
Hembusan nafas yang tidak beraturan, aliran darah nya terus bergejolak. shen tidak mengerti apa yang yang sebenarnya terjadi padanya.
Perasaan seperti apa ini, aku tidak pernah merasakan perasaan seperti ini sebelumnya " dalam hati shen.
" Bagaimana, apa kamu menyetujuinya " kata lis ya, yang masih terus menatap mata shen dengan sangat dekat.
Shen hanya menelan ludah dan tidak menjawab nya.
" Jangan termakan apa yang di bicarakan nya.
dia hanya sosok siluman penunggu Air terjun ini, dia hanya ingin menjebak mu "Suara spiritual naga shen.
" Aku juga tidak ingin seperti ini, tapi sekarang aku tidak bisa terlepas dan menjauh dari nya "
"Haiiis. Aku terpaksa harus membantu mu lagi "
Sheng masuk kedalam tubuh shen dan mengendalikan nya.
" Aku tidak akan membiarkan mu memiliki anak dari ku. jika kamu masih ingin hidup menjauhlah sekarang juga "
" Siapa kamu, kenapa kamu merasuki tubuh nya " Lis ya Perlahan mundur menjauhi shen.
" Kamu tidak perlu mengetahui siapa aku. jika kamu menyayangi nyawamu menjauhlah dari ku, dan biarkan aku mengambil sedikit air mata jiwa ini "
Aura nya sangat kuat, apa dia hewan spiritual yang berada di dalam tubuh nya.
tapi kenapa dia tidak terkena sihir yang ku berikan " dalam hati lis ya.
Wheeeeesss... Angin yang sangat kencang membawa seorang pria turun dan berdiri di hadapan shen dan lis ya.
" Kamu lagi " lis ya seperti mengenal pria di depannya.
" Sudah ku bilang aku pasti akan datang lagi untuk membawa mu bersama ku, sekarang sudah saatnya " Kata pria itu sambil menarik tangan lis ya.
" Aku tidak ingin pergi dengan mu " Lis ya terlihat sangat marah.
Spiritual naga shen perlahan kembali ke tempatnya dan membiarkan shen yang menangani pria itu.
" kamu tidak bisa menolak ku untuk ke dua kalinya. Aku yang sekarang berbeda dengan aku yang dulu " Pria itu menarik paksa tangan lis ya.
Shen yang memperhatikannya merasa sangat kesal sendiri. Shen memegang tangan pria itu dan menatapnya.
" Jika dia tidak mau, kamu tidak berhak memaksa nya " Kata shen yang masih menatap pria itu.
" Siapa kamu? Kenapa kamu ikut campur urusanku dengan nya. Apa kamu sudah tidak menginginkan nyawamu yang hanya satu ini " Pria itu menepuk pundak shen.
" Aku hanya tidak suka melihat kamu memaksa nya. Sekarang kamu pergilah atau aku yang akan menghabisi nyawa mu " Kata shen dengan sangat percaya diri.
__ADS_1
" Hahahahaha " Pria itu tertawa sangat keras.
Pria itu menatap shen dan mengeluarkan Sebuah tombak bermata dua di tangan kirinya.
" Ku beri satu kesempatan lagi untuk mu menjauh dari sini dan jangan ikut campur urusanku dengan nya " Teriak pria itu.
" Kalau aku tetap ingin ikut campur apa yang akan kamu lakukan pada ku "
" Tentu saja aku akan menghabisi mu "
" Jangan terlalu sombong, kamu belum tentu bisa melawan ku " Shen menarik pedangnya dan bersiap menyerang.
Pria itu langsung melempar tombak nya.
Whhhhheeesss... Shen dengan mudah menangkap nya.
" Apa hanya tombak ini yang kamu punya. sayang sekali tombak ini tidak akan bisa menghabisi ku " kata shen.
Pria itu terdiam dan menutup matanya.
Perlahan Sinar terang keluar dari tombak itu dan tombak itu langsung berubah.
Arrrrrrrrrrkkkkkhhhh. teriak shen dengan sangat keras.
Tombak yang di pegang nya berubah menjadi cacing penghisap darah yang sangat besar.
rasa sakit tidak bisa di tahan nya lagi.
Shen mengangkat pedangnya dan ingin menebas cacing besar itu.
" Tunggu " Lis ya memegang tangan shen.
Shen masih menahan rasa sakit itu sambil menatap lis ya yang menghentikan nya.
" Dasar bodoh, apa kamu sudah Kehilangan akal. jika kamu menebas nya tangan mu akan ikut terpotong juga " lis ya memarahi shen.
Shen tidak menjawab, rasa sakit semakin menjadi darah nya terus semakin berkurang di sedot cacing penghisap darah itu.
" Hahahahaha " pria itu masih memperhatikan shen. dan tertawa bahagia.
Lis ya terlihat sangat panik dan berulang kali menarik cacing itu agar melepaskan tangan shen.
Shen terjatuh tidak sadarkan diri.
" Kenapa aku bisa memiliki tuan seperti mu" suara spiritual naga shen.
Sheng kembali masuk ke dalam tubuh shen dan langsung membuka mata nya.
__ADS_1
" Hewan rendahan seperti ini, berani sekali menyerang tuan ku " Teriak sheng yang memakai tubuh shen.
Sheng memegang tepat di tengah tengah cacing itu dan meremas nya sangat keras.
Duuuuuuuuaaaarrrr... suara ledakan yang sangat keras.
Cacing penghisap darah meledak dan kembali berubah menjadi tombak yang hancur berkeping keping.
Sheng menatap pria itu dengan tajam dan perlahan berjalan mendekati nya.
Siapa sebenarnya pemuda ini, bagaimana bisa dia menghancurkan senjata pusaka yang di berikan raja iblis. mungkin aku tidak bisa menang melawan nya sekarang, tapi bukan berarti aku melepaskan nya begitu saja " Dalam hati pria itu.
Angin kencang kembali berhembus dan membawa pria itu pergi.
Brrrruuuuaaakkk... shen terjatuh di tanah dan kembali tidak sadarkan diri.
Hiks hiks hiks... suara tangisan terdengar tepat berada di samping nya.
Shen Perlahan membuka matanya dan melihat siapa yang menangis.
" Kamu akhirnya sadar juga " Lis ya memeluk shen dengan erat.
" Apa yang terjadi " tanya shen.
Lis ya hanya terdiam dan mengeluarkan botol kecil.
" Ini yang kamu butuhkan. sekarang kamu pergi dari sini "
" memangnya kenapa " tanya shen.
" Lian dang tidak mudah di lawan, kamu harus cepat pergi dari sini " Lis ya menarik tangan shen untuk bangkit berdiri.
Shen hanya menatap lis ya.
shen merasa lis ya berbeda dari sebelumnya.
" Cepat pergilah dari sini " Teriak lis ya sambil menutup mata nya.
Shen membangunkan chiktan dan berjalan meninggalkan lis ya yang masih berdiri di belakangnya.
" Terimakasih " teriak lis ya sambil melambaikan tangannya.
Lis ya merasa sangat bahagia.
Selama ini tidak ada satu pun yang memperdulikan dirinya apa lagi sampai menolongnya dan membahayakan nyawanya sendiri untuk diri nya.
" Suatu hari nanti aku pasti membalas mu " Lis ya tersenyum sendiri dan langsung melompat kembali ke dalam air terjun.
__ADS_1