Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 120


__ADS_3

Di sisi lain putri shie yang baru sampai di kerajaan bergegas turun dari kereta kudanya, putri shie memasang wajah serius sambil terus berjalan menuju ruang pertemuan kerajaan.


" Cucuku akhirnya kamu sampai juga " ucap yang mulia ibu suri nenek putri shie.


" Salam nenek, ayahanda dan ibunda " ucap putri shie sambil menundukan kepalanya.


" Cucuku coba kamu lihat apa yang sudah dilakukan ayahandamu, ayahandamu memberikan posisi panglima perang kepada seorang pria yang tidak jelas dari mana asalnya " sahut yang mulia ibu suri sambil meminta putri shie duduk di sampingnya.


" Benarkah begitu ayahanda? " tanya putri shie.


" Memang benar aku mengangkat seorang pria menjadi penggantimu sementara, dan sekarang dia sudah berada di perbatasan " sahut yang mulia raja.


" Lalu kepulanganku sekarang untuk apa, apa ayahanda meminta ku disini hanya untuk berdiam diri " ucap putri shie dengan kesal.


" Bukannya begitu ayahanda sengaja mengirimnya hanya untuk menunggu kedatanganmu, kamu bisa pergi menyusulnya ayahanda juga tidak yakin dia bisa menyelesaikannya " sahut yang mulia raja.


" Untuk apa aku pergi bukannya pasukan sudah di bawanya semua " ucap putri shie.


" Dia hanya membawa sepuluh ribu prajurit yang di pimpin sepuluh ketua saja, ayahanda masih tidak yakin dengannya pergilah putriku ayahanda mempercayakan semua pada mu " sahut yang mulia raja.


" Kalau begitu aku akan pergi " ucap putri shie.


" Kamu habisi saja pria itu sebelum kembali ke kerajaan " bisik yang mulia ibu suri pada putri shie sebelum beranjak pergi.


Nenek tenang saja, aku tidak akan membiarkan yang mengambil posisi ku tetap bertahan hidup " dalam hati putri shie sambil mengepalkan tangannya.


Putri shie yang sudah bersiap langsung meminta tujuh puluh ketua pemimpin pasukan untuk membawa seluruh pasukannya.


Putri shie yang melihat seratus ribu pasukannya telah siap langsung memimpin jalan menuju perbatasan, putri shie yang memimpin jalan dengan sangat cepat hanya membutuhkan waktu dua jam untuk sampai di perbatasan.


Suara kuda yang berlari sangat cepat mengejutkan prajurit musuh yang sedang beristirahat.


" Serang, bantai mereka semua " teriak putri shie.


Ribuan kuda yang di tunggangi pasukan putri shie menyebar dengan sangat cepat, prajurit musuh yang berkumpul di satu titik tidak menyangka akan di serang secara langsung.


Cheeeeetttttaaaarrttt....


Cheeeeeeetttttaaaaarrrrrr...


Suara alunan cambuk putri shie yang di sertai suara adu pedang membuat pertempuran terdengar sangat jelas.


Arrrrrrrrkkkkkhhhhh....


Arrrrrrrrrrkkkkkkkhhhhhh...


Jeritan demi jeritan terus terdengar, putri shie yang sudah lebih setahun tidak memimpin perang menjadi semakin gila.


Putri shie terus mengayunkan cambuk dan pedangnya secara bersamaan demi menghabisi musuh dengan cepat.

__ADS_1


Di satu sisi shen yang mendengar dari mo pertempuran sebenarnya baru saja di mulai bergegas membawa pasukan kembali ke perbatasan.


Shen yang melihat putri shie dari kejauhan hanya bisa diam, shen tidak menyangka wanita yang biasanya lembut bisa menjadi sangat sadis seperti itu.


" Kalian tunggu apa lagi, bantu pasukan panglima perang kalian " teriak shen memerintah pasukannya.


Pasukan yang di pimpin shen bergegas bersatu dengan pasukan putri shie dan langsung membantai musuh yang berada di depan mereka.


Wheeeeeessssss...


Wheeeeeeeeessssss...


Shen terus mengayunkan pedangnya menebas prajurit musuh yang menghalangi jalannya.


Putri shie yang sibuk dengan prajurit musuh tidak memperhatikan shen yang sedang berjalan ke arahnya.


" Awas " teriak shen.


Wheeeeeeeessssssss...


Sebuah tombak yang terbang mengarah ke putri shie langsung di tangkap oleh shen.


Putri shie yang masih tidak percaya shen berada di dekatnya tanpa sadar langsung terdiam memperhatikan shen.


" Tetap fokus " teriak shen sambil menangkis serangan yang mengarah pada putri shie.


