Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 119


__ADS_3

Shen yang bangun lebih awal bergegas menuju tanah lapang kerajaan, shen menatap puluhan ketua prajurit yang sudah bersiap ingin membawa pasukan prajuritnya masing masing.


" Aku akan membawa sepuluh ribu prajurit yang di pimpin sepuluh ketua saja, yang lainnya silahkan tinggal sebagai bala bantuan jika nanti panglima yang sebenarnya sudah kembali. Apa kalian mengerti " teriak shen.


" Mengerti " jawab seluruh prajurit yang berdiri di depan shen serentak.


Walau banyak yang tidak mengerti kenapa shen hanya menyuruh membawa sepuluh ribu prajurit saja mereka hanya bisa diam menuruti perkataan shen, sedangkan mereka berpikir pihak musuh bisa saja mengerahkan seratus bahkan sampai lima ratus ribu prajurit.


Shen yang melihat ketua prajurit banyak yang tidak mengerti maksudnya hanya tersenyum dan langsung menaiki kudanya, setelah melihat kembali seluruh pasukan prajurit telah siap shen langsung meminta salah satu ketua prajurit memimpin jalan menuju perbatasan.


Tidak butuh waktu lama setelah lima jam perjalanan shen dan pasukannya sampai di perbatasan, shen meminta tiga ribu prajurit membuat tenda di sebelah utara sedangkan sisanya hanya perlu menunggu dirinya kembali setelah memantau keadaan dari jarak dekat.


" Apa panglima yakin akan pergi sendiri, di perbatasan wilayah mereka bisa saja banyak jebakan " ucap ketua pemimpin pasukan baja.


" Kalian tenang saja " ucap shen yang langsung kembali menunggangi kudanya dan pergi.


Setelah melihat shen menjauh tujuh ketua pemimpin prajurit berkumpul dan mencoba menebak apa sebenarnya yang sudah menjadi rencana panglima sementara mereka.


" Aku benar benar tidak mengerti, kita sebenarnya akan berperang atau hanya bermain main " ucap ketua pasukan tembaga.


" Aku juga merasa seperti itu sebenarnya dia benar bisa memimpin kita atau tidak, atau jangan jangan memang dia ingin agar kita kalah dan mati sia sia " sahut ketua pasukan perak.


" Sudahlah kita tidak seharusnya meragukannya, jika memang dia seperti itu kita bisa apa dia mendapatkan gelar itu langsung dari yang mulia raja. Kita tunggu saja apa dia masih bisa kembali hidup hidup atau tidak " sahut ketua pasukan baja.


Di satu sisi shen yang memasuki wilayah perbatasan musuh langsung menggunakan jurus perubah wujudnya, shen juga meminta mo untuk melihat apakah ada jebakan atau pergerakan musuh yang berada di depannya sana.


Shen yang berada di ketinggian sebelah selatan perbatasan musuh langsung menuruni kudanya dan memperhatikan sekitarnya, shen yang tidak sengaja menatap ke bawah dan melihat sebagian kecil pasukan musuh bersembunyi di bawahnya bergegas kembali menaiki kudanya.


Shen kembali berjalan memutar sambil terus memperhatikan sekitarnya, selama tiga jam perjalanan yang di temukan hanya sebagian kecil dari pasukan musuh yang berada di bagian selatan tadi saja, shen yang mengetahui situasi pergerakan musuh bergegas kembali ke pasukannya.


Shen yang melihat tujuh ketua dan tujuh ribu pasukannya masih menunggu kedatangannya bergegas menghampiri mereka dan mencoba menjelaskan apa yang menjadi perkiraannya.


" Beritahu pasukan yang membangun tenda di bagian utara, setelah selesai membangun tenda bergegaslah berkumpul kemari " ucap shen.


" Kenapa panglima?" tanya ketua pemimpin pasukan emas.

__ADS_1


" Di bagian selatan perbatasan musuh hanya menyisahkan sedikit prajurit saja, menurut perkiraan ku mereka sudah berpencar bersiap mengepung kita " sahut shen.


" Lalu bagaimana? " tanya ketua pemimpin pasukan perunggu.


" Kita akan bergerak kebagian selatan perbatasan musuh, dengan begitu mereka tidak akan menduganya " sahut shen.


Tidak ku sangka ternyata rencana panglima di luar dugaan, pantas saja dia sangat yakin hanya membawa sepuluh ribu prajurit saja " dalam hati ketua pemimpin pasukan baja.


Setelah menunggu selama satu jam shen melihat seluruh pasukannya berkumpul kembali, Shen yang tidak ingin membuang waktu langsung meminta seluruh seluruh pasukannya pergi meninggalkan perbatasan mereka.


