Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 76


__ADS_3

Shen menarik pedangnya dan memperhatikan nya dengan teliti.


" Bagaimana cara melepas jiwa dalam pedang ini " shen berbicara sendiri.


Ketua xu long in yang memperhatikan shen memegang pedang nya seperti sedang kebingungan memutuskan menghampirinya.


" Apa yang kamu fikirkan " tanya ketua xu long in.


" Di dalam pedang ini terdapat sembilan jiwa, aku ingin melepas ke delapan jiwa yang berada di dalam pedang ini " kata shen menjelaskan.


" Melepas jiwa tidak mudah dan hanya bisa di lakukan orang yang memiliki pencerah dari sang pelepas jiwa sendiri " kata ketua xu long in.


" Maksud ketua orang berjubah hitam yang bertugas melepas jiwa jiwa manusia di muka bumi " shen menatap ketua xu long in.


" Iya, tidak sembarang orang bisa bertemu dengan nya apa lagi sampai di beri kebebasan melepas jiwa seseorang " kata ketua xu long in.


" Aku sudah bertemu dengan nya, dia memberi ku dua belas kesempatan membebaskan jiwa " jawab shen.


" Tidak mungkin, itu sungguh mustahil " kata ketua xu long in yang merasa sangat terkejut.


" Ku rasa ketua tidak percaya pada ku " kata shen sambil beranjak pergi.


Itu tidak mungkin, Walaupun dia murid jenius tidak semudah itu bisa bertemu dengan nya " dalam hati ketua Xu long in.


Shen mengalihkan perhatian tentang Mo dan pedangnya untuk sementara. dia sangat yakin kalau dia pasti bisa membebaskan ke delapan jiwa lainnya dan membuat mo menjadi pemilik tunggal pedangnya.


Shen menaruh pedang nya dan berlatih ilmu bela diri nya, hampir setiap pertarungan dia hanya mengeluarkan jurus dan mengandalkan pedang nya.


Ketua xu ling yang memperhatikan shen langsung menghampirinya.


" Kalau berlatih bela diri tidak ada musuh nya tidak seru " kata ketua xu ling.


Shen menatap ketua xu ling dan tersenyum.


" Kalau begitu mohon bimbingan nya ketua " kata shen sambil menundukan kepalanya.


Ketua xu ling memberi kode ke xieyu mei agar berlatih bersama dan membantu nya menyerang Shen.


Xieyu mei berdiri di belakang shen, ketua xu ling berdiri di depan shen kedua nya bersiap menyerang shen.


" Jadi dua lawan satu, kalau begitu aku tidak akan sungkan lagi " kata shen.


Shen melihat xieyu mei yang ingin menyerang nya shen membalik badan nya dan bersiap menyerang xieyu mei.


Bruuuuuuuaaakkk,,, Shen terlempar kebelakang.


Shen tidak menyangka yang menyerang nya bukan xieyu mei tapi ketua xu ling.


" Tetap fokus " teriak ketua xu ling.


" Heeeeh " Shen menghela nafas dan kembali berdiri.


Shen memutar badannya berulang kali sambil memperhatikan Siapa yang akan menyerang nya lagi.


Ketua xu ling mengambil langkah ingin menyerang shen dan memberi kode ke Xieyu mei.


Wheeeessss... Ketua xu ling dan xieyu mei menyerang shen secara bersamaan.


Shen melompat dan berhasil menghindarinya.


Untung saja aku berhasil menghindarinya " dalam hati shen.


" Cukup bagus " kata ketua xu ling sambil menatap shen.

__ADS_1


Xieyu mei merasa kalau dia dan ketua xu ling sedikit keterlaluan, dari tadi dia dan ketua xu ling tidak membiarkan shen untuk menyerang.


Xieyu mei memanggil ketua xu ling dan berbisik padanya.


" ketua dari tadi sepertinya shen tidak menyerang kita, mungkin dia takut melukai kita jadi dia tidak menyerang " bisik xieyu mei.


" Sepertinya memang begitu " kata ketua Xu ling.


Sepertinya dia tahu kalau xieyu mei masih di bawah nya, dia pasti tidak ingin xieyu mei terluka " dalam hati ketua xu ling .


Shen memperhatikan ketua xu ling dan xieyu mei sedang berbisik dan berulang kali melirik ke arah nya.


" Aku tidak ikut lagi " kata xieyu mei yang berjalan ke pinggir.


" hehehehehe " shen tertawa menutupi mulutnya.


" Baiklah kalau begitu, kita hanya berdua kamu jangan lagi hanya bertahan dan menghindar. keluarkan semua yang kamu bisa " kata ketua xu ling.


" Baik " kata shen sambil bersiap menyerang.


Shen berjalan santai mendekati ketua xu ling dan berdiri tepat di depannya.


Sepertinya dia meremehkan ku " dalam hati ketua Xu ling.


Buuuuuug,,,


buuuuuuuuug...


Suara pukulan dan tendangan terus terdengar, ketua xu ling terus menyerang shen.


Shen hanya menangkis dan menghindarinya semakin lama shen merasa ketua xu ling semakin serius menyerangnya.


Terpaksa harus balik menyerang " dalam hati shen.


Buuuuuug... Shen menangkis pukulan ketua xu ling dengan tangan kirinya.


