Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 123


__ADS_3

Shen berjalan menuju tanah lapang tepat di samping kerajaan, shen yang melihat pria berbadan besar terus menatapnya dengan tajam hanya bisa tersenyum dan balik menatapnya.


" Maaf aku disini untuk membunuhmu " ucap go giong yang berjalan melewati shen.


" Tidak masalah jika kamu sanggup lakukanlah " sahut shen dengan santai.


Di pinggiran tanah lapang putri shie menatap shen dengan tubuh yang terus gemetar, putri shie tidak yakin apa shen mampu mengalahkan go giong yang selama ini menjadi budak petarung di kerajaannya.


" Budak kalahkan dia jangan ragu untuk membunuhnya " teriak nenek shie yang duduk dengan santai menatap shen.


Go giong yang sudah tidak sabar langsung mengeluarkan golok pembantai miliknya dan bersiap menyerang shen, Shen yang melihat go giong ingin menyerangnya tidak hanya tinggal diam shen menarik pedangnya dan bersiap menerima serangan go giong.


Wheeeeeessssssssss...


Go giong yang berlari ke arah shen dengan sangat cepat langsung mengayunkan goloknya.


" Matilah kau " teriak go giong.


Go giong menatap shen dengan heran, shen yang terkena serangan goloknya tidak terluka sedikitpun.


" Tidak semudah itu " sahut shen dari belakang go giong.


Go giong yang mendengar suara shen dari belakangnya merasa sangat terkejut, go giong terus berpikir bagaimana bisa shen yang terkena tebasan golok di depannya langsung berpindah ke belakangnya.


Go giong yang merasa penasaran bergegas memutar badannya dan menatap shen yang berdiri dengan santai di belakangnya.


" Bukannya dia terkena golok ku " ucap go giong dengan suara pelan.


Go giong yang masih tidak percaya kembali memutar badannya, go giong semakin di buat terkejut shen yang terkena serangan goloknya telah menghilang.


" Tidak perlu terlalu di pikirkan " ucap shen yang berdiri tepat di sebelah go giong.


Go giong kembali memutar badannya dan melihat ke sebelahnya, go giong yang melihat dua shen sedang menatapnya langsung menggelengkan kepalanya.


Ini ilusi, bagaimana bisa dia lebih dari satu " dalam hati go giong.


" Aku tidak perduli ada berapa kamu, aku tetap akan menghabisimu sesuai perintah yang mulia ibu suri " teriak go giong yang langsung mengayunkan goloknya ke shen yang berdiri di sebelahnya.


Wheeeeeeeessssssss...


Shen yang terkena golok go giong kembali menghilang, tanpa banyak berpikir go giong langsung berlari ke arah shen yang terus tersenyum padanya.


" Kamu berani mempermainkan ku, kamu harus mati " teriak go giong.


Masih sama seperti sebelumnya shen yang terkena golok go giong kembali menghilang.


" Jurus pedang tanpa bayangan " teriak shen sambil mengayunkan pedangnya.

__ADS_1


Wheeeeeeeeessssssss...


Duuuuuuuuuuaaaaaaaaaarrrrr...


Ledakan dari serangan shen tepat mengenai go giong, jauh dari perkiraan shen go giong yang terkena serangannya tidak terluka sedikitpun.


" Apa kamu lupa dia seorang budak, budak memiliki daya tahan tubuh yang sangat kuat seranganmu tidak berpengaruh padanya " bisik mo.


" Lalu sekarang bagaimana? " tanya shen dengan suara pelan.


" Terus kamu buat dia emosi, karena dengan emosi akan melemahkan pertahanan di dalam tubuhnya " sahut mo.


Shen yang mendengar jawaban mo langsung tersenyum, shen berpikir membuat seseorang menjadi emosi adalah keahliannya.


" Dasar lemah " ucap shen dengan suara keras.


" Aku yang lemah atau kamu, seranganmu bahkan tidak mampu melukai ku " sahut go giong.


" Hanya kebetulan saja " ucap shen sambil menyunggingkan bibirnya.


" Sepertinya kamu sudah tidak sabar ingin mati, kalau begitu akan ku buat kamu mati dengan cepat " ucap go giong yang langsung berlari ke arah shen.


Treeeeeeengg...


Golok go giong yang mengarah tepat ke shen langsung di hadang shen dengan pedangnya.


Aku sudah tidak tahan lagi dia terus mempermainkan ku " dalam hati go giong.


Shen yang melihat go giong tiba tiba berteriak merasa cukup terkejut, walau begitu shen tidak menyadari jika go giong akan menggunakan jurus terlarang miliknya.