" Panglima bagaimana jika mereka menyadari kita berada di wilayah mereka dan mereka langsung bergerak menuju kota? " tanya ketua pemimpin pasukan tanah yang baru kembali dari bagian utara.


" Di saat mereka menyerang kita dan tidak menemukan kita mereka akan berpikir kita mundur sementara, aku berani menjamin mereka tidak akan menduga jika kita berada di wilayah mereka " sahut shen.


" Sudah tidak perlu bertanya lagi ikuti saja aku " sambung shen yang langsung menunggangi kudanya.


Sinar bulan yang terang seperti sedang mendukung shen dan pasukannya, shen dan pasukannya yang sudah sampai di bagian selatan langsung kembali membuat beberapa tenda.


Shen yang melihat ke bawahnya menggunakan mata iblisnya tanpa sadar melihat pesta meriah, shen yang mengetahui pesta itu akan menjadi kelemahan musuhnya bergegas memanggil beberapa ketua prajuritnya.


" Tepat di bawah kita sekitar lima ratus prajurit sedang berpesta, aku membutuhkan satu ketua membawa seribu pasukannya untuk ikut dengan ku. Buat yang lainnya tetap berjaga jika nanti kalian mendengar suara peluit panggilan dari ku bergegaslah turun membawa seribu pasukan lagi. Apa kalian mengerti " ucap shen.


Shen yang meminta mo berkeliling sebelumnya menemukan sebuah jalan rahasia untuk turun ke bawah, shen meminta pasukannya berjalan perlahan dan terus mengikutinya


Shen yang sudah sampai di bawah langsung mengangkat tangannya meminta pasukan yang mengikutinya untuk berhenti.


" Tunggulah di sini aku akan mendekati mereka " ucap shen dengan suara pelan.


Ketua pemimpin pasukan baja menganggukkan kepalanya sambil terus memperhatikan shen.


Shen yang berada tepat di belakang tenda prajurit musuh mencoba mendengarkan apa yang sedang di bicarakan prajurit musuh di depannya itu.


" Pasukan bagian utara, barat dan timur mungkin sekarang sudah berhasil menghabisi musuh. Kita yang di taruh sebagai umpan di sini hanya bisa bersenang senang dan menunggu kabar baik dari mereka " ucap salah satu prajurit musuh dengan suara keras.


" Kalau begitu tunggu apa lagi, pesta arak akan menemani kita malam hari ini. hahaha " sahut prajurit lainnya sambil tertawa.

__ADS_1


Shen yang mendengar pembicaraan prajurit musuh hanya tersenyum dan langsung kembali ke pasukan yang sudah menunggunya di belakang.


" Kita tunggu sebentar lagi " ucap shen sambil terus berhitung.


Ketua pemimpin pasukan baja menganggukkan kepalanya sambil terus memperhatikan shen yang sedang berhitung.


" Lima ratus " ucap shen yang langsung mengepalkan tangannya.


" Mari kita maju " sambung shen sambil melangkah.


Shen yang berdiri di belakang tenda musuh bersiap meminta pasukannya untuk menyerang.


" Serang sekarang " teriak shen sambil berlari.


Tap, tap, tap, tap...


Teriakan shen dan suara langkah kaki yang semakin cepat mengejutkan para prajurit musuh yang masih setengah tersadar.


" Bangun bangun kita di serang " teriak beberapa prajurit musuh.


Wheeeeeessssss...


Wheeeeeeessssssss...


Tebasan pedang pasukan shen langsung mengarah ke prajurit musuh yang berada di depan mereka.


Arrrrrrrrkkkkkhhhhh....


Arrrrrrrrkkkkkkkhhhhhh....


Teriakan prajurit musuh menggema di antara kesunyian malam.


Shen yang dari awal hanya membantu pembukaannya saja kembali memperhatikan pasukannya dari kejauhan, shen yang tidak sengaja melihat seorang prajurit musuh bersiap mengirim sinyal bantuan bergegas berlari ke arah prajurit itu dan langsung mengarahkan pedangnya tepat ke leher prajurit musuh di depannya itu.


Wheeeeeeeeessssss....

__ADS_1


Satu tebasan pedang shen tepat mengenai leher prajurit musuh di depannya, shen hanya diam menatap kepala prajurit itu yang terlepas dari lehernya dan langsung menggelinding di bawah kakinya.


Shen yang melihat pasukannya berhasil membantai seluruh prajurit musuh bergegas meminta pasukannya kembali untuk beristirahat, shen terus mengingatkan agar pasukannya jangan terlalu puas karena peperangan yang sebenarnya masih belum terjadi.


__ADS_2