Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 143


__ADS_3

Shen yang melihat ketua xu ling pergi langsung berjalan mengikutinya dari belakang, xieyu mei yang melihat putri shie dan putri yun lie terus menatap shen yang berjalan menjauh merasa sangat kesal.


Pintu kamar ketua xu ling yang sengaja terbuka membuat shen langsung masuk je dalam tanpa harus mengetuk pintu.


" Sekarang hanya ada kamu dan aku coba kamu jelaskan apa yang sebenarnya terjadi " ucap ketua xu ling yang duduk di tepi tempat tidurnya sambil menatap shen.


" Waktu itu demi mendapatkan salah satu bahan penawar racun pencabut nyawa aku tidak menyadari jika ada resiko yang harus ku terima " sahut shen.


" Resiko apa maksudmu?" tanya ketua xu ling.


" Resiko dari mengambil rumput tiga hati sebenarnya tidak berat aku hanya harus menerima tiga hati wanita yang menjadi satu dengan hatiku dan ketiga wanita itu..." shen tidak melanjutkan perkataannya.


" Xieyu mei putri yun lie dan putri shie " sahut ketua xu ling.


" Iya " ucap shen sambil menundukan kepalanya.


" Kenapa tidak bisa hanya menerima satu dari mereka saja?" tanya ketua xu ling.


" Hati mereka dan hatiku terikat menjadi satu, yang dapat memisahkannya hanya kematian " sahut shen.


" Haaah, benar-benar sangat membingungkan bagiku tapi tidak tahu bagimu " ucap ketua xu ling.


" Sebenarnya aku juga bingung hanya saja aku tidak tahu apa yang harus ku lakukan " sahut shen.


" Bagaimana jika kamu menikahi ketiganya saja " ucap ketua xu ling yang langsung mengejutkan shen.


" Itu..." shen tidak melanjutkan bicaranya.


" Aku tidak setuju " teriak ketua xu long in yang berdiri di depan pintu kamar xu ling.


" Apa maksud ayah?" tanya ketua xu ling.


" Aku tahu shen sudah berada di tingkat langit tahap dua walau begitu dia masih belum cukup kuat untuk menikahi ketiga gadis itu " sahut ketua xu long in.


" Ayah shen memang murid perguruan kita tapi kita tidak pantas mencampuri urusan pribadinya " ucap ketua xu ling sambil menatap ketua xu long in.


Shen yang melihat perdebatan antara ketua xu long in dan ketua xu ling memutuskan hanya memperhatikan tanpa berani memotong pembicaraan kedua ketuanya.


" Ku tanya padamu shen siapa nama lengkapmu ?" tanya ketua xu long in.


" Shen xu ketua " jawab shen sambil menundukan kepalanya.

__ADS_1


" Apa kamu sudah mendengarnya, xu yang berada di namanya itu pemberianmu dari dulu. Sekarang apa kamu berpikir aku tidak pantas mencampuri urusan pribadinya?" tanya ketua xu long in sambil menatap putrinya.


" Lalu apa mau ayah sekarang?" tanya ketua xu ling balik.


" Aku bukan tidak mengizinkannya menikahi ketiga gadis itu, hanya saja pelatihannya sekarang masih belum cukup jika shen sudah berada di tingkat langit tahap semesta aku akan menyetujuinya menikahi ketiga gadis itu" sahut ketua xu long in.


" Tapi ayah naik ke setiap tahapnya itu membutuhkan kurang lebih dua tahun berlatih dengan keras dan jika harus menyerap batu jiwa kita tidak memiliki cukup untuk shen " ucap ketua xu ling.


" Tidak masalah ketua aku pasti bisa meningkatkan pelatihanku sampai di tingkat langit tahap semesta " sahut shen.


" Bagus, aku menyukaimu yang penuh keyakinan seperti ini " ucap ketua xu long in.


" Tapi aku masih memiliki satu syarat lagi " sambung ketua xu long in.


" Katakan saja ketua apapun syaratnya aku pasti memenuhinya " sahut shen.


" Kamu harus meninggalkan perguruan ini " ucap ketua xu long in.


" Apa " teriak ketua xu ling.


" Apa maksud ayah, dia murid perguruan kita kenapa dia harus meninggalkan perguruan " sambung ketua xu ling.


