Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 204


__ADS_3

Shen masih tidak habis pikir bagaimana bisa dua kerajaan di serang secara bersamaan, shen juga tiba-tiba berpikir apa penyerangan itu ada kaitanya dengannya.


" Menurutku kamu harus menyelesaikan semua sampai ke akarnya " ucap sheng.


" Kalau hanya satu kerajaan yang sama mungkin sangat mudah menyelesaikannya, tapi bagaimana jika penyerangan itu di lakukan dua kerajaan yang berbeda " sahut shen.


" Apa kamu masih belum paham situasinya, penyerangan di dua kerajaan berbeda secara bersamaan tidak mungkin di lakukan dua kerajaan yang berbeda juga, walau aku tidak tahu pasti apa alasan di balik penyerangan aku yakin semua di lakukan oleh satu kerajaan " ucap sheng.


" Kira-kira apa ada kaitannya denganku penyerangan itu " sahut shen.


" Menurutku pasti ada kaitannya denganmu, selama ini mereka selalu terkena masalah karena mu dan aku yakin kali ini juga sama " ucap sheng.


" Kalau benar semua berkaitan denganku akan ku selesaikan sampai ke akarnya sesuai perkataanmu sebelumnya " sahut shen.


" Bagus, aku pasti akan membantumu " ucap sheng yang langsung menambah kecepatannya.


Whuuuuuuuuuuuuuussssssss...


Whuuuuuuuuuuuuuuusssssssssss...


Sheng yang turun di medan pertempuran membuat kedua prajurit merasa sangat terkejut.


Putri shie yang dari kejauhan melihat shen menuruni naga yang di naiki membuatnya tidak fokus.


" Matilah kau panglima perang " teriak prajurit musuh sambil mengayunkan pedang di tangannya.


Wheeeeeeeeessssssssss...


Shen yang menyadari putri shie di serang dari belakang langsung berlari ke arah putri shie.


Treeeeeeeeeeennnnnng...


Suara tangkisan pedang membuat putri shie terkejut.


" Ini perang, bagaimana bisa panglima perang tidak fokus saat berperang " ucap shen.


" Aku tidak menyangka kamu datang " sahut putri shie.


" Nanti kita bahas yang lainnya, yang terpenting sekarang suruh pasukanmu untuk mundur dulu, biar aku dan nagaku yang menghabisi mereka " ucap shen.


" Tapi mereka ada ribuan " sahut putri shie.


" Apa kamu tidak percaya padaku " ucap shen.


" Haaaaah, aku percaya padamu " sahut putri shie sambil menghela nafas.


Putri shie yang mempercayai shen langsung meniup terompetnya tanpa ragu.


Pasukan putri shie yang mendengar suara tiupan terompet bergegas mundur, walau mereka semua tidak tahu kenapa panglima perang menyuruh mereka mundur secara mendadak.


Shen yang melihat masih banyak prajurit musuh mengelilingi putri shie langsung mengayunkan pedangnya, tebasan demi tebasan yang di ayunkan pedang shen membuat ratusan prajurit musuh mati hanya dengan hitungan menit.

__ADS_1


" Pergilah menjauh, serahkan semua padaku " ucap shen yang berjalan menghampiri sheng.


Kita bagi menjadi dua, aku akan maju di barisan paling depan kamu halau habisin semua yang mencoba menerobosku dari segala arah " bisik shen.


" Heeeh, Tidak masalah " sahut sheng yang bergegas terbang.


Shen yang menghilang dan berdiri di barisan paling depan membuat prajurit musuh terkejut.


" Siapa dia, apa dia ingin mencari mati " bisik para prajurit musuh.


" Mungkin dia di jadikan tumbal kemenangan,Hahahaha " ucap prajurit musuh yang langsung tertawa.


" Apa sudah selesai bicaranya " sahut shen.


" Lihatlah kesombongannya, aku jadi tidak sabar ingin menghabisinya " ucap seorang prajurit musuh yang langsung berlari ke arah shen.


" Matilah kau " teriak prajurit itu sambil berlari mengarahkan tombaknya ke shen.


Wheeeeeeeeeeeessssssssss...


Shen yang tidak ingin banyak bicara langsung mengayunkan pedangnya, badan yang terbelah menjadi dua membuat prajurit lainnya berteriak.


" Bunuh dia, bunuh " teriak prajurit musuh yang langsung berlari ke arah shen.


Shen yang sengaja ingin bermain-main dengan prajurit musuh langsung memecah dirinya menjadi puluhan, pecahan dirinya yang sudah menyebar langsung menghabisi prajurit musuh di sekitarnya.


