Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 136


__ADS_3

Xieyu mei yang melihat shen masih tidak sadarkan diri mencoba terus menggoyangkannya, xieyu mei berharap shen bisa cepat tersadar dan mereka bisa mengambil semua inti hati hewan spiritual yang sudah di bunuh ular raksasa berkepala tiga sebelum ada yang mengambilnya.


" Bisakah kamu berhenti menggoyangkanku " ucap shen.


" Akhirnya kamu sadar juga " sahut xieyu mei yang langsung memeluk shen.


" Ehem, aku hanya sedikit kelelahan. Aku tidak tahu kamu begitu mengkhawatirkan ku " ucap shen.


" Bukan, bukan begitu " ucap xieyu mei dengan gugup.


" Aku ingin memberitahumu ular raksasa berkepala tiga telah membantu kita, ular itu berkata dia telah membunuh tiga ribu hewan spiritual di sekitar sini kamu cepatlah bangun " sambung xieyu mei yang langsung melepaskan pelukannya.


" Benarkah " sahut shen yang langsung susu.


" Ya dia bilang di hanya ingin menepati janji " ucap xueyu mei.


" Kalau berpura kamu tunggun sebentar aku ingin memulihkan tenagaku " sahut shen.


" Cepatlah, aku tidak ingin inti hati itu di ambil orang lain " ucap xieyu mei.


Shen yang tidak menjawab perkataan xieyu mei perlahan menutup kedua matanya, sama seperti sebelumnya hawa yang sangat dingin kembali mengalir ke seluruh tubuhnya.


Tidak butuh waktu lama shen yang merasa hawa dingin di dalam tubuhnya menghilang langsung membuka matanya.


" Ayo kita simpan semua inti hati spiritual yang sudah di bunuh ular raksasa berkepala tiga itu " ucap shen yang langsung berdiri.


" Haaaaah " xieyu mei yang tadinya duduk di samping shen langsung berdiri dan mengikuti shen dari belakang.


Shen yang berjalan di depan merasa sangat terkejut tepat di depannya puluhan ribu hewan spiritual mati menggenaskan.


" Aku tidak menyangka ular raksasa berkepala tiga itu menepati janjinya " ucap shen.


" Kamu harusnya berterima kasih padanya, jika tidak mungkin kita masih harus bersusah payah menghabisi semua hewan spiritual ini " sahut xieyu mei.


" Iya iya, cerewet " ucap shen yang langsung membuka kotak ruangnya.


Shen berjalan ke arah satu persatu hewan spiritual yang sudah mati di depannya, tanpa banyak berbicara shen langsung memasukkan inti hati hewan spiritual ke kotak ruangnya.


" Shen cepatlah kita harus mencari yang lainnya, aku tidak ingin semua di ambil orang lain " teriak xieyu mei.


" Sebentar lagi selesai " sahut shen yang juga berteriak.


Shen semakin mempercepat langkahnya, tujuh puluh inti hati hewan spiritual telah di masukannya ke dalam kotak ruangnya.


" Cepat " ucap xieyu mei.


Shen yang melihat xieyu mei sangat tidak sabar hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil terus mengikuti xieyu mei yang berjalan di depannya.


Satu persatu inti hati hewan spiritual yang di lewati shen di masukkannya ke dalam kotak ruangnya, shen yang melihat hari mulai gelap tapi dia masih belum selesai mengumpulkan tiga ribu inti hati hewan spiritual yang telah di bunuh ular berkepala tiga mulai gelisah, tidak mungkin baginya membiarkan inti hati hewan spiritual itu selama semalaman.


" Bagaimana shen hari sudah mulai gelap " ucap xueyu mei.


" Tenang saja " sahut shen dengan santai.


Shen yang tidak ingin membuang waktu langsung memecah dirinya, shen mengirim puluhan pecahan dirinya menyebar mengambil seluruh hewan spiritual yang sudah di bunuh ular raksasa berkepala tiga.


Satu persatu pecahan diri shen kembali membawa beberapa ekor hewan spiritual yang sudah mati, tidak hanya itu pecahan diri shen kembali menyebar mengambil semua hewan spiritual yang sudah mati hingga tidak ada satupun yang tersisa.


" Saat ini kita tidak perlu takut ada yang akan mengambilnya dan kamu juga sudah bisa beristirahat dengan nyaman sekarang " ucap shen.


