
" Pria menjijikan seperti kalian seharusnya tidak pernah ada di muka bumi " teriak shen sambil berjalan dengan santai.
" Siapa yang kamu bilang menjijikan dasar sampah " sahut pria berbadan besar yang bernama gi zie.
" Kami dua gi lebih mulia dari pada kamu orang yang tidak jelas dari mana asalnya " sahut gi zou.
" Kalian tidak pantas di sebut mulia karena pria seperti kalian adalah sampah sebenarnya " ucap shen.
" Tidak tahu diri akan ku bunuh kamu " teriak gi zou yang bersiap melemparkan tombaknya ke arah shen.
Whessssssssssssssss...
Treennnnnnng...
Shen yang melihat tombak terbang mengarah padanya langsung menarik pedangnya dan menangkis tombak gi zou dengan santai.
Gi zou yang melihat tombaknya di tangkis dengan pedang hingga membuat tombaknya menancap di tanah merasa sangat marah, gi zou mengeluarkan kekuatannya menarik kembali tombaknya dan bersiap melemparkannya ke shen.
" Tunggu biar aku saja " ucap gi zie.
" Baiklah kalau itu mau mu " sahut gi zou dengan terpaksa.
Gi zie yang berdiri tidak jauh dari shen langsung tersenyum sambil mengayunkan pedangnya maju mundur.
" Jika hanya ingin bermain-main lebih baik biarkan saja aku membawa mereka pergi " ucap shen.
Wheeeeeeesssssssssss...
Gi zie yang mendengar perkataan shen langsung mengarahkan pedangnya ke arah shen.
Treeeeeng, treeeeeeeeng, treeeeeeng...
Suara tangkisan pedang terus terdengar, shen yang sedari awal mengetahui gi zie bersiap menyerangnya langsung menangkis pedang gi zie dengan sangat mudah.
" Jangan berpikir hanya dengan bisa menangkis kamu sudah menang " ucap gi zie sambil terus mengayunkan pedangnya.
Gi zou yang tidak sabar melihat saudaranya seperti hanya bermain-main langsung melemparkan tombaknya ke arah shen.
" Awas tombak mengarah padamu " bisik mo.
Shen yang mengetahui tombak gi zou mengarah padanya berpura-pura tidak melihatnya dan tetap fokus menagkis pedang gi zie.
Wheeeeeeeeesssssssssssss...
Pedang semakin mendekat ke arah shen, Lima gadis yang mengira shen tidak mengetahui tombak mengarah padanya langsung berteriak.
" Awas " teriak kelima gadis itu secara bersamaan.
Shen tersenyum menatap kelima gadis itu sambil mengedipkan mata kirinya.
Di tengah pertarungan menangkis pedang gi zie shen menyempatkan memecah dirinya, pecahaan diri shen yang mengetahui adanya bahaya langsung menangkap tombak gi zou dan menancapkannya ke tanah.
__ADS_1
" Sepertinya pertarungan harus di akhiri " ucap shen yang langsung mengankat pedangnya dan menciumnya.
" Jurus pedang tanpa bayangan " teriak shen yang langsung mengarahkan pedangnya ke gi zie yang berdiri di depannya.
Duuuuuuuuuuuuuuuuuuuaaaaaaaarrrr....
Suara ledakan yang sangat dahsyat di sambut asap hitam yang menyelimuti tubuh gi zie membuat gi zou merasa khawatir dengan saudaranya itu.
" Apa yang kamu lakukan pada saudaraku " teriak gi zou yang terlihat sangat marah.
" Bukannya kamu juga sudah melihatnya sendiri, apa perlu aku jelaskan lagi " sahut shen.
" Arrrrrrrrkkkkkkkkhhhhh, kamu harus mati bodoh keluarlah habisi dia " teriak gi zou.
Elang raksasa berkepala ganda tiba-tiba terbang di atas gi zou, shen yang melihat gi zou mengeluarkan spiritualnya hanya tersenyum.
" Sheng ada tugas untukmu " ucap shen dengan santai.
Angin dari kibasan sayap sheng membuat asap bekas ledakan menghilang, gi zou menatap saudaranya yang sedang terluka parah dengan penuh amarah.
" Kamu yang membuatnya seperti ini aku akan membalasmu, elang bodoh cepat habisi naga busuk itu setelah itu bantu aku menghabisinya " teriak gi zou.
" Hahahaha, aku baru pertama kali mendengar spiritual di panggil dengan sebutan bodoh " ucap sheng sambil terus tertawa.
