
" Chiktan kamu terluka " ucap shen yang terlihat sangat panik.
" Hanya luka kecil saja, tuan tidak perlu sampai seperti itu " sahut chiktan.
" Berikan ini di badannya yang terluka " siluman ular itu mengulurkan tangannya memberikan shen sedikit kulitnya.
Shen menatap siluman ular yang sudah merubah wujudnya menjadi manusia.
" Kulit ku bisa membantu mengobati luka serigala mu " ucap siluman ular itu.
" Kenapa aku harus mempercayai mu " sahut shen sambil menatap siluman ular itu dengan penuh keraguan.
" Aku hanya ingin berbuat baik, jika kamu tidak ingin menerimanya tidak masalah " ucap siluman ular itu.
" Ambil saja siluman ular itu tulus ingin membantumu, kamu lihat saja di kakinya ada luka dia sengaja merobek kulitnya untuk mu " bisik mo.
Shen mengambil kulit siluman ular itu dan menempelkan ke tubuh chiktan yang terluka, tidak butuh waktu lama luka di tubuh chiktan menghilang dengan sendirinya.
" Maaf, aku mengira kamu sama seperti manusia yang datang sebelumnya " ucap siluman ular itu.
" Tidak usah di pikirkan ,terima kasih kamu sudah membantu chiktan menyembuhkan lukanya. bagaimana dengan luka di kaki mu? " tanya shen.
" Hanya luka kecil saja " sahut siluman ular itu.
" Tadi kata paman yang berlari ada beberapa monster, tapi dari tadi aku hanya melihat mu sendiri dimana yang lainya ?" tanya shen lagi.
__ADS_1
" Kami siluman bisa menampakan diri bisa juga bersembunyi, yang lainnya dari awal semua ada di sini " sahut siluman ular itu.
" Aku minta maaf kalau mengganggu kalian, aku tidak berniat mencari masalah di sini " ucap shen sambil menundukan kepalanya.
" Tenang saja mereka dari awal sudah memperhatikan mu, mereka yakin kamu satu satunya manusia yang baik di dunia ini " sahut siluman ular itu.
" Bagaimana mereka bisa yakin " ucap shen.
" Selama ini tidak ada satu pun manusia yang memperhatikan peliharaannya seperti dirimu, manusia biasanya hanya mencari keuntungan dari peliharaan mereka semua yakin kalau hanya kamu manusia yang baik di dunia ini "
" Terlalu berlebihan, kalau begitu aku pergi dulu perjalanan ku masih sangat panjang " sahut shen.
" Tunggu sebentar " ucap siluman ular itu.
Siluman ular itu mendekati shen sambil mengulurkan tangannya.
" Nama ku shen, ning wi nama yang sangat indah sangat cocok untuk dirimu " sahut shen.
Wajah ning wi memerah, dia tidak menyangka shen memuji namanya.
" Tempat ini terbuka lebar untuk mu, jika tujuan mu sudah selesai datanglah kemari lagi " ning wi memberikan sebuah batu permata untuk shen.
" Aku pasti akan kembali ke sini, terima kasih untuk semua yang sudah menerima ku di sini" ucap shen.
Shen melangkah pergi sambil menggenggam batu permata yang di berikan ning wi untuknya.
__ADS_1
" Kamu tahu permata apa yang kamu pegang sekarang? " tanya mo
" Tidak tahu, hanya permata biasa saja " sahut shen.
" Itu permata merah delima, hanya siluman ular yang memilikinya " ucap mo.
" Apa kegunaannya? " tanya shen.
"Permata merah delima berguna meningkatkan tenaga dalam, itu sangat cocok untuk mu" sahut mo.
" Kalau begitu tunggu apa lagi, aku ingin menyerapnya segera "
Shen berjalan mencari tempat yang cocok untuk menyerap permata merah delima yang diberikan ning wi, shen menghentikan langkahnya di sebuah gubuk tua tidak berpenghuni.
" Disini sepertinya cocok " ucap shen
Shen duduk sambil memegang permata merah delima di tangannya, shen memfokuskan pikirannya dan perlahan menutup matanya.
Tidak terasa shen menyerap permata merah delima membutuhkan waktu seharian, shen yang kembali membuka matanya melihat langit sudah mulai gelap tidak ada sedikitpun cahaya yang menyinari gelapnya malam.
" Malam ini kenapa berbeda dari biasa nya, mo di mana kamu " teriak shen
" Chiktan mo dimana kalian " teriak shen sekali lagi.
Shen mencoba meraba pedangnya yang berada di sampingnya sebelum dia menyerap permata merah delima, shen yang tidak menemukan pedangnya merasa sangat terkejut ternyata pedangnya juga menghilang.
__ADS_1
" Hahahahaha, hahahahaha " Suara tawa menggema di telinga shen.