" Bagaimana denganmu?" tanya xieyu mei.


" Aku tentu saja harus memasukkan semua inti hati hewan spiritual ini " sahut shen.

__ADS_1


" Jika sudah lelah beristirahatlah terlebih dulu" ucap xieyu mei.


" Ya " sahut shen sambil tersenyum.


Shen yang melihat xieyu mei bersandar di bawah pohon sambil menutup matanya langsung mengeluarkan api suci putihnya di tangan, dengan api suci sebagai penerang perlahan shen memasukan satu persatu inti hati hewan spiritual yang berada di depannya.


Tidak tahu sudah berapa jam berlalu shen akhirnya berhasil memasukkan inti hati hewan spiritual terahir ke dalam kotak ruangnya.


" Huuuh, akhirnya " ucap shen yang langsung menyandarkan tubunya di bawah pohon tepat di samping xieyu mei.


Shen yang merasa kelelahan perlahan menutup matanya, terangnya sinar matahari membangunkan xieyu mei yang tertidur lelap semalaman.


Xieyu mei yang melihat shen tertidur tidak jauh darinya langsung menghampirinya dan duduk di sampingnya, xieyu mei berulang kali menggerakkan tangannya tepat di depan wajah shen untuk memastikan apa shen benar-benar masih tertidur atau hanya berpura-pura saja.


Sepertinya dia masih tertidur " dalam hati xieyu mei.


Xieyu mei memberanikan dirinya mencium pipi shen sebelum akhirnya dia berdiri berpura-pura menggerakan badannya.


" Aku seperti merasakan sesuatu di dalam mimpi, tapi apa ya " ucap shen sambil mengucek matanya.


" Mangkanya jangan tidur terus " sahut xieyu mei tanpa menatap shen.


" Aku baru saja tertidur, badanku sepertinya sangat lelah " ucap shen.


" Sudah jangan mengeluh cepat berdiri, kita masih harus mencari yang lain dan mencari jalan kembalinya " sahut xieyu mei yang langsung berjalan meninggalkan shen.


" Tunggu aku " ucap shen yang bergegas berdiri dan berjalan mengikuti xieyu mei dari belakang.


Niung an dan niung er yang baru sampai di tempat shen merasa sangat terkejut, ribuan bangkai hewan spiritual yang tidak memiliki inti hati membuat keduanya merasa penasaran siapa yang sudah mengambil ribuan inti hati dari bangkai hewan spiritual itu.


" Kakak kira-kira siapa yang sudah mengambil inti hati itu?" tanya niung er.


" Yang pasti dia sangat kuat, jika tidak mana mungkin dia bisa menghabisi ribuan hewan spiritual ini sekaligus apa lagi hewan spiritual ini rata-rata berada di level sembilan ke atas " sahut niung an.


" Kamu benar, maka dari itu jika bisa kita harus berteman baik dengan mereka dan mencari kelemahan mereka untuk mengalahkannya " sahut niung an.


" Kakak berapa inti hati hewan spiritual yang sudah kita dapat?" tanya niung er.


" Yang kita dapat sendiri hanya tiga puluh saja, sisanya bukannya kamu sudah tahu kita mendapatkannya dari merampas peserta yang lainnya " sahut niung an.


" Aku tahu itu, yang ku tanya berapa jumlah keseluruhannya " ucap niung er.


" Dua ribu delapan ratus, kita hanya membutuhkan dua ratus inti hati lagi " sahut niung an.


" Kalau begitu kita harus mencari peserta lainnya, hanya tinggal dua ratus lagi kita akan masuk ke babak selanjutnya " ucap niung er yang langsung berjalan pergi.


Chu wei dan chu ying yang menjadi perwakilan perguruan badai salju baru saja mendapatkan dua ratus inti hati spiritual, walau begitu keduanya tidak menyerah chu wei dan chu ying terus mencari hewan spiritual sebagai mangsa mereka.


Niung an dan niung er yang melihat chu wei dan chu ying berjalan tidak jauh di depannya langsung menghampiri keduannya.


" Hei kalian berdua berhenti " teriak niung er.


Chu wei dan chu ying yang mendengar suara teriakan dari belakang mereka langsung menghentikan langkahnya.


" Kalian dari perguruan mana?" tanya niung er.


" Perguruan badai salju " sahut chu ying.


" Oh dari perguruan lemah, kalau begitu aku tidak ingin banyak berbicara berikan semua inti hati spiritual yang kalian dapatkan " teriak niung er.


