
" Kamu sudah berhasil memurnikan sisi gelap mu, kelak nantinya kamu bisa memurnikan aura yang bersifat gelap. kamu sudah bisa naik ke tingkat dua Sekarang "
Shen hanya mengangguk kan kepalanya dan berjalan mengikuti pria itu.
Pria itu berhenti dan berdiri di antara dua pintu.
" Ini tingkat kedua, kamu hanya bisa memilih satu dari kedua ruangan ini "
" Ruangan apa? "
" Yang di sebelah kanan pelebur jiwa dan di sebelah kiri pembuka jiwa"
" Kenapa hanya bisa memilih satu, dan kenapa tidak bisa memasuki keduanya " shen menatap pria itu.
" Ini adalah pagoda dewa, sudah pasti tidak boleh ada keserakahan disini "
tanpa berfikir shen langsung masuk kedalam ruang pembuka jiwa.
" Semoga berhasil anak muda "
Shen terkejut dia tidak berada di sebuah ruangan seperti sebelum nya.
Shen berdiri di ujung jembatan yang hanya terbuat dari sebatang bambu. Di bawah jembatan terdapat kobaran api yang menyala seolah menyambut nya.
Shen melihat di seberang jembatan itu terdapat cahaya putih yang perlahan semakin meredup.
" Hay anak muda, lewati jembatan itu atau segera kembali lah "
__ADS_1
Shen mendengar suara yang menggema, tidak ada siapa siapa selain dirinya disana.
Shen menutup matanya meyakinkan dirinya sendiri, dia pasti bisa melewati jembatan bambu yang ada di depannya.
Perlahan shen menyebrangi jembatan bambu dengan menjaga keseimbangan di antara kedua tangan dan kakinya.
Anak muda lihatlah ke bawah tumpukan harta menunggu mu disini... " Suara dari bawah jembatan.
Shen sempat menghentikan langkahnya dan ingin melihat ke arah bawah.
Jangan " teriak suara dari dalam cahaya di depannya.
lihatlah kebawah anak muda " suara dari bawah terus memanggilnya
jangan" suara dari dalam cahaya itu berusaha melarang shen melihat kebawah.
Shen memejamkan mata nya dan meyakinkan dirinya sendiri, apa pun yang menghadangnya tidak akan bisa menghentikan langkahnya.
Perlahan kedua suara menghilang bersamaan. shen merasa tenang dan perlahan melanjutkan melangkah kedepan.
Akhirnya shen sampai di ujung jembatan bambu dan perlahan memasuki cahaya yang berada di depannya.
Shen mengira kalau semua sudah berhasil dan dia akan segera keluar, tapi perkiraannya salah besar.
" Aku dimana " shen memperhatikan sekitarnya.
" Bebaskan kami, bebaskan kami " suara teriakan dari segala penjuru arah.
__ADS_1
Shen melihat api yang berkobar membara membakar ribuan jiwa yang berada didepannya.
" Tolong tolong " suara teriakan semakin terdengar keras seperti menusuk telinganya.
" Hay anak muda "
Seseorang memakai jubah hitam dengan penutup kepala menghampirinya.
" Siapa kamu " shen memperhatikan orang yang berada tepat di depannya.
" Kamu berhasil melewati jembatan pembuka jiwa, kamu bebas memilih lima jiwa yang ingin kamu bebaskan "
Shen masih bingung dia memperhatikan sekeliling nya.
" Saya tidak mengenal mereka dan saya juga tidak tahu kesalahan apa yang sudah mereka perbuat, melepaskan mereka bukanlah tugas saya "
" Pilihan yang tepat, berjalanlah lurus kamu akan segera keluar."
Shen menganggukkan kepalanya dan berjalan lurus kedepan.
" Anak muda kamu memiliki dua belas kesempatan membuka jiwa seseorang yang tersegel atau pun yang berada di neraka"
Shen berhenti dan menoleh kebelakang, Seperti hanya halusinasi semua yang dilihatnya menghilang tanpa jejak bahkan orang yang berjubah tadi juga menghilang.
Shen melanjutkan berjalan lurus kedepan tepat di depannya pintu terbuka dengan sendirinya.
perlahan shen melangkah keluar ruangan.
__ADS_1
Shen melihat pria yang mengantarnya berdiri tidak jauh dari pintu.