" Tidak mungkin, hanya seorang diri saja bisa membantai prajurit yang sudah ku latih " ucap panglima perang berbadan besar yaang langsung menatap ke arah shen.


" Apa kamu meremehkanku " sahut panglima perang itu yang terlihat sangat marah.


" Tidak, aku tidak meremehkanmu hanya saja aku merasa kecewa sama yang sudah melatih mereka " ucap shen.


" Kamu memang sengaja memancing amarahku, kalau begitu jangan salahkan aku yang akan membuatmu mati dengan sadis " sahut panglima perang itu yang langsung mengankat panahnya dan bersiap memanah shen.


Wheeeeeesssssssssss...


Treeeeeeeeeeeennnnnnnnggg...


Wheeeeeeeeeeessssssssss...


Treeeeeeeeeeeeeennnnnnnnngggg...


Shen yang melihat anak panah mengarah padanya langsung menangkisnya dengan mudah, panglima perang yang melihat shen seperti sedang mempermainkannya bergegas turun dari kudanya.


" Panah ini tidak berguna padamu " ucap panglima perang itu yang langsung membuang anak panahnya.


" Memang benar itu tidak berguna untuk ku, salahmu sendiri yang tidak bisa mencari senjata lebih hebat dari itu " sahut shen.


" Arrrrrrrrkkkkkhhhhh, aku benci omong kosongmu terima ini " teriak panglima itu yang langsung berlari ke arah shen.


Wheeeeeeeeeeeeesssssssss...

__ADS_1


Trrrrrreeeeeeeeeeenngggggggg...


Trrrrrrrreeeeeeeeeeeennggggggg...


Shen yang melihat musuh terus mengayunkan pedangnya langsung menangkisnya, serangan brutal yang di sambut dengan santai oleh shen membuat pria itu semakin marah besar.


" Tebasan Amarah " teriak panglima itu sambil mengayunkan pedangnya ke arah shen.


Duuuuuuuuuuuuuuaaaaaaaarrrrrrrrr...


Ledakan dahsyat yang di sambut tanah bergetar membuat panglima itu merasa puas, panglima perang itu merasa sangat yakin shen akan mati terkena serangannya itu.


" Ini lumayan " ucap shen sambil memutar kepalanya.


" Kamu, bagaimana bisa kamu masih hidup " sahut panglima itu sambil menatap shen.


" Jurus itu lumayan, hanya saja kamu masih lemah untuk menggunakannya " ucap shen dengan santai.


Tidak, ini tidak bisa di biarkan, aku lebih baik meminta bantuan " dalam hati panglima itu yang langsung meledakan petasan.


" Heeeeh, ingin meminta bantuan itu sudah terlambat " ucap shen.


Duaaaaar...


Duaaaaaar...


Wheeeeeeeessssssss...


Shen yang mengayunkan pedangnya membuat panglima perang di depannya mati tanpa kepala.


" Di bagian depan sudah tidak ada, sepertinya mereka sudah berpencar aku lebih baik langsung berkeliling untuk memastikannya " ucap shen yang langsung berjalan memutar.


Shen yang sudah berjalan memutar tidak juga menemukan prajurit musuh memutuskan kembali, betapa terkejutnya shen melihat ribuan prajurit musuh mati di depan sheng yang sedang tertidur.


" Ini " ucap shen yang tidak melanjutkan perkataannya.


" Oh ini, mereka menyerang dari segala arah sepertinya mereka sudah merencanakan semuanya " sahut sheng yang hanya membuka sebelah matanya.


" Pantas saja aku sudah tidak menemukan mereka ternyata semua sudah kamu bereskan " ucap shen.


" Tentu saja, sudahlah aku lelah jangan menggangguku lagi " sahut sheng yang kembali tertidur.


Putri shie yang melihat shen berdiri di depan naganya bergegas menghampirinya, putri shie yang mengkhawatirkan shen langsung bertanya.


" Bagaimana keadaanmu, apa kamu baik-baik saja?" tanya putri shie.


" Aku tidak apa-apa, hanya saja aku terus berpikir bagaimana bisa dua kerajaan di serang dalam waktu bersamaan " sahut shen.


" Ikut aku ke tenda, aku akan memberitahumu" ucap putri shie sambil berjalan meninggalkan shen.


Shen yang melihat putri shie pergi bergegas mengikutinya, rasa penasaran yang menyelimutinya membuatnya merasa semua memang ada kaitannya dengan dirinya.

__ADS_1


__ADS_2