" Memangnya kenapa, mau dia memanggilku apapun itu bukan urusanmu " sahut spiritual elang gi zou yang langsung terbang ke arah sheng sambil mengarahkan paruhnya ke tubuh sheng.
"Hahahah, tidak sakit sedikitpun apa kamu sedang bermain-main dengan ku " ucap sheng yang terus tertawa.
" Mungkin yang kamu katakan ada benarnya pertarungan ini harus di selesaikan secepatnya, bagaimana jika kita sama-sama mengeluarkan satu jurus siapa yang kalah duluan harus mati " sahut gi zou sambil tersenyum licik.
" Tidak masalah " ucap shen dengan santai.
" Tapi aku yang akan mengeluarkan jurus terlebih dulu bagaimana apa kamu setuju " sahut gi zou.
" Tentu saja aku setuju dengan satu syarat " ucap shen.
" Katakan saja " sahut gi zou.
" Ini tombakmu, bunuh saudaramu yang sudah mau mati itu " ucap shen.
" Baiklah " sahut gi zou yang langsung berjalan ke arah gi zie.
Maafkan aku, aku terpaksa melakukan ini kamu tenang saja setelah ini aku akan membalasnya kamu pergilah dengan tenang " dalam hati gi zou.
Arrrrkkkkkhhhh... teriak gi zie yang langsung menutup matanya.
Walau merasa sangat menyesal gi zou mencoba tetap tenang sambil berjalan ke arah shen.
" Aku sudah melakuan yang kamu minta, sekarang saatnya aku mengeluarkan jurus " ucap gi zou.
" Sabar, apa kamu tidak ingin melihat bagaimana keadaan spiritualmu " sahut shen.
__ADS_1
Gi zou yang mendengar perkataan shen langsung melihat ke atas, gi zou menggelengkan kepalanya seakan tidak percaya spiritual elangnya di cengkram erat di kaki spiritual naga shen.
" Aku tidak perduli dengannya, kamu bersiaplah menerimanya " ucap gi zou sambil tersenyum.
" Baiklah kalau begitu silahkan " sahut shen yang langsung menggunakan dua jurus pelindungnya.
" Jurus cakar harimau emas " teriak gi zou sambil mengarahkan telapak tangannya ke shen.
" Jurus tinju pembelah gunung " ucap gi zou dengan suara pelan sambil mengarahkan kepalan tinjunya ke shen.
Wheeeeessss...
Wheeeeeessssss...
Wheeeeeessssssss...
Duuuuuuuuuuuuuuuuuuaaaaaaaarrrrr...
" Hahahahaha, matilah kau sudah siapa yang menyuruhmu mencari masalah denganku " ucap gi zou sambil terus tertawa.
Gi zou yang terus tertawa langsung terdiam seketika setelah melihat kobaran api yang sangat besar berada di tempat shen.
" Api itu berbeda dengan api biasanya " ucap gi zou.
" Kamu memang benar, api ini memang berbeda dari api biasanya kedua api suci ku ini tidak hanya mampu membakar siapapun dan apapun itu tapi api ini juga bisa menjadi pelindung bagi yang memilikinya " sahut shen dengan santai.
" Kamu bagaimana mungkin masih bisa hidup" ucap gi zou yang merasa sangat terkejut.
" Kenapa apa kamu berpikir aku akan mati hanya karena terkena kedua jurusmu itu " sahut shen lagi sambil tersenyum.
" Kamu melanggar perkataanmu sendiri kalau begitu jangan salahkan aku yang bersikap sangat kejam padamu " sambung shen.
" Keluarkan saja jurus yang sama aku tidak takut sama sekali " ucap gi zou.
" Jika aku mengeluarkan jurus yang sama itu akan merugikanku " sahut shen.
" Jurus Halilintar "
" Jurus tinju sembilan dewa " teriak shen dengan keras.
Cheeeeeetttttaaaaaaarrrrr
Cheeetttttttttttaaaaaaaaarrrrrr...
Duuuuuuuuuuaaaaaaaaarrrrrrrrr...
Duuuuuuuuuuuuaaaaaaaaaarrrrrrr...
Duuuuuuuuuuuuuuuuuuaaaaaaaarrrrr...
Suara sambaran halilintar yang di sambut dengan ledakan membuat tanah bergetar hebat.
__ADS_1
" Huuuuuh, akhirnya berakhir juga " ucap shen.