" Tapi " ucap ketua xu ling.


" Tidak masalah ketua, aku tidak keberatan " sahut shen.


" Bagus, mulai saat ini kamu harus bisa mengandalkan dirimu sendiri tanpa membawa nama perguruan dan kamu juga harus ingat jangan pernah kembali ke perguruan jika kamu belum mencapai tingkat langit tahap semesta " ucap ketua xu long in.


" Baik " sahut shen sambil menundukan kepalanya dan berjalan pergi meninggalkan kedua ketuanya.


Xu ling yang melihat shen berjalan pergi meninggalkan kamarnya langsung menatap ayahnya, rasa tidak habis pikir terus menyelimuti ketua xu ling yang terpaksa harus menanyakan maksud ayahnya itu.


" Apa maksud ayah, kenapa ayah harus memaksakannya seperti itu?" tanya ketua xu ling.


" Xu ling kamu berada di tingkat langit tahap lima dan tidak naik ketingkat langit tahap semesta karena semua fokusmu terbagi, ayah hanya tidak ingin dia sama sepertimu " sahut ketua xu long in.


" Tapi bukannya ayah bilang ayah naik ke tingkat langit tahap semesta setelah fokus latihan selama sepuluh tahun dan itu juga karena di bantu batu jiwa " ucap ketua xu ling.


" Percayalah dia berbeda dari yang lain aku yakin itu, kamu tidak perlu mengkhawatirkannya " sahut ketua xu long in yang langsung berjalan pergi meninggalkan putrinya.


Aku benar-benar tidak mengerti jalan pikiran ayah " dalam hati ketua xu ling sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Shen yang sudah mengambil keputusan bergegas ke kamarnya, beberapa bajunya langsung di masukannya ke dalam kotak ruangnya.


" Apa yang sedang kamu pikirkan? " tanya mo yang berdiri di samping shen.


" Tidak ada, sebenarnya saat aku pergi aku pasti berharap bisa kembali secepatnya ke perguruan tapi sekarang tidak sama seperti sebelumnya aku tidak tahu kapan aku bisa kembali lagi " sahut shen.


" Aku yakin yang membuatmu segera ingin kembali pasti dia " ucap mo.


" Ya " sahut shen sambil tersenyum.


" Sudahlah ini juga demi dia dan kedua putri itu juga, bukannya bagus jika kamu pergi jauh apa kamu lupa jurus perubah wujudmu masih membutuhkan banyak darah iblis " ucap mo.


" Haaaah, aku pasti kembali lagi walau aku tidak tahu kapan tapi aku sangat yakin aku pasti bisa mencapai tingkat langit tahap semesta " sahut shen sambil mengepalkan tangannya.


Tok, tok, tok...


Tok, tok, tok... ...


Suara ketukan yang sangat keras di pintu membuat shen merasa terkejut, shen yang awalnya duduk langsung berdiri dan berjalan membuka pintu kamarnya.


" Shen, apa benar kamu akan pergi lagi ?" tanya xieyu mei yang langsung memeluk shen sambil menangis.


" Ya " jawab shen.


" Kapan kamu kembali?" tanya xieyu mei lagi.


" Tidak tahu, mungkin membutuhkan waktu yang sangat lama " sahut shen.


" Shen jika kamu pergi aku akan menunggumu kembali, jujur saja aku juga mencintaimu " ucap xieyu mei yang langsung berlari meninggalkan shen.


Belum sempat shen kembali masuk ke kamarnya putri yun lie dan putri shie berjalan ke arahnya sambil sesekali mengusap air mata di pipi mereka.


" Shen apa kamu pergi karena kami?" tanya Putri shie.


" Karena siapapun aku pergi itu tidak penting, suatu hari nanti aku pasti kembali " sahut shen.


" Shen aku baru saja bertemu denganmu dan sekarang kita akan berpisah lagi, jujur saja aku tidak kuat menunggu lebih lama lagi " ucap putri yun lie yang langsung menangis sangat keras.


" Percayalah aku pasti akan kembali dan saat aku kembali aku berjanji tidak akan meninggalkan kalian lagi " sahut shen.


" Kalau begitu berhati-hatilah kami selalu menunggumu " ucap putri shie yang langsung menarik tangan putri yun lie pergi meninggalkan shen.

__ADS_1


__ADS_2