut shen yang langsung mengambil pedang dari murid di depannya.
" Lihatlah " sambung shen.
Wheeeeeeeessssssssss...
Satu ayunan pedang membuat pohon di depannya langsung tumbang, murid yang melihat shen begitu hebat serentak bertepuk tangan.
" Senior memang hebat " ucap beberapa murid.
" Percaya diri boleh saja tapi kamu harus mengetahui seberapa kemampuanmu " ucap shen sambil menepuk pundak murid yang masih menundukkan kepalanya.
__ADS_1
" Terima kasih senior, aku akan mengingatnya" sahut murid itu.
Shen tersenyum sendiri sambil kembali melanjutkan arahan demi arahan sebelum menggunakan pedang, hari yang sudah mulai sore membuat shen menghentikan latihan untuk juniornya.
" Cukup sampai di sini pelatihan kita, beristirahatlah yang cukup karena dengan beristirahat tenaga akan kembali pulih " ucap shen sambil berjalan pergi.
" Bagaimana menurut ayah?" tanya ketua xu ling yang berdiri di belakang ayahnya.
" Dia sangat cocok menjadi ketua " sahut ketua xu long in yang sedari tadi memperhatikan shen dari kejauhan.
" Aku akan membawanya pergi ke kerajaan beberapa hari lagi perguruan ku serahkan padamu " sambung ketua xu long in.
" Tapi ayah bagaimana dengan xieyu mei bukannya seharusnya shen melamarnya terlebih dulu " ucap ketua xu ling.
" Itu akan menjadi tanggung jawabmu untuk memberitahukannya, bukannya dari awal yang menganggapnya seperti keluarga adalah dirimu" sahut ketua xu long in yang langsung berjalan pergi.
Haaaah, apa shen melupakan siapa yang seharusnya menjadi istri pertamanya " dalam hati ketua xu ling.
" Sudahlah lebih baik ku tanya saja langsung padanya " ucap ketua xu ling yang bergegas pergi ke kamar shen.
Bruuuuuuuuuuuuuuuuuaaaaakkk...
Dobrakan pintu yang sangat keras membuat shen yang baru menyandarkan badannya merasa terkejut, shen yang melihat ketua xu ling berjalan ke arahnya hanya tersenyum sambil menatapnya.
" Apa kamu melupakan sesuatu " ucap ketua xu ling.
" Melupakan apa ketua?" tanya shen yang merasa kebingungan.
" Beberapa hari lagi kamu akan mendatangi dua kerajaan untuk melamar putri yun lie dan putri shie, apa kamu melupakan xieyu mei yang seharusnya menjadi istri pertamamu " sahut ketua xu ling.
" Lalu kenapa kamu tidak memberitahu ku terlebih dulu " sahut ketua xu ling.
" Sebenarnya aku ingin membuatnya menjadi kejutan, tapi karena ketua datang dan bertanya padaku sudah tidak lagi menjadi kejutan buat semuanya " ucap shen.
" Harusnya kamu dari awal memberitahuku yang sebenarnya di kasih kejutan itu xieyu mei bukan aku atau ayahku " sahut ketua xu ling.
" Baiklah, kalau begitu besok jam sepuluh ku tunggu di ruangan ayahku " sambung ketua xu ling sambil berjalan pergi.
Haaaah, membuatku terkejut saja " dalam hati shen.
" Apa rencanamu untuk besok?" tanya mo.
" Sebenarnya aku tidak punya rencana dari awal " sahut shen.
" Haduh, pantas saja ku lihat gadis itu sangat marah ternyata kamu tidak perhatian sedikitpun padanya " ucap mo.
" Sudahlah, aku mau beristirahat " sahut shen yang langsung menutup matanya.
Shen yang berusaha untuk tidur namun tidak bisa tertidur membuatnya gelisah, detak jantungnya yang terus berdetak kencang membuatnya semakin tidak tenang.
Shen yang tidak bisa tidur semalaman terus berpikir apa yang harus di katakannya ke xieyu mei, kegelisahan yang terus menyelimutinya membuat shen tidak menyadari hari telah pagi.
