
Shen akhirnya menyelesaikan pelatihan aura nadi nya dan melanjutkan perjalanan dengan xieyu mei.
Xieyu mei terus menatap nya sepanjang perjalanan dan tersenyum sendiri.
" kamu kenapa " Tanya shen.
" Apa kamu tidak ingin menjelaskan nya " Xieyu menatap nya dengan serius.
" Apa yang harus di jelaskan " Shen berpura pura tidak tahu.
" Ya sudahlah " Xieyu mei berjalan cepat meninggalkan shen.
Maafkan aku xieyu mei, aku tidak ada waktu untuk memikirkan perasaan mu saat ini " dalan hati shen.
" Shen tolong aku " teriak xieyu mei yang di bawa terbang elang besar.
" Xieyu mei " teriak shen sambil berlari mengejar nya.
Shen mengikuti elang itu yang tiba tiba turun di sekitar perguruan.
Shen mencari di depan perguruan tapi tidak menemukan elang yang membawa xieyu mei pergi.
Dari jauh shen melihat beberapa orang sedang berkelahi di depan pintu gerbang perguruan. Shen tidak memperdulikan nya dan langsung masuk ke dalam perguruan itu.
" Kamu fikir kamu siapa, berani sekali langsung masuk ke dalam perguruan tiga daun " Teriak seorang pemuda dari belakang nya.
" Aku ingin mencari teman ku yang di bawa elang masuk ke dalam perguruan ini " Kata shen sambil melangkah masuk.
Whheeeess... Pemuda itu melemparkan tombak kecil ke arah shen. shen dengan mudah menangkap nya.
" Aku tidak ingin mencari masalah, jangan menghalangi ku "
Shen melempar kembali tombak kecil milik pemuda itu.
"kamu berani sombong di hadapan ku, aku tidak terima. akan ku buat kamu berlutut dan minta maaf pada ku " teriak pemuda itu.
Shen tidak menghiraukan pemuda itu dan tetap masuk ke dalam perguruan tiga daun.
Di depannya lima orang menghalangi jalannya dan dari belakang pemuda tadi mendekati dirinya.
" Lima orang di depan mu hanya berada di tingkat perak kamu sangat mudah melawan mereka" kata mo yang tiba tiba berada di samping nya.
__ADS_1
" Aku saat ini tidak ingin bertarung, xieyu mei membutuhkan ku saat ini "
" tapi mereka tidak akan melepaskan mu jika kamu tidak melawan nya "
Shen berdiri di tengah di kepung enam orang yang mengelilingi nya.
" Kamu yang memulainya " teriak shen.
Brrrrrruuuuuaaakkk.... shen menendang pemuda itu dan membuat nya terlempar.
" Apa yang kalian lihat habisi saja dia " teriak pemuda itu sambil berusaha berdiri.
Shen menggunakan jurus tulang besi dan sisik pelindung tubuh. lima orang itu maju dan menyerang shen bersama sama.
Shen hanya diam menikmati setiap pukulan dari ke lima orang itu dan mengingat berapa banyak mereka memukuli nya.
" Aku menyerah bos, dia tidak merasakan sakit sedikit pun " Kata salah satu di antara lima orang itu.
Ke lima orang itu mundur dan meninggalkan shen.
" apa kalian berfikir Setelah memukuli ku bisa pergi dengan mudah " Shen tersenyum licik ke arah mereka berlima.
Shen menatap mereka dengan tajam dan mengepalkan tangan nya.
Brrrruuuaaakk, brrrraaakkk, brrrrrrraaakk.
brrrraaakkk, brrrraaakkkk...
Kelima orang itu terlempar terkena satu satu serangan shen.
Shen berjalan mendekati pemuda yang menyuruh lima orang itu untuk menghabisi nya.
" Aku sudah bilang aku tidak ingin berkelahi tapi kamu yang meminta nya " Shen semakin mendekati pemuda itu.
" Jangan mendekat lagi, aku aku tuan muda keluarga Nian" teriak pemuda itu sangat ketakutan.
" Aku tidak perduli kamu tuan muda dari keluarga mana, kamu yang mencari masalah dengan ku " Shen bersiap memukul pemuda itu.
" Ehemm... " Suara seorang wanita dari belakang nya.
" Kakak " panggil pemuda itu dan bersembunyi di belakang nya.
__ADS_1
" Ada masalah apa antara kamu dan Pan nian " Tanya wanita itu.
" kakak Kian nian dia menghajar ku hingga aku terluka separah ini " pemuda itu terus menangis dan memeluk kaki wanita itu.
" Oh kamu kakak nya, harus nya kamu mengajarkan sopan santun untuk adik mu. jangan pernah menyerang orang tanpa melihat kemampuan nya " shen menatap wanita itu.
" Dia adik ku, tuan muda keluarga nian tidak ada yang boleh menghajar nya. apa lagi kamu orang yang tidak jelas asal usul nya " wanita itu berbalik memarahi shen.
" Ternyata keluarga nian terlalu rendah sampai tidak bisa mendidik ke dua anak nya " kata shen sambil melangkah pergi.
Kian nian terlihat sangat marah dan mengeluarkan pedang nya.
" Kamu cari mati, berani menghina keluarga ku " Kian nian mengarahkan pedang nya ke leher shen.
" pemuda itu mencari masalah dengan kian nian, habislah sudah pemuda itu " suara orang berbisik di samping shen.
Shen memegang pedang kian nian dengan tangan nya, darah segar mengalir dari tangan nya.
" Apa kamu sudah puas sekarang, anggap saja kamu sudah berhasil melukai ku " Kata shen sambil melangkah pergi.
Kian nian terdiam, walaupun dia sangat kejam selama ini tapi dia tidak pernah melihat seseorang berani memegang pedang dan membuat tangan nya berdarah.
" Sebenarnya siapa kamu " tanya kian nian.
" Aku bukan orang penting, tidak ada gunanya aku memberitahu mu " Jawab shen sambil terus melangkah pergi meninggalkan kian nian.
Shen semakin masuk ke dalam tapi belum juga menemukan xieyu mei yang di bawa pergi elang ke arah perguruan tiga daun.
" Xieyu mei di mana kamu" teriak shen sangat keras.
Shen terus berteriak sambil mengelilingi perguruan tiga daun.
" Anak muda siapa kamu, kenapa mencari keributan di perguruan kami " Seorang pria tua menghampiri nya.
Pria itu membawa elang di tangan kiri nya, walau tidak sebesar tadi tapi shen sangat yakin elang itu yang membawa xieyu mei pergi.
" Di mana teman ku " tanya shen sambil terus menatap elang itu.
" Teman, apa maksud mu gadis yang di bawa sama elang ku tadi " pria tua itu mengelus kepala elang nya seolah tidak merasa bersalah.
Shen sangat kesal dan bersiap menarik pedangnya. ingin rasanya dia memenggal kepala elang itu dan menginjak nya.
__ADS_1
" Pria tua itu jauh lebih kuat, aku juga tidak akan sanggup melawan nya " Kata sheng.
Shen tidak jadi menarik pedang nya dan terus menatap pria tua itu yang masih mengelus kepala elang itu.