
Shen berjalan mengikuti peta yang di berikan pria tua itu, Menurut dari peta itu sendiri tempat yang harus nya di datangi shen terletak di bagian timur atau lebih tepat nya berada di ruang Nirwana yang berada di perguruan Diyu zhi.
Shen yang terus berjalan tidak menyadari seseorang telah mengikutinya semenjak dia keluar dari rumah pria tua itu, Mo yang menyadari namun masih ragu memutuskan tidak memberitahu shen.
" Apa kamu tidak merasakan nya " tanya sheng.
" Merasakan apa " tanya shen yang merasa tidak mengerti.
" Seseorang telah mengikuti mu " jawab sheng.
" Aku merasakan nya tapi aku masih ragu untuk memberitahu mu, aku tidak bisa melihat dia sudah berada di tingkat apa " sahut mo.
" Benarkah, lalu untuk apa dia mengikuti ku " ucap shen.
" Hanya ada dua alasannya, yang pertama dia mungkin ingin menyerap jiwa mu seperti manusia lain nya atau mungkin dia ingin merebut peta yang berada di tangan mu " sahut sheng.
" Kalau begitu kedua nya tidak boleh terjadi, aku harus menghindarinya " kata shen sambil terus berjalan.
Shen berulang kali menoleh ke belakang orang yang di maksud mo dan sheng tidak juga terlihat, hanya dua perkiraan yang terus terpikir oleh shen.
Orang yang mengikutinya itu sudah jauh melebihi tingkatan nya hingga dia tidak bisa melihat nya atau mungkin seseorang yang mengikutinya itu memiliki jurus tanpa wujud, apa pun itu niat dari orang itu jelas tidak baik shen terus mempercepat langkah nya sambil mencari tempat persembunyian yang tepat.
" Berhenti " suara terdengar tepat di belakang shen.
Shen yang mendengar nya langsung memutar badannya kebelakang, seorang pria terus menatap nya dengan penuh kebencian.
" Untuk apa kamu terus mengikuti ku " Ucap shen mencoba bertanya.
" Kamu mencari masalah dengan orang yang salah " sahut pria itu.
" Apa maksud mu, aku tidak pernah mencari masalah dengan mu " Kata shen yang masih tidak mengerti perkataan pria itu.
" Sei xiu adalah milik ku, aku sudah mengejar nya sejak lama pria tua itu tidak pernah mengizinkan ku mendekati putrinya, tapi kamu orang asing yang tidak tahu berasal dari mana pria tua itu langsung ingin memiliki cucu dari sei xiu dan kamu "Sahut pria itu sambil mengepalkan tangan nya.
" Aku juga tidak ingin itu bukan salah ku, seharusnya kamu mencari perhitungan dengan pria tua itu " ucap shen dengan santai.
" Terlalu banyak bicara, kalau aku bisa membunuh mu tidak ada lagi harapan pria tua itu " teriak pria itu sambil mengeluarkan pedang nya.
__ADS_1
" Dia masih di atas mu, waspada saat dia memakai jurus tanpa wujud " bisik mo.
" Tidak masalah " sahut shen.
Pria itu berlari ke arah shen sambil terus mengayunkan pedangnya.
Treng, treng, treng... suara adu pedang terdengar sangat keras.
Shen mencoba mengimbangi serangan pedang pria.
Tiba tiba pria itu berlari menjauh meninggalkan shen lalu mengayun kan pedangnya dari jarak jauh.
Wheeeeeeeeessssss....
Shen langsung menghindari serangan pria itu.
Shen merasa sedikit terkejut melihat batu besar yang jauh di belakang nya terbelah menjadi dua bagian, shen menggelengkan kepalanya tenaga dalam pria itu sungguh sangat besar.
Ini belum apa apa, terima ini " dalam hati pria itu.
Pria itu langsung menghilang shen yang tidak mengetahui di mana pria itu hanya bisa terus memutar badan nya.
Bruuuuuuaaakkkk...
Shen berusaha kembali berdiri sambil terus mencari pria itu.
Bruuuuuuaaakkkk...
Serangan dari belakang membuat shen tersungkur ke depan.
" Keluar lah jangan hanya bisa menyerang dengan cara licik " Teriak shen sambil kembali bangkit berdiri.
" Hahahahaha " Suara tawa memutari shen lalu kembali menghilang.
Wheeeeeeeeeessssss....
Arrkkkkkkkkhhhh.... teriak shen.
__ADS_1
Serangan pedang dari jarak jauh membuat shen terluka di bagian lengan nya.
Shen masih memegangi lengan tangan nya yang terus mengeluarkan darah.
Shen merasa diri nya terlalu bodoh kenapa dia tidak menggunakan jurus tulang besi dan jurus sisik pelindung tubuh dengan begitu dia tidak akan sampai terluka, Shen menahan rasa sakit di lengan nya sambil menutup kedua matanya.
Perlahan sesuatu yang dingin kembali mengalir di dalam tubuh nya dan terus mengalir hingga ke lengan tangan nya yang terluka, Shen membuka matanya dan melihat ke lengan tangan nya yang sudah tidak berdarah lagi walau masih terasa sedikit sakit.
Shen kembali berdiri kali ini shen sudah bersiap melawan pria itu, shen memakai kedua jurus pelindung nya untuk melindungi tubuh nya.
" Hahahahaha, ternyata masih sanggup kembali berdiri " kata suara pria itu yang masih tidak menampakan wujud nya.
Bruuuuuuuaaakkk, bruuuuuuuaaakkk...
Shen jatuh bangun menerima serangan pria itu, shen tidak menyerah dia masih mencari cara mengetahui keberadaan pria itu.
Shen perlahan memegang kedua matanya yang tiba tiba terasa sangat sakit, shen yang masih belum sepunuhnya bisa mengontrol jurus mata iblis berusaha menahan rasa sakit di mata nya.
" Aku masih ingin bermain main dengan mu, tidak mungkin kamu akan mati secepat itu bukan " ucap pria itu yang masih tidak menunjukkan wujud nya.
Arrrrrrrrrrrkkkkkkkkhhhhhh... teriak shen yang langsung terduduk sambil menutup mata nya dengan tangan.
Shen berusaha kembali berdiri sambil membuka matanya dengan perlahan, shen yang sudah menggunakan jurus mata iblis nya langsung bisa melihat di mana pria itu berada.
" Majulah jangan menjadi seorang pecundang, jangan salahkan aku akan ku kembalikan semua serangan mu tadi hingga sepuluh kali lipat " ucap shen.
Shen membawa pedang nya dan berjalan santai ke arah pria itu.
Whhheeeeeeeesssss...
Bruuuuuuuaaakkk....
Shen mengayunkan pedangnya ke arah pria itu yang tidak mengetahui kalau shen sudah bisa melihat nya.
" Ini tidak mungkin " ucap pria itu sambil kembali berdiri.
" Apa yang tidak mungkin, jangan kamu pikir aku tidak lagi bisa melihat mu. sekarang jurus tanpa wujud mu itu tidak lagi berguna untuk ku " sahut shen sambil berjalan mendekati pria itu.
__ADS_1
Pria itu hanya diam sambil menatap mata shen yang berwarna merah darah, pria itu sadar ada yang aneh dengan mata shen dia juga sadar itu tidak baik untuk nya.