" Aaaaaaaa, apa yang harus ku katakan nanti " ucap shen.
" Heeeh ternyata orang hebat juga bisa gelisah " sahut sheng.
__ADS_1
" Kamu tidak tahu apa yang ku rasakan sekarang " ucap shen.
" Memang tidak tahu, tapi dari pada kamu terus bolak-balik tidak jelas seperti itu lebih baik kamu bersiap " sahut sheng.
" Kamu benar, aku harus bersiap sekarang " ucap shen yang langsung pergi mandi.
Jam yang telah di sepakati dengan ketua xu ling membuat shen bergegas pergi ke ruangan ketua xu long in, walau detak jantungnya terasa semakin cepat shen mencoba tetap tenang sambil terus berjalan.
" Haaaaah " shen yang berdiri di depan pintu ruangan ketua xu long in langsung menghela nafas.
Dengan langkah perlahan shen berjalan memasuki ruangan ketua xu long in sambil menatap xieyu mei yang duduk di dekat ketua xu ling.
" Sebenarnya ada apa ketua, kenapa kami di kumpulkan " ucap xieyu mei yang merasa kebingungan.
" Bukan aku yang berkepentingan, aku juga tidak tahu ada apa " sahut ketua xu long in.
" Ada apa shen?" tanya ketua xu ling sambil tersenyum.
" Di depan ketua xu long in dan ketua xu ling aku berniat menjadikan xieyu mei sebagai pendampingku " ucap shen dengan suara lantang.
Xieyu mei yang mendengar perkataan shen merasa sangat terkejut, dia tidak menyangka shen sedang melamarnya.
" Bukan maksudku ingin mempersulitmu xieyu mei adalah murid kesayanganku dan dia lebih dulu berada di sini, kamu ingin menikahinya apa yang bisa kamu berikan padanya sekarang " sahut ketua xu ling sambil menatap shen.
" Aku tidak memiliki harta berharga apapun, aku hanya bisa memberikan ini " ucap shen yang sudah menyiapkan lima ribu batu jiwa untuk xieyu mei.
" Batu jiwa yang sangat banyak, bagaimana xieyu mei apa kamu menerimanya " sahut ketua xu ling.
" Iya aku menerimanya " ucap xieyu mei dengan suara pelan.
" Xieyu mei kamu harus ingat dia melamarmu pertama karena dia sangat mencintaimu, walau begitu dia juga tetap akan menikahi putri yun lie dan putri shie apa kamu bisa menerimanya dengan ikhlas " sahut ketua xu long in.
" Aku percaya pada shen dan semua yang dilakukannya demi kebaikan bersama " ucap xieyu mei.
" Bagus, setelah dua lamaran lagi pernikahan yang sangat megah akan di adakan di perguruan langit biru. Semoga dewa mempermudah segalanya " sahut ketua xu long in sambil tersenyum.
" Baiklah, xieyu mei shen telah memberikan batu jiwa itu untukmu simpanlah " ucap ketua xu ling.
" Ketua aku sudah menganggap perguruan ini sebagai rumahku dan aku menganggap ketua sebagai orang tuaku, aku dengan tulus memberikan batu jiwa ini untuk perguruan " sahut xieyu mei.
" Tapi ini milikmu " ucap ketua xu ling.
" Aku ada shen yang bisa melindungiku batu jiwa ini aku tidak membutuhkannya " sahut xieyu mei.
" Baiklah karena kamu yang memberinya kami tidak berhak menolak, aku akan menggunakan batu jiwa ini untuk kepentingan perguruan langit biru " ucap ketua xu long in.
" Terima kasih ketua, kalau begitu xieyu mei pamit dulu " sahut xieyu mei.
" Aku juga pamit dulu " ucap shen sambil berjalan pergi.
" Haaaaah, masa muda yang sangat indah " ucap ketua xu ling sambil menatap shen yang mengikuti xieyu mei dari belakang.
" Salahmu sendiri yang dari awal tidak ingin bersuami " sahut ketua xu long in sambil berjalan pergi.
Aku tidak ingin juga karena sesuatu yang pernah terjadi dulu " dalam hati ketua xu ling.
__ADS_1