Shen yang menatap go giong perlahan melihat sesuatu yang berbeda merasuk menjadi satu dengan tubuh go giong, shen yang belum sempat bertanya pada mo apa yang terjadi pada go giong tiba tiba saja go giong berlari ke arahnya dengan tangan kosong.


Buuuuuug, buuuuuug, buuuuuug...


Go giong terus mengarahkan tinjunya bertubi tubi ke arah shen.


Shen yang menggunakan kedua jurus pelindungnya awalnya tidak merasa kesakitan, tapi lama kelamaan kedua jurus pelindung shen tidak mampu menahan tinju go giong.


" Mati kau " teriak go giong yang langsung memasukan seluruh energinya ke tinju terakhirnya.


Bruuuuuuuuuuuuuuuuuuaaaaaaakkkk...


Shen yang tidak mampu lagi bertahan langsung terlempar jauh ke belakang.


Shen yang tidak lagi memakai kedua jurus pelindungnya merasa tulangnya seperti hancur, rasa sakitnya tidak mampu lagi di tahannya.


Aku tidak mungkin mati sekarang, aku pasti bisa bangkit " dalam hati shen.

__ADS_1


" Sudah ku bilang kamu bukan tandingannya, kenapa kamu masih memaksakan diri " sahut mo.


" Budak tunggu apa lagi, langsung saja kamu bunuh dia " teriak nenek shie.


Shen yang mendengar teriakan nenek shie tidak bisa berbuat apa apa, shen berpikir mungkin sudah menjadi takdirnya untuk mati di tangan go giong.


" Begitu saja sudah pasrah, sudah ku bilang sebelumnya masih ada aku yang akan membantumu " ucap sheng.


" Maaf aku terpaksa membunuh mu " ucap go giong yang bersiap melayangkan tinjuan terakhirnya.


" Tidak semudah itu kamu membunuhnya " ucap sheng yang langsung menahan tinju go giong.


Sheng yang sudah merasuki tubuh shen langsung melepaskan tangan go giong dan bangkit berdiri.


" Karena kalian yang memaksa maka aku tidak akan sungkan, aku akan mengalahkan dia dan menghancurkan kerajaan kalian " teriak sheng.


Putri shie yang merasakan ada yang berbeda dari shen langsung menghampiri neneknya dan meminta neneknya untuk mengakhiri pertarungan yang tidak penting itu.


" Nenek sudahi saja pertarungan ini, pertarungan ini akan merugikan kita nantinya" ucap putri shie.


" Aku tidak perduli " sahut nenek putri shie.


" Haaaaah " putri shie hanya bisa menghela nafas sambil terus menatap shen.


Badan shen yang dipenuhi sisik naga membuat go giong merasa ada yang berbeda dari shen sebelumnya, go giong yang tidak ingin membuang waktu langsung berlari mengarahkan tinjunya ke shen.


Buuuuuug, buuuuuug, buuuuuug...


Go giong terus mengarahkan tinjunya ke tubuh shen berulang kali, berbeda dari sebelumnya go giong yang meninju tubuh shen merasa seperti tubuh shen berubah menjadi sekeras batu.


" Sudah bermain mainnya, sekarang giliran ku" ucap sheng yang menangkap tangan go giong.


Wheeeeeeesssssss.


Bruuuuuuuuuuuuuuuuaaaaaak...


Sheng yang sudah tidak ingin bermain main langsung mengangkat tubuh go giong dan melemparnya jauh ke depan.


Nenek putri shie yang merasa sangat terkejut langsung berdiri, nenek putri shie seolah tidak percaya budak petarung yang selama ini tidak pernah kalah bisa di kalahkan oleh shen.


" Sekarang giliran kalian, karena kalian yang memaksa jangan menyalahkan ku jika aku menghancurkan kerajaan ini " ucap sheng.


" Tunggu dulu, aku mengaku kamu hebat aku juga mengaku bersalah maafkan aku " ucap nenek putri shie.


" Itu sudah terlambat " sahut sheng.


Braaaaaaaaaaaaaaak...

__ADS_1


Shen yang memaksa mengambil alih kembali tubuhnya membuat sheng terpaksa keluar dari dalam tubuhnya dan membuat tubuhnya langsung tidak sadarkan diri.


Putri shie yang melihat shen tidak sadarkan diri bergegas menghampirinya, putri shie meminta beberapa prajurit untuk membawa shen kembali ke kamarnya.


__ADS_2