" Siapa kalian, kenapa kami harus menyerahkan yang sudah susah payah kami dapatkan dengan usaha kami sendiri " sahut chu wei.


" Niung er untuk apa banyak omong kosong, cepat rampas dan pergi " ucap niung an.

__ADS_1


" Baik kak " sahut niung er yang langsung mengeluarkan bomnya dan melemparkannya ke arah chu ying dan chu wei.


Duuuuuuuuuuaaaaaaaaarrrrrrr...


Ledakan yang di hasilkan dari bom niung er membuat chu wei dan chu ying terlempar.


Niung an yang melihat musuh masih terbaring lemas langsung menggunakan jurus kecepatannya, niung an yang melihat cincin ruang bergantung di leher chu ying langsung menariknya.


" Terima kasih " teriak niung er yang langsung berlari pergi meninggalkan chu ying dan chu wei.


Shen yang mendengar suara ledakan dari kejauhan bergegas mencari asal suara ledakan itu, shen sangat yakin ledakan itu berasal dari bom wanita yang pernah dia kalahkan waktu itu.


" Shen ada apa, Kenapa kamu langsung berlari sangat cepat " ucap xieyu mei yang mengikuti shen dari belakang.


" Coba kamu lihat di sana ada yang terluka, kita harus ke sana menolong mereka " sahut shen yang langsung berlari ke arah chu ying.


" Shen tunggu " teriak xieyu mei.


Shen yang melihat chu ying dan chu wei terbaring lemas langsung menghampiri keduanya.


" Kalian pasti terkena bom wanita itu " ucap shen.


" Dari mana kamu tahu?" tanya chu ying dengan suara pelan.


" Shen nanti saja bicaranya, cepat kamu sembuhkan mereka " sahut xieyu mei.


" Emmm" ucap shen sambil menganggukkan kepalanya.


Shen yang merasa kasihan dengan keduanya langsung menggenggam tangan chu ying dan chu wei secara bersamaan, tidak butuh waktu lama keduanya akhirnya jauh lebih baik dari sebelumnya dan sudah bisa bangkit berdiri.


" Terima kasih " ucap chu ying dan chu wei serentak.


" Kalian bukannya perwakilan ketua chu qin?" tanya xieyu mei.


" Benar, kami adalah murid ketua chu qin " sahut chu wei.


" Cincin ruang kami di ambil, di dalam cincin itu ada dua ratus inti hati hewan spiritual yang sudah kami dapatkan " ucap chu ying.


" Aku akan kejar mereka " ucap shen.


" Tidak perlu, tidak ada gunanya mengejar mereka dari awal memang kami yang lemah sudah satu hari satu malam kami hanya berhasil mendapatkan dua ratus inti hati spiritual " sahut chu wei.


" Terima kasih telah menolong kami, kami harus pergi " ucap chu ying.


" Apa kalian akan menyerah begitu saja?" tanya shen.


" Sebenarnya bukan ingin menyerah hanya saja waktunya sudah tidak cukup, lihatlah di atas telah terbuka bisa di pastikan tiga perwakilan sudah berhasil mengumpulkan tiga ribu inti hati hewan spiritual " sahut chu wei.


" Mari kita pergi sama-sama " ucap chu ying sambil tersenyum.


Shen dan xieyu mei yang merasa tidak bisa berbuat apa-apa hanya menganggukan kepala mereka, keempatnya yang sudah bersiap langsung melompat ke atas ruang dimensi yang membawa mereka kembali ke tempat semula.


Chu ying dan chu wei yang melihat ketua chu qin berdiri menatap mereka langsung berjalan dan bersujud di depan ketua chu qin.


" Maafkan kami ketua, kami gagal membawa nama baik perguruan " ucap chu ying dan chu wei serentak.


" Tidak apa, kalian sudah berusaha " sahut ketua chu qin sambil tersenyum.


Shen yang melihat ketua xu ling berdiri di samping ketua chu qin langsung menghampirinya.


" Maafkan kami ketua chu qin, kami tidak berhasil menjaga mereka " ucap shen.


" Bukan salah kalian " sahut ketua chu qin.

__ADS_1


" Aku yakin kalian pasti berhasil dan menjadi pemenang, kami pergi dulu semoga kita bertemu lagi " sambung ketua chu qin sambil tersenyum.


__ADS_2