Bruuuuuuaaakkkk,,,, Shen memukul perut ketua xu ling dan membuat nya termundur.


Shen berlari menghampiri ketua xu ling yang terduduk dan memegang perut nya.


" Maafkan aku ketua " kata shen sambil membantu ketua xu ling berdiri.


Ketua xu ling tersenyum menatap shen.


" aku tidak menyangka satu pukulan mu membuat ku sampai seperti ini, pantas saja dari tadi kamu tidak menyerang " kata ketua xu ling.


Shen tidak menjawab ketua xu ling, tanpa sadar Shen memegang perut ketua xu ling yang di pukul nya tadi.


Aaaaaaaarrrrrrrkkkkkkhhhhh..... teriak ketua xu ling yang tiba tiba badan nya kedinginan seperti akan segera membeku.


" Xu ling kamu kenapa " kata ketua xu long in yang berajalan mendekati ketua xu ling.


Ketua xu ling langsung tidak sadarkan diri dan terjatuh di pangkuan shen.


" Apa yang sudah kamu lakukan pada ketua " teriak xieyu mei.


Shen hanya terdiam dia sendiri tidak tahu kenapa ketua xu ling berteriak dan langsung tidak sadarkan diri.


Perlahan ketua xu ling membuka matanya di lihatnya ayah nya dan xieyu mei berada di sampingnya.


" Xu ling kamu kenapa " tanya ketua xu long in.


Ketua xu ling berusaha mengingat apa yang terjadi sebelum dia tidak sadarkan diri.

__ADS_1


Ketua Xu ling memegang perut nya yang sudah tidak terasa sakit lagi.


" Kamu menyembuhkan ku " kata ketua Xu ling sambil menatap shen.


" Aku tidak tahu " jawab shen sambil menggelengkan kepalanya.


Ketua xu long in tiba tiba teringat dia pernah memberikan Shen kitab, kitab itu di ambil nya dari wanita yang membuat penawar racun pencabut nyawa.


" apa kamu sudah menguasai kitab yang ku berikan waktu itu " tanya ketua Xu long in.


" Sudah " jawab shen.


" kalau begitu betul saja, kitab itu berisi jurus penyembuhan dan kamu sudah menguasai nya. kamu bisa dengan mudah menyembuhkan sakit yang tidak terlalu berat" kata ketua Xu long in.


Xieyu mei dan ketua Xu ling hanya terdiam dan menatap shen.


Dia memang benar benar jenius, bahkan jurus penyembuhan saja bisa dia kuasai walaupun dia bukan Alchemist " dalam hati ketua Xu ling .


" Ikutlah dengan ku " kata ketua xu long in sambil berjalan.


Shen mengambil pedangnya dan mengikuti ketua xu long in. ketua xu long in tiba tiba berhenti dan menatap shen.


" Kamu bilang kamu mendapatkan dua belas kesempatan membebaskan jiwa. Buktikan dengan cara kamu melepas delapan jiwa yang berada di pedang mu "


" Aku tidak mengetahui cara nya " jawab shen.


" akan ku bantu " kata ketua xu long in sambil duduk bersandar.


" Bagaimana caranya " tanya shen lagi.


" Ikuti mantra yang ku ucapkan, setelah itu berikan delapan tetes darah di mata pedang mu " kata ketua xu long in.


Shen hanya menganggukan kepalanya dan memperhatikan ketua xu long in dengan serius.


Sang pelepas jiwa jiwa lemah yang mengusai tiga dunia, berikan cahaya kebebasan untuk jiwa yang ingin terbebas " kata shen mengikuti mantra yang di baca ketua Xu long in.


Shen menggigit jarinya hingga berdarah dan memberikan delapan tetes darahnya ke mata pedangnya.


*Wheeeeeessss,,,


Wheeeeeeeeeeeeeessss*....


Angin tiba tiba bertiup sangat kencang, pedang shen terbang dengan sendirinya.


Perlahan cahaya putih keluar dari pedang nya delapan jiwa yang terperangkap di dalam pedang nya kini berada tepat di depannya.


Ke delapan jiwa itu menatap shen dan menundukan kepalanya memberi hormat lalu menghilang bersama angin yang berhembus.


Ploooook, ploooooook, ploooooook.


Ketua Xu long in bertepuk tangan sambil terus menatap shen.


" Aku benar benar tidak menyangka, kamu berhasil melepaskan jiwa jiwa itu. Aku jadi penasaran asal usul mu yang sebenarnya " kata ketua xu long in.


Shen hanya terdiam, perlahan pedang nya kembali dengan sendirinya ke tangannya.


Ketua xu long in langsung pergi meninggalkan shen sendirian.


" Aku sungguh merasa sangat nyaman " kata mo yang tiba tiba berdiri di sampingnya.


" Huuh, akhirnya kamu keluar juga " kata shen.


" Menahan delapan jiwa itu memakan banyak tenaga ku, untung saja kamu berhasil mengeluarkan nya " kata mo sambil menatap shen.

__ADS_1


" Baguslah kalau begitu, sekarang aku bisa latihan lebih tenang lagi "


Shen berjalan ke arah ketua xu ling dan xieyu mei yang asik bercanda dan tertawa lepas.


__ADS_2