" Mundur " teriak seseorang dari kejauhan.


Pasukan musuh yang mendengar suara teriakan bergegas mundur.


Pasukan putri shie yang melihat belasan ribu pasukan musuh mundur bersiap mengejar.


" Tahan, kita ambil waktu ini untuk beristirahat. Untuk prajurit yang gugur di peperangan ini segera beritahu keluarga mereka " ucap putri shie.


Putri shie yang melihat shen terduduk jauh di belakangnya bergegas menghampirinya.


" Kamu bagaimana bisa berada di sini? " tanya putri shie.


" Ceritanya panjang, aku di suruh yang mulia raja menggantikan mu sementara karena kamu sudah berada di sini aku menjadi tenang sekarang " sahut shen.


" Apa kamu tahu setelah kepergian mu aku sangat merindukan mu " ucap putri shie sambil menatap shen.


" Kita bicarakan itu nanti saja " sahut shen.


" Apa rencanamu selanjutnya? " tanya shen.


" Tidak ada rencana kita hanya perlu menunggu musuh datang dan kita kembali melanjutkan peperangan " sahut putri shie.


" Saat ini prajuritmu yang gugur sekitar tiga puluh ribu, menurutmu tanpa rencana apa bisa melanjutkan peperangan " ucap shen.

__ADS_1


" Lalu bagaimana?" tanya putri shie.


" Sepertinya kita bisa memikirkannya setelah aku beristirahat " sahut shen sambil berbaring menutup matanya.


Di sisi lain pasukan musuh yang di pimpin pangeran hen jiu hanya tersisi dua belas ribu, pangeran hen jiu yang merasa tidak akan menang jika menyerang kembali meminta saran panglima perangnya.


Braaaaaaaakkkkkk...


Pangeran hen jiu yang terlihat sangat marah langsung memukul meja di depannya.


" Bagaimana ini kita sudah kehilangan lebih dari setengah pasukan kita, jika kita kembali dengan tangan kosong ayahanda pasti akan sangat marah tapi jika kita kembali menyerang kita akan mati di tangan musuh " teriak pangeran hen jiu.


" Maaf pangeran aku ada satu rencana, apa pangeran ingin mendengarnya " ucap panglima perang hen jiu.


" Katakan panglima " sahut hen jiu.


" Sepertinya kita memang tidak bisa menang melawan musuh, tapi jika kita mengorbankan tiga ribu pasukan untuk memancing mereka berperang kita bisa mencari kesempatan menculik putri shie itu " ucap panglima perang hen jiu.


" Dia panglima perang apa bisa kita menculiknya " sahut hen jiu.


" Aku rasa kita bisa menculiknya " ucap panglima perang hen jiu.


" Kalau begitu aku akan bergantung padamu " sahut hen jiu.


Panglima perang hen jiu yang sudah mengatur strategi bergegas meminta tiga ribu pasukannya untuk menyerang pasukan putri shie di tengah malam.


" Musuh datang " teriak salah satu ketua yang menjaga perbatasan.


" Hem, Sepertinya apa yang kamu perkirakan memang benar " ucap sheng.


" Aku sangat yakin pasukan mereka yang menyerang hanya sebagai umpan, aku juga sudah meminta putri shie untuk berada di tengah pertarungan itu " sahut shen.


" Lalu sekarang apa yang akan kamu lakukan?" tanya sheng


" Tentu saja berubah menjadi putri shie " sahut shen sambil berjalan dan tidur di tenda putri shie.


Shen yang sengaja meminta tenda putri shie untuk tidak di jaga dengan sangat cepat menyadari kedatangan musuhnya, shen yang masih berpura pura tertidur langsung di bawa dengan cepat ke markas musuh.


" Pangeran lihat aku membawanya dengan sangat mudah " ucap panglima hen jiu sambil membaringkan shen di tempat tidur.


" Hahahaha, aku tidak menyangka bisa semudah ini. Jika tahu begitu aku tidak mungkin bersusah payah untuk berperang " sahut hen jiu sambil terus tertawa.


Tidak butuh waktu lama putri shie dan pasukannya berhasil mengalahkan pasukan musuh, putri shie yang merasa lelah langsung meminta pasukannya bergegas kembali.


" Kemana dia? " tanya putri shie ke prajurit yang berdiri tidak jauh dari tendanya.


" Tadi dia masuk ke dalam tenda putri dan meminta kita untuk tidak berjaga di luar " sahut salah satu prajurit sambil menundukan kepalanya.


Cih ternyata dia bertindak sendirian, awas saja jika terjadi apa apa dengan mu aku tidak akan pernah memaafkanmu " dalam hati putri shie.

__ADS_1


__ADS_2