Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 69


__ADS_3

Shen berputar mencari jalan keluar dari gunung.


" Tuan " teriak chiktan dari kejauhan yang berlari ke arah nya.


" Chiktan kenapa bisa di sini, bagaimana dengan ayah mu " Shen mengelus kepala chiktan.


Chiktan menundukan kepalanya tidak menjawab pertanyaan shen.


" Baiklah jika kamu tidak ingin menjawab nya "


Shen mengelus kepala chiktan dan kembali berjalan.


" Tuan kita akan pergi ke mana sekarang " tanya chiktan.


" Sudah saat nya memberi perhitungan ke mereka yang sudah menghancurkan perguruan langit biru " Shen mengepalkan tangan nya.


" Tuan di mana teman yang bersama mu kemarin " tanya chiktan.


"Haaah. Dia sudah menemukan jalan hidup nya sendiri " shen menghela nafas panjang.


Chiktan yang memperhatikan shen langsung terdiam, chiktan merasa ada sesuatu yang sudah terjadi pada mereka.


" Tidak perlu di ingat lagi, tujuan mu sekarang hanya membalas dendam. tunjukan pada dunia kalau kamu mampu mengalahkan tiga perguruan itu " kata mo yang berdiri di samping nya.


" Mo bagaimana dengan kekuatan ku sekarang " tanya shen sambil terus berjalan.


" Aura nadi hijau yang hampir sempurna, pelatihan tingkat kaisar penyatuan tiga alam. kamu sudah lumayan berkembang "


" kalau bukan karena pria tua itu, apa aku bisa naik tingkat secepat ini. aku harus berterimakasih pada nya yang sudah menyalurkan tenaga dalam nya "


" Kalau kamu ingin berterimakasih, buktikan kalau usaha pria tua itu tidak akan sia sia " Kata mo.


shen menaiki chiktan yang terus berlari sangat cepat, shen meminta chiktan berhenti di depan pintu gerbang perguruan tiga daun.


" Haaaah " shen menghela nafas dan meminta chiktan kembali berjalan.


Chiktan terus berlari sangat cepat tidak perduli siang malam chiktan terus berlari.


Chiktan berhenti tidak jauh dari perguruan awan terbang, salah satu perguruan yang membantu perguruan laut darah menghancurkan perguruan langit biru.


Shen turun dari badan chiktan dan memperhatikan sekeliling perguruan awan terbang.

__ADS_1


" Pembalasan sudah saat nya di mulai " Kata shen sambil berjalan mendekati pintu gerbang perguruan awan terbang.


Di depan pintu gerbang di jaga dua orang tingkat emas tahap akhir yang menghalangi shen untuk masuk.


" Siapa kamu " tanya salah satu yang menghalangi nya.


Brrrrrrruuuuuaaakkkk... Shen menendang ke duanya hingga terlempar.


Shen langsung masuk ke dalam, di dalam sudah banyak yang menyambut ke datangan nya.


Shen di kelilingi puluhan murid dari tingkat emas hingga tingkat jendral tahap tengah.


" Pergilah sayangi nyawa kalian " kata shen dengan sangat santai.


" Tidak perlu hiraukan dia kita serang dia secara bersamaan saja, dia kalah jumlah kita pasti menang " teriak seseorang yang berada di depan shen.


" Seraaaaang " teriak semua murid di belakang nya dan berlari menyerang shen.


Buuuug, buuuug, buuuug... Suara pukulan bertubi tubi mengenai shen.


Shen hanya diam menikmati setiap pukulan puluhan murid di depan nya dan tidak membalas nya.


" Haaah"


" haaah "


Suara nafas yang sudah tidak beraturan dan mulai kelelahan. Satu persatu mulai menjauh dari shen.


" Pergi kalian semua tidak berguna " teriak seorang pria yang berjalan ke arah shen.


Shen hanya tersenyum menatap nya, ingin rasa nya segera menghabisi mereka semua dan para ketua nya.


" Kamu yang cari mati, akan ku kabulkan " teriak pria itu dan mengeluarkan pedang nya.


Shen menarik pedangnya dan menangkis pedang pria itu yang di arahkan ke lehernya.


Treeeeeeng, treeeeeeeng... Suara pedang bersahut sahutan menangkis dan menyerang berulang kali terdengar.


" Ahhhhhhh " teriak pria itu yang merasa sangat kesal.


Serangan pedang nya di tangkis pedang shen dengan sangat mudah.

__ADS_1


" Akan ku buat kamu menyesal sudah datang ke perguruan ini " kata pria itu sambil terus menatap shen.


Jurus pedang jiwa iblis " Teriak pria itu.


Jurus pedang tanpa bayangan " teriak shen dengan keras.


Duuuuuuuuuuuuuaaaarrrr.... Suara ledakan yang sangat keras terdengar jelas dari ke dua jurus yang bertabrakan.


" Uhuk uhuk " pria itu berusaha berdiri sambil memegang dada nya.


" Sudah cukup bermain main nya " kata shen sambil berlari ke arah pria itu.


Wheeeeeessss... Shen menebas kepala pria itu hingga terjatuh ke tanah.


" Arrrrrrrrkkkkkhhhhh "


" Arrrrrrrrkkkkkhhhhhhhh "


Teriak murid yang melihat kepala teman seperguruan nya terlepas dari lehernya.


Semua murid yang berada di dekat shen mulai berlari tidak tentu arah.


Shen bersiul memanggil chiktan untuk membereskan Sisanya.


Hoooooeeerrrr ... teriak chiktan yang berlari ke arah shen.


Shen memberi isyarat ke chiktan untuk menghabisi murid yang berlarian di sekitarnya.


Hoooooeeerrrr... chiktan berlari dan menyerang murid di sekitar shen.


Arrrrrrrkkkkkhhhhh. Arrrrrkkkkkhhhhhh.


Jeritan murid yang kesakitan dan ketakutan membuat shen merasa sedikit puas.


" Apa yang terjadi di sini " kata seorang ketua yang keluar dari dalam aula perguruan.


Nama nya Huan tan ketua perguruan awan terbang yang membantu perguruan laut darah menghabisi perguruan langit biru dengan kejam.


" Kenapa bisa terjadi seperti ini, siapa yang berani melakukan nya " teriak huan tan.


Huan tan merasa sangat jijik melihat darah dan organ tubuh yang berceceran di depan mata nya.

__ADS